
Srrkkk,srrkkkk Aria berjalan tergesa-gesa.
" cepat,cepat,cepat,, sebelum Hara kelaparan, gue harus bikin menu spesial untuknya."
" uhh, pacarku yang cantik Hara, aku padamu." gumam Aria yang wajahnya berubah seperti kambing sedang mengunyah makanan.
*
" hmmm,hmmmm,hmmmm" Aria bersenandung sambil memainkan alat masaknya.
" gue harus menjadi yang terbaik buat Hara..." pikir Aria.
Ssrrrtttttt, suara sesuatu di goreng Aria.
" hmmm baunya sangat sedap,"
Lubang hidung Aria mengembang mencium aroma wangi pasakan nya.
" Hara pasti senang..."
" Hara akan semakin cinta sama gue." Aria senyum-senyum sendiri.
Clekkk, suara pintu Aria, Syifa yang baru pulang kerja.
" hmmm, baunya enak nih?"
Syifa menggerakkan tangannya mengambil makanan buatan Aria.
Plakk, Aria menepis tangan Syifa.
" awww..." Syifa kesakitan memegangi tangannya.
" itu bukan untukmu, itu untuk Hara." terang Aria kepada Syifa.
Syifa menatap sinis Aria.
" apa-apa Hara, apa-apa Hara,,, setidaknya adikmu juga butuh makanan." ucap Syifa cemberut.
" itu untukmu..."
Aria menunjuk piring yang berada di atas meja makan.
Syifa melihat ke arah piring tersebut.
" hah, cuma tumis kangkung sama ikan asin?"
" apa kamu tidak gila Aria?" teriak Syifa.
Jlebbb, panah kecewa menusuk dada Aria.
" S,Syifa k,k,kamu memanggil kakakmu ini dengan sebutan Aria." gumam Aria yang lubang hidungnya empot empotan menahan tangisnya.
" aku makan di luar aja..."
Brakk, Syifa menutup pintu dan meninggalkan Aria.
Aria melamun dengan kelakuan adiknya itu.
" huhhhh, Syifa akhir-akhir ini kamu membangkang kepadaku." gumam Aria menghela nafasnya.
**
Aria berjalan meloncat kegirangan ke pusat kota menuju tempat penginapan Hara.
" masakan ini gue khususkan buat Hara."
" gue persembahkan jiwa dan raga pada masakan ini." gumam Aria yang berjalan kegirangan.
Aria telah sampai di depan pintu kamar Hara, dan melamun seperti orang yang tersambar petir.
" KAMAR INI KOSONG, JIKA BERMINAT HUB. 08XXXXXXXX" tulisan di pintu kamar tersebut.
Wajah Aria pucat, dan pipinya tidak ada dagingnya seperti tengkorak, setelah membaca tulisan di pintu itu.
" sia-sia..."
" semuanya sia-sia..." gumam Aria yang masih berdiri di depan pintu itu.
Tektok.... Suara Ponsel Aria berbunyi.
Aria langsung melihat pesan yang masuk di Ponselnya.
" Aria hari ini aku pindah tempat."
"maaf memberitahumu sekarang, aku tadi sibuk memindahkan barang-barang ku."
" aku harap kamu tidak datang ke kamar itu."
Semua itu pesan dari Hara.
Mata Aria melotot kecewa.
" sudah terlanjur Hara." teriak Aria bersedih.
**
Aria pulang dengan tampang murung dan badan lemas.
__ADS_1
" Hara,, hikkss,hikkss"
clleeekkk, Aria membuka pintu kamarnya.
Syifa menatap Aria yang murung itu.
" ada apa lagi dengan sikapmu itu Aria?" tanya Syifa yang sudah ada di kamarnya.
Aria berjalan lesu dengan memancarkan Aura yang hitam.
" hey Aria?" tanya Syifa kembali.
Aria tetap tidak mendengarkan Adiknya itu, dan Aria berjalan melewati Syifa.
" ini, makan saja Syifa, ini untukmu."
Aria menaruh makanan di atas meja.
Syifa memandang aneh Aria.
