My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
menunggu waktu luang Hara.


__ADS_3

"Kakak, aku capek.."


Syifa menyandarkan tubuhnya di tembok sambil mengelukan wajahnya.


Syifa terlihat murung karena dirinya harus pulang pergi dengan berjalan kaki ke kantornya.


"Aku capek kak."


"Kakak beli motor kek." ujar Syifa.


Sambil merapikan bajunya, Aria sesekali menatap Syifa yang sedang mengeluh itu.


"Memangnya beli motor tidak pakai duit."


"Bicaramu gampang sekali Syifa." Balas Aria.


Syifa menatap tajam Aria sambil cemberut dan menyikap kan tangannya di dadanya.


"Kakak kan sudah bekerja 6 tahun, masa kakak tidak punya uang untuk membelinya." tekan Syifa.


Aria menarik napas panjangnya, dan wajahnya memelas menatap Syifa.


"Memangnya uang gajian ku tidak di pakai?"


"Terus biaya sekolahmu, biaya sehari-hari mu siapa yang tanggung?" ujar Aria.


Syifa tambah cemberut mendengar perkataan Aria, dan merebahkan dirinya di kasur.


"Sudahlah, aku mogok kerja aja, capek jalan kaki terus." ancam Syifa.


Aria meloncat kaget mendengar perkataan adiknya itu, akhirnya Aria mengalah, dan memesankan ojek untuk Syifa.


Sambil menunggu kendaraan yang di pesan untuk Syifa, Aria menemani Syifa menunggu di pinggir jalan.


Ojek itu pun datang dan menghampiri Aria dan Syifa.


Syifa pun mengangkat tangan, sambil berkata kepada Aria.


"Uangnya?" pinta Syifa.


Aria melamun sambil menatap Adiknya itu.


" hahhhh, kau kan punya uang sendiri Syifa, kenapa kamu meminta kepadaku?" teriak Aria.


Dengan terus mengangkat tangannya, Syifa menatap sinis ini.


"Kakak kan yang memesan ojek ini, jadi kakak yang harus bayar." tekan Syifa.


Meskipun dalam hatinya mengeluh dan menggerutu, Aria tetap yang membayar ongkos Syifa buat ojek nya.


"Dadahhhh...!" Syifa melambaikan tangannya sambil tertawa kepada Aria.


Sambil berjalan berangkat kerja Aria menggaruk bingung kepalanya.


"Kenapa selalu gue yang tertimpa nasib seperti ini." gumam Aria.


Setelah mendapat kabar kurang menyenangkan dari Hara, seminggu yang lalu saat liburan.


Aria terus bergelut dengan rasa kesepiannya, Hara yang sibuk dengan pekerjaannya dan memberitahu Aria bahwa dua minggu penuh Hara tidak akan bertemu dengan Aria.


"Gue rindu Hara..." gumam Aria.


"Apa yang Hara lakukan sekarang." gumam Aria.


Aria berangkat kerja dengan badan yang lesu, karena sudah hampir satu minggu tidak bertemu dengan pujaan hatinya.


**


Huhhhhh, Aria berjalan arah pulang dari pekerjaannya, sambil celingukan Aria mencari sesuatu di sekitarnya.

__ADS_1


"Besok masak apa ya?" pikir Aria.


Aria pergi ke supermarket untuk bahan masakannya buat besok di hari libur, Aria memilih-milih sayuran dari dalam lemari freezer tersebut.


"Sebaiknya gue masak makanan kesukaan Syifa."


"Kasian dia makan di luar terus." gumam Aria.


Aria kembali ke kamarnya setelah selesai membeli bahan masakan, saat Aria tiba di depan pintu kamarnya, betapa terkejutnya Aria melihat gadis cantik dengan rambut sebahu sedang menyambutnya dengan senyum manis.


"Hara.." ucap Aria kaget.


Sambil mengangkat tangan dengan senyum manis khasnya, Hara menyapa Aria.


"Hello,, apa kabar?" Hara tersenyum lebar kepada Aria.


Aria tersipu malu dan mengalihkan pandangannya dari Hara di depannya itu.


"Ughh, Cantiknya.." gumam Aria.


Hara menghampiri Aria sambil menatap heran Aria.


"Ada apa Aria, apa ada yang salah?" tanya Hara.


Aria semakin gugup ketika Hara berada tepat di depan wajahnya, Aria tidak bisa menatap Hara di depannya.


"T,Tidak.."


"K,k,kamu semakin cantik saja.."


"Kamu cocok dengan rambut seperti itu." puji Aria kepada Hara.


Hara tersenyum sambil memainkan rambutnya.


"B,benarkah?"


