
Hara tersenyum menatap Aria yang menghampirinya.
"Rupanya kamu datang juga.." ucap Hara.
Aria berjalan ke samping Hara yang sedang menunggunya itu.
"A,Aku tidak tahu ada tempat seperti ini." ucap Aria.
Hara mengalihkan pandangannya ke kota yang ada di depannya.
"Kita sengaja membuatnya agar restoran ini ramai pengunjung."
"Jadi, disini tidak hanya makan, jika ada anak-anak atau pasangan dewasa pun akan cocok dengan suasana seperti ini." terang Hara.
"Memang mengagumkan." gumam Aria menatap tempat tersebut.
Memang tempat tersebut tersedia taman bermain, dan background untuk berfoto, di tambah lagi pemandangan suasana kota di malam hari menambah keindahan tempat tersebut.
"Tapi kenapa kamu memanggilku kesini?" tanya Aria.
Hara menatap heran Aria yang berbicara begitu, dan mengeluh menarik napas panjangnya.
"Huhhhh, kenapa kamu bertanya begitu Aria?" jawab Hara.
"Sudah jelas aku ingin bersama denganmu." terang Hara.
"Kamu ini sangat tidak peka menjadi seorang pacar,, kalau kamu begini terus, aku bisa bisa direbut orang lain yang membuatku nyaman lho." imbuh Hara
"Hahhhhhh." Aria berteriak kaget di tengah keramaian orang tersebut.
Semua orang melihat kepada Aria yang berteriak kencang.
Dan Aria pun menutup mulutnya sambil melotot.
"K,Kamu mau putus denganku Hara?" tanya Aria panik.
"A,apa kamu sudah mempunyai cowok baru?" tanya Aria hidungnya kembung kempes.
Huhhhh, Hara menarik napas panjangnya lagi, dan memberikan penjelasan kepada Aria.
"Seumpamanya Aria, seumpamanya..." terang Hara.
"Seumpamanya?" tanya Aria heran.
Hara menganggukkan kepalanya, dan menatap tajam mata Aria.
"Iya seumpamanya Aria, kamu ini sangat tidak peka."
"Aku menyuruhmu kesini karena aku ingin bersamamu bukan hanya menyuruhmu kesini saja." terang Hara.
"Aku menyuruhmu kesini karena aku ingin berduaan bersamamu, ingin menghabiskan waktuku yang sibuk ini denganmu, dan juga ingin membuat kenangan bersamamu." imbuh Hara.
"Kau ini sangat tidak peka sekali, kamu ini polos apa bodoh Aria ku." ucap Hara.
Aria hanya tertegun dengan teguran dari Hara tersebut, dan sekarang Aria mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Hara.
Hara menunjuk dada Aria.
"Coba kamu rasakan kembali Aria, saat kamu akan menjenguk Syifa, apakah dalam hatimu ini muncul perasaan ingin bertemu denganku, atau hanya ingin menjenguk Syifa saja?" tanya Hara.
"Ya,ya,jelas, selain menjenguk Syifa,, aku juga ingin bertemu denganmu Hara." sahut Aria.
"I,itu juga yang membuat aku bersemangat kesini." imbuh Aria.
__ADS_1
Lalu Hara menatap heran Aria, dan menatap tajam mata Aria lagi.
"Terus kenapa kamu bertanya seolah kamu tidak mengerti maksudku dengan memintamu kesini?"
"Kenapa kamu tidak berinisiatif untuk menemui ku tanpa aku pinta, kenapa kamu kamu hanya berdiam diri saja ketika disini ada aku."
"apa hubungan kita ini hanya sebatas paksaan aku saja, apa hubungan kita ini hanya sebatas aku membutuhkan kamu saja?" tanya Hara.
"Aku juga ingin aku di butuhkan olehmu Aria, aku juga ingin saat kamu butuh bantuan aku ada untukmu,"
"kenapa kamu sama sekali tidak pernah meminta bantuan kepadaku satu kali saja." Hara tetap nyerocos kepada Aria.
Aria bingung dengan semua perkataan yang di ucapkan oleh Hara, dan membuatnya bertanya-tanya.
"Kenapa jadi merembet gini?" gumam Aria.
"Padahal gue sudah mengikuti keinginannya, tapi Hara malah nyerocos begini." sambung Aria.
"Hara,Hara,Hara..." sela Aria menghentikan Hara yang nyerocos memarahinya.
Hara pun berhenti berbicara dan menatap Aria kesal.
"Y,Yang jelas kamu akan meninggalkanku atau tidak?" tanya Aria kembali.
