
Aria melihat orang tersebut, ternyata orang yang masuk ke kamar Aria adalah Hara yang membawa kue dengan lilin yang bertulisan 22.
Hara tersenyum lebar kepada Aria, dan berjalan ke depan Aria.
" Selamat Ulang Tahun Aria." ucap Hara.
Wajah Hara sangat merah, dan dia tidak berani menatap Aria sama sekali.
Aria hanya bisa tertegun melihat Hara yang membawa kue ulang tahun untuknya.
" Hara..." ucap Aria lirih
Hara menyodorkan kue dengan lilin 22 itu.
" tiup Aria." ucap Hara.
Syifa dan Yasmin menepuk kan tangannya dan saling berucap.
" tiup,tiup,tiup." teriak mereka berdua.
Mata Aria berbinar-binar ketika Hara menganggukkan kepalanya menyuruh Aria untuk meniup lilin tersebut.
Perasaan Aria sangat bahagia, karena ini baru pertama kali Aria di kasih kado dan kue ulang tahun oleh orang-orang terdekatnya.
Sssstttttt,, Air mata Aria jatuh membasahi pipinya, Aria kemudian mengelap air mata dengan tangannya itu.
" Terimakasih semuanya." ucap Aria lirih.
Aria memonyongkan bibirnya dan bersiap-siap meniup Api di atas lilin itu.
Syuuuuuu, Aria meniup api tersebut.
Clunggg,clungggg, air liurnya ikut menyembur mengenai kue itu.
Hara, Yasmin, dan Syifa terdiam bagai di sambar petir, melihat air liur Aria muncrat ke kue tersebut.
" waaaa, Aria bodoh." teriak Yasmin menjambak Rambut Aria sambil menggeleng-gelengnya.
" Kamu bodoh Aria." Syifa menjewer telinga Aria.
" waaaaa, hentikan kalian berdua sakit." teriak Aria panik.
Hara hanya terdiam berdiri di depan Aria, dan tersenyum melihat kelakuan pacarnya itu.
" Aria." ucap Hara tersenyum kepada Hara.
Plokkkk, Hara menemplokan kue tersebut di wajah Aria.
Wajah Aria sangat penuh dengan Tar yang ada di kue tersebut.
" kenapa kamu melakukan ini Hara." teriak Aria.
***
Sudah 2 jam berlalu, Yasmin sangat kecewa karena Aria menyemburkan air liur ke dalam kue tersebut.
Yasmin dan Syifa duduk terdiam lesu melonjor kan kakinya ke depan.
"Padahal aku ingin sekali memakan kue itu."
" Tapi si Aria bodoh itu mengacaukan semuanya." ucap Yasmin cemberut.
" he'emm".
Syifa menganggukkan kepalanya mendukung Yasmin yang kesal kepada Aria.
Yasmin dan Syifa menatap kesal Aria.
" Ayo kita pulang Syifa,"
" Aku tidak tahan melihat Aria bodoh ini." ucap Yasmin membereskan barangnya.
Syifa menganggukkan kepalannya lagi, dan berjalan mengikuti Yasmin.
Aria terheran kenapa Syifa mengikuti Yasmin pergi.
__ADS_1
" hey Syifa, kenapa kamu mengikuti Yasmin."
"Kamarmu kan disini?" teriak Aria.
Sambil berjalan, Syifa melihat ke arah Aria.
" aku juga tidak tahan melihat kelakuan kakak yang bodoh." tegas Syifa.
" heh..." Aria hanya bisa melihat Syifa berjalan.
" lagian aku tidak bisa membiarkan kak Yasmin berjalan sendirian malam-malam begini." terang Syifa.
Yasmin dan Syifa meninggalkan Aria dan Hara di kamar Aria.
Aria melihat ke arah Hara yang sedang melamun.
" Hara, apa kamu juga-"
Tiba-tiba kepala Yasmin nongol dari pintu, Dia memotong pertanyaan Aria dan berbicara kepada Hara.
" Hara, sebaiknya kamu bergegas masuk ke kamarmu."
"Kalau kamu tidak bergegas masuk kamarmu, kamu akan ketularan bodohnya si Aria." ucap Yasmin yang kepalanya menghilang lagi.
Hara hanya tersenyum dengan kejadian semua ini, dan berjalan meninggalkan Aria sendirian.
" huaaaa, kacau,kacau,kacau."
" gue mengacaukannya lagi." gumam Aria.
Aria memandang Hara yang berjalan ke arah pintu.
" Hara tunggu..."
Aria berlari menghentikan Hara.
Plekk, Aria memegang tangan Hara, Hara terdiam setelah tangannya di tahan oleh Aria.
Hara membalikan tubuhnya menghadap Aria.
" hmmmm"
Aria menatap mata Hara, dan kelihatan gugup.
"A,A,Aku tidak mengerti dengan semua ini." ucap Aria yang tiba-tiba murung lagi.
