
"Hmmm, ternyata kalian berani bermesraan di depanku ya?" ucap seorang Wanita yang sedikit tua.
Aria langsung melepaskan pelukannya dari badan Hara, dan menunjuk wanita tua itu.
"H,H,Hara,, S,Siapa dia?" tanya Aria gugup.
Dengan wajah yang merah dan tertunduk malu Hara pun menjawab pertanyaan Aria.
"D,D,Dia Mama ku Aria." jawab Hara.
"Hahhhh, ibumu..." teriak Aria panik.
"Dia ibumu Hara." ucap lagi Aria sambil melotot.
Hara menganggukkan kepalanya, kemudian Aria melihat kepada ibunya Hara.
"Maafkan aku."
"Maafkan aku karena telah lancang, aku benar-benar minta maaf." ucap Aria sambil sedikit membungkukkan badannya kepada Ibunya Hara.
Ibunya Hara berjalan menghampiri Aria dan Hara, dan berdiri di depan Aria dan Hara.
"Apa kalian sering melakukan ini di belakangku?" tanya Ibunya Hara.
Aria dan Hara saling menatap, lalu Aria menggelengkan tangannya.
"T,Tidak, kita belum pernah melakukannya."
"Ini adalah salahku."
"A,Aku merasa sangat rindu kepada Hara, jadi aku tidak mampu menahan rasa rinduku, jadi aku memeluknya tadi."
"Hara tidak salah apa-apa, kalau anda mau marah, marahi saja aku, jangan Hara." ucap Aria yang membela Hara.
Mamanya Hara menatap mata Aria, dan Hara.
Kemudian memegang jidatnya sendiri.
"Memang ya anak muda sekarang kelakuannya aneh-aneh." terang Ibunya Hara.
"A,A, maaf,, aku tidak bermaksud aneh-aneh dengan anak anda, aku hanya kelepasan setan saja." bela Aria.
Mamanya Hara akhirnya berjalan melewati Aria dan Hara yang berada di depannya.
"Sepertinya aku mengganggu waktu kalian ya?"
"Aku keluar saja lah." ucap Mama Hara.
Mamanya Hara pun berjalan meninggalkan Aria dan Hara.
"Mama..." panggil Hara.
Mata Hara berkaca-kaca seperti menahan tangisnya, lalu Mama Hara berbalik melihat ke Hara yang memanggilnya.
"Mama juga pernah muda, setidaknya Mama untuk saat ini akan mengerti dengan kalian."
"Mama tidak ingin mengganggu kalian, tapi ingat kalian jangan melakukan hal-hal aneh." tutup Mamanya Hara.
"M,mana mungkin kita melakukan hal seperti itu." sahut Hara.
Mamanya Hara pun berjalan keluar ruangan.
"Hey Lelaki muda, kamu Aria kan?" tanya Mamanya Hara.
Aria pun gelagapan, lalu menganggukkan kepalanya.
"Kali ini kamu di maafkan, tapi lain kali jika kamu terlihat bermesraan dengan putriku lagi, aku akan melemparkan mu ke dalam sungai." ucap Mamanya Hara.
__ADS_1
"hahhhhh,,," teriak Aria panik.
"setidaknya, kalau kamu ingin menyentuh putriku yang cantik ini, kamu harus melamarnya dulu, dan buktikan kalau kamu ini pria sejati." tutup Mama Hara sambil menutup pintu.
Hahhhh, Aria menghela nafas leganya setelah Ibunya Hara meninggalkan ruangan, Aria kemudian melihat Hara yang cemberut kepada Aria.
"Kamu ini sangat ceroboh Aria." ucap Hara yang kembali duduk di meja kerjanya.
"M,Maafkan Aku Hara.."
"Aku tidak tahu ada Ibumu disini." ucap Aria panik sambil mengelap ingusnya.
Aria pun mengikuti Hara dan duduk di samping Hara.
"Hara, maafkan aku, aku benar-benar tidak tahu ada Ibumu disini." jelas Aria.
Hara tidak memperdulikan Aria, dan sekali lagi Hara fokus dengan komputer kerjanya.
"Hara.." mata Aria berkaca-kaca menatap Hara yang tidak memperdulikannya, karena kecerobohan Aria.
Sudah satu jam berlalu, Hara masih ngambek kepada Aria.
Aria yang tetap di samping Hara pun hanya bisa bergumam sambil menidurkan kepalanya di meja.
"Hikss,hiks, maafkan aku Hara..." gumam Aria yang dalam pikirannya menangis.
Tiba-tiba pikiran Aria kabur lagi, dan Aria pun terkantuk-kantuk kembali.
"Sial,, gue semalam kurang tidur." gumam Aria memejamkan matanya.
**
"Aria,, hey Aria..." Hara tersenyum menatap Aria.
