My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Peejalanan Baru 3


__ADS_3

" ahh, lagi-lagi gue melakukan hal ceroboh di depan Hara." gumam Aria menyenderkan tubuhnya di kursi.


" ma,maaf Hara aku merepotkan mu lagi." ucap Aria kepada Hara.


Hara tersenyum dan membereskan berkas dan mengatakan,,,;


" sudah,, sekarang kamu makan dulu, kamu belum makan siang." ucap Hara.


" Te,terima kasih Hara, kamu sangat baik." ucap Aria kepada Hara


( Hara tersenyum dan meninggalkan Aria memberikan berkas ke ruangan atasan).


Aria pun makan, dan kembali bergumam,


" kalau gue tidak satu ruangan sama Hara, pasti gue kerepotan dengan kelakuan gue sendiri,"


" Hara, kalau kamu tidak menggantikan mbak Ania, mungkin gue sudah kena semprot sama mbak Ania kerja seperti ini, mungkin gue termasuk orang yang beruntung bisa kerja bareng Hara yang sangat baik, pintar, cekatan, dan cantik." gumam Aria mengingat pertemuan pertama dia dan Hara.


Aria telah selesai makan, dan Hara pun masuk ke ruangan, Hara membereskan barang miliknya dan memasukannya kedalam tasnya.


" Aku pulang dulu yaa, sekarang giliran mu yang harus membereskan ruangan ini" Hara membawa tasnya


Sebelum Hara, meninggalkan ruangan Aria memanggil Hara,,,;


" Hara?" ucap Aria.


" iya." jawab Hara singkat.


Aria tertunduk malu menanyakan Raiga kepada Hara.


" s,sebenarnya kamu mengenal bos muda itu kan, dia juga yang menabrak mu di pantai itu, jadi ap,apa yang..."


Hara memotong pertanyaan Aria.


" ohh Raiga yaaa, aku mengenalnya di jalan saat kita pulang di pantai, aku juga tidak menyangka akan bertemu lagi dengannya, dia meminta maaf padaku,,, dan yang lebih aku kaget kan dia adalah anak pemilik perusahaan ini, dunia ini terasa sempit yaa, banyak sekali hal yang tidak terduga menghampiri kita." sela Hara sambil memalingkan wajahnya.


"ohh jadi begitu ya!" Aria mengangguk.


" T,terus k,kenapa kamu tidak membalas pesanku saat liburan kemarin?" Aria tersipu malu menanyakan hal itu kepada Hara


Hara terdiam memandangi arah pintu.


" maaf Aria aku sedang di tunggu Azwan, ada keperluan mendadak,,, sampai jumpa besok yaa." jelas Hara meninggalkan Aria.


Aria kecewa karena tidak mendapat jawaban dari Hara,,,


" ahh dia menghindari pertanyaan gue, padahal gue tidak bermaksud apa-apa, gue hanya ingin tahu apa yang di lakukan Hara selama liburan kemarin." gumam Aria dalam hatinya.


( Hari libur )


Aria sedang memasak buat sarapan, ada seseorang yang membuka pintu,,;

__ADS_1


" Haii Aria!" Yasmin masuk kedalam kamar Aria.


" biasakan ketuk pintu dulu!" ucap Aria.


" ahh kebetulan Aria sedang masak, Yasmin lapar." ucap Yasmin.


" kebetulan makanan ini buat satu orang, jadi satu orang lagi cukup melihatnya saja." candaan Aria.


" ihh jahat..." Yasmin cemberut.


" haha lagian, tumben kamu datang kesini?" tanya Aria becanda.


" ohh jadi Yasmin cuma mengganggu gitu, ok fix." ucap Yasmin.


" kamu udah mandi, udah beresin kamar kamu?" tanya Aria.


" Yasmin bukan orang yang selalu bangun siang, jadi tidak perlu khawatir." tegas Yasmin.


" Yasmin kesini cuma mau bertemu Aria aja kok!" ucap Yasmin kembali.