Hara menatap Aria, kemudian berbalik arah lagi seperti tidak peduli dengan Aria.
Aria yang masih memegang tangan Hara menarik Hara, sampai Hara kembali berbalik kepada Aria.
" jelaskan apa sebenarnya yang kamu inginkan dari obrolan mu tadi Hara."
"Aku masih belum mengerti." tegas Aria.
Hara menatap mata Aria kemudian tersenyum jahat.
" hahaha,, kamu benar-benar percaya semua yang aku katakan Aria?" tanya Hara.
Aria semakin heran dengan Hara, dia seolah-olah melupakan perkataannya di atas penginapan itu.
Hara kembali tertawa, dan membuat Aria memaksa untuk menjelaskannya.
"Kenapa kamu malah tertawa Hara?"
"Apa kamu tidak memikirkan perasaanku?"
"Apa benar hadirku hanya untuk permainanmu saja?"
Aria melampiaskan semua uneg-uneg nya di depan Hara, hingga Aria tidak kuasa menahan Air matanya yang jatuh ke pipinya.
"Apakah semudah itu kamu melepaskan ku Hara?" tanya Aria lagi.
Hara tertunduk dan melepaskan tangannya dari genggaman Aria, dan kembali berbalik Arah membelakangi Aria.
"Maafkan aku Aria."
__ADS_1
" Sepertinya aku sudah bosan." ucap Hara tertunduk lesu.
Aria melotot dengan ucapan yang Hara lontarkan.
Aria berlari menghadang Hara lagi, dan berdiri di pintu kamarnya.
"Jelaskan..."
" Jelaskan apa yang membuat kamu bosan denganku Hara." Wajah Aria sangat panik.
Hara menghela nafasnya, dan memalingkan pandangannya dari Aria.
" menyingkir dari jalanku Aria." ucap Hara.
Aria masih menghalangi jalan di pintu kamarnya, dan menahan Hara agar tidak meninggalkannya.
Hara menatap Aria lagi, Kemudian dia tersenyum lagi tanpa memandang Aria.
"Kenapa kamu malah tertawa Hara?" tanya Aria lagi yang kepanikan.
Hara tetap menahan senyumnya, tidak memandang Aria sedikitpun.
"Hey Hara, jelaskan kepadaku!"
Aria memegang kedua tangan Hara, dan memandang Hara dengan tatapan sedih.
"Aku benar-benar tidak mengerti Hara."
"Aku tidak bisa menjauh darimu..." ucap Aria panik campur aduk sedih.
Hara tidak berani menatap wajah Aria, dan dia masih saja menahan tawanya.
" Hara..." ucap Aria lirih.
Bbb,b,bbuahahhaaha.....
Tiba-tiba Hara tertawa terbahak-bahak sambil menutupi mulutnya sendiri.
"Maafkan aku..."
"Maafkan aku Aria." ucap Hara sambil tertawa.
Aria menatap Hara heran, bisa-bisanya dia tertawa di atas penderitaan Aria yang di buat oleh Hara sendiri.
"Aku sudah bosan Aria."
"Aku sudah bosan dengan sandiwara ini."
Sambil tertawa Hara memegang bahu Aria yang berada di depannya.
" Aku sudah bosan dan puas melihat wajahmu yang kesusahan dan sangat panik itu Aria." ucap Hara tersenyum lebar.
"Sebenarnya aku sengaja melakukan ini, hanya untuk menipumu saja Aria." ucap Hara lagi.
Aria melamun sambil melihat Hara yang sedang tertawa bahagia itu.
"J,Jadi semua yang kamu lakukan kepadaku dari kemarin sore adalah sandiwara supaya aku panik Hara?" tanya Aria.
Hara tersenyum lebar menganggukkan kepalanya sambil berjalan melewati Aria yang berada di depannya.
Hara menarik napas panjangnya, dan berbicara di belakang Aria.
"Aku juga tidak mungkin melepaskan semua kenangan yang kita lalui selama ini Aria."
"Jika itu benar-benar terjadi, Aku sangatlah bodoh." tegas Hara lirih.
Aria sedikit bernapas lega, dan menghampiri Hara yang sudah berada di depan pintu kamarnya.
"Benarkah?" tanya Aria.
Hara tertunduk malu dengan pertanyaan Aria itu, dan dia menjelaskan semua yang terjadi di hari ini dan kemarin hanyalah sandiwaranya, Hara hanya ingin membuat Aria kesusahan saja, dan Hara menyebutkan dia sangat suka dengan wajah Aria yang benar-benar panik.
"Aku tidak ingin berpisah denganmu Aria." tegas Hara tersipu malu.
Aria merasa lega dengan pengakuan Hara, ternyata perilaku Hara dari kemarin hanya kesengajaan untuk kejutan di Hari ulang tahun Aria.
__ADS_1
"Syukurlah..." mata Aria berbinar-binar.
Aria meregangkan tangannya dan bersiap-siap memeluk Hara.