My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Berduaan.


__ADS_3

"H,H,Hara." panggil Aria.


Hara tetap membelakangi Aria, saat Aria memanggilnya.


"A,A,Aku,,, s,sangat merindukanmu." terang Aria.


Hara langsung menoleh dengan mata yang melotot kepada Aria, dengan bibir yang bergetar.


Aria menundukkan kepalanya sambil memalingkan pandangannya karena sedikit malu kepada Hara.


Hara terlihat sedikit menahan senyumnya sambil memalingkan lagi pandangannya ke arah depan.


"B,begitu yaa." ucap Hara.


"A,apa kamu sudah makan?" tanya Hara tersipu malu.


Aria menggelengkan kepalanya, kemudian Hara mengajaknya keluar dari ruangan itu.


"Kita mau kemana Hara?" tanya Aria.


Hara tetap berjalan dan memasuki ruangan kantor.


Hara pun menelpon pelayan, dan memesan makanan.


"Kamu mau makan apa Aria?" tanya Hara.


Aria sedikit melamun, dan kemudian menjawab pertanyaan Hara.


"A,aku, mau pesan..."


"Pesan...."


"Pesan... Samain aja deh." jawab Aria.


Hara cuma memegang keningnya sendiri ketika mendengar jawaban Aria itu.


"Kau ini tidak pernah berubah Aria." ujar Hara.


Tidak lama berselang makanan yang di pesan Hara pun datang Aria dan Hara makan berdua di ruangan kantor itu.


"Aku sengaja mengajak kamu makan disini, agar tidak terlalu mencolok." ucap Hara.


"Mencolok?" tanya Aria heran.


Hara menganggukkan kepalanya.


"Ya, kalau aku dan kamu makan di tempat khusus itu, pasti banyak karyawan ku yang bertanya-tanya."


"lagian, aku sangat jarang makan di luar kantor ini, setiap kali makan pasti aku di tempat ini." ujar Hara.


Aria menatap Hara, dan mengingat kedatangan Aria yang sebelumnya bersama Hara.


Betapa gaduhnya tempat itu ketika melibat Aria dan Hara berjalan berdua di restoran ini.


"Mungkin Hara hanya menjaga image nya saja." gumam Aria.


Sambil menyantap makanannya, Aria melihat foto yang berada di belakang Hara.


"i,itu, yang ada di foto itu..."


"itu aku saat masih SMA, Aneh bukan..." sela Hara.


"Saat SMA?" gumam Aria heran.


Ternyata saat SMA, Hara mempunyai rambut yang sangat mencolok, dengan Warna pink semuanya.


Aria kembali menatap kepada Hara yang sibuk memainkan ponselnya itu, Hara sangat terlihat tenang, dan tentunya terlihat dingin.


Pandangan Aria sedikit sedih kepada Hara, Aria menginginkan Hara yang manja kepadanya.


Tapi apa daya, sekarang Hara sedang berada di ruangan kerjanya, dan Hara pun pasti sedang berusaha menahan dirinya agar terlihat profesional.


Hara melirik Aria yang sedang melamun memandangi dirinya.


"Kenapa Aria, apa ada yang aneh denganku?" tanya Hara menatap Aria.


Aria sekali lagi menggelengkan kepalanya, dan memalingkan pandangannya dari Hara.


"S,sial, gue tidak boleh berfikiran begitu saat ini."


"Kalau gue menginginkan Hara yang manja, sama saja gue mengganggu kehidupan dan pekerjaan Hara." gumam Aria.


Aria dan Hara pun telah selesai makan, dan Hara pun langsung kembali ke meja komputernya.


"Ahh, belum selesai sama sekali..." keluh Hara.

__ADS_1


Hampir setengah jam Aria berdiam diri tanpa bicara dengan Hara yang sedang fokus mengurus pekerjaannya.


"Hara..." panggil Aria.


Tetapi, Hara tidak menggubris panggilan dari Aria, wajah Aria berubah seperti raga yang kehilangan nyawanya, dan warna kulitnya pun berubah menjadi pucat pasi.


"Sial,, Hara tidak menghiraukan keberadaan gue." gumam Aria.


Aria pun sedikit merasa sedih karena di acuhkan oleh pacarnya itu.


Aria menghampiri Hara dan memegang pundak Hara.


"Hara..." panggil Aria lagi.


Hara langsung menoleh Aria sedikit kaget sambil melotot.


"Iya, Aria..." ucap Hara kaget.


Aria menatap Mata Hara yang melotot ke arahnya.


"A,aku keluar dulu,, aku mau melihat Syifa." jelas Aria.


Hara sedikit melamun kosong ketika mendengar ucapan dari Aria, dan terlihat seperti tidak ingin di tinggalkan oleh Aria.


Kemudian Aria memberanikan diri untuk mengelus kepala Hara yang ada di depannya.


"Kamu fokus saja dengan pekerjaanmu Hara,"


"Tapi ingat, jangan paksakan dirimu bekerja terlalu keras, kamu juga pasti butuh istirahat." ucap Aria.


Kemudian, Hara menundukkan kepalanya dan terlihat sedikit sedih.


"J,Jika itu keinginan Aria, aku tidak akan menahannya.." ucap Hara.


Aria pun tersenyum mendengar jawaban kekasihnya itu, kemudian Aria berjalan meninggalkan Hara.


"Sebenarnya gue juga ingin menemani Hara, tapi gue juga tidak tahan di acuhkan seperti ini." gumam Aria.


Aria kembali ke kamar Syifa, ternyata Syifa sedang tertidur lelap.


"Syukurlah, suhu badannya sudah turun." ucap Aria memegang jidat Syifa.