Dakk,,, Syifa menendang bokong Aria.
Syuuu,, gubrak, Aria tersungkur nungging di pakaian kotor Syifa.
" ehh, ringannya." gumam Syifa.
Aria tidak merasakan sakitnya, dan duduk kembali di depan Syifa dengan burung yang terbang di atas kepalanya.
Syifa melotot kaget ketika melihat ce**na d**am miliknya nyangkut di kepala Aria.
" waaaaa Aria, apa yang kau lakukan!" teriak Syifa menarik ce**na da**mnya.
Aria melamun kosong tidak memperhatikan Adiknya yang dari tadi nyerocos itu.
" hey Aria sadar!"
Syifa menggoyang-goyangkan bahu Aria.
Kepala Aria bergoyang-goyang dan masih melamun dengan tatapan kosong.
" Hara..." mata Aria berkaca-kaca.
" Ada apa Aria?" tanya Syifa.
Aria melamun.
" Hikss,Hiksss,,,, waaaa, Hara...."
Air mata Aria mancur keluar dengan deras, kakinya di hentak-hentakan seperti anak kecil yang sedang menangis.
" Hara meninggalkanku Syifa..."
" Syifaaa, tolong kakakmu ini Syifa..."
Aria masih menggoyang-goyangkan bahu Syifa.
Takk... Syifa menjitak kepala Aria.
" hey kak, tenang dulu kak, apa yang terjadi?" Syifa mencoba menenangkan Aria.
Aria sedikit tenang karena kembali di panggil kakak oleh Syifa.
" Syifaaaaa..." wajah Aria menyong kembali.
Huhhhh, Syifa menghela nafas panjangnya, dan duduk di depan Aria.
" ceritakan padaku, apa yang terjadi padamu?" tanya Syifa.
Aria duduk bersedih menghadap Syifa, dan menceritakan tentang yang terjadi kepada dirinya.
Aria menceritakan Hara yang pindah kamar.
Huhhhhh, Syifa menghela nafasnya.
" cuma pindah tempat saja toh!." gerutu Syifa.
" cuma pindah tempat, aku tidak bisa Syifa, aku tidak bisa jauh dari Hara..." Aria menjadi panik.
" bagaimana aku bertemu dengan Hara, "
" bagaimana jika Hara berdekatan dengan lelaki lain di kostan barunya."
"bagaimana kalau Hara berselingkuh dariku?"
" Kakak!" Syifa mencoba menghentikan Aria yang panik itu.
" bagaimana kalau Hara menjauh dariku?"
" aku tidak ingin Hara meninggalkanku."
" Kakak!" bentak Syifa.
Syifa yang geram dengan cerocosan kakaknya itu akhirnya meremas mulut Aria.
Aup,aup,aup,aup,, Aria melotot dan masih meneruskan ucapannya itu.
" kakak." ucap Syifa memandang Aria dengan tatapan sedih.
__ADS_1
" dengarkan aku!" tambah Syifa lirih.
Mulut Aria berhenti bergerak, dan dia menjadi tenang.
Aria menatap Syifa, dan menganggukkan kepalanya.
" sudah?" tanya Syifa yang melepaskan tangannya dari mulut Aria.
"Dengarkan aku!" Syifa menatap tajam Aria.
Syifa mencoba menenangkan Aria, dan ngobrol berdua untuk menyelesaikan masalah Aria.
Mereka ngobrol panjang lebar tentang hubungan Aria dan Hara.
Syifa menatap tajam Aria.
" sebenarnya aku tidak setuju kakak berpacaran dengan si Hara itu..." terang Syifa.
" heh,,," Aria terkejut dengan pernyataan Syifa.
" sudah aku jelaskan, aku mencurigai Hara dari dulu,, dan itu terbukti dengan perilaku dia yang sering membuat kakak kecewa, yang sering meninggalkan kakak begitu saja." terang Syifa.
" entah kakak mau percaya atau tidak, satu yang pasti, Hara menyembunyikan sesuatu yang buruk yang akan menimpamu suatu saat nanti." tambah Syifa.
" maaf jika ini bertentