My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Merana


__ADS_3

Aria sedang melamun di kamarnya, dia masih terpikirkan Hara yang akan meninggalkan pekerjaan bersama dirinya.


Aria sekarang semakin luluh oleh Hara, bagaimana pun Hara telah terikat dengan Hatinya.


" hey, kenapa melamun terus?!" Syifa mengagetkan Aria


Aria yang sedang tiduran itu terkejut oleh Syifa, dan dia beranjak bangun dan duduk di kasurnya.


" t,tidak apa-apa!." ucap Aria.


Syifa memandang wajah kakaknya yang sedang galau itu.


" Benarkah?" Syifa meledek Aria


Aria memalingkan pandangannya ke arah lain, dan tidak menjawab pertanyaan dari adiknya itu.


" Apa ini ada hubungannya sama kak Hara?" Tanya Syifa


Aria melotot kaget, karena perkataan Syifa sangat benar.


" t,tidak ada, lagian kenapa aku harus melamun kan Hara, d,dia hanya teman kerjaku." Aria menjadi gugup.


Syifa tersenyum menatap kakaknya yang terlihat kebingungan itu.


" terserahlah, aku mau tidur." sahut Syifa memakai selimutnya.


Sambil menarik nafas panjangnya Aria kembali tiduran di kasurnya.


" benar-benar menyulitkan." gumam Aria memejamkan matanya.


****


Aria berjalan tak berdaya mengingat ini Hari terakhirnya bersama Hara di ruangan kerjanya, dia terlihat sangat lesu dan kurang bergairah.


" Hara"


" Hara"


Ucap Aria yang berjalan seperti mayat hidup.


" ini Hari terakhirku bersama Hara." gumam Aria merengek


Saat Aria memasuki ruangan kerjanya, ternyata seseorang yang asing sedang duduk di kursinya Hara, ternyata kepindahan Hara lebih cepat di bandingkan dugaan Aria, ya,, Hari ini Hara sudah di ganti oleh orang baru, dan itu membuat Aria kecewa.


***


Aria berkerja dengan wajah yang lemas, karena pacarnya Hara sudah pindah ke divisi lain.


Dan Aria pulang dengan hawa yang kecewa.


" aaaahhhhh,"


Aria berjalan lemas seperti kertas yang tertiup oleh angin.


" Hara tidak membalas pesanku, mungkin dia sedang sibuk." gumam Aria


**


Aria sedang merebahkan dirinya dan terlihat sangat murung, sudah satu minggu Aria tidak mendapat kabar dari Hara.


" Hara apa kamu baik-baik saja?" gerutu Aria.


Syifa datang dari luar dan membawa sarapan untuk mereka berdua.


" Apa kakak baik-baik saja?" Syifa menatap Aria.


Aria tidak menghiraukan pertanyaan adiknya itu, dan tetap melamun.


Syifa memandang heran kakaknya yang menjadi murung begitu.


" aku ingin pergi ke taman bunga yang di ceritakan oleh Kak Yasmin, kakak mau kan pergi menemaniku?" ucap Syifa.


Aria menghadapkan pandangannya kepada adiknya dengan wajah yang memelas.


" pergi saja sendiri, kamu kan sudah besar."


Mendengar ucapan kakaknya itu Syifa sedikit kesal.


" katanya kakak mau mengontrol pergaulanku, katanya mau bertingkah seperti orang tua, tapi aku minta di temenin kok malah begitu." Syifa menatap kesal kakaknya itu.

__ADS_1


Aria yang mendengar ucapan Syifa tersadar, bahwa dia juga memiliki tanggung jawab terhadap adiknya itu, dan dia tidak boleh terlena dengan perasaannya oleh Hara.


" baiklah, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi". Ucap Aria beranjak dari tidurnya.


Syifa tersenyum melihat kakaknya yang tetap peduli kepadanya, meskipun belakangan ini Aria bertingkah aneh.


Mereka pun pergi ke taman bunga yang di tuju.


" wah, indahnya." ucap Syifa melihat ke sekelilingnya.


Aria tetap melamun dan mengikuti Syifa yang berjalan di depannya.


