
" Pagi sayang." ucap Aria lagi.
Hara hanya menghela nafasnya, kemudian pergi meninggalkan Aria yang mencoba merayunya.
Aria merasa terpukul dengan Hara yang tidak menghiraukannya, kepala Aria mengecil, dan wajahnya sangat pucat.
" waaaa Hara benar-benar marah padaku." teriak Aria menangis dalam lamunannya...
" Hara!" ucap Aria dengan wajah pucat seperti Zombie.
Tidak lama Hara pun masuk kembali, dan duduk di samping Aria, suasana Hatinya masih sama, dia tidak bicara kepada Aria.
Hingga jam istirahat pun Hara masih terdiam, dan membuat Aria merasa bersalah dengan kejadian kemarin.
" H,Hara maafkan aku." ucap Aria gugup
Hara menatap ke arah Aria.
" m,maafkan aku karena kemarin aku tidak bisa bertemu denganmu." ucap Aria lagi.
" aku sangat kecewa Aria." ucap Hara dengan tatapan Kosong melihat ke arah komputer.
" H,Hara kecewa, pasti Hara sangat kecewa kepadaku." gumam Aria bersedih.
***
Aria dan Hara berjalan menuju arah pulang.
" tidak biasanya Hara berjalan saat pulang, apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Aria bertanya-tanya.
Mereka saling mendiamkan masing-masing, Aria menatap Hara, tapi tatapan Hara tetap kosong dan melamun.
" Aria aku ingin sesuatu!." ucap Hara.
" k,kamu ingin apa Hara." sontak Aria langsung menjawab pertanyaan Hara.
" aku ingin memakan yang pedes." pinta Hara.
" siap laksanakan."
Aria berlari kencang untuk memenuhi keinginan pujaan hatinya itu, demi meluluhkan Hatinya lagi yang telah menyebut kecewa kepada Aria.
" ini tuan putri."
Aria memberikan makanan yang pedas itu, dan menggoda Hara demi berbaikan dengannya.
Tetapi Hara masih saja bersikap dingin dan seolah kecewa kepada Aria.
Aria mengajak Hara makan di restoran agar Hara bersikap biasa kepada Aria.
" mau pesan apa tuan putri?" tanya Aria menyodorkan Menu makanan.
Mereka pun makan, dan Hara tetap saja dingin kepada Aria.
" ini minumnya Tuan putri!." ucap Aria menyodorkan gelas.
Hara melihat Aria keheranan.
" Aria, Kenapa tingkah mu aneh seperti ini?" tanya Hara.
" Aneh?" Aria memandang Hara.
Hara menganggukkan kepalanya, dan membicarakan Aria yang bersikap aneh dari pagi hingga sekarang.
__ADS_1
" gue melakukannya demi kamu Hara, agar kamu tidak kecewa kepadaku." gumam Aria mengeluh.
" Apa yang terjadi denganmu Aria?" tanya Hara memegang kening Aria.
" Normal, badanmu juga tidak panas." ucap Hara.
" aku begini karena kamu mendiamkan ku dari pagi Hara." dalam Lamunan Aria menangis.
" A,Aku berfikir kamu marah denganku Hara, karena aku mengabaikan mu kemarin, dan aku juga berpikir, dengan berbuat seperti ini, bisa meluluhkan kembali Hatimu yang kecewa kepadaku." Ucap Aria bersedih
" kecewa... Siapa yang kecewa kepadamu Aria?" tanya Hara.
" t,tadi kamu bilang kamu kecewa kepadaku!." jawab Aria panik.
Hara memandang kan matanya ke atas seolah-olah dia pernah berkata kecewa kepada Aria, tapi Hara langsung tertunduk sedih.
" Aria, dengarkan aku!."
" ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu." ucap Hara yang tertunduk sedih.
Aria melotot panik, sebenarnya apa yang ingin Hara bicarakan kepada Aria, dan Aria duduk di samping Hara yang telah selesai makan.
"A,apa yang ingin kamu bicarakan Hara, dan juga tidak biasanya kamu pulang bareng aku seperti ini!." ucap Aria.
" itu yang membuat aku kecewa Aria, aku sengaja pulang bareng denganmu untuk mengisi waktu kita ini." Ucap Hara
" kecewa,, mengisi waktu?,,, apa yang kamu bicarakan Hara?" tanya Aria penasaran.
Hara memandang ke arah langit, dan seolah-olah dia telah kehilangan Harapan.
" ya, aku kecewa dengan keputusan Raiga, aku akan di pindahkan ke divisi lain, dengan begitu, aku tidak akan bisa bersamamu lagi setiap Hari Aria."
" dan itu alasanku pulang bareng denganmu, karena ingin mengisi waktuku seminggu lagi bersama denganmu Aria." ucap Hara tertunduk sedih.
Dan itu yang membuat Hara murung dari pagi, dan murungnya itu bukan di sebabkan oleh Aria.