" hmmm, pengen ketemu apa kangen?" goda Aria.


Yasmin berjalan menuju Aria


" kalau Yasmin kangen, terus Aria mau apa?" Tanya Yasmin menempelkan dagunya di bahu Aria dari belakang.


" sial, itunya Yasmin menempel di punggung gue." gumam Aria.


" oyy Yasmin, hentikan aku sedang masak." ucap Aria gemetaran.


" haha Aria kamu tidak berubah yaa." ucap Yasmin tertawa.


( Aria, yang mengingat kejadian berciuman dengan Yasmin).


" bagaimana aku tidak gugup denganmu, kamu itu susah di tebak." gumam Aria.


Aria selesai masak, dan mereka pun makan bersama.


" terus apa sebenarnya tujuanmu kesini?" tanya Aria lagi sambil membereskan piring kotor.


Yasmin menggelengkan kepalanya.


" Yasmin cuma jenuh aja, di kamar sudah beres, jadi Yasmin tidak punya kegiatan lagi." jawab Yasmin.


" terus kenapa kamu enggak ke kostan Radi, dia juga kan teman kita?" tanya Aria lagi melihat ke arah Yasmin.


" Radi jam segini masih tidur Aria, t,terus Radi selalu diam kalau Yasmin sendirian di kamar Radi, beda kalau ada Aria, pokoknya Radi kalau tidak ada Aria orangnya sangat membosankan." jawab Yasmin.


" haha,, berarti Radi menyukai kamu Yasmin." goda Aria.


" ap, apa-apaan sih!" Yasmin melemparkan botol kepada Aria.

__ADS_1


Aria menghindari lemparan Yasmin sambil tertawa.


Tiba-tiba,,,,


" tok,tok,tok..." ada yang mengetuk pintu kamar Aria.


" bentar..." ucap Yasmin beranjak dari tempat duduknya.


Yasmin membuka pintu,,


Yasmin terdiam...


" Yasmin siapa itu?" Aria menengok ke arah pintu.


" Hara?" Aria kaget.


Yasmin dan Hara saling berhadapan.


" wahh sial, apa yang harus gue lakukan, Yasmin dan Hara d,d, di sini." Aria memegangi wajahnya.


" Hara?" Aria menghampirinya.


" ad,ada perlu apa?" tanya Aria gugup.


" akuuu, ak, aku cuma m,mau ngembalikan jaket ini." Hara tersenyum menutupi rasa gugupnya.


" ahh terima kasih sudah repot-repot nganterin, m,mau minum dulu?" tanya Aria kembali.


Aria melihat ke arah Yasmin, tapi Yasmin tidak mempedulikan Aria.


" siall.." ucap Aria dalam hatinya.


" ahhh, aaenggak kok, aku cuma mau nganterin jaket doang kok." ucap Hara.


Entah kenapa suasana ngobrol Aria dan Hara sangat gugup, mereka dalam keadaan canggung.


" k,kalau begitu, aku pergi dulu yaa.." ucap Hara sambil membalikan badannya.


" Hey Hara, namamu Hara kan." ucap Yasmin menatap tajam Hara.


" i,iya... " Hara membalikan badannya lagi.


" Kamu pasti ada perlu sesuatu kan?, enggak mungkin kamu datang cuma balikin jaket Aria saja." tanya Yasmin lagi.


" ahh,hehee, aku bener kok, cuma balikin jaket doang." Hara tertawa palsu kepada Yasmin.


" sudahlah jangan pura-pura, kalau ada perlu masuk saja." ucap Yasmin yang kembali ke tempat duduknya di kamar Aria.


Hara melihat ke arah Aria, dan Aria menganggukkan kepalanya.


Hara masuk dan duduk di ruangan kamar Aria.

__ADS_1


" waaaa suasana mencekam apa ini, Yasmin dan Hara disini, gue harus ngelakuin apa?" gumam Aria.


__ADS_2