
" apa yang akan kamu inginkan dari Kakakku Hara?!"
" apa dia tidak merasa bersalah dengan kelakuannya seminggu ini, apa dia tidak mengerti dengan perasaan kakakku saat dia menghilang, kakakku sangat murung di buatnya!."
" sebenarnya apa tujuanmu Hara?!" Gumam Syifa yang melihat Aria sangat sibuk untuk memenuhi keinginan pacarnya itu.
Syifa tetap tidak menerima kakaknya berpacaran dengan Hara, dan Syifa mengira Hara mempunyai tujuan menjadikan Aria sebagai pacarnya.
**
" sudah selesai."
Aria tersenyum gembira sambil membereskan makanan itu ke wadah.
" aku pergi dulu Syifa, kamu jangan keluar sebelum aku kembali." tegas Aria memakai jaketnya.
Syifa menatap heran kakaknya itu, bisa-bisanya dia semudah itu melupakan kejadian seminggu yang lalu, yang membuat Aria murung, dan bisa-bisanya Aria tidak mempertanyakan apa yang di lakukan oleh Hara dalam waktu seminggu ini.
Tapi Syifa juga tidak bisa melakukan apa-apa karena melihat Aria sangat bahagia ketika mendapat telpon dari Hara.
" aku pergi dulu Syifa, kunci saja pintunya, takut ada orang yang masuk." ucap Aria meninggalkan kamarnya
" ok, hati-hati". Syifa tersenyum
Setelah Aria meninggalkan kamarnya, wajah Syifa langsung berubah menjadi sangat kesal.
" aku harus mencari tahu, apa yang sebenarnya Hara sembunyikan!." ucap Syifa mengepalkan tangannya.
****
" zzzzz,zzzzzz,"
Aria memencet bel kamar Hara.
Clekkk, seseorang membuka pintu.
Mata Aria berkaca-kaca melihat seseorang yang sedang tersenyum membuka pintu itu.
" kemana saja kamu selama ini?"
Aria memegang bahu Hara yang sedang berdiri di depannya.
Plakk, Aria memeluk Hara.
" aku sangat mengkhawatirkan mu!."
" apa kamu baik-baik saja!."
kepala Hara terbenam di dada Aria, dia tertunduk sedih di pelukan Aria.
Mata Aria berlinang air mata menahan tangisnya.
Aria menggenggam erat kepala Hara yang di sandarkan ke dadanya.
" aku sangat takut kamu meninggalkanku Hara." ucap Aria lirih.
"Aria, bisakah kita masuk ke dalam, tidak enak kalau di lihat orang lain!." Ucap Hara
" m,maaf Hara, aku terbawa suasana." Aria melepaskan pelukannya dan mengusap matanya
Aria masuk mengikuti Hara ke kamarnya, dan Aria terkejut dengan berkas yang sangat menumpuk di kamar Hara.
" Hara" Aria sangat kaget.
" seperti yang kamu lihat Aria, aku mengerjakan semuanya, dan maaf juga tentang seminggu ini aku tidak bisa ngasih kamu kabar, Ponselku rusak, dan aku tidak bisa kemana-mana, tertahan oleh semua pekerjaan ini."
" sekali lagi, maafkan aku tidak memberi kabar kepadamu Aria." ucap Hara berdiri di depan Aria.
Wajah Hara sangat merasa bersalah dengan apa yang terjadi seminggu ini, selama seminggu ini dia sangat sibuk dan Ponsel miliknya rusak, sehingga tidak bisa menghubungi Aria.
Aria dapat memakluminya, dan dia menenangkan Hara yang sangat merasa bersalah kepada Aria.
Aria memegang tangan Hara,
" tidak apa-apa Hara, kamu fokus saja dengan pekerjaanmu, tapi kamu juga jangan bekerja terlalu keras, pikirkan juga kesehatanmu Hara."
Ada sesuatu yang kasar di punggung telapak tangan Hara, Aria melihat ke arah tangan Hara, dan ada perban di tangan Hara.
" eh, ini?" Aria melotot melihat perban di tangan Hara.
__ADS_1
Hara mengalihkan pandangannya, dan menggaruk pipinya sambil tersenyum malu.
" a,aku ingin belajar masak, tapi aku malah melukai tanganku."
Aria menghela nafas panjangnya dan mengelus kepala Hara.
" kalau kamu butuh sesuatu, hubungi saja aku, aku akan selalu siap." ucap Aria.
" ini pesanan mu". Aria tersenyum lebar dan mengangkat sebuah kantong yang berisikan makanan untuk Hara.
Hara berterimakasih kepada Aria, dan berjalan ke meja kerjanya.
" aku mau menyelesaikan pekerjaanku dulu." ucap Hara menatap layar komputernya.
Aria tersenyum melihat Hara, dan duduk di samping Hara yang sedang bekerja.
20:30
Aria masih semangat melihat Hara yang sedang Fokus dengan pekerjaannya.
21.00
Aria terkantuk-kantuk menopang dagu dengan tangannya sambil meliah Hara yang masih fokus.
21.30
Brukkk, kepala Aria menghantam meja kerja Hara, dia tidak sanggup lagi menahan kantuknya.
Wajah Aria menempel di meja kerja Hara, tiba-tiba tangan Hara mengelus-elus pipi Aria.
Aria yang kaget dengan sentuhan Hara langsung terperanjat bangun, dan mengusap bibirnya buat jaga-jaga dia tidak ada air liurnya yang menetes saat dia ketiduran barusan.
" kalau mau tidur, tidur saja Aria, nanti aku bangunin kalau pekerjaanku sudah kelar." ucap Hara tersenyum.
