
Aria berjalan sambil menggendong Hara, napas ngos-ngosan Aria sanga cepat.
"Hahhhhhh,hahhhh,hahhhh" suara napas Aria.
"Kalau bukan Hara, sudah gue buang." keluh Aria.
Hara menempelkan kepalanya mesra di kepala Aria.
"Hey Aria, aku sangat senang bisa berduaan bersama Aria." bisik Hara.
"Aku ingin membuat banyak kenangan lagi bersama Aria." pungkasnya.
Aria pun hanya bisa mendengarkan perkataan Hara, dan terus berjalan menuju kebun teh tersebut.
Beberapa lama Aria berjalan dan sudah sampai di kebun teh, beban Hara terasa sangat berat, Aria yang nyeroscos dari tadi tidak di tanggapi oleh Hara.
"Sudah sampai Hara..."
Tidak ada tanggapan dari Hara, dan Aria pun melirik Hara yang sedang di gendongnya.
"Woahhh, sial, Hara tidur.." gumam Aria.
Aria menggoyang-goyangkan tubuhnya sambil memanggil-manggil Hara, agar Hara terbangun.
"Hmmmm,," Hara membuka matanya.
"Ahh, aku ketiduran." terang Hara.
Hara melotot karena telah sampai di kebun teh, dan turun dari gendongan Aria.
Aria yang masih ngos-ngosan karena menggendong Hara mencoba meluruskan badannya.
Kretekkkk, suara pinggang Aria berbunyi.
"Gahhh, pinggang gue sakit lagi."gumam Aria.
Glkkkglkkkglkkk, Aria meminum Air yang di sodorkan Hara sambil duduk di bangku yang ada di sana.
"Ternyata disini cukup ramai juga." terang Hara.
Hara duduk sambil melamun melihat kebun teh itu.
"Meskipun ini siang Hari, dan cuacanya panas, tapi disini sangat sejuk Aria." ucap Hara.
Terlihat kulit Hara memerah karena tersengat terik matahari, Aria pun membuka jaketnya, dan menyodorkan kepada Hara.
"Kamu selalu saja memakai baju yang terbuka Hara." Aria menaruh jaket di paha Hara.
Hara tersenyum memandangi Aria, sambil memegang jaket tersebut.
Hara mengajak Aria berkeliling di kebun teh itu.
"Banyak pasangan muda toh.." gumam Aria.
Aria melihat-lihat sekelilingnya, dan menatap satu orang yang berjalan sendirian di atas sana.
Aria melotot melihat orang itu.
"Hara,, bukannya itu jaket yang dipakai kamu semalam?" tanya Aria.
Hara langsung menatap orang yang sedang berjalan di atas sana.
Dengan santai Hara pun menjawab pertanyaan Aria.
"Huhhh, memangnya pabrik hanya membuat satu jaket saja Aria?" tanya balik Hara.
"Dunia ini sangat sempit Aria, pasti banyak hal yang terjadi, dan kamu juga tidak perlu heran dengan jaket itu." tegas Hara.
Aria merasa perkataan Hara ada benarnya juga, tapi Aria merasa penasaran karena jaket yang sedang di pakai wanita itu benar-benar sama dengan jaket yang di pakai Hara semalam.
"T,tapi,.." Aria kembali melihat wanita yang memakai jaket tersebut.
Hara membalikan badannya membelakangi Aria sambil cemberut.
"Kamu sengaja kan, terus menatap cewek itu."
"Kamu pura-pura melihat jaketnya, padahal kamu sedang melihat pahanya." ucap Hara cemburu.
Aria langsung melotot, mendengar ucapan Hara.
__ADS_1
"Waaaa, b,b,bukan begitu Hara.." teriak Aria panik menatap Hara yang sedang cemburu.
"Aku mau pergi..."
"Dasar,, Aria M*sum..." ucap Hara meninggalkan Aria.
"Waaaaa, Hara menyebut gue m*sum." gumam Aria mengejar Hara.
**
Semuanya telah berkumpul kembali di penginapan, dan Hara masih terlihat ngambek kepada Aria.
"Aku ingin berenang.." ucap Yasmin.
Byurrrrrr,, Raiga nyebur ke kolam renang duluan.
"Hyuhuuuuuuu." teriak Yasmin dan Mbak Ania yang meloncat ke kolam.
Semuanya telah di dalam kolam renang, tinggal Aria yang masih kering melihat ke arah teman-temannya.
"Gara-gara Syifa, gue enggak bawa salinan baju." gumam Aria.
Aria melihat ke kolam renang, ternyata Syifa tidak ada dengan mereka.
"Ehh, kemana Syifa?" gumam Aria celingukan mencari Syifa.
"Kakak.." ucap Syifa mengacungkan kolor di tangannya.
"Aku menemukannya di kamarku." imbuh Syifa.
Aria melotot melihat adiknya memegang kolor yang tidak tahu asal mulanya.
"K,k,kamu sangat jorok Syifa." sahut Aria.
Syifa memberikan kolor tersebut ke tangan Aria, dan berjalan melewati Aria.
