
Aria yang sedang kelimpungan mengetuk-ngetuk pahanya sediri dan Sofa yang di duduki nya.
"Bagaimana ini,, bagaimana kalau kita di RT kan?"
"Bagaimana kalau pak satpam tadi masuk kesini, dan mengira gue adalah orang jahat."
"Bagaimana ini?" gumam Aria melotot panik.
Trakk,trakk,, terdengar suara orang berjalan menghampiri Aria.
"Huahhhh,, segarnyaaaa." ucap Hara yang tiba-tiba muncul, sambil mengangkat kan tangannya.
Hara menatap kepada Aria, dan tersenyum lebar.
"C,c,cantiknya." gumam Aria terpesona dengan senyuman Hara.
Hara berjalan ke arah Aria dengan hanya memakai ta*ktop saja, Hara pun menatap Aria tetap dengan senyuman nya yang lebar itu, seolah-olah senang dengan kedatangan Aria ke rumahnya.
"Uahhhhh, sial,,,"
"Hara memakai pakaian begini lagi..." gumam Aria yang bola matanya kesana-kemari.
Glekkkk,,, Aria menelan ludahnya sendiri melihat bela*an dada Hara yang sangat jelas itu.
"Terasa plong..." ucap Hara menyenderkan badannya di Sofa.
Aria melotot melihat Hara yang sangat berpakaian terbuka itu.
"Gue, kehilangan fokus..."
"Gue kehilangan fokus..." gumam Aria yang berpaling menatap arah lain.
"Ohh iya aku lupa.." ucap Hara sambil berdiri kembali.
"Aku belum memberikan Aria minum..." ucap Hara yang berjalan melewati Aria.
Saat Hara sedang berjalan menjauhi Aria, pandangan Aria tertuju kepada paha Hara yang sangat mulus itu.
"Guahhhhh, siall,, gue tidak bisa menahannya.." gumam Aria kembali.
"Apa jangan-jangan Hara sengaja berpakaian begitu lagi di depan gue?" gumam Aria.
Kemudian, Aria terpikirkan saat bersama Hara di pantai waktu itu.
"Tidak,tidak,, jangan berfikiran ke sana." gumam Aria memukul-mukul kepalanya sendiri.
Tidak lama berselang Hara kembali dengan segelas teh hangat dan cemilan yang di bawanya.
"Maaf di sini cuma ada yang beginian Aria." ucap Hara.
Terlihat Hara senyam-senyum melirik kesana-kemari, dan sesekali melirik Aria.
Aria yang menyadari Hara yang sedang mesem-mesem itu pun melihat ke arah Hara.
"A,Apa ada yang salah denganku?" tanya Aria.
Hara semakin tersenyum malu ketika Aria bertanya kepadanya.
"Hehe, t,t,tidak.."
"Aku hanya senang aja Aria berada di rumahku."
"Aria adalah lelaki pertama yang datang ke rumahku." ucap Hara.
Aria melamun kosong menatap Hara, Aria bahkan tidak percaya bahwa Aria lah lelaki pertama yang datang ke rumah Hara.
__ADS_1
"B,bohong, kamu pasti bohong Hara!" ujar Aria.
Hara melotot heran dengan jawaban yang di berikan oleh Aria.
"B,bohong bagaimana Aria?" tanya Hara.
Aria menundukkan kepalanya, dan sangat malu untuk mengakuinya.
"A,Aku tidak percaya bahwa aku adalah lelaki pertama yang datang ke rumahmu."
"K,Kamu ini sangat cantik Hara, mana mungkin lelaki yang tampangnya pas-pasan seperti aku ini, adalah lelaki yang pertama kali datang kesini." tegas Aria.
Hara yang masih menatap heran Aria pun badannya bergeser, dan memeluk tangan Aria.
"Aku tidak peduli dengan sangkaan Aria kepadaku, yang jelas aku mengatakan yang sejujurnya." tegas Hara.
"Terserah mau Aria bilang apapun, yang aku rasakan sekarang adalah kebahagiaan dengan Aria."
"Sudah dua minggu kita tidak bertemu, dan aku sangat merindukan Aria." tutup Hara.
Hara yang tersenyum bersandar di bahu Aria sambil memeluk tangan Aria.
"Aku rindu Aria." ucap Hara lagi sambil memejamkan matanya di bahu Aria.
Ngiunggggg,, kepala Aria serasa panas ketika dada Hara menyentuh tangannya itu, Aria melihat ke bel*han dada Hara yang nemplok di tangannya itu.
