My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Malam Kedua.


__ADS_3

Sreeettttt, sebuah tangan menarik tangan Aria, dan membuat Aria masuk ke dalam kamar tersebut.


"Waaaaaa.." teriak Aria saat seseorang menyeretnya ke dalam.


Dalam keadaan gelap gulita, Aria tidak tahu siapa yang menarik tangannya itu.


"E,empuk.." gumam Aria merasakan badan seseorang nempel di dadanya Aria.


Terasa nafas hangat meniup wajah Aria, nafasnya sangat kencang dan tidak beraturan.


"S,siapa?" gumam Aria.


"Jangan berteriak Aria." ucap seseorang sambil menutup mulut Aria.


"Yasmin..." gumam Aria kembali.


Hahhhh,hahhhh, nafas Yasmin sangat kencang meniup wajah Aria, badan Yasmin menempel di tubuh Aria.


Clekk, Yasmin menyalakan lampu yang berada di samping Aria.


Wajah Yasmin begitu merah, sambil menatap Aria.


"Y,Yasmin kamu...." Aria melotot melihat minuman bergeletakan di samping kasur Yasmin.


"Aria..." panggil Yasmin.


Aria dan Yasmin saling bertatapan, lalu Yasmin memegangi pipi Aria.


"Yasmin ingin menghabiskan waktu bersama Aria."


brukkkk, Aria di lempar Yasmin ke atas kasur, Aria pun terjungkal.


"gawat,gawat,gawat..." gumam Aria panik.


"Yasmin mabuk, siapa yang mengajarinya begini!." gumam Aria lagi.


Yasmin menghampiri Aria yang sedang terbaring di kasur, lalu Yasmin duduk di samping Aria sambil memegang dada Aria.


"Aria..."


"Kamu kelihatan sangat gugup." terang Yasmin meraba-raba perut sampai leher Aria.


"Waaaaaa, Yasmin kehilangan kendali.."


"Bagaimana ini?"


"Bagaimana cara gue lepas dari Yasmin." gumam Aria.


Yasmin begitu liar memegang dada dan leher Aria, sehingga membuat tubuh Aria terasa panas.


Clekkkkkkk, seseorang membuka pintu.


Sluppp, Yasmin dengan sigap menutupi badannya dan tubuh Aria.


"Yasmin..." teriak Hara.


Aria yang badannya sedang tertindih Yasmin pun merasa sangat panik, bagaimana pun Hara datang ke kamar Aria.


"Gahhhh, sialan Hara datang..."


"Bagaimana kalau ketahuan!" gumam Aria sangat panik.


Aria pun kesulitan bernafas karena bagian tubuh Yasmin menimpa wajah Aria.


"E,empuknya..." gumam Aria wajahnya sangat memerah.


"Yasmin, sadarlah, itu mu menyentuh wajahku." pungkas Aria.


Yasmin melihat kepada Hara yang sedang berdiri di pintu, Yasmin pun menjawab Hara dengan santai.


"Ada apa Hara?" tanya Yasmin yang kepalanya nongol dalam selimut.


"Apa ada perlu sesuatu?" tambah Yasmin.


Hara pun menatap Yasmin dengan tatapan curiga, dan melanjutkan pertanyaannya kepada Yasmin.


"Apa kamu mendengar teriakan Aria?" tanya Hara kepada Yasmin.


Yasmin celingukan lalu menatap Aria yang sedang di tindihnya.


"Tidak, aku tidak mendengarnya..." tegas Yasmin.


Hara sedikit melamun sambil memegang gagang pintu, lalu melirik ke tiap sudut kamar yang di tempati Yasmin.


"Aneh sekali, padahal suaranya sangat jelas." ucap Hara.

__ADS_1


"Kemana perginya Aria?"


"Di bawah juga tidak ada." terang Hara.


Aria melotot mendengar percakapan Hara dengan Yasmin.


"Siall, Hara sampai mencari gue." gumam Aria.


Lalu, Hara menatap curiga Yasmin.


"Biasakan tutup pintu mu saat kamu tertidur Yasmin, apalagi sekarang lelaki tidur di bawah." tegas Hara menutup pintu kamar Yasmin.


Yasmin memperhatikan pintu yang di tutup Hara, dan menunggu Hara menjauh dari kamarnya.


Yasmin membuka selimutnya, dan melihat ke arah Aria.


"Lihat kan Aria!"


"Hara sangat memperhatikan Aria, bahkan Hara mengetahui suara Aria saat berteriak tadi."


"Memang Hara sangat perhatian kepada pacarnya." ucap Yasmin menatap sedih Aria.


Aria melotot kaget ketika menyebut Aria adalah pacarnya Hara.


"A,A,Apa yang kamu katakan Yasmin?" tanya Aria.


Yasmin menutup mulut Aria dengan telunjuknya, dan mendekatkan kepalanya ke wajah Aria.


"Aria pikir Yasmin tidak tahu dengan hubungan kalian?"


"Apa Aria berpikir akan menyembunyikan selamanya hubungan kalian kepada Yasmin?"


"Dengar Aria, Yasmin bukan orang yang bodoh." tegas Yasmin.


Yasmin tidur memeluk Aria, badan Aria semakin memanas dan wajahnya pun semakin memerah.


"Hara telah merebut Aria dari Yasmin, Yasmin tidak bisa menerimanya begitu saja."


Yasmin pun mengangkat badannya, dan menatap tajam Aria.


"Yasmin sedang banyak masalah, dan Raiga memberikan minuman ini."


