My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Keheningan Hati


__ADS_3

" srekkk,srekk,sreek..." Radi berlari kencang.


" plak!" memukul Raiga.


Yasmin melerai Radi, dan memeluknya dari depan.


" Sudah Radi hentikan, maafkan aku". Ucap Yasmin menangis.


" Menyedihkan!" ucap Raiga.


" plakk!" Raiga memukul balik Radi.


" Raiga, hentikan!" teriak Yasmin


( Yasmin di banting Radi yang sedang emosi, dan Yasmin pun terjatuh).


Radi dan Raiga berkelahi.


" Aria lakukan sesuatu!" teriak Ania membangunkan Yasmin.


Aria pun mencoba melerai perkelahian Radi dan Raiga, tetapi Aria saja belum cukup untuk menghentikan mereka, sehingga orang-orang yang sedang ng'camp pun ikut membantu Aria untuk memisahkan Radi dan Raiga.


Setelah mereka di tenangkan, Aria membawa Radi untuk menenangkan dirinya sendiri.


Yasmin yang di bantu Ania dan Syifa tetap menangis, karena ulahnya Raiga dan Radi berkelahi.


( waktu menunjukan jam 10 malam)


Radi yang sudah tenang akhirnya kembali bersama Aria.


Semuanya sedang duduk menunggu mereka berdua,


( Raiga menatap tajam mata Radi)


" Apa mau berantem lagi?" Radi melotot kepada Raiga


" woy!" tutup Aria kepada Radi.


" kalau kau diam aku juga akan diam, tapi kalau kau memukulku, aku juga akan memukulmu." ucap Raiga.


" sudahlah, kalau kalian berkelahi, masa liburan kita akan berantakan" ujar seseorang yang memakai jaket.


" lha kok?" Aria kaget.


" aku baru datang setengah jam yang lalu, aku juga sudah tau tentang kejadian kalian, sudahlah aku ingin bersantai disini." ucap Azwan.


" jadi kalian juga mau ng'camp bareng kami?" Tanya Azwan


( ternyata Azwan ikut camp rombongan Ania, dia datang terlambat).


Aria mencari seseorang sejak tahu Azwan ada, tapi dia tidak menemukannya.


" Yasmin ayo pulang!" Radi menarik Yasmin yang sedang duduk.


Yasmin hanya menahan diri untuk tidak bangkit dari duduknya.

__ADS_1


" Ayo!" tarik Radi kasar.


" woy breng**k," Raiga berdiri ( memegangi tangan Radi).


"Apa hah?" Radi menghantamkan dadanya ke dada Raiga.


" apa ini yang di sebut kepedulian, apa kepedulian bisa di selesaikan dengan paksaan dan kekerasan hah?" tanya Raiga kepada Radi


( Yasmin cuma bisa diam)


" apa yang elu tahu tentang gue dan Yasmin, lu cuma orang asing." jelas Radi.


"Satu hal yang harus elu tahu, gue hanya tahu perasaan Yasmin saat ini, bahkan kalian berdua yang mengaku sahabatnya pun tidak tahu apa kemauannya sekarang, kalian berdua terlalu egois, seolah-olah mengerti Yasmin dan bertingkah peduli kepadanya, padahal hanya menyakiti Yasmin." tegas Raiga.


" ehh, Kenapa gue dibawa-bawa?" ucap aria dalam hati.


" Raiga cukup!" bentak Yasmin menatap Raiga.


" Dengar Radi, ada sesuatu yang harus aku jelaskan kepadamu." tegas Yasmin.


Yasmin menarik Radi ke kursi yang ada di bawah pohon pinus.


Sementara itu,


Aria celingukan mencari seseorang.


" yahh tidak ada ya!" gumam Aria.


" hey Azwan, apa Hara juga ikut kesini?" tanya Aria.


" ohh begitu yaa," jawab Aria ( merasa tidak bersemangat).


