
Aria sedang di dalam mobil sambil bersama Hara, Aria melirik kesana-kemari sesekali melirik Hara.
"Gue masih lemah, gue harus terbiasa saat Hara memeluk gue." gumam Aria.
Sementara itu, Hara tetap fokus menyetir mobilnya, dan tidak melihat kepada Aria.
"Kau ini, masih saja lemah Aria." celetuk Hara.
Aria terkaget dengan apa yang di katakan oleh kekasihnya itu.
"Hahhh..." Aria melotot kaget kepada Hara.
Hara sedikit tersenyum dan melepas satu tangannya untuk menepuk jidatnya sendiri.
"Kamu, itu lelaki atau bukan sih?" tanya Hara sambil tersenyum.
"J,Jelas aku lelaki Hara..."
"B,buktinya aku mempunyai pacar.." jawab Aria.
Hara pun tersenyum mendengar jawaban Aria.
***
Ngenggggg, kikkkkkk,,, Hara berhenti tidak jauh dari restorannya.
"Aria, kamu turun dulu.." ucap Hara.
"Ehh, turun?" tanya Aria kaget.
Hara menganggukkan kepalanya sendiri untuk menjawab pertanyaan Aria.
Aria pun turun sesuai perkataan kekasihnya itu.
Ckkk, ngengggg, saat Aria turun dan menutup pintu mobil Hara, Hara langsung berangkat meninggalkan Aria di sisi jalan.
Aria hanya melongo ketika Hara meninggalkannya sendirian di jalan.
"Hoyyy, Hara kenapa meninggalkanku?" teriak Aria sedikit berlari mengejar mobil Hara yang sudah terlampau jauh.
Hahhh,, Hahhh, Aria terengah-engah di pinggir jalan sambil memegangi pinggangnya kecapean.
"Siall, kamu tega sekali Hara.." gumam Aria yang menangis dalam lamunannya.
Aria yang di tinggalkan oleh Hara pun berjalan menyelusuri jalan raya, sambil meratapi nasibnya.
"Kamu tega sekali Hara, kamu meninggalkanku di jalan seperti ini." gumam Aria.
Hikss,hikss bibir Aria menyong-menyong menahan tangisnya.
"Ehh, tukang bubur..."
"gue harus beli buat Syifa." gumam Aria menghampiri tukang bubur tersebut.
**
Plakk,plakk Aria berjalan memasuki restoran milik Hara.
Hahhh,hahhhh, Aria pun terengah-engah sambil Menjing-Jing kantong kresek bubur buat Syifa.
Clakk, Aria membuka pintu kamar Syifa, ternyata Syifa sedang sarapan memakan bubur di kasurnya.
"Ehhh, k,kamu dapat dari mana?" tanya Aria.
Syifa menatap Aria yang berjalan mendekatinya.
"Ohh, ini Azwan yang membelikan untuk ku." jawab Syifa.
Aria mengacungkan bubur yang di belinya tadi.
"T,tapi bagaimana dengan bubur ini, a,aku sudah membelinya." ucap Aria.
Syifa menatap Aria sambil menaruh mangkuk di kasurnya.
"Makan saja sama kakak semuanya, ini aja enggak habis." ucap Syifa.
"Aku belum nafsu makan." tambah Syifa.
__ADS_1
Aria pun berjalan menaruh bubur di meja yang ada di dekat kasur Syifa.
"Baru pagi-pagi udah sial begini.." gerutu Aria.
"Kenapa Kakak tidak kasih aja ke kekasihmu tersayang itu." ucap Syifa.
"ehh, kasih ke Hara?" gumam Aria.
Aria berfikir sejenak dan membenarkan perkataan Adiknya itu.
"B,Benar juga, kenapa gue tidak kepikiran ke sana?" gumam Aria.
Aria pun kembali mengambil kresek tersebut, dan berjalan ke kantor Hara.
Aria berdiri di depan pintu kantor Hara, dan Aria sedikit bingung mau masuk apa tidak, karena masih kesal di tinggal di jalan tadi.
Clekkk, pintu kantor Hara terbuka, dan Hara pun nongol kepalanya saja.
"Kenapa kamu hanya berdiri disini?"
"Kalau mau masuk, masuk saja." ucap Hara.
Aria pun masuk ke dalam kantor Hara dengan wajah yang cemberut ngambek.
"Ternyata kamu sudah nyampe Aria."
"Kamu bawa apa?" tanya Hara.
Aria menaruh bubur itu di dekat komputer di meja kerja Hara.
"A,aku bawakan kamu sarapan, kamu belum makan apa-apa kan?" tanya Aria.
Sambil tetap menatapi komputer kerjanya, Hara pun tersenyum.
"Hmmm, ternyata kamu perhatian juga yaa..." celetuk Hara.
Aria pun pura-pura ngambek dan tidak menjawab obrolan Hara.
Hara pun menoleh kepada Aria, dan Aria langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Hehe, rupanya ada yang ngambek ya?" ucap Hara.
Hahhhhh, Hara menghela napasnya.
"Aku sengaja menurunkan mu di jalan tadi."
