
" ayo masuk Syifa" ucap Aria membawa koper
" selama ini kakak tidur di tempat ini?". Tanya Syifa
" iya, soalnya aku tidak punya uang lebih untuk menyewa tempat yang lebih bagus" jawab Aria
" ini juga sudah lebih dari cukup untuk di tempati kita berdua". Ucap Syifa
Syifa tinggal bersama Aria, Aria pun membeli kasur untuk Syifa, karena tidak mungkin Aria dan Syifa tidur bersama,, tidak lama pun Syifa mendapatkan pekerjaannya, sudah 2 minggu Syifa bekerja di pusat kota.
" ah lelahnya". Ucap Syifa merebahkan dirinya
Aria melihat kearah Syifa.
" habis kerja langsung pulang, jangan keluyuran terus". Ucap Aria
( Syifa berbalik badan dan memandangi Aria)
" aku tidak ingin seperti kakak, yang pulang kerja langsung ke rumah, dan berdiam diri di rumah." Ucap Syifa
" huhhhhhh" Aria menghela napas panjangnya
" kalau aku keluyuran sepertimu, siapa yang akan membereskan kamar ini, yang akan memasak di sini?" Tanya Aria
" ya,ya, memang kakak ku terbaik". Syifa tersenyum lebar kepada Aria
Mereka ngobrol panjang lebar tentang kota itu, Syifa menanyakan tempat-tempat yang bagus untuk di kunjungi, karena Syifa ingin mengenal tempat itu.
Syifa menatapi langit-langit kamar, dan menoleh ke arah Aria.
" kak, apa kak Hara adalah pacarmu?" Tanya Syifa
" bruhug,bghugg" Aria yang sedang minum batuk
" k,kenapa, tiba-tiba nanya begitu." Ucap Aria
( Syifa memalingkan pandangan ke arah lain)
" rasanya sulit untuk mempercayai kakak berpacaran dengan kak Hara, dengan wajah kak Hara yang super cantik mana bisa berpacaran dengan wajah kakak yang mirip ondel-ondel". Ucap Syifa tertawa
" k,kau menyebutku mirip ondel-ondel Syifa". Ucap Aria panik
" itu hanya perumpamaan saja" Syifa tersenyum kepada Aria
" bagaimana pun alasannya, kau keterlaluan menyamakan ku dengan ondel-ondel". Gerutu Aria
***
Aria berjalan kegirangan menuju kantornya.
" hmmm,hm.m,hmmmmm". Aria bersenandung
" besok satu bulan kita berpacaran"
" Hara, i miss you". Gumam Aria senyam-senyum sendiri
Aria masuk ke dalam ruangan kerjanya, dan di sana sudah ada hara.
" hai Hara". Ucap Aria senyam-senyum
( Hara menatap heran)
" a,ada apa Aria?" Tanya Hara
Aria menggelengkan kepalanya.
Mereka pun kerja seperti biasa, makan bareng, dan saling bercanda.
Saat jam kerja telah selesai, Aria dan Hara berjalan bareng ke depan kantor mereka.
Aria kelihatannya sangat gugup, dan sepertinya ada sesuatu yang ingin di sampaikan kepada Hara.
" h,hey Hara!." Ucap Aria tersipu malu
" hmmm". Hara memandang wajah Aria
" b,besok adalah hari jadi kita yang ke satu bulan, a,aku ingin pergi bersamamu". Ucap Aria
( Hara memandangi datar Aria )
__ADS_1
" maaf Aria, aku besok ada acara, jadi aku tidak bisa menemanimu" jawab Hara tersenyum dan mengedipkan satu matanya.
Mendengar tolakan Hara, wajah Aria langsung murung, wajahnya menghitam, dan matanya dan hidungnya mengembang, dan dia menahan tangisnya.
" ya,yasudahlah,, aku juga enggak akan memaksamu pergi bersamaku, kalau kamu enggak mau, akau akan pergi sendirian". Aria ngambek, dan membelakangi Hara
( Hara tersenyum ke arah Aria )
" hmmm, ternyata pacarku bisa ngambek juga" goda Hara
" tidak tahu." Aria masih ngambek dan membelakangi Hara lagi
" hehehe". Hara menempelkan pipinya di lengan Aria dari belakang
" baiklah, aku akan menuruti pacarku, lagian, acaranya tidak penting-penting amat". Ucap Hara tersenyum
Mendengar Hara berkata begitu, wajah Aria menjadi berbunga-bunga, Dan berbalik arah memegangi bahu Hara.
" benarkah?". Tanya Aria tersenyum kegirangan
( Hara tertunduk malu )
" aku tidak sabar untuk merayakannya Hara". Ucap Aria yang kegirangan
" aku juga". Ucap Hara tersenyum
( Senyum Hara tiba-tiba menghilang, dan melotot kaget melihat wajah Aria)
" eh, k,kenapa kamu tiba-tiba berubah suasana Hara?" Tanya Aria heran
( Hata menunduk dengan wajah memerah)
" A,Aria, i,i,ingus mu keluar".
" i,i,ingus" teriak Aria panik.
*****
( Di Kamar Aria )
" uhug,uhug"
" kamu besok harus beristirahat Syifa, jangan paksakan dirimu untuk bekerja." Aria menghampiri Syifa sambil membawa gelas
( Syifa mengangguk )
" apa kita perlu ke dokter?" Tanya Aria
( Syifa menggelengkan kepalanya )
Aria tertunduk lesu di samping kasur Syifa.
