My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Apa yang terjadi Hara?


__ADS_3

" Yasmin!" teriak Aria masuk ke kamar Yasmin.


Bruuukkk,,, Dua orang yang sedang bermesraan terperanjat kaget dengan kedatangan Aria.


Wajah Aria pucat melihat kedua orang tersebut, dan melamun di dekat pintu kamar Yasmin.


" Yasmin... Raiga" Aria melotot ke arah Yasmin yang sedang bersandar di bahu Raiga.


Yasmin melepaskan genggaman tangannya dari lengan Raiga, dan matanya melotot melihat Aria.


Aria tertunduk lesu, dan menutup pintu kamar Yasmin.


Aria teringat kata-kata dari Hara,


" Mungkin Yasmin merasa kesepian, jadi dia melampiaskan kepada orang lain, Aria yang tadinya selalu bersama Yasmin setiap Hari, tapi semenjak Aria berpacaran denganku, Aria tidak punya waktu dengan Yasmin kan?... mungkin itu juga salah satu alasan kenapa Yasmin berbuat begitu."


Aria berjalan menghampiri Yasmin dan Raiga.


" m,m,maaf aku mengganggu kalian!" Aria tidak memandang mereka berdua.


" A,Ada apa Aria?" tanya Yasmin melotot ketakutan.


Aria duduk di depan Yasmin dan Raiga.


"A,ada sesuatu yang harus aku bicarakan denganmu Yasmin." ucap Aria lirih


Raiga menatap Aria yang sedang tertunduk itu.


" aku pergi dulu Yasmin."


Raiga beranjak dari tempat duduknya, dan merapikan barangnya, lalu berjalan melewati Aria.


" kau tidak perlu kemana...."


" ini urusan kalian berdua, kalau aku tetap disini, aku hanya akan menjadi pengganggu." Raiga menyela obrolan Aria.


Aria menatap Raiga, lalu mengalihkan pandangannya kepada Yasmin, Yasmin yang terlihat masih ketakutan dengan kedatangan Aria hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Raiga pun meninggalkan Aria dan Yasmin di ruangan itu.


Aria dan Yasmin mendiamkan satu sama lain terlarut oleh kegugupan mereka berdua.


"A,ada apa Aria?!" Yasmin membuka pembicaraannya kepada Aria.


Aria celingukan bingung entah apa yang harus di katakan kepada Yasmin, karena dia masih merasa tidak baik mengurusi kehidupan Yasmin.


" i,i,i" Aria gugup tidak bisa mengatakan apa-apa.


Yasmin menatap ke arah Aria, dan tersenyum hangat.


" katakan saja Aria!" wajah Yasmin memerah.


Aria menatap Yasmin yang meminta untuk membuka suaranya.


" a,a,m,maafkan aku Yasmin!" Aria tidak berani menatap Yasmin dan menggaruk pipinya canggung.


" hmmm" Yasmin menatap kepada Aria.


"A,a, aku tidak seharusnya mengomentari foto-foto itu, d,dan aku juga sadar kita telah tumbuh semakin dewasa, jadi t,tidak berhak bagiku untuk menyalahkan mu." Aria gugup.


Yasmin tetap menatap Aria.


" j,jadi, aku benar-benar minta maaf Yasmin," Aria menundukkan kepalanya kepada Yasmin.


Mata Yasmin berkaca-kaca setelah mendengar perkataan sahabatnya itu.


" ah,a,a,ini juga salah Yasmin kok, mungkin Yasmin yang terlalu aktif selama ini." Yasmin tersenyum malu.

__ADS_1


" Aktif?" Aria Heran.


Yasmin menganggukkan kepalanya.


" ya, Yasmin sekarang tidak bisa mengontrol keinginan egois Yasmin, semenjak Aria sibuk dengan pekerjaan Aria, Yasmin merasa sedikit kesepian, jadi Yasmin melampiaskan untuk selalu pergi sendirian, dan saat itu pula Yasmin berkenalan dengan lelaki lain."


" b,begitu ya," gumam Aria tertunduk sedih.


" maafkan aku Yasmin, karena aku sibuk dengan pekerjaanku aku tidak bisa menemanimu seperti dulu, ini salahku Yasmin". Aria mengepalkan tangannya.


" maaf sudah mengabaikan mu Yasmin, aku yang sering berkata akan selalu di sampingmu, tapi kenyataannya aku tidak memperhatikanmu."


" maafkan aku juga yang tiba-tiba membentak mu setelah melihat foto itu, kalau saja aku tidak terbawa emosiku, mungkin kita bisa bicarakan ini baik-baik tanpa bertengkar begini."


" sekali lagi aku minta maaf Yasmin, aku minta maaf." tutup Aria yang menundukkan kepalanya.


Yasmin melotot kaget setelah mendengar pembicaraan Aria.


" Yasmin juga salah kok, Yasmin yang selalu bergantung kepada Aria, Yasmin yang selalu memaksa Aria untuk selalu di samping Yasmin, tapi saat Aria tidak bisa bersama Yasmin, entah kenapa Yasmin tidak bisa melakukannya sendirian, dan Yasmin merasa Yasmin kesepian."


" Jadi, Yasmin melampiaskannya kepada orang lain." Yasmin tersenyum palsu.