" a,apa Hara baik-baik saja?" tanya Aria kembali.


" ahh kakak baik-baik saja." Azwan mengangguk sambil tersenyum.


"Kamu bener mau pulang? " tanya Ania kepada Aria.


" tergantung mereka," Menunjuk Yasmin dan Radi.


" Udah di sini aja bareng kita, lagian tempat cowok masih kosong, dan tempat cewek juga gede ini." ucap Azwan.


( Yasmin dan Radi)


" Rad!" tanya Yasmin.


" eummmhh." jawab Radi.


" Sorry ya, gue udah buat elu khawatir," ucap Yasmin.


" Sorry." ucap Yasmin kembali.


" Rad, ihh jawab." Yasmin merengek.


" udahlah gue capek, balik yu!" ( Radi berdiri tapi tangannya di tarik Yasmin).

__ADS_1


" lu mau balik dengan keadaan gini, lu babak belur Rad!"


" gue nggak akan biarin elu begini Rad!" jelas Yasmin.


" gue juga khawatir sama elu Rad, please Rad maafin gue!"


" Untuk sekali ini saja gue memohon sama elu, tolong ngertiin gue, gue mau elu nurut sama gue." rayu Yasmin.


Radi memegangi kepalanya dan berkata,


" yaa gue memang egois, gue tidak mengerti perasaan elu... tapi bisa enggak lu juga mengerti gue, gue dari siang nyariin elu Yas... lu, lu tau kan gimana capeknya gue, gue juga mohon sama elu, untuk tidak bersikap seperti ini, gue juga kaget mendengar elu kabur membawa si breng**k itu." ucap Radi yang emosi.


" iya maafin gue Rad, gue akan ngertiin elu lebih dari siapapun, dan sekarang elu lagi terluka, biar gue obatin." ucap Yasminucap.


( Radi terdiam)


" Rad gue mohon sama elu, please dengerin gue Rad, please nurut sama gue Rad, gue nggak ingin seseorang yang peduli sama gue terluka, gue tidak ingin menyakiti elu Rad." rayu Yasmin.


( di tempat Aria)


" kak lapar," ucap Syifa.


" ih kerjaan mu makan saja." jawab Aria.


" kita cari makan yukk!" ajak Syifa.


Aria dan Syifa pergi mencari makan.


" kak, memang kak Radi sebegitu pedulinya ya, sama kak Yasmin." tanya Syifa.


" yaa seperti yang kamu lihat," jawab Aria.


" jadi bagaimana nasib kakak." tanya Syifa kembali.


" Nasib apaan?" tanya balik Aria


" nasib kakak kalau kak Radi dan kak Yasmin pacaran, Kakak mau gimana?" Syifa melanjutkan pertanyaannya.


" yaa enggak gimana-gimana." tegas Aria.


" terus siapa cewek yang kakak maksud kemarin, yang soal kakak menyukai orang lain itu?" goda Syifa.


" woy bocil ini," Menggelitik Syifa karena terus menggodanya.


( Syifa menghindar sambil tertawa di jalan )


( tempat camp)


Radi yang telah terbujuk Yasmin mau duduk bersama Rombongan Raiga, dan luka Radi di kompres oleh Yasmin.


" hey Aria, Syifa,, kalian makan enggak ajak-ajak!" ucap Yasmin ( cemberut).


" ahh maaf kak, soalnya tadi kak Yasmin dan kak Radi sedang ngobrol, dan perut aku sangat lapar." ucap Syifa tertawa.


Aria melihat suasana mereka telah tenang, Radi dan Yasmin tampak sudah berbaikan, Ania, Raiga, Azwan sedang ngobrol bersama ke empat temannya,,, Aria lalu rebahan di atas tikar dan bergumam,

__ADS_1


" ahhh kalau saja disini ada Hara pasti sangat menyenangkan, aku merindukanmu Hara." ucap Aria ( dalam hatinya).


__ADS_2