Hara semakin kesal dengan pertanyaan Aria, dan menarik kuping Aria.
"Adudududuh, sakit Hara.." teriak Aria.
Hara melepaskan tangannya di kuping Aria, dan melotot kepada Aria.
"Aria,, kamu ini benar-benar Bodoh." ucap Hara.
Hara memegang jidatnya sendiri sambil mengeluh.
"Hahhhhhhh,," Hara menarik napas panjangnya.
"Jika kamu menginginkan sesuatu, dan butuh bantuan ku,, jangan-sungkan untuk mengatakannya padaku,, aku pasti akan bersedia kapanpun kamu butuh." jelas Hara.
Aria mengangguk-anggukkan kepalanya seakan Aria mengerti yang di ucapkan oleh Hara.
"Aku benar-benar mempunyai pacar yang tidak peka sama sekali, kamu begitu bodoh,, Aria.." ucap Hara lagi.
Aria hanya melamun mendengarkan ocehan Hara tersebut.
"Aria.." panggil Hara.
Aria melihat lagi ke arah Hara yang memanggilnya itu.
Hara tetap menatap heran Aria.
"aku mau tanya sesuatu, apa yang sekarang kamu inginkan dariku?" tanya Hara.
Aria pun celingukan dengan pertanyaan Hara tersebut, dan bingung harus menjawab apa.
Aria hanya melamun lagi sambil memikirkan apa yang harus dikatakannya kepada Hara.
"Aria, jawab aku." ucap Hara lagi.
"Eeuhhh, euhhhh..." Aria bingung harus berkata apa.
"Aku,, aku,, aku..."
"wahhh, sial apa yang harus gue katakan kepada Hara." gumam Aria panik kebingungan.
__ADS_1
"Aria..." bentak Hara.
Aria langsung mengepalkan tangannya, dan reflex berteriak menjawab Hara.
"Aku tidak menginginkan apa-apa darimu Hara, yang aku pikirkan hanyalah ingin bersamamu, bersamamu, dan bersamamu." teriak Aria.
"Kapanpun kamu memintaku datang, aku pasti akan menghampirimu."
"Bisa membuatmu bahagia, dan tersenyum saja aku sudah merasa senang Hara."
"Aku tidak meminta apapun darimu, yang aku inginkan hanyalah kebahagiaanmu." tutup Aria yang berteriak.
Orang-orang di sekitar Aria kembali menatap ke arah Aria.
"Heyy, kenapa dia?"
"Apa dia sudah gila?"
"Dari tadi dia berteriak aneh begitu."
Orang-orang tersebut membicarakan Aria.
Hara yang mendengar perkataan Aria pun menatap wajah Aria dengan tatapan haru.
Hara terlihat menahan tangisnya dengan pipi yang sangat merah.
"Sudah cukup Aria.." ucap Hara memalingkan pandangannya.
"jangan membuat malu dirimu sendiri, ini banyak orang Aria." tambah Hara.
Aria mendekati Hara sambil melotot penasaran.
"Aku sama sekali tidak malu Hara." tegas Aria.
Hara dengan wajah yang sangat merah pun menundukkan kepalanya malu.
"Bukan kamu Aria, tapi aku yang malu." celetuk Hara.
Aria menatap heran Hara yang bilang begitu.
"Hahhh,, K,kenapa kamu yang merasa malu Hara, padahal aku yang berteriak, kenapa jadi kamu yang malu begitu?" tanya Aria.
"Karena, teriakan mu itu ditujukan untukku Aria.." jawab Hara.
"A,Aku tidak mengira kamu akan mengatakannya di depan orang banyak tentang keinginanmu itu, aku jadi malu Aria." ucap Hara yang menjadi grogi.
Hara terlihat sangat bingung, dan terlihat sangat grogi.
"Hey Hara tenanglah, kenapa kamu jadi begini?" tanya Aria.
Hara semakin terlihat panik, badannya tidak bisa diam, dan matanya melirik kesana-kemari.
"Euhhhh,, euhhhh..." sekarang Hara yang terlihat gugup dan tidak nyaman.
"Apa yang terjadi dengan Hara?" gumam Aria bertanya-tanya.
"Gue harus melakukan sesuatu." gumam Aria.
"Hara..."
Aria memanggil Hara yang terlihat panik itu, Aria memegang kepala Hara dan menaruhnya di dada Aria.
"Hara,, tenanglah.." ucap Aria.
__ADS_1
Hara akhirnya tenang di dalam pelukan Aria, terasa Hara memeluk balik Aria dengan erat.
Aria memeluk Hara di tengah orang yang sedang berlalu lalang tersebut.