My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Liburan panjang dan bunga edelweiss 2


__ADS_3

Hmmmmm,, Aria menggeliat di kursi.


"Adadadaw, pinggang gue sakit."


Aria memegangi tangannya, dan duduk di kursi.


"kenapa gue selalu tersiksa." ucap Aria.


Semua orang yang ada di sana mendapat kamar, cuma Aria yang tidak kebagian, sedangkan Syifa yang biasa tidur bersama Aria ingin sendiri menikmati kamarnya.


"Syifa, kamu tega sekali." ujar Aria.


"cuma gue yang tidur di bawah, mereka semua di atas." tambah Aria.


Huaaaaaa, Hara kelihatannya baru bangun tidur, dia mengangkat tangannya menggeliatkan tubuhnya.


"Sudah jam 8." ucap Hara sambil melihat jam dinding.


Hara menuruni tangga dan melihat-lihat ke sekitar, lalu menatap Aria.


"Apa yang lain belum bangun?" tanya Hara.


Aria menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan Hara.


Hara menyandarkan badannya di sofa dan sedikit cemberut.


"Lapar sekali..." ucap Hara memegangi perutnya.


Akhirnya semuanya turun, dan berkumpul di tempat yang Aria tiduri.


"Apa tidur mu nyenyak Aria?" tanya Yasmin.


"B,begitulah..." terang Aria.


**


Badan Aria bergoyang-goyang karena tangannya di tarik oleh Syifa dan Yasmin.


"Aria, temani Yasmin pergi.." ucap Yasmin.


"Tidak, kamu harus menemaniku pergi ke taman Edelweiss." tarik Syifa memegang tangan Aria.


Badan Aria kesana-kemari karena tarikan dari Syifa dan Yasmin.


Ania yang melihat mereka langsung memberikan solusi dan menyuruh mereka memilih Nomor,, Siapa yang Nomornya sama itu akan menjadi pasangan untuk pergi ke taman edelweiss.


Ania, membuat nomor dari kertas dan menyuruh mereka mengambil satu.


"Kau ini seperti anak kecil saja Ania." ucap Raiga mengambil kertas tersebut.


"Nomor 4." teriak Raiga.


Yasmin tertunduk dan matanya berkaca-kaca menghampiri Raiga, dan menunjukkan kertas miliknya.


"Rupanya kita di takdir kan untuk bersama." ucap Raiga memegang jidatnya.


Aria pun memejamkan matanya, sambil membuka perlahan kertas itu..


"Hara,Hara,Hara..." Aria membuka matanya.


"Nomor 3." gumam Aria.


Aria sedang menatap kertas, dan melihat ke arah kumpulan teman-temannya.


"Siapa yang bernomor-"


"Sudah Aku duga Aria." ucap Hara muncul dari belakang mengagetkan Aria.


"Huaaaaaaaa..." teriak Aria menatap Hara.


Hara tersenyum kepada Aria, dan memperlihatkan kertas yang bertuliskan nomor 3.

__ADS_1


"Kita akan berpasangan Aria." ucap Hara tersenyum lebar.


Aria berpasangan dengan Hara, Raiga-Yasmin, Ania-Radi, Azwan-Syifa mereka telah berpasangan dan berdampingan satu sama lain.


"Terserah kalian mau pergi kemana, yang penting pulangnya kesini lagi." tegas mbak Ania.


Mereka pun berpencar pergi sesuai keinginan masing-masing yang penting harus berdampingan.


Aria berjalan bersama Hara dan harus mengikuti tempat apa yang ingin Hara kunjungi.


Hara celingukan melihat arah sekitar, kemudian tersenyum memeluk tangan Aria.


"Sudah aman Aria!"


"Sekarang kita bisa berduaan." ucap Hara.


"Aku ingin ke puncak dulu Aria, aku ingin melihat bunga Edelweiss." terang Hara.


Aria dan Aria berjalan menuju puncak gunung yang sedang di tuju nya, beberapa lama kemudian mereka sampai di taman bunga Edelweis tersebut.


"Wahh, sejuknya.." ucap Hara.


Hara melihat-lihat bunga yang telah bermekaran itu, sambil menatap Aria, Hara pun berkata,,;


"Aria apa kamu tahu arti bunga Edelweis?" tanya Hara.


Aria kebingungan, dan menggelengkan kepalanya karena tidak paham arti dari bunga tersebut.


Wajah Hara terlihat mengeluh, dan menjelaskan Arti bunga Edelweiss kepada Aria.


"Kamu ini payah sekali Aria." terang Hara.


"Arti bunga edelweiss ini sering dijadikan sebagai lambang cinta yang abadi,,, Aria." ucap Hara.


" Arti bunga edelweis adalah mulia dan putih, Meskipun bukan bunga yang tumbuh di taman seperti pada umumnya, tetapi bunga ini memiliki bentuk yang sangat indah, unik dan layak diberikan kepada orang yang dicintai."