Syifa masuk ke lorong bunga yang ada di sana, Kemudian, Aria teringat ada sebuah pemandangan Air terjun yang bisa dia lihat.


" Syifa, ikuti aku dulu." ucap Aria menarik tangan Syifa


" ehh, Mau kemana?" tanya Syifa heran


Syifa tertarik oleh Aria yang berjalan buru-buru, dan menuju ke sebuah tebing yang ada di tempat itu.


Syifa menatap kagum air terjun itu, sementara Aria masih murung dan melamun. Karena, Aria dan Hara pernah ngobrol bareng di tempat itu.


Aria memandangi ayunan besi tempat mereka duduk bersama.


" Hara, Sebenarnya kamu ini kemana?"


Aria berjalan ke arah ayunan tersebut dan duduk di sana.


" Apa kamu sudah tidak memperdulikan aku, sehingga kamu menghilang begini." gumam Aria tertunduk menopang kepalanya dengan tangan.


Syifa yang melihat kakaknya sangat murung akhirnya menghampiri Aria, dan duduk di samping Aria.


" apa alasan kakak begini ada hubungannya dengan kak Hara yang seminggu ini tidak terlihat?" tanya Syifa.


" ehh..." Aria kaget ucapan sangat benar.


Tetapi Aria masih saja menampiknya, dia tidak mengaku bahwa Hara adalah penyebabnya.


Tapi Syifa menyadari dan sangat yakin bahwa yang menyebabkan kakaknya murung adalah Hara.


" kakak memang bisa membohongi orang lain, tapi tidak untuk Aku, kakak tidak bisa menutupinya di hadapanku, kakak kira sudah berapa tahun kita menghabiskan waktu bersama, apa Kakak lupa, sudah 18 tahun kita bersama?!" jelas Syifa.


Aria menjelaskan semuanya kepada Syifa apa yang terjadi dengan Hara, tentang kepindahannya, dan juga hilangnya kabar Hara seminggu ini.


" Apa hanya itu saja yang mengganggu pikiran kakak?"


Syifa masih penasaran, kenapa Aria sampai galau begitu.


Sambil melihat ke arah air terjun, Syifa sedikit menyadari bahwa hubungan Aria dan Hara bukan hanya sebatas teman kerja saja.


" aku rasa ada hal lain lagi yang di sembunyikan kakak." tekan Syifa.


Aria yang tertekan oleh pertanyaan Syifa akhirnya mengaku bahwa Aria dan Hara sudah berpacaran sejak 2 bulan yang lalu, dan Aria meminta Syifa untuk merahasiakan hubungan mereka, terutama kepada Yasmin.


" ehh jadi begitu ya, ternyata dugaan ku benar."


Entah kenapa Syifa sangat tenang menanggapi pengakuan dari Aria.


" sebenarnya aku tidak ingin kakak dekat-dekat dengan Kak Hara, entah kenapa aku merasa kak Hara menyembunyikan sesuatu dari kita semua, tapi bagaimana lagi sekarang sudah terlambat, aku hanya bisa mendukung perasaan kakak." ucap Syifa kepada Aria


" me,menyembunyikan sesuatu.... Apa yang kamu maksud Syifa?" tanya Aria heran.


Syifa menggelengkan kepalanya dan tersenyum ke arah Aria.


Setelah mendengar penjelasan yang membuat Aria murung,, Syifa mengajak Aria berkeliling lagi untuk menghibur Aria.


Mereka menghabiskan waktunya seperti beberapa tahun yang lalu, yang sempat menghilang semenjak Aria kerja merantau ke kota.


***


Srrrkkk,srrrkkkk mereka kembali lagi dan berjalan di pusat kota sambil mencari sesuatu untuk makan malam mereka.


Berkat Syifa, Aria sedikit normal kembali, wajahnya ceria lagi, dan sekarang dia bisa bercanda lagi dengan Adiknya itu.


Syifa melihat wajah Aria yang kembali normal itu.


Ternyata usaha Syifa untuk menghibur sang kakak berhasil, Aria pun seperti sedia kala yang banyak bicara tentang kehidupan Syifa.


" ya,ya, aku akan menurutimu," ucap Syifa tersenyum.