"Entah, kenapa setelah meminum ini, Yasmin terasa terbang." terang Yasmin.


"Kurang ajar kau Raiga, mengajari Yasmin hal yang tidak baik." gumam Aria.


Glkkkglkkkk,, Yasmin meminumnya lagi.


"Ahhhhhh, pahit.." ucap Yasmin yang wajahnya menyeringai.


Brukkkk, Yasmin duduk mengangkangi badan Aria, dan menopang tangannya di dada Aria.


Yasmin tersenyum kepada Aria,.


"Haraaa, Haraaa, kasian sekali kamu."


"Malam ini pacarmu akan menjadi milikku." ucap Yasmin yang wajahnya merah menyala.


Yasmin mengelus-elus pipi Aria, dan mendekat ke kepala Aria.


Brukkkkk, Yasmin pun tepar menindih Aria.


Aria yang kaget tiba-tiba Yasmin ambruk pun mencoba membangunkan Yasmin.


"Oyy, Yasmin, Yasmin, kamu tidak apa-apa?" tanya Aria panik.


Yasmin yang teler pun menatap Aria sambil tersenyum.


"Aria, Yasmin ngantuk, kita lanjutkan saja besok."


"Selamat malam Aria, selamat tidur." ucap Yasmin tersenyum.


Aria pun berusaha memindahkan Yasmin yang tidur tidak teratur, memindahkan Yasmin ke kasur.


"Gue harus beri Raiga pelajaran." gumam Aria.


Aria tergesa-gesa keluar dari kamar Yasmin, dan berlari saat melewati kamar yang lainnya.


"Gue harus cepat, sebelum bertemu dengan Hara." ucap Aria berlari tanpa suara.


Aria pun kembali ke Sofa tempat Aria tidur,, Aria sedikit melamun ketika merebahkan dirinya sendiri di sofa itu.


"Yasmin mengetahui hubungan gue dan Hara?"


"Siapa yang memberitahunya?" gumam Aria lagi yang memejamkan matanya.

__ADS_1


***


Pagi Hari.


"Baik,, sama seperti kemarin, kita akan pergi berpasangan kembali, dan jangan sampai tersesat." ucap Mbak Ania.


Aria menatap Mbak Ania yang sedang berbicara.


"Memang mbak Ania tidak berubah." gumam Aria.


Kemudian, Aria melihat ke arah Yasmin, tapi Yasmin sepertinya tidak menghiraukan Aria, dan berjalan bersama Raiga.


"Jelas, Semalam Yasmin sangat mabuk!"


"Dia pasti tidak mengingat kejadian semalam." tambah Aria.


"Yang lebih penting, gue harus beri pelajaran Raiga, yang mengajarkan hal buruk kepada Yasmin." pungkasnya.


Aria kembali menemani Hara di hari kedua ini, mereka menyambangi tempat yang belum di kunjungi kemarin.


Aria yang sedang berjalan tangannya di tarik oleh Hara, dan menatap Aria.


"Aria, semalam kamu kemana?"


"Aku, mendengar suara teriakan mu, tapi saat aku ingin memastikannya, kamu tidak ada di mana-mana."


"apa yang kamu lakukan semalam?" tanya Hara.


Aria pun kebingungan menjawab pertanyaan dari Hara, dan Aria pun memberi alasan yang pasti kepada Hara.


"Ahh, s,s,semalam aku jatuh dari Sofa."


"Kemudian, aku langsung pergi ke kamar mandi." jawab Aria tersenyum gugup.


Hara menatap Aria dengan tatapan curiga yang membuat Aria semakin gugup.


Kemudian, Hara tersenyum sambil memegang pipi Aria.


"Begitu kah,, Kasihan pacarku.." ucap Hara tersenyum.


Aria pun bernafas lega dan memegangi dadanya setelah Hara mempercayai perkataannya itu.


**


Waktu berlalu sangat cepat, hingga kini malam telah tiba, dan sekarang waktunya untuk makan-makan di traktir oleh Raiga.


Aria dan teman-temannya telah berkumpul kembali di penginapan.


"Ahhh, akhirnya malam puncaknya telah tiba!" ucap Hara yang tersenyum lebar.


Hara celingukan melihat ke sekeliling nya,,


"Ehh, kemana Raiga dan Yasmin?" tanya Hara.


"Ehh, benar..." gumam Aria.


Semuanya yang berkumpul saling memandang.


"Apa mereka belum kembali?" tanya mbak Ania.


Azwan pun menyimpulkan bahwa dia melihat Yasmin dan Raiga telah pulang duluan, dan mereka langsung pergi ke atas.


"Aria, coba kamu cek mereka!" ucap Hara.


"Ehh, aku?" sahut Aria menunjukan tangan ke dada.


Hara melotot kepada Aria, dan Aria pun menuruti perintah Hara.


"Hara, sangat tegas." keluh Aria


Aria berjalan ke kamar yang di tempati Yasmin, tiba-tiba terdengar teriakan dari dalam kamar Yasmin.


"Ahhh, Raiga sakit..."


"Awww, Raiga pelan-pelan, sakit Raiga." rintih Yasmin.


Aria melotot menempelkan telinganya di pintu.


"I,Itu terlalu besar Raiga..."


"Pelan-pelan Raiga..." terdengar rintihan Yasmin dari dalam kamar.


"Ahh,Ahh, Raiga pelan-pelan." ucap Yasmin lagi.


"Awas jangan sampai salah menusuknya.." tambah Yasmin.

__ADS_1


__ADS_2