"Menurut cerita dari sejarahnya, bunga ini juga menggambarkan kisah cinta sejati seseorang. Konon pada zaman dahulu kala, ada seorang pria yang mendaki pegunungan Alpen untuk memanen bunga Edelweis." tutup Hara.


Aria melamun menatap Hara yang tersenyum lebar sambil menyodorkan setangkai bunga Edelweiss itu.


Lalu, Aria memegang tangan Hara yang menyentuh dadanya.


Mata Aria berbinar-binar seakan terharu dengan perkataan Hara, dan Aria pun menganggukkan kepalanya.


"A,Aku akan menjaga hubungan kita Hara, apapun yang akan terjadi, aku akan tetap mencintaimu." ucap Aria.


Hara terlihat sangat bahagia dengan perkataan Aria, dan menarik tangan Aria untuk kembali menyelusuri Edelweiss kembali.


"Sudah lama aku tidak jalan bareng Aria lagi." ucap Hara yang semakin lengket dengan tangan Aria.


Aria melotot sambil merasa gugup, karena Hara semakin lengket dengan Aria.


"Wahh,wahh, badan gue panas lagi." gumam Aria


"Sial, napas gue sesak.."


"Hara sangat lengket di depan banyak orang."


"gue enggak PD, berjalan dengan gadis secantik Hara." imbuh Aria.


Aria melamun sambil berjalan,, tiba-tiba.


Clekk, Hara menusuk pipi Aria dengan jarinya.


"Apa yang kamu lamunkan sayang?" tanya Hara.


"Ah, a,a,a T,tidak ada apa-apa!" jawab Aria gugup.


Hara tersenyum lebar menatap wajah Aria.


"Hey Aria, apa kamu sedang berpikiran aneh-aneh?" tanya Hara lagi.

__ADS_1


Aria langsung gelagapan ketika Hara bertanya seperti itu.


"A,A,Aneh-aneh bagaimana Hara?" tanya Aria gugup.


Hara mengedipkan satu matanya,


"Seperti,,"


"S,S,Seperti apa Hara?" tanya Aria panik.


"Seperti, yang kita lakukan saat liburan bersama di pantai itu." goda Hara.


Aria langsung panik dengan perkataan Hara yang menuju ke arah sana.


"M,m,mana mungkin a,aku memikirkannya Hara." sela Aria.


Hara tetap menggoda Aria, dan menatap tajam mata Aria.


"Benarkah?"


"Tapi Rasanya enak kan?" goda Hara kembali.


"A,A,Apa yang kamu bicarakan Hara?" teriak Aria panik.


Kepala Aria ngebul karena pertanyaan Hara, Aria menjadi panik dan wajahnya sangat memerah, hingga membuat Aria kejang-kejang karena mengingat kembali saat tidur bersama Hara.


"Waaaa, Aria, jangan mati." teriak Hara panik.


*


Aria berjalan dengan muka pucat menuruni puncak, terlihat dari atas ada kebun teh yang cukup luas.


"Aku mau ke sana." tunjuk Hara.


Aria melamun melihat kebun teh tersebut, dan melirik kepada Hara.


"T,tapi itu jaraknya sangat jauh Hara."ucap Aria.


Hara memalingkan tubuhnya sambil cemberut kepada Aria.


"Aku enggak peduli Aria..."


"Sudah ada di perjanjian tadi, lelaki harus mengikuti keinginan perempuan." ujar Hara.


Aria menghela napasnya, dan mau tidak mau harus menuruti perkataan Hara.


"males nya..." gumam Aria.


Tiba-tiba muncul perkataan Hara kepada Aria di dalam benaknya.


"Aku ingin membuat banyak kenangan bersama Aria." ucap Hara dalam benak Aria.


Semangat Aria sedikit tergugah karena teringat perkataan dari Hara yang akan selalu bahagia jika membuat kenangan bersama Aria.


"Baiklah ini demi Hara.." gumam Aria mengeplak pipinya sendiri.


Aria berjalan menemani Hara menuju kebun teh, saat di tengah-tengah perjalanan, Hara menarik baju Aria dan mendekatkan kepalanya.


"Aria aku capek." bisik Hara.


Aria melihat-lihat sekitar, dan berusaha mencari tempat untuk beristirahat sejenak.


"Ayo kita istirahat dulu Hara." ajak Aria.


Hara menyikap kan tangannya di dadanya sambil cemberut kepada Aria.


"Tidak, aku tidak mau istirahat."


"Gendong aku Aria, gendong aku sampai ke kebun teh." tegas Hara yang cemberut menatap Aria.


Aria melotot melihat Hara dan kebun teh yang masih jauh.

__ADS_1


"T,t,tapi, jaraknya sangat jauh Hara, m,mana sanggup aku menggendong mu ke sana." jawab Aria.


__ADS_2