"S,s,syukurlah jika Aria menyebutnya cocok." ucap Hara tersipu malu.


Aria mengajak Hara masuk ke kamarnya, dan membereskan baju kerjanya.


"Kenapa kamu tidak masuk ke kamar mu?" tanya Aria.


Sambil tersipu malu, dan mengetuk-ngetuk pahanya dengan jarinya sendiri Hara tidak berani memandang Aria.


"A,Aku kesini untuk bertemu denganmu, bukan untuk bersantai di kamarku." Jawab Hara.


Hahhhh, Aria merespon jawaban Hara dengan teriakan kagetnya, Aria langsung memandang ke arah Hara.


"U,untuk bertemu denganku." ucap Aria.


"P,padahal kau mengontrak disini pakai uang Hara, sayang sekali kalau tidak di tempati." ucap Aria heran.


"Tidak heran Hara adalah orang kaya, jadi dia sanggup membayar itu semua." gumam Aria.


Hara melihat ke arah kantong bawaan yang di bawa Aria tadi.


"Itu apa Aria?" tanya Hara menunjuk kantong kresek tersebut.


Aria melihat arah yang di tunjuk oleh Hara.


"Ohh itu, itu adalah bahan masakan ku buat besok, aku sengaja membelinya." jawab Aria.


Hara menopang dagu sambil menatap cemberut Aria.


"Kirain itu buat ku, ternyata cuma bahan masakan buat besok toh." ucap Hara.


**


Sudah beberapa jam Hara berdiam diri di kamar Aria, Aria melepas rindu sambil ngobrol kesana-kemari bersama Hara.

__ADS_1


"Ini hampir jam 7 malam Hara, setidaknya kamu mandi dulu." pinta Aria.


Hara menatap tajam kepada Aria, dan cemberut.


"Baiklah, aku akan pergi dari sini.." ucap Hara ngambek.


Hara beranjak dari duduknya, dan berjalan ke arah pintu.


"Waaaa Hara, a,aku tidak bermaksud mengusir mu." teriak Aria berlari menghampiri Hara yang ngambek itu.


Trak,trak,trak, Aria berlari menghampiri Hara.


Sroootttt, Aria menginjak kain yang berada di bawah kakinya.


"Waaaa, Hara awas.." teriak Aria.


Aria tergelincir menginjak kain yang di lantai itu, hingga membuat Aria meluncur ke arah badan Hara.


Hara yang mendengar teriakan Aria langsung berbalik ke arah Aria.


Betapa terkejutnya Hara, ketika Aria meluncur menubruk badan Hara.


Duakkkk, Aria menubruk badan Hara membuat Aria dan Hara terjatuh bersama.


Aria mengangkangi badan Hara, dan menopang tubuhnya dengan tangan di atas badan Hara.


Aria menahan kepala Hara agar tidak terbentur langsung dengan lantai, Aria menatap wajah Hara yang bengong menatap Aria.


"Kamu tidak apa-apa Hara?" tanya Aria.


Hara memalingkan pandangannya sembari menganggukkan kepalanya kepada Aria.


"T,Terimakasih Aria." ucap Hara yang kelihatannya tersipu malu.


Clekkkk, seseorang membuka pintu kamar Aria.


"Kakak.." teriak Syifa tersenyum lebar.


Seketika senyuman di wajah Syifa langsung hilang ketika melihat Aria sedang berpose aneh dengan Hara.


"Ehhh, apa yang kalian berdua lakukan?" tanya Syifa melotot.


Wusshhhhh, Dakkk.


Sebuah sapu melayang mendarat di badan Aria.


"Apa yang kalian lakukan di lantai seperti itu?" teriak Syifa lagi.


"Syifa ini makananmu!" ucap seseorang lagi nongol di depan pintu kamar Aria.


Orang itu melamun melihat Aria dan Hara.


"A,Azwan.." Aria kaget ternyata adiknya dan Adik Hara memergoki mereka berdua dengan pose itu.


"A,Apa yang kakak lakukan disini?" tanya Azwan kaget.


Aria langsung terperanjat ketika Azwan datang, sambil membereskan kain yang di injaknya tadi, Aria melihat ke badan Hara.


Ternyata Rok yang di kenakan Hara terbuka sehingga ce*ana da*am Hara terlihat jelas.


"Aria...." teriak Syifa menghampiri Aria.


"Waaa, i,ini salah paham Syifa, aku tidak melakukannya." teriak Aria panik sambil menggeleng-gelengkan tangannya.


"Tidak ada alasan." ucap Syifa menjambak rambut Aria.


Kepala manggut-manggut jambak oleh Syifa yang sedang marah.


"Huaaaa, maafkan aku Syifa, ini kesalahpahaman." teriak Aria kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2