My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Sebelum Perjanjian


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu sejak Hara berjanji kepada Aria bahwa dia akan menemani Aria jalan-jalan.


Hmhmhmhnhmmm....


Aria berjalan jingkrak-jingkrak sambil bersenandung menantikan hari-H untuk jalan-jalan bersama Hara.


" minggu depan aku akan meluangkan waktuku untuk jalan-jalan denganmu." ucap Hara.


Kata-kata dari Hara muncul dalam benak Aria.


" gue tidak sabar, gue tidak sabar." gumam Aria yang tersenyum gembira seperti wajah kucing.


Aria sedang merapikan pakaian kerjanya.


Trining, pesan masuk di Ponsel Aria.


" Aria, aku ingin soto buatan mu." pesan dari Hara.


Seketika Aria langsung semangat ketika mendapatkan pesan dari Hara.


" woaww, gue harus cepat membuatnya, sebelum Hara kelaparan." gumam Aria


Srrkkk,srrkkk,srrkkk Aria membuat soto pesanan Hara.


" kamu sibuk sekali kakak!" ucap Syifa yang menatap Aria sedang memasak.


Aria menjelaskan dia membuat masakan buat Hara.


"Hara lagi, Hara lagi." tegas Syifa.


" jangan khawatir Syifa, aku juga membuat masakan buat kamu." ucap Aria.


Syifa tidak memperdulikan pembicaraan kakaknya itu, dan merapikan barangnya.


Beberapa saat kemudian masakan pun jadi, dan Aria bergegas pergi ke kamar Hara.


" itu untuk mu, cepat makan keburu dingin." ucap Aria sambil menutup pintu kamarnya.


Aria berdiri di depan pintu Hara, ternyata pintunya sedikit terbuka.


" Hara..." teriak Aria yang ngintip di sela-sela pintu Hara.


Aria akhirnya masuk karena tidak ada jawaban dari Hara, dan Aria melihat Hara yang sedang tidur di kasurnya.


" eh, dia malah tidur." gumam Aria.


Aria celingak-celinguk melihat meja yang kosong untuk menaruh makanannya.


" taruh disini aja lah, nanti juga Hara bangun."


Aria menatap Hara yang sedang tertidur itu...


" imutnya,, gue enggak nyangka bisa dapat pacar secantik Hara." gumam Aria lagi.


Aria berjalan membelakangi Hara.


Reekkk, Suara kasur Hara berdesir.


" Aria." panggil Hara.


Aria berbalik melihat Hara, dan Hara beranjak dari tidurnya duduk di kasurnya itu.


" apa aku membangunkan mu?" tanya Aria.


Hara menggelengkan kepalanya sambil mengucek matanya.


" apa makanannya sudah selesai?" tanya Hara.


Aria menganggukkan kepalanya, dan melihat ada sesuatu yang beda dengan Hara.


" apa kamu sakit Hara?" tanya Aria menghampiri Hara.


Hara yang melamun karena bangun tidur tidak memperhatikan Aria yang berjalan ke arahnya.


Aria memegang jidat Hara.


" wajahmu pucat sekali, tapi suhu badanmu normal."


" apa kamu merasa pusing Hara?" tanya Aria kembali.


Hara menggelengkan kepalanya, dan beranjak dari duduknya berjalan menuju kamar mandinya.


Belum sampai di kamar mandi tiba-tiba Hara jatuh.


Brukkkk, Hara berlutut dan menopang badannya.

__ADS_1


" Hara." teriak Aria berlari menghampiri Hara.


Aria panik dan memegang pundak Hara, dan membawanya kembali ke atas kasurnya.


" kamu tidak apa-apa Hara?" tanya Aria yang kepanikan itu.


Hara tetap melamun dan tidak memperdulikan pertanyaan Aria.


Aria membawa minum untuk Hara, dan masakannya ke dekat Hara.


" sebaiknya kamu makan dulu, mungkin kamu kelelahan."


Aria menyiapkan makanan buat Hara, dan menaruhnya di depan Hara yang terlihat murung.


" ini makan dulu,"


" wajahmu pucat sekali Hara." ucap Aria khawatir.


Hara tetap melamun dan menundukkan kepalanya.


" hey Aria."


" jika suatu saat aku dan kamu berpisah, apa kamu akan menyesal pernah mengenal aku?" tanya Hara lirih.


Tiba-tiba Hara bertanya sesuatu yang aneh kepada Aria.


Aria melotot heran dengan pertanyaan Hara.


" a,a,apa yang kamu katakan Hara.."


" aku benar-benar tidak mengerti." jelas Aria.


Hara memalingkan pandangannya dan terlihat sangat sedih.


" sekarang kamu makan.."


" aku sudah membuatkan pesanan mu lho." jelas Aria.


Aria sangat khawatir yang melihat wajah Hara sangat pucat, dan Hara pun terjatuh saat dia berjalan.


Aria menatap Hara dengan tatapan khawatir.


" ini makan dulu Hara, kamu kelihatan tidak sehat..."


" aku tidak ingin kamu kenapa-napa." ucap Aria


" suapi aku Aria!." ucap Hara.


Aria melotot kaget...