Aria membereskan kamar Syifa yang berantakan, dan merapikan tempat tidur untuk dirinya sendiri.


Aria melihat jam di ponselnya, dan waktu sudah menunjukan jam setengah 12 malam.


Aria merebahkan tubuhnya di tikar yang sudah Aria siapkan.


"Akhirnya bisa istirahat juga." gumam Aria menatap Syifa.


Trining.... Suara ponsel Aria berbunyi.


"Aria, apa kamu sudah tidur?"


"Apa Syifa juga sudah tidur?"


"Jika kamu masih bangun, temui aku di parkiran."


"SEKARANG..."


Ternyata Hara mengirim pesan kepada Aria, dan menyuruh Aria untuk menemuinya.


Aria melihat Syifa yang sedang tertidur itu, dan tidak ada tanda-tanda Syifa bangun malam Hari.


Aria langsung bergegas menemui Hara di parkiran.


"Ada apa Hara?" tanya Aria yang sudah berada di parkiran tersebut.


Hara kelihatan gugup, dan terlihat ingin mengatakan sesuatu kepada Aria.


"Euhhhh, euhhhh.."


"Ikuti saja aku Aria..." ajak Hara.


Hara berjalan masuk ke dalam mobilnya, dan di ikuti oleh Aria.


"Kita mau kemana Hara?" tanya Aria lagi.


Hara tidak menjawab pertanyaan Aria, dan menjalankan mobilnya.


"Ughhh, apa yang di pikirkan Hara?" gumam Aria bertanya-tanya.


Dalam perjalanan pun Hara hanya diam dan fokus menyetir saja.


Aria terus memandangi Hara yang sedang menyetir itu.

__ADS_1


***


Kikkkkkk, Hara berhenti di sebuah rumah mewah, dan Hara pun keluar dari dalam mobilnya.


Aria tetap berdiam diri di dalam mobil, hingga Hara menengok kembali ke dalam mobil.


"Apa yang kamu lakukan Aria, cepat keluar." tegas Hara.


Aria keluar dari dalam mobil, terlihat satpam rumah itu berjalan ke arah Aria dan Hara.


"Tolong pindahin mobil ke dalam." pinta Hara.


Satpam itu menganggukkan kepalanya sambil menatap wajah Aria dengan penuh kecurigaan.


"T,t,tunggu Hara, ini rumah siapa?" tanya Hara.


Hara yang berjalan di depannya tidak menoleh kepada Aria.


"Aku yang memasuki rumah ini, jelas ini rumah milik ku." ucap Hara.


Aria melotot kaget ketika mengetahui ini adalah Rumah Hara.


"Ughhh,, R,Rumah Hara sangat besar sekali."


Sambil menatap kaget dengan rumah Hara yang sangat besar, Aria terus mengikuti pacarnya itu.


Clekkk, Hara membuka kunci rumahnya.


"Masuk Aria..." ajak Hara.


Aria membuka sepatunya, dan masuk ke dalam bersama Hara.


Hara melotot heran kepada Aria, Karena Aria nyeker memasuki rumah Hara.


"K,Kenapa kamu membuka sepatumu Aria?" tanya Hara.


Aria pun yang sedang menjing-jing sepatunya terkaget dengan pertanyaan Hara.


"S,sepatuku kotor Hara, aku takut lantai rumahmu menjadi kotor." jawab Aria.


Hara menghela napas panjangnya, dan berjalan ke ruang tamu.


"Terserah kamu saja Aria."


"Duduklah dimana kamu mau." ucap Hara.


Aria masih menatap ruang tamu rumah Hara yang sangat besar bagi Aria.


"Woahhh, gila,, g,gue baru kali ini masuk ke rumah mewah seperti ini." gumam Aria.


Aria melihat Hara yang sedang membuka sepatunya dan menggantinya dengan sandal.


"D,dimana mama kamu dan Azwan?" tanya Aria.


"Ahhh, Mama yaa!"


"Setiap malam Sabtu Mama selalu tidur di kantor, kalau Azwan, dia juga masih di kantor, dan besok baru pulang." jawab Hara.


"Jadi setiap malam sabtu, aku selalu tidur sendirian disini." tambah Hara.


Hara melepaskan jam tangannya, dan berjalan melewati Aria yang sedang duduk.


"Aku mandi dulu Aria, badanku sangat gerah." ucap Hara.


"M,Mandi, ini sudah jam 12 malam Hara, apa kamu yakin?" tanya Aria kaget.


Hara menatap Aria, kemudian memalingkan pandangannya lagi.


"Huhhhh, Aku akan mandi memakai Air hangat Aria."


Hara pun meninggalkan Aria sendirian, Aria yang sedang menunggu Hara mandi cuma bisa melihat-lihat isi ruang tamu rumah Hara.


"Sial, betapa beruntungnya gue mendapatkan gadis cantik dan kaya seperti Hara." gumam Aria.


Aria mencubit pipinya sendiri, karena masih tidak percaya betapa megahnya rumah Hara.


"woahh sakit, ini benar bukan mimpi." gumam Aria.


Tiba-tiba muncul dalam benak Aria perkataan yang di ucapkan oleh Hara tadi.


"Setiap malam Sabtu Mama selalu tidur di kantor, kalau Azwan, dia juga masih di kantor, dan besok baru pulang."


"Jadi setiap malam sabtu, aku selalu tidur sendirian disini."


Aria melotot ketika teringat perkataan Hara itu.

__ADS_1


"J,J,Jadi, s,s,sekarang hanya gue dan Hara yang berada di rumah ini."


"K,K,ita berduaan malam-malam disini." gumam Aria.


__ADS_2