My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Ketidakberdayaan Hara


__ADS_3

" aku,ak,akuu ingin ikut ke kampung " ucap Hara dengan wajah memerah


" waaaa,apaaa" ucap Aria kaget


" kenapa tiba-tiba begini Hara" ucap Aria


" aku, hanya ingin bersama pacarku" ucap Hara tersipu malu


" aku ingin membuat kenangan dengan Aria,," ucap Hara tertunduk


" apa aku salah?" Tanya Hara menatap Aria


Aria hanya bisa terdiam mendengar keinginan Hara.


( Hara dan Aria duduk bersebelahan)


" gue enggak mengerti kenapa ini bisa terjadi" gumam Aria sambil melirik Hara


Tiba-tiba bis belok ke kanan dengan kencang, Aria tidak bisa menahan dirinya, dan tidak sengaja memeluk Hara.


" brukk" badan Aria menempel di badan Hara


" a,m,maaf, aku kebawa arah" ucap Aria


( Hara hanya tersenyum kepada Aria).


" apa yang harus aku katakan pada mamaku soal Hara, kenapa mendadak begini" gumam Aria bingung


( Hara mencolek pipi Aria)


" kenapa kamu melamun terus sayang" Ucap Hara tersenyum


" s,s,sayang, gue di panggil sayang, uhhhh bahagianyaaa" gumam Aria senyum-senyum sendiri


( Hara bersandar di bahu Aria)


" waaahh, harumnya, wangi Hara sangat harum, " gumam Aria lagi


Aria memberanikan dirinya, tangan Aria menggandeng bahu Hara.


(.Hara semakin menempel di badan Aria, dan memeluk Aria).


Pikiran Aria melayang kemana-mana ketika Hara memeluk dirinya..


" whahaha apa ini, badan gue panas sekali, ohh gue tidak kuat lagi" gumam Aria


" k,kenyal, kenyal apa ini yang menempel di dada gue" gumam Aria


Aria menatap wajah Hara yang sedang tidur di memeluk Aria, dan akhirnya Aria pun tertidur.


( Aria nyampe di rumahnya)


" tok,tok,tok"


" Maa, Syifa aku pulang" teriak Aria


" tunggu" seseorang berteriak dari dalam


" clekk" suara kunci di buka


" cepat sekali kak" ucap Syifa kepada Aria


( Syifa menatap Hara yang ada di belakang Aria).


" ahh capeknya, aku pulang kerja langsung kesini Syifa" ucap Aria masuk ke rumahnya.


" Mama sudah tidur?" Tanya Aria kepada Syifa


Aria duduk di kursi ruang tamu, dan Aria celingukan mencari Hara,,


" lho Hara mana?" Teriak Aria


( Syifa menunjuk ke luar )


Hara sedang berdiri dengan wajah yang merah.


" waaa Hara kenapa kamu berdiri disitu?" Tanya Aria heran


" ha,ha,habisnya kamu enggak menyuruhku masuk, j,jadi aku nunggu disini" ucap Hara tertunduk


( Aria menepuk keningnya sendiri )


" yaampunn, kenapa Hara sangat polos begini" gumam Aria


" ayo masuk" Aria menarik tangan Hara

__ADS_1


" jangan sungkan-sungkan, anggap saja ini rumahku". Canda Aria


" e,emang ini rumahmu" ucap Hara cemberut


( Aria tertawa dan menyuruh Hara duduk ).


Tiba-tiba tangan Aria di tarik Syifa.


" jelaskan padaku, kenapa kakak membawa gadis SMA ke rumah." Ucap Syifa


( Aria menepuk keningnya sendiri)


" huhh, dia bukan gadis SMA Syifa, dia t,teman kerjaku"


" dan juga umur dia,, bentar umur Hara berapa yaa" ucap Aria tersenyum lebar


" yang jelas Hara bukan gadis SMA, dan ada alasan aku mengajaknya kesini." Ucap Aria


" apa jangan-jangan dia...." Syifa menatap Aria


( Aria hanya tersenyum ke arah Syifa )


" wahhh ada tamu yaa" ucap Mama Aria keluar dari kamarnya


( Hara mengangguk menyapa Mama Aria)


" ah, Mama,, kenalin dia Hara, t,teman kerjaku" ucap Aria menghampiri Hara dan Mamanya


" ohh begitu yaa" Mama Aria tersenyum


" Mama buatkan teh dulu" ucap Mama Aria berjalan meninggalkan Aria dan Hara


Aria menatap Hara.


