
" aku,ak,akuu ingin ikut ke kampung " ucap Hara dengan wajah memerah
" waaaa,apaaa" ucap Aria kaget
" kenapa tiba-tiba begini Hara" ucap Aria
" aku, hanya ingin bersama pacarku" ucap Hara tersipu malu
" aku ingin membuat kenangan dengan Aria,," ucap Hara tertunduk
" apa aku salah?" Tanya Hara menatap Aria
Aria hanya bisa terdiam mendengar keinginan Hara.
( Hara dan Aria duduk bersebelahan)
" gue enggak mengerti kenapa ini bisa terjadi" gumam Aria sambil melirik Hara
Tiba-tiba bis belok ke kanan dengan kencang, Aria tidak bisa menahan dirinya, dan tidak sengaja memeluk Hara.
" brukk" badan Aria menempel di badan Hara
" a,m,maaf, aku kebawa arah" ucap Aria
( Hara hanya tersenyum kepada Aria).
" apa yang harus aku katakan pada mamaku soal Hara, kenapa mendadak begini" gumam Aria bingung
( Hara mencolek pipi Aria)
" kenapa kamu melamun terus sayang" Ucap Hara tersenyum
" s,s,sayang, gue di panggil sayang, uhhhh bahagianyaaa" gumam Aria senyum-senyum sendiri
( Hara bersandar di bahu Aria)
" waaahh, harumnya, wangi Hara sangat harum, " gumam Aria lagi
Aria memberanikan dirinya, tangan Aria menggandeng bahu Hara.
(.Hara semakin menempel di badan Aria, dan memeluk Aria).
Pikiran Aria melayang kemana-mana ketika Hara memeluk dirinya..
" whahaha apa ini, badan gue panas sekali, ohh gue tidak kuat lagi" gumam Aria
" k,kenyal, kenyal apa ini yang menempel di dada gue" gumam Aria
Aria menatap wajah Hara yang sedang tidur di memeluk Aria, dan akhirnya Aria pun tertidur.
( Aria nyampe di rumahnya)
" tok,tok,tok"
" Maa, Syifa aku pulang" teriak Aria
" tunggu" seseorang berteriak dari dalam
" clekk" suara kunci di buka
" cepat sekali kak" ucap Syifa kepada Aria
( Syifa menatap Hara yang ada di belakang Aria).
" ahh capeknya, aku pulang kerja langsung kesini Syifa" ucap Aria masuk ke rumahnya.
" Mama sudah tidur?" Tanya Aria kepada Syifa
Aria duduk di kursi ruang tamu, dan Aria celingukan mencari Hara,,
" lho Hara mana?" Teriak Aria
( Syifa menunjuk ke luar )
Hara sedang berdiri dengan wajah yang merah.
" waaa Hara kenapa kamu berdiri disitu?" Tanya Aria heran
" ha,ha,habisnya kamu enggak menyuruhku masuk, j,jadi aku nunggu disini" ucap Hara tertunduk
( Aria menepuk keningnya sendiri )
" yaampunn, kenapa Hara sangat polos begini" gumam Aria
" ayo masuk" Aria menarik tangan Hara
__ADS_1
" jangan sungkan-sungkan, anggap saja ini rumahku". Canda Aria
" e,emang ini rumahmu" ucap Hara cemberut
( Aria tertawa dan menyuruh Hara duduk ).
Tiba-tiba tangan Aria di tarik Syifa.
" jelaskan padaku, kenapa kakak membawa gadis SMA ke rumah." Ucap Syifa
( Aria menepuk keningnya sendiri)
" huhh, dia bukan gadis SMA Syifa, dia t,teman kerjaku"
" dan juga umur dia,, bentar umur Hara berapa yaa" ucap Aria tersenyum lebar
" yang jelas Hara bukan gadis SMA, dan ada alasan aku mengajaknya kesini." Ucap Aria
" apa jangan-jangan dia...." Syifa menatap Aria
( Aria hanya tersenyum ke arah Syifa )
" wahhh ada tamu yaa" ucap Mama Aria keluar dari kamarnya
( Hara mengangguk menyapa Mama Aria)
" ah, Mama,, kenalin dia Hara, t,teman kerjaku" ucap Aria menghampiri Hara dan Mamanya
" ohh begitu yaa" Mama Aria tersenyum
" Mama buatkan teh dulu" ucap Mama Aria berjalan meninggalkan Aria dan Hara
Aria menatap Hara.