"Guaaaahh, hangat, mana empuk lagi." gumam Aria yang wajahnya memerah.
Aria tidak berani menatap ke arah Hara yang bersandar itu, dan Aria mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Hey Aria.." panggil Hara.
Hara memegang pipi Aria, dan mengarahkan wajahnya supaya melihat Hara.
"Apa kamu juga merindukanku?" tanya Hara.
"S,S,sudah aku katakan, aku merindukanmu Hara." ucap Aria gugup.
"Begitu kah.." ucap Hara dengan senyum lebarnya.
Pelukan Hara di tangan Aria semakin lengket, dan wajah Hara mendekat kepada Aria.
"Hey Aria,, lihat aku." ucap Hara memegang pipi Aria.
Wajah Hara semakin dekat dengan wajah Aria.
Plokk, Hara pun mencium bibir Aria.
"Hangatnya,, bibir Hara sangat tipis." gumam Aria.
Hahhh,hahhh,, terasa napas Hara menyembur ke wajah Aria.
"Ini waktu kita berdua Aria, jangan sungkan, kalau kamu inginkan sesuatu, bilang saja padaku." ucap Hara lembut.
Hara memeluk badan Aria dari samping, kelihatannya Hara benar-benar sangat rindu dengan Aria.
Hara melemaskan tubuhnya di tubuh Aria, matanya terpejam seperti orang yang benar-benar kelelahan.
"Aria, bisakah aku tidur seperti ini?" pinta Hara.
"Aku benar-benar capek, aku ingin beristirahat sambil memeluk orang yang benar-benar membuatku tenang." tegas Hara.
Aria kelimpungan dengan permintaan Hara itu.
"T,T,Tapi,, bagaimana kalau ada orang yang lihat?"
__ADS_1
"A,aku pasti akan di marahi?" ucap Aria panik.
Sambil menghela napas panjangnya, Hara mengelus-elus dada Aria.
"Tenang saja Aria, tidak ada yang akan mengganggu kita."
"Kamu jangan banyak bicara, aku mau tidur." ucap Hara memejamkan matanya.
Wajah Aria yang memerah dan merasa panik itu akhirnya memberanikan diri untuk merangkul badan Hara.
Hara pun tersenyum dan semakin terlelap dalam pelukannya.
***
Trininit,trininit...
Alarm dari ponsel Aria berbunyi, dan Aria mematikan Alarm itu.
"Sudah jam 7 ya.." gumam Aria.
Aria celingukan, dan mencari Hara yang semalam tidur bersamanya di Sofa itu.
"Kemana Hara?" ujar Aria.
"Kamu sudah bangun Aria?" tanya Hara.
Hara pun sudah kelihatan segar kembali, dan menyuruh Aria mandi untuk membersihkan dirinya.
Aria pun bergegas pergi ke kamar mandi.
Tidak lama kemudian Aria kembali dengan tubuh yang menggigil.
"brrwweeww,, dinginnya.." gumam Aria sambil memeluk dadanya sendiri.
Hara yang sedang menunggu di sofa pun menatap Aria dengan senyuman manisnya.
"Ini, minum biar tidak kedinginan Aria." ucap Hara.
Aria duduk di samping Hara sambil menggigil.
"Apa sebegitu dinginnya?" tanya Hara heran.
"Apa Aria butuh yang hangat-hangat?" tanya Hara lagi.
Aria melotot menatap Hara.
"Yang, hangat-hangat?" tanya balik Aria.
Hara tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Yang, hangat-hangat,, sepertinya kue enak juga pagi-pagi gini, atau gorengan boleh juga tuh.." pikir Aria.
Aria pun menganggukkan kepalanya kepada Hara, dan tanpa pikir panjang Hara langsung mendekati Aria dan memeluk Aria.
"Rupanya pacarku butuh kehangatan ya?" ucap Hara memeluk Aria.
Aria kaGet dengan respon Hara yang memeluknya dari depan.
"Waaa, maksudku bukan yang hangat seperti ini Hara.."gumam Aria panik.
"M,maksudku aku ingin memakan yang hangat-hangat, b,bukan hangat dari tubuhmu." pikir Aria.
Aria yang kaget, tergeletak di sofa karena kaget dengan pelukan Hara yang tiba-tiba itu.
"Waaa, kamu pingsan lagi Aria..."
__ADS_1
"kamu ini benar-benar lemah..." teriak Hara panik.