" kamu kenapa Hara, dari tadi diam terus?" Tanya Aria


( Hara menggelengkan kepalanya)


" hmmm benarkah?" Aria duduk di samping Hara


" apa kamu gugup?" Bisik Aria kepada Hara


" a,aa, jangan bercanda, a,aku tidak gugup Aria bodoh" ucap Hara


" sudah jelas" Aria tersenyum lebar ke arah Hara


" b,bodoh" Hara mencubit tangan Aria


Aria tertawa melihat tingkah Hara yang menjadi gugup di rumahnya.


" ini tehnya, di minum dulu" ucap Mama Aria menghampiri mereka berdua.


Setelah itu, Aria, Hara, dan Mamanya ngobrol bersama.


( pukul 06.50 Pagi Hari di rumah Aria )


" huahhh" Aria menggeliatkan badan keluar dari kamarnya


" Kakak sudah bangun?" Tanya Syifa


" sudah kebiasaan bangun jam segini" ucap Aria


" apa Hara sudah bangun?" Tanya Aria lagi


" mungkin masih tidur" jawab Syifa


" tidak mungkin jam segini Hara masih tidur" gumam Aria


Aria mengecek HPnya,,, dan di HP tersebut banyak sekali pesan yang belum terbaca...


" Aria kamu sudah tidur?"


" Aria kamar mandi dimana?"


"Heyy Aria"


"Aria"


"Aria"


" aku kebelet pipis"


"Aria"


"Aria"

__ADS_1


" sudah enggak tahan"


"Aria"


" Aria tolong aku : -( "


"Aria"


"Aria"


" Sayang"


Semua itu pesan dari Hara yang belum terbaca dari jam 1 malam.


" Hara " gumam Aria


Aria berlari ke kamar yang di tempati Hara tidur.


" tok,tok,tok" Aria mengetuk kamar Hara


" Hara, apa kamu mas..."


" brugg,brugg,brugg" suara Hara berlari


( Hara membuka pintu, wajah Hara pucat dan mengeluarkan aura Negatif)


" Ariaaaaaa" ucap Hara menahan tangis, sambil memegang anunya


" waaaa, ayo cepat Hara" ucap Aria menarik tangan Hara


" ma, ada apa dengan mereka?" Tanya Syifa


( Mamanya hanya menggelengkan kepala).


Hara keluar dengan wajah terbebas dari beban.


" apa sudah keluar semua?" Tanya Aria ngeledek Hara


( Hara menatap Cemberut Aria)


Aria dan Hara berjalan ke ruang tamu.


" bentar aku ambilkan makanan dulu" ucap Aria


" jangan lama" ucap Hara masih cemberut


" iya,iya" jawab Aria


Hara akhirnya menyantap makanan yang ada di rumah Aria.


( siang Hari di rumah Aria)


Hara yang sedang duduk di kursi terkantuk-kantuk menahan dirinya agar tidak tidur.


" kalau mau tidur, tidur aja masuk kamar " ucap Aria


( Hara menggelengkan kepalanya)


" gue enggak paham dengan pikiran Hara, dia sendiri yang ingin kesini, dan dia sendiri yang merasa kerepotan" gumam Aria


Aria berjalan ke arah Hara,,


" oh ya Hara, a,a,aku ingin mengetahui kamu lebih dalam" ucap Aria tersipu malu


" golongan darahku A, umurku 20 tahun, makanan kesukaanku masakan mu, tinggi ku 157 cm, berat badan ku 49 kg, tanggal lahir ku 17 juli...."


( ucapan Hara di potong Aria )


" b,bukan itu yang aku maksud, yang aku maksudkan aku ingin lebih dekat denganmu, ingin selalu bersama...."


" tanggal lahir ku 17 juli..." muncul di benak Aria


" 17 juli" teriak Aria kaget


Aria melihat ke kalender, dan sekarang tanggal 15 juli..


" Hara berarti 2 hari lagi". Aria melotot ke arah Hara


( Hara tersenyum malu)


" maafkan aku Hara, aku baru tahu,, sebagai pacar aku lalai dalam memperhatikanmu, termasuk ulang tahunmu" gumam Aria tertunduk.


" baiklah,, tanggal 17 nanti aku akan merayakan denganmu" gumam Aria lagi


Setelah Aria mengetahui tanggal lahir Hara, sepertinya Aria akan memberi kejutan kepada Hara,, apa yang akan Aria berikan kepada Hara.

__ADS_1


__ADS_2