Aria beranjak bangun dari duduknya.
" tidak Hara, sebaiknya aku pulang saja, Syifa pasti menunggu..."
Tiba-tiba Hara memegang tangan Aria.
" Apa kamu tidak rindu padaku?" tanya Hara yang berwajah memohon kepada Aria supaya tidak meninggalkannya.
Aria menghela nafas panjangnya yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi, terlebih dia juga sangat merindukan Hara yang tidak Aria lihat selama seminggu ini.
" Terimakasih sayang." Hara tersenyum lebar kepada Aria.
Aria duduk di sofa yang berdempetan dengan kasur di belakang Hara.
Aria melihat ke arah Hara yang masih saja fokus dengan pekerjaannya itu.
" aku bersyukur kamu baik-baik saja Hara." gumam Aria menatap Hara.
Kembali rasa kantuk Aria datang, dia menyandarkan badannya ke sofa tersebut, kemudian ingatannya pun buyar.
****
Aria sedang tertidur lelap.
Dakkk, Kaki seseorang menampar wajah Aria.
" ughhhhh.."
Aria membuka matanya secara perlahan.
" ehhh, kaki siapa ini?" Aria melihat kaki menempel di wajahnya.
Aria melihat ke sekitar ruangan yang agak gelap tersebut, dan dia merasa asing, aria menyingkirkan kaki tersebut.
" Dimana ini?" Aria kebingungan dan beranjak dari duduknya.
Aria melihat ruangan tersebut, dan menengok ke belakangnya.
Aria melihat Hara yang sedang tidur, dan kaki yang menamparnya tadi adalah kakinya Hara.
Aria melamun heran, dan menyadari sesuatu..
" waaaaa, gue ketiduran di kamarnya Hara!." teriak Aria.
" auppp..." Aria menutup mulutnya takut membangunkan Hara.
__ADS_1
Aria melotot dan terus menutupi mulutnya.
" sial,sial,sial, gue ketiduran di kamar Hara, bagaimana caranya gue keluar dari sini, gue tidak mungkin membangunkan Hara." gumam Aria panik sambil melihat ke arah Hara.
Tapi Hara malah menggelisikkan badannya, seolah-olah dia akan terbangun dari tidurnya.
Dengan Cepat Aria berpura-pura tidur di dekat kakinya Hara.
" hmmmm, siapa itu?" Hara terbangun dari tidurnya dan melihat ke arah Aria.
Aria panik dan memejamkan matanya.
" gue,gue malah tidur di kasur, sial, jangan sampai Hara berteriak karena gue tidur di sini, gue enggak mau di sebut mesum lagi oleh Hara." gumam Aria panik.
Hara bangun dan turun dari ranjang kasurnya tersebut dan mengambil sesuatu di sofa..
Sskkkkkk, Hara menyelimuti Aria.
Aria masih panik dan masih pura-pura tidur.
Hara mengelus-elus pipi Aria yang sedang pura-pura tidur itu dan...
Plekkk, sesuatu yang hangat nempel di pipi Aria, terasa nafas Hara yang hangat itu meniup pipi Aria.
Hara berjalan ke arah Kamarnya yang lain di ruangan itu.
Aria membuka matanya dan melamun seolah tidak percaya dirinya telah di ci*m oleh Hara.
" y,y,yang b,barusan itu apa, s,sangat hangat." gumam Aria melamun memegangi pipinya.
" H,H,Hara mencium gue," tiba-tiba ingatan Aria Hilang.
Ternyata Aria pingsan setelah mendapat ci*man dari Hara, dia masih saja lemah di hadapan Hara.
*****
" aku mencintaimu Aria." Hara memeluk lengan Aria.
" hohoho, Aku juga mencintaimu bidadari ku."
Aria bertingkah so cool di Hadapan Hara.
Aria menarik tangan Hara, dan membawa ke depan badannya.
" maukah kamu jadi permaisuri ku Hara?" Aria memegang dagu Hara.
" Hara..." Aria menatap bola mata Hara.
Hara tersipu malu, dan wajahnya memerah.
" Aria..." Hara menganggukkan kepalanya, dan menutup matanya.
" Hara." Aria menutup matanya.
" Aria,Aria,Aria,, hey Aria bangun!."
Seseorang menggoyang-goyangkan badan Aria.
Aria membuka matanya, dan terkejut Hara benar-benar ada di Hadapannya.
" bangun Aria, kamu tertidur di kamarku, dan kamu kesiangan." ucap Hara panik sambil menunjukan waktu yang sudah Jam 9.
" ehh, " Aria melamun.
Akhirnya Aria sadar, saat dia dan Hara akan berc*uman hanyalah sebuah mimpi.
Aria melihat ke arah jam dinding.
" waaaaa, aku kesiangan Hara."
Aria panik dan langsung meloncat mencari jaket nya, dan langsung pergi membuka pintu.
Setelah Aria keluar dari kamar Hara, dia melamun lagi, dan kembali masuk ke kamar Hara.
" Woy Hara,,, ini hari minggu, Hari minggu mana ada aku masuk kerja, kau mengelabui ku lagi Hara." teriak Aria yang masih terengah-engah panik.
Hara tertawa lepas dengan kepanikan Aria, dan berjalan menghampiri Aria.
Bruukkk,, Hara memeluk Aria dari depan.
__ADS_1
Hara menatap wajah Aria, sambil tersenyum lebar.
" terimakasih karena kamu telah membuat Hariku ceria,,, Pacarku." ucap Hara yang wajahnya memerah.