Aria menghela nafas panjangnya.
" huhhh, begitu, aku kira kamu kecewa padaku Hara." gerutu Aria.
Aria melotot kaget dengan ucapan Hara, dia terlambat menyadari dirinya akan jauh dengan Hara.
" hahhhhh, k,kamu mau di pindahkan ke divisi lain!"
" waaaaa, aku tidak bisa melihat bidadari ku setiap hari." teriak Aria panik.
***
Mereka masih berjalan menuju jalan pulang, sekarang giliran Aria yang murung.
" bagaimana aku kerja tanpa Hara!"
" di ruangan kerja tanpa Hara, seperti aku kehilangan separuh jiwaku." Gumam Aria yang galau akan di tinggalkan Hara ke divisi lain
Hara yang sudah bersikap biasa mendekati Aria.
" Aria... " ucap Hara memegang tangan Aria.
Wajah Aria berubah, dia seperti anak kecil yang akan di tinggalkan ibunya pergi.
" Hara kenapa kamu menerima tawaran Raiga, apa kamu tidak mau bertemu lagi denganku?" tanya Aria yang lubang hidungnya kembung-kempes menahan tangisnya
Hara tersenyum kepada Aria, dan meme*uk tangan Aria.
__ADS_1
" walaupun kita tidak satu ruangan lagi, tapi kita bisa bertemu saat pulang kerja Aria." ucap Hara menenangkan Aria
" tidak, aku tidak bisa menerimanya, aku ingin selalu bersama denganmu Hara." Aria cemberut dan merengek seperti Anak kecil kepada Hara.
Hara tersenyum melihat wajah Aria.
" mungkin ini juga salah satu hukuman untukmu Aria." ucap Hara tersenyum kepada Aria dengan wajah yang sangat merah
"Hukuman?" tanya Aria heran.
Hara menganggukkan kepalanya, dan mengeluarkan ponselnya, lalu memperlihatkan sebuah gambar.
" g,gambar ini." ucap Aria kaget.
" yaa, ini juga hukuman untuk mu Aria, karena kamu telah membohongiku." ucap Hara yang masih tersenyum kepada Aria.
Ternyata Hara tahu Aria membohongi dirinya yang menyebutkan bahwa Aria mengantar Syifa berbelanja, nyatanya, Aria pergi berenang bersama Yasmin dan Syifa.
Dan foto yang Hara tunjukan kepada Aria adalah Saat Aria mengendong Yasmin di kolam renang.
" m,mbak Ania, dia ceroboh sekali memposting fotoku." gumam Aria menepuk keningnya sendiri.
Aria hanya pasrah saat kebohongannya terbongkar oleh Hara, dan dia tidak bisa berkata apa-apa.
" H,Hara maafkan Ak..."
Hara menggelengkan kepalanya, dan meme*uk tangan Aria semakin erat.
" tidak apa-apa Aria, kamu dan Yasmin kan memang sahabat dari kecil, aku bisa memakluminya kok."
" yang terpenting kamu masih peduli kepadaku, dan tidak berpindah ke lain Hati." ucap Hara.
Aria merasa terharu dan ingin menangis ketika Hara sangat mengerti dirinya, wajah Aria berubah menahan tangisnya..
" kamu memang terbaik Hara."
Hidung Aria mengembang menahan tangisnya.
Aria dan Hara yang masih berjalan menyelusuri kota untuk menghabiskan waktu terakhir dengan Hara sebagai rekan kerjanya.
Saat di depan Penginapan yang di tempati Hara, Hara melepaskan pegangannya dari tangan Aria.
"Aku duluan Aria..." ucap Hara berbalik meninggalkan Aria.
" Hara." Aria memegangi tangan Hara.
Hara berbalik menatap Aria, kemudian dia tersenyum dan menenangkan Aria.
" hmmm, apa Aria?" Hara tersenyum.
" A,Aku belum siap untuk tidak bertemu denganmu!." ucap Aria tertunduk Sedih.
Hara tersenyum lebar kepada Aria,,,
" apa yang kamu pikirkan Aria, kita bisa bertemu saat pulang kerja, dan banyak waktu di hari libur yang bisa kita gunakan." Hara menenangkan Aria.
" Terimakasih Aria, kamu telah mengobati rasa sedihku, ini adalah pekerjaan, mau tidak mau aku harus menerimanya." ucap Hara.
Aria melepaskan pegangan tangannya, dan menerima kenyataan dia tidak akan melihat senyum Hara yang manis di pagi Hari di ruangan kantornya.
Mereka berpisah, Aria berjalan ke kamarnya.
" huhhhh." Aria menatap langit-langit kamarnya
__ADS_1
" gue sampai begini karena Hara mau pindah divisi, entah kenapa gue sangat merasa kesepian meskipun masih ada waktu seminggu lagi." Gumam Aria yang sedang galau itu.