"Aku tidak mau terlihat mencolok, dan membuat kegaduhan dengan gosip di kantorku sendiri." tegas Hara.
"K,Kalau begitu, sama saja kamu tidak mau menganggap aku ini pacarmu." sahut Aria.
"Ehh.." Hara melotot dengan celetukan Aria.
Lalu, Hara menggelengkan kepalanya sendiri, dan tersenyum kepada Aria.
"Bukannya aku tidak menganggap mu Aria."
"Tapi, lebih tepatnya aku menghukum mu." ucap Hara
"M,M,Menghukum?" tanya Aria heran.
Hara menganggukkan kepalanya.
"Ya, aku sengaja menurunkan mu di jalan, karena aku sangat kesal dengan dirimu yang masih lemah itu Aria." tegas Hara.
Wajah Aria menjadi pucat dengan ucapan dari Hara.
"Kamu sangat tega Hara..." gumam Aria dengan mata berkaca-kaca.
"T,Terserah kamu saja, jangan lupa sarapan." ucap Aria yang masih pura-pura ngambek itu.
Aria pun berjalan meninggalkan ruangan kantor Hara, Aria sama sekali tidak melihat kepada Hara lagi.
"Huhhh, Hara tidak menahan gue.." gumam Aria bersedih.
Aria melihat kepada Hara sebelum menutup pintu kantornya, ternyata Hara benar-benar tidak memperdulikan Aria yang pergi meninggalkannya.
"Hara, benar-benar tidak melihat gue sama sekali." gumam Aria.
__ADS_1
Aria pun kembali ke kamar Syifa yang tidak jauh dari ruangan kantor Hara, ternyata Syifa sudah tidur kembali.
"Huhhh, kau ini selalu saja membuat kakakmu ini kerepotan Syifa." gerutu Aria sambil memegangi jidat Syifa.
Aria pun duduk bersandar di sofa sambil menatap langit-langit.
"Memang benar gue masih lemah dekat Hara."
"P,P,Padahal, gue sudah melakukannya dengan Hara,, kenapa gue masih saja lemah.." gumam Aria memegangi keningnya sendiri.
"Gue, harus bisa, gue tidak bisa terus begini kalau bersama Hara." gumam Aria menyemangati dirinya sendiri.
"Ahhh, ngantuknya..." gumam Aria lagi.
Tiba-tiba pandangan dan pikiran Aria kabur, dan Aria pun terlelap.
**
Aria terperanjat dari tidurnya, dan langsung melihat ke ponselnya.
"Sial, gue ketiduran cukup lama." gumam Aria.
"4 jam yaa.." tambah Aria.
"Ternyata kakak sudah bangun."
"Jarang sekali kakak tidur pagi-pagi begini?" tanya Syifa.
"Semalam aku kurang tidur Syifa, aku menjaga dirimu." jawab Aria berbohong.
"Hmmm. Begitu ya,,!" ucap Syifa.
"Tadi Hara kesini, kelihatannya dia mencari kakak, tapi dia balik lagi setelah melihat kakak lagi tidur." ucap Hara.
Aria langsung terperanjat berdiri, dan meninggalkan ruangan kamar Syifa.
Aria pun balik lagi ke ruangan kerja Hara.
"Hara mencari gue, pasti dia ingin meminta maaf." gumam Aria.
Aria berjalan sambil membayangkan Hara meminta maaf kepada Aria.
"Aria sayang maafkan aku, karena telah mengabaikan mu tadi pagi."
"Aku menyesal meninggalkanmu di jalan, dan tidak menahan mu tadi." ucap Hara dalam bayangan Aria.
Aria senyam-senyum sendiri membayangkan Hara yang manja meminta maaf kepada Aria.
*
"Gue harus berani..."
"Gue harus berani untuk memeluk Hara." gumam Aria.
"Ehh, pintunya terbuka." ucap Aria pelan.
Aria melihat Hara sedang berdiri membelakangi Aria, dan Aria pun berjalan sedikit berlari menghampiri Hara.
Plokk, Aria memeluk Hara dari belakang tanpa sepengetahuan Hara, Hara terlihat sangat kaget ketika Aria memeluknya.
"Kamu sekarang tidak bisa menyebutku lemah lagi Hara." terang Aria yang berbisik di telinga Hara.
Wajah Hara memerah, dan matanya sangat melotot kaget.
"A,A,Aria, i,i,ini bukan waktu yang pas untuk melakukan ini." ucap Hara gugup.
"B,Bukan waktu yang pas?" ucap Aria heran.
Trakkk, seseorang menaruh pen di meja.
"Hmmm, ternyata kalian berani bermesraan di depanku ya?" ucap seorang Wanita yang sedikit tua.
Aria langsung melepaskan pelukannya dari badan Hara, dan menunjuk wanita tua itu.
"H,H,Hara,, S,Siapa dia?" tanya Aria gugup.
Dengan wajah yang merah dan tertunduk malu Hara pun menjawab pertanyaan Aria.
__ADS_1
"D,D,Dia Mama ku Aria." jawab Hara.
"Hahhhh, ibumu..." teriak Aria panik.