" kamu kenapa Hara, dari tadi diam terus?" Tanya Aria
( Hara menggelengkan kepalanya)
" hmmm benarkah?" Aria duduk di samping Hara
" apa kamu gugup?" Bisik Aria kepada Hara
" a,aa, jangan bercanda, a,aku tidak gugup Aria bodoh" ucap Hara
" sudah jelas" Aria tersenyum lebar ke arah Hara
" b,bodoh" Hara mencubit tangan Aria
Aria tertawa melihat tingkah Hara yang menjadi gugup di rumahnya.
" ini tehnya, di minum dulu" ucap Mama Aria menghampiri mereka berdua.
Setelah itu, Aria, Hara, dan Mamanya ngobrol bersama.
( pukul 06.50 Pagi Hari di rumah Aria )
" huahhh" Aria menggeliatkan badan keluar dari kamarnya
" Kakak sudah bangun?" Tanya Syifa
" sudah kebiasaan bangun jam segini" ucap Aria
" apa Hara sudah bangun?" Tanya Aria lagi
" mungkin masih tidur" jawab Syifa
" tidak mungkin jam segini Hara masih tidur" gumam Aria
Aria mengecek HPnya,,, dan di HP tersebut banyak sekali pesan yang belum terbaca...
" Aria kamu sudah tidur?"
" Aria kamar mandi dimana?"
"Heyy Aria"
"Aria"
"Aria"
" aku kebelet pipis"
"Aria"
"Aria"
__ADS_1
" sudah enggak tahan"
"Aria"
" Aria tolong aku : -( "
"Aria"
"Aria"
" Sayang"
Semua itu pesan dari Hara yang belum terbaca dari jam 1 malam.
" Hara " gumam Aria
Aria berlari ke kamar yang di tempati Hara tidur.
" tok,tok,tok" Aria mengetuk kamar Hara
" Hara, apa kamu mas..."
" brugg,brugg,brugg" suara Hara berlari
( Hara membuka pintu, wajah Hara pucat dan mengeluarkan aura Negatif)
" Ariaaaaaa" ucap Hara menahan tangis, sambil memegang anunya
" waaaa, ayo cepat Hara" ucap Aria menarik tangan Hara
" ma, ada apa dengan mereka?" Tanya Syifa
( Mamanya hanya menggelengkan kepala).
Hara keluar dengan wajah terbebas dari beban.
" apa sudah keluar semua?" Tanya Aria ngeledek Hara
( Hara menatap Cemberut Aria)
Aria dan Hara berjalan ke ruang tamu.
" bentar aku ambilkan makanan dulu" ucap Aria
" jangan lama" ucap Hara masih cemberut
" iya,iya" jawab Aria
Hara akhirnya menyantap makanan yang ada di rumah Aria.
( siang Hari di rumah Aria)
Hara yang sedang duduk di kursi terkantuk-kantuk menahan dirinya agar tidak tidur.
" kalau mau tidur, tidur aja masuk kamar " ucap Aria
( Hara menggelengkan kepalanya)
" gue enggak paham dengan pikiran Hara, dia sendiri yang ingin kesini, dan dia sendiri yang merasa kerepotan" gumam Aria
Aria berjalan ke arah Hara,,
" oh ya Hara, a,a,aku ingin mengetahui kamu lebih dalam" ucap Aria tersipu malu
" golongan darahku A, umurku 20 tahun, makanan kesukaanku masakan mu, tinggi ku 157 cm, berat badan ku 49 kg, tanggal lahir ku 17 juli...."
( ucapan Hara di potong Aria )
" b,bukan itu yang aku maksud, yang aku maksudkan aku ingin lebih dekat denganmu, ingin selalu bersama...."
" tanggal lahir ku 17 juli..." muncul di benak Aria
" 17 juli" teriak Aria kaget
Aria melihat ke kalender, dan sekarang tanggal 15 juli..
" Hara berarti 2 hari lagi". Aria melotot ke arah Hara
( Hara tersenyum malu)
" maafkan aku Hara, aku baru tahu,, sebagai pacar aku lalai dalam memperhatikanmu, termasuk ulang tahunmu" gumam Aria tertunduk.
" baiklah,, tanggal 17 nanti aku akan merayakan denganmu" gumam Aria lagi
Setelah Aria mengetahui tanggal lahir Hara, sepertinya Aria akan memberi kejutan kepada Hara,, apa yang akan Aria berikan kepada Hara.
__ADS_1