Aria tetap menyalahkan dirinya sendiri, karena Aria Yasmin jadi berbuat seperti itu.


" maafkan aku Yasmin," ucap Aria


" t,t,tapi tenang saja Aria, Yasmin juga tidak berbuat hal-hal aneh kok, yang Yasmin lakukan hanya muter-muter di pusat kota tidak lebih." Yasmin tersenyum gugup menggerak-gerakan tangannya


Aria menatap heran Yasmin.


" b,begitu ya, syukurlah, aku sangat senang mendengarnya Yasmin." Aria tersenyum lebar kepada Yasmin


" hey, Aria".


Yasmin menghampiri Aria dan duduk di sampingnya.


" sudah lama Yasmin tidak berdekatan dengan Aria."


Wajah Aria memerah ketika Yasmin telah kembali,


Aria menatap wajah Yasmin.


" Y,Yasmin apa, kamu dan Raiga...."


" Rahasia," sela Yasmin sambil Tersenyum di bahu Aria.


" ehh..." Aria kaget dengan pernyataan Yasmin.


" Aria..." Yasmin sedikit melamun.


" hmmm" jawab Aria


" b,bisakah kita menghabiskan waktu seperti dulu?" tanya Yasmin.


" Yasmin ingin makan bersama Aria." Yasmin memeluk lengan Aria.


" ya, tentu saja Yasmin," Aria mengusap-usap kepala Yasmin.


Aria tersenyum karena sikap Yasmin tetap Manja kepadanya,,


" Terimakasih Hara, berkatmu aku bisa kembali berbaikan dengan Yasmin." gumam Aria melamun bahagia.


****


Di sisi lain Hara melamun dan masih termenung di pinggir sungai sambil melemparkan batu kecil.


"Apa kamu tidak takut sendirian di sini?"

__ADS_1


srekkk,srekkk Raiga menghampiri Hara yang sedang melamun itu.


Hara melihat ke arah Raiga yang menghampirinya itu.


" aku sedang ingin di tempat yang sepi."


" mungkin kamu bisa pergi ke kuburan!" sahut Raiga


Hara mengerutkan keningnya menatap Raiga.


" kau saja yang pergi ke kuburan Raiga." Hara terlihat sedikit marah.


Raiga menatap Hara yang sedang melamun sambil melipatkan kakinya itu.


" Apa ini ada hubungannya dengan Aria yang datang ke tempat Yasmin?"


Hara menatap Raiga yang tiba-tiba berbicara begitu.


" Kamu mengetahuinya?" tanya Hara.


" hahhhhhhh," Raiga menghela Nafas panjangnya.


Raiga menceritakan tentang kedatangan Aria saat dia sedang bersama Yasmin, Dan Hara tersenyum gembira setelah mendengan pembicaraan Raiga.


" bagus Raiga, tetap lakukan itu, kau harus tetap mendekati Yasmin, dengan begitu Aria akan semakin aku kuasai."


Hara meloncat di atas batu yang di duduki nya, dan meregangkan tangannya ke atas.


" sudah lebih dari 6 bulan, dan aku masih bisa bertahan berkat Aria,"


" Aku tidak akan semudah itu melepaskan Aria dari genggamanku." ucap Hara yang berbalik Arah melihat Raiga.


Hara menghampiri Raiga yang sedang menatapnya.


" ini juga berkat bantuan mu Raiga, kalau tidak ada kamu mungkin aku tidak akan bisa bersama dengan Aria." ucap Hara lirih.


Raiga memegang pipi Hara yang berada di depannya.


" Apa kamu sudah merasa baikan?" tanya Raiga.


Hara tersenyum manis kepada Raiga.


" begitu yaa"


" ayo, sekarang kita pulang!" ucap Raiga sambil beranjak dari duduknya.


Mereka pun meninggalkan tempat itu, dan berjalan pulang menuju pusat kota.


Tapi saat Raiga dan Hara bertemu di tempat itu, ternyata ada seseorang yang mengikuti Raiga,, dan mendengar pembicaraannya dengan Hara.


Orang itu tertunduk kecewa setelah mendengarkan pembicaraan Raiga dan Hara.


" ternyata benar, ada sesuatu yang Hara sembunyikan dari kakakku,"


" apa yang kamu inginkan dari kakakku Hara." Ucap Syifa membuka kerudung jaketnya


Syifa berjalan menuju kamarnya, dan merenungkan kejadian Hara dan Raiga.


" aku Harus membuka kedok Hara, aku tidak akan membiarkan Hara berbuat sesuatu kepada kakakku, apa lagi itu menyangkut Perasaan kak Aria." Gumam Syifa yang tatapannya berubah menjadi tajam.


Malam Hari Aria pulang dengan wajah yang gembira karena telah berbaikan dengan Yasmin.


clekkk, Aria membuka pintu kamarnya.


Di Sana sudah ada Syifa yang menunggu kedatangan Aria.


" kakak terlihat sangat bahagia?!" tanya Syifa yang memandang kakaknya itu.

__ADS_1


" yaa, begitulah," Aria tersenyum melewati Syifa yang sedang merapikan tempat masak.


" Aku tidak akan memaafkan Hara jika dia sampai menyakiti perasaan kakakku." gumam Syifa yang menatap tajam ke arah Aria.


__ADS_2