"Setidaknya itu bisa membantumu kan?" jelas Syifa nyebur ke kolam.
Aria pun tidak bisa mengelak nya lagi, Aria pergi ganti baju dan memakai kolor tersebut.
Aria berjalan mengenakan kolor yang Syifa berikan, dan Aria berjalan di pinggir kolam.
"Aria bukan anak kecil."
"si bodoh itu apa yang dia lakukan!"
"Jelas harus di beri pelajaran."
Aria menyadari teman-teman nya itu sedang membicarakannya saat Aria berjalan melewati mereka.
"Ehh, apa ada yang salah?" gumam Aria.
Aria celingukan melihat badannya, tangannya, kakinya.
"Enggak ada yang salah." gumam Aria lagi.
Aria melhat ke belakang kolor nya, ternyata kolor yang di kenakan Aria pan*at nya bolong, dan pan*at Aria terlihat jelas.
"Waaaaaa, celananya bolong." gumam Aria panik menutupi bagian belakangnya.
Clekk,clekk,clekk tiba-tiba Hara berlari menghampiri Aria, dan melompat menjambak rambut Aria.
"APA YANG KAMU LAKUKAN ARIA BODOH." teriak Hara.
"Apa kamu sengaja melakukannya?"
"Kamu bukan anak kecil Aria."
"Kamu mes*m Aria." pungkas Hara.
Kepala Aria manggut-manggut karena rambutnya di jambak Hara, dan Hara sangat nyerocos memarahi Aria.
Aria yang sedang kesusahan di marahi pacarnya itu berusaha menahannya.
"Waaaa, maafkan aku Hara..."
"Aku t,tidak tahu,, aku tidak membawa salinan baju."
"huaaaaa, Syifaaa ini gara-gara kamu." teriak Aria panik.
__ADS_1
Teman-teman Aria tertawa puas melihat Aria yang sedang kesusahan.
**
Di ruang makan Aria tertunduk sedih, sesekali Aria menatap ke arah Hara, tapi Hara tidak menghiraukan Aria, dan duduknya pun berjauhan.
"Hara..." gumam Aria yang dalam lamunannya menangis.
Hara mengambil makanannya dan berjalan ke atas.
"Kamu mau kemana Hara?" tanya Raiga.
Hara mengatakan kepada Raiga bahwa dia tidak nafsu makan di bawah, jadi dia ingin makan sendirian di kamarnya.
Mata Aria berkaca-kaca sedih karena Hara tidak menghiraukannya.
Mereka semua telah selesai makan, dan satu per satu masuk ke kamarnya.
Tinggal Aria dan Syifa yang berada di di bawah.
"Huahhh, ngantuk, aku capek seharian ini muter-muter." ucap Syifa.
Aria melihat ke arah Syifa, dan mengikuti Syifa yang menaiki tangga.
"Kakak mau kemana?" tanya Syifa.
Aria menggaruk pipinya sambil kebingungan.
"A,aku juga ngantuk Syifa, aku mau tidur."
"Malam ini aku mau tidur di kamarmu." terang Aria.
Sontak Syifa langsung mengangkat tangannya dan menolak keinginan Aria.
"Tidak,tidak,tidak, kasur yang di tempati ku kecil." Tolak Syifa.
"Meskipun Kakak ini adalah Kakak kandungku, tidak mungkin kita sekasur berdua." tegas Syifa.
Mau tidak mau Aria harus tidur di sofa lagi.
Akhirnya dengan terpaksa Aria rebahan kembali di Sofa.
"Ahhh, badan gue pada sakit." gumam Aria yang memegangi pinggangnya.
"Ini pasti efek gendong Hara." tambah Aria memejamkan matanya.
**
Aria terperanjat bangun pada tengah malam, dan memegang itunya.
"Sial, tidak ketahan." ucap Aria pelan.
Aria berjalan menuju kamar mandi,, clekkk,clekkk, gagang pintu di sentuh Aria.
"Woyy, siapa di dalam!" teriak Aria.
"Gue lagi b*rak, cari kamar mandi yang lain." teriak orang di dalam.
"Sialan, Radi..." ucap Aria.
Aria terpaksa mencari kamar mandi yang berada di atas, di atas adalah kamar mandi perempuan.
"Gue hanya numpang buang air aja." gumam Aria.
Aria berlari menaiki tangga, dan masuk ke dalam kamar mandi tersebut.
Syusususuuuu, Aria bersiul membuang sialnya.
"Ahhh, leganya.." gumam Aria keluar dari kamar mandi tersebut.
Saat Aria berjalan melewati kamar demi kamar,,,
Sreeettttt, sebuah tangan menarik tangan Aria, dan membuat Aria masuk ke dalam kamar tersebut.
"Waaaaaaa." Aria berteriak kaget.
Dalam keadaan gelap gulita, Aria tidak tahu siapa yang menarik tangannya itu.
"E,empuk.." gumam Aria merasakan badan seseorang nempel di dadanya Aria.
__ADS_1