__ADS_1


"Dengar bagaimanapun aku akan mengontrol mu, kalau mau kemana-mana harus bilang kepadaku." tegas Aria.


Mereka telah mendapatkan makanannya, dan berjalan menuju kamar mereka.


Saat tiba di sebuah jembatan dekat kostan mereka Syifa berhenti, dan memandang ke arah sungai yang berada di bawah jembatan tersebut.


" aku, khawatir dengan kakak, apakah kakak akan baik-baik saja berpacaran dengan kak Hara?!" celetuk Syifa yang sedikit melamun.


Aria mengusap kepala adiknya itu.


" apa yang kamu pikirkan Syifa, Hara adalah gadis baik-baik, dan dia juga terbuka kepadaku tentang kehidupannya, aku yakin, Hara tidak mungkin menyembunyikan sesuatu kepadaku." Aria mencoba meyakinkan Syifa.


Syifa akhirnya mau mendengarkan Aria tentang Hara.


Aria yang sudah kembali tenang bersikap dewasa lagi kepada Syifa, dan berperan sebagai orang tuanya kembali.


( Syifa dan Aria sedang makan)


" kringggg,kringggg" Ponsel Aria berbunyi.


Aria melihat layar Ponsel miliknya, dan melihat nama orang yang menelponnya.


" Hara "


Aria sangat kaget, setelah seminggu tidak ada kabar, Hara tiba-tiba nelpon Aria.


Aria mengangkat telpon dari Hara.


" Aria, aku ingin soto masakan mu, antar kan ke kamarku sebelum jam 8 malam."


" tuttttt,tutttt,tutttt" tiba-tiba Hara menutup telponnya.


" ehhh..." Aria melamun heran dengan perkataan Hara.


Aria melamun, setelah seminggu tidak ada kabar, Hara tiba-tiba menelponnya, dan minta di buatkan soto oleh Aria.


" waaa, aku Harus cepat-cepat."


Aria berlari panik mencari bahan-bahan untuk membuat soto.


" waaaa, bahan-bahannya tidak ada!" Aria semakin panik


" aku harus cepat-cepat..."


" aku harus membelinya..."


Syifa memandang heran Aria, yang sibuk mencari sesuatu di dekat kompor.


" aku mau membeli sesuatu dulu Syifa." ucap Aria berjalan ke arah pintu.


" kakak, habiskan dulu makan mu..."


Tapi Aria tidak menghiraukan panggilan dari adiknya itu, dan pergi untuk membeli bahan-bahan itu.


Syifa melamun heran apa yang terjadi dengan kakaknya itu.


" sebenarnya apa yang terjadi dengannya?" ucap Syifa memegangi keningnya sendiri.


Aria berlari sambil membawa kantong kresek bahan masakannya.


" cepat,cepat,cepat." gumam Aria berlari.


Syifa menatap heran kakaknya yang sedang memasak.


" apa yang sedang kakak lakukan?" tanya Syifa memegangi kening Aria.


Syifa merasa keheranan dengan kakaknya itu, sebenarnya apa yang terjadi dengan Aria setelah mendapat telpon itu.


" Hara menelpon ku, dan dia bilang ingin memakan masakan ku!." jelas Aria dengan wajah gembira karena telah mendapatkan kabar dari Hara.


Syifa tidak mengerti yang dilakukan oleh Hara, seminggu tanpa kabar, dan saat dia mengabari kembali Aria, dia langsung meminta di buatkan masakan oleh Aria.


Syifa menatap tajam Aria yang sedang memasak.


" apa yang akan kamu inginkan dari Kakakku Hara?!"


" apa dia tidak merasa bersalah dengan kelakuannya seminggu ini, apa dia tidak mengerti dengan perasaan kakakku saat dia menghilang, kakakku sangat murung di buatnya!."


" sebenarnya apa tujuanmu Hara?!" Gumam Syifa yang melihat Aria sangat sibuk untuk memenuhi keinginan pacarnya itu.

__ADS_1


Syifa tetap tidak menerima kakaknya berpacaran dengan Hara, dan Syifa mengira Hara mempunyai tujuan tersendiri menjadikan Aria sebagai pacarnya.


__ADS_2