"Ada apa Hara?" Aria terperanjat.
"Keren?" mata Aria berbinar-binar.
"Benarkah?" tanya Aria kegirangan.
Hara pun menganggukkan kepalanya, dan tertunduk malu kepada Aria.
"Aku menantikan Aria yang berani seperti itu, saat Aria melakukannya, Aria bagaikan romeo." ucap Hara tersipu malu.
"Bagaikan romeo!" Aria melotot senang.
Hara semakin tersenyum lebar kepada Aria,, Dan Aria pun menggeser kan badannya ke dekat Hara, lalu merangkul pundak Hara.
"Hara,, benarkah kamu menganggap ku begitu?" tanya Aria lagi.
Hara pun semakin tersipu malu sambil menundukkan kepalannya.
"Hara aku mencintaimu." ucap Aria memeluk Hara.
Hara wajahnya sangat memerah saat Aria memeluknya, Aria yang memeluk Aria pun memonyongkan bibirnya.
"Aku sangat mencintaimu Hara." ucap Aria lagi.
"Hara..." bibir Aria monyong menyentuh pipi Hara.
Sambil memeluk dan mencium Hara, Aria pun menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hara, kenapa pipimu sangat keras." ucap Aria.
Aria membuka matanya, ternyata yang di peluk dan di cium Aria bukan Hara, melainkan tong sampah.
"Aaaaa, kenapa gue memegang tong sampah?" teriak Aria panik.
__ADS_1
"Gue ketiduran, gue kira ini Hara.." ucap Aria membanting tong sampah itu.
Aria kemudian melihat kepada Hara yang sepertinya sedang merekam video Aria memeluk tong sampah.
"Hara apa yang kamu lakukan?" Aria menunjuk panik kepada Hara.
Hara pun tertawa dan tetap merekam Aria.
"Habisnya, kamu terus mengigau menyebut namaku Aria, akhirnya aku memberimu tong sampah." ucap Hara tertawa.
"K,kamu sangat tega Hara.." ucap Aria bersedih.
Hara pun tertawa sambil kelihatan sangat senang.
"Yaa salah siapa kamu terus nyosor ke dekatku, jadi aku memberimu hadiah." terang Hara.
"I,Itu namanya bukan Hadiah Hara, itu namanya kejam." sahut Aria
"Hmm benarkah?" goda Hara sambil tetap merekam Aria.
"Hentikan Hara, aku malu." ucap Aria sambil berusaha merebut ponsel yang di pegang Hara.
Hara pun mengelak dan tidak memberikan ponselnya kepada Aria.
Hara dan Aria saling berebutan ponsel yang di pegang oleh Hara.
"Ini kesempatan gue.." gumam Aria.
Saat akan mencoba merebut kembali ponsel di tangan Hara, Aria pun memeluk Hara lagi dari belakang.
"Akhirnya dapat juga, sekarang tidak ada siapa-siapa disini." ucap Aria.
Hara jadi terdiam kaku saat dirinya di peluk oleh Aria, dan kamera yang masih menyalah menyorot Hara yang sedang di peluk Aria.
Aria menyadari kameranya masih menyala itu, dan mulai berbisik di telinga Hara.
"Hara, maukah kamu bertunangan denganku?" tanya Aria.
"Aku ingin selalu berada di dekatmu, dan aku tidak ingin kehilangan kamu Hara."
"Jadi, aku ingin selangkah lebih maju untuk memiliki dirimu." Bisik Aria.
Hara pun melotot, kemudian mematikan video yang sedang merekam Aria dan Hara.
Hara menjadi tertunduk sedih, dan badannya pun terasa melemas saat di pelukan Aria.
Tangan Hara berusaha melepaskan pelukan Aria dari tubuhnya.
"M,Maafkan aku Aria, untuk saat ini aku tidak bisa menerima lamaran mu." tolak Hara.
"Ehh.." Aria bagai di sambar petir ketika mendengar penolakan dari kekasihnya itu.
Aria hanya dapat melamun, dan langsung membalikan badan Hara untuk menghadap kepada Aria.
"A,apa aku tidak salah dengar Hara?" tanya Aria melotot.
Hara yang tertunduk sedih pun menggelengkan kepalanya.
"Maaf Aria, aku tidak bisa bertunangan denganmu." tegas Hara.
Aria melamun sambil menatap wajah Hara, dan Aria pun berpikir macam-macam yang buruk tentangnya.
"Kenapa Hara menolak gue?"
"Apa Hara tidak benar-benar menyukai gue?"
"Apa Hara tidak mau bertunangan dengan gue, karena gue ini orang miskin?" gumam Aria yang bertanya-tanya tentang penolakan dari Hara.
__ADS_1
"Hara, sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku?" tutup Aria.