" padahal besok Hari ke satu bulan gue dan Hara, tapi kenapa Syifa tiba-tiba sakit begini". Gumam Aria
" gue harus melakukan sesuatu". Tambahnya.
( Aria mengirim pesan kepada Hara )
Aria sedang mengetik.....
( " Hara maafkan Aku, aku besok tidak mungkin datang untuk hari perayaan kita, Adikku Syifa sedang sakit, dan aku tidak mungkin meninggalkannya sendirian" )
Pesan dari Aria kepada Hara.
( " klik " Aria mengirim pesan tersebut )
" Maafkan aku Hara, aku yang membuat janji, dan aku yang mengingkarinya". Gumam Aria memejamkan matanya.
****
( Pagi Hari di kamar Aria )
Aria sedang tertidur pulas, Karena dia tidak tidur semalaman menjaga Syifa.
" tok,tok,tok" ada yang mengetuk pintu Aria
Aria terbangun dari tidurnya dan melihat jam.
" jam 6 pagi, siapa yang datang pagi-pagi begini". Gumam Aria berjalan membuka pintu
__ADS_1
" Hara ". Aria kaget ternyata Hara datang ke kamarnya.
" k,kenapa kamu datang pagi-pagi gini ke kamarku, b,bukannya semalam aku sudah membatalkan...."
( Hara memotong pembicaraan Aria dengan mengangkat kantong kresek dan di berikan kepada Aria )
" ehh, Roti?" Gumam Aria kaget
Aria menatap Hara yang sedang tertunduk malu dengan wajah yang merah, Aria tidak percaya Hara akan datang ke kamarnya, padahal janjinya sudah di batalkan Aria, akhirnya Aria menyuruh Hara masuk ke kamarnya.
( Hara melihat Syifa yang sedang berbaring di kasur )
" apa kamu sudah membawanya ke dokter?" Tanya Hara
Aria menggelengkan kepalanya.
" kamu sudah membuatkan sarapan untuk Syifa?" Tanya Hara lagi
Aria hanya menundukkan kepalanya.
" kamu ini Aria." Ucap Hara sambil menyingsingkan lengan bajunya, dan berjalan ke arah Kompor.
Aria melongo melihat Hara yang sedang mencari sesuatu, dan menghidupkan kompornya.
" woy,woy,woy, t,tunggu, apa yang akan Hara lakukan, dia tidak bisa masak, apa jadinya jika Syifa memakan masakan Hara. " gumam Aria panik ( mengingat Hara yang salah memasukan gula dan daun pandan kedalam masakan).
" hey Hara, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Aria menghampiri Hara
" sudah jelas, aku akan membuatkan bubur untuk Syifa". Ucap Hara
Aria semakin panik mendengar Syifa akan membuatkan bubur untuk Syifa.
" apa yang akan terjadi padamu Syifa?". Gumam Aria melihat Syifa yang sedang tidur.
" H,H,Hara bukannya kamu tidak bisa..."
" apa kamu meremehkan ku?" Ucap Hara menatap tajam Mata Aria
Aria pun hanya bisa pasrah dengan keinginan Hara yang ingin masak buat Syifa, dan dia berpikiran harus cepat-cepat pergi ke dokter setelah Syifa memakan bubur buatan Hara.
" g,gue Harus siap siaga, dan cepat-cepat bawa Syifa ke dokter". Gumam Aria
( Sementara itu, Syifa yang tidur mengetahui Hara datang ke kamar Aria, dan Syifa memperhatikan diam-diam Hara yang sedang memasak untuknya, dan pura-pura tidur.)
Bubur buatan Hara pun jadi, dan Hara memasukannya ke dalam mangkuk, dan memberi bumbu di bubur tersebut.
Aria membawakan Bubur itu, dan membangunkan Syifa.
Syifa memakan Bubur tersebut, wajah Aria tegang sekali saat Syifa akan menyantap bubur itu, mata Aria melotot dan hidungnya yang kembung kempes.
" waaa, apa yang akan terjadi, muntah kan lagi Syifa muntah kan,,". Gumam Aria panik
Syifa memakan beberapa sendok bubur itu lalu kembali tidur, Aria menyangka akan ada sesuatu yang terjadi dengan Syifa.
"Kakak". Ucap Syifa yang membelakangi Aria
" iya Syifa" Aria mendekati Syifa panik
" apa ada sesuatu yang kamu rasakan?" Tanya Aria yang masih panik
" A,aku ingin.."
" ingin apa Syifa" Aria masih panik
" Aku ingin buah-buahan, aku ingin makan yang Asam-asam". Ucap Syifa
Aria bernapas lega setelah mendengar ucapan Syifa, dan Aria bersyukur tidak terjadi apa-apa dengan Syifa sehabis memakan bubur buatan Hara.
Hara bangkit dari duduknya, dan berjalan meninggalkan Aria dan Syifa.
" kamu mau kemana Hara?" Tanya Aria
" aku akan membelikan buah-buahan untuk Syifa,, kamu tunggu Syifa saja disini". Ucap Hara membuka pintu
Aria kelabakan ketika Hara pergi, dan dia merasa tidak enak dengan Hara yang membelikan buah untuk Syifa.
" maaf Syifa aku harus menyusul Hara dulu". Ucap Aria berlari meninggalkan Syifa yang tertidur
Aria merasa dirinya sangat bodoh, Karena telah membatalkan janjinya dengan Hara, dan sekarang Hara malah ikut sibuk merawat Syifa yang sedang sakit.
__ADS_1
" pacar macam apa aku ini, aku tidak bisa membuat Hara senang, dan aku malah merepotkan nya." gumam Aria berlari mengejar Hara