" APAAAAA."


" k,k,kamu ingin di suapi." teriak Aria.


Hara tiba-tiba cemberut, dan mengambil makanan yang telah di siapkan Aria.


" yasudah kalau enggak mau menyuapi aku,"


" aku bisa melakukannya sendiri." ucap Hara.


Hara mengambil nasi dengan sendok nya, dan mengangkat tangannya.


Brkkkk,, piring dan sendok yang di pegang oleh Hara jatuh mengenai kasurnya.


Aria yang melihat Hara menjatuhkan makanannya hanya bisa kaget, dan menatap Hara heran.


" ehh, kenapa kamu menjatuhkan makananmu Hara." tanya Aria heran.


Hara tertunduk sedih, tiba-tiba Air matanya mengalir di pipinya.


" Hara, kenapa kamu menang-"


" Aria, bisa tinggalkan aku sendiri." sela Hara memotong pertanyaan Aria.


Aria hanya bisa tertegun keheranan melihat yang terjadi dengan Hara.


" Hara." ucap Aria lirih.


Aria mencoba memegang bahu Hara.


" ARIA, BISAKAH KAMU PERGI DARI SINI." bentak Hara yang nangisnya semakin menjadi.


Aria hanya bisa melamun keheranan dengan sikap Hara, dan dia meninggalkan Hara yang tiba-tiba menangis itu.


Aria berjalan meninggalkan Hara dengan perasaan kecewa, Aria berjalan tertunduk lesu.

__ADS_1


" g,g,gue enggak habis pikir."


" Apa yang terjadi dengan Hara?" gumam Aria.


Aria membuka pintu kamar Hara, tetapi seseorang berdiri di depan pintu itu.


" yo, sudah lama tidak bertemu." ucap orang itu.


" Raiga.." mata Aria terbelalak melihat Raiga di depan kamar Hara.


" apa Hara ada di dalam?" tanya Raiga.


Aria menganggukkan kepalanya, dan Raiga nyelonong masuk ke kamar Hara.


" oyy Raiga, Hara sedang-"


" tidak apa-apa." sela Raiga memotong perkataan Aria.


" hanya aku yang bisa mengerti Hara saat ini, percayakan saja Hara padaku." tegas Raiga


Aria menatap Raiga yang berjalan menghampiri Hara.


Aria menutup pintunya, dan kembali tertunduk kecewa.


" Apa yang terjadi?"


" Apa yang terjadi dengan Hara?"


" gue enggak mengerti." gumam Aria mengusap-usap keningnya.


Aria memegang gagang pintu kamarnya, dan melamun.


" kalau gue masuk dengan keadaan seperti ini, pasti Syifa akan menambah parah suasana hati gue."


" sebaiknya gue keluar aja dulu." gumam Aria berjalan meninggalkan kamarnya.


Aria keluar untuk mencairkan suasana hatinya yang kecewa dengan perlakuan Hara.


**


Malam Hari.


Beberapa jam Aria menghabiskan waktunya di luar, setelah mendingan Aria kembali berjalan ke kamarnya.


" sudah jam 10 malam."


Aria melihat arloji di tangannya, Aria berjalan sedikit dan sedikit melamun.


Dia memasuki kawasan kostan nya, dan melihat Hara dan Raiga memasuki mobil Raiga.


Aria berlari menghampiri Hara yang masih kelihatan sedih.


" Hara..." Aria memanggil Hara.


Hara berhenti ketika Aria memanggilnya, dan tertunduk sedih.


" kamu mau kemana Hara?" teriak Aria.


Hara hanya bisa menatap Aria, lalu berjalan masuk ke dalam mobil.


Aria memegang tangan Hara, tapi Hara menangkisnya lalu masuk ke dalam mobilnya.


Raiga hanya bisa terdiam melihat Aria dan Hara.


" Raiga, kalian mau kemana?" tanya Aria kepada Raiga.


" ini urusan kita berdua, tidak ada hubungannya denganmu." tegas Raiga.


Aria cuma bisa tertegun mendengar perkataan Raiga, dan tidak ada penjelasan dari mereka berdua.


Mobil Raiga melaju, dan Aria mengetuk-ngetuk kaca mobil di tempat Hara duduk.


" Hara, bagaimana dengan janji kita besok." teriak Aria mengikuti mobil yang melaju.


" Hara..." teriak Aria lagi.


Mobil Raiga sudah jauh meninggalkan Aria, Aria hanya bisa memandangi mobil tersebut.


" sialan."


Aria memukul tiang yang berada di dekatnya, dan pikirannya bertanya-tanya apa yang terjadi dengan sikap Hara, Aria benar-benar tidak mengerti.


Aria berjalan masuk ke kamarnya, dan melihat Syifa yang sudah tertidur pulas.


Brukkk, Aria melemparkan dirinya sendiri ke atas kasur miliknya.

__ADS_1


" ini sudah keterlaluan Hara." gumam Aria terlihat sangat sedih.


Malam Hari Aria tidak bisa tidur, pikirannya berkecamuk karena sikap Hara, Aria sangat galau dengan perlakuan Hara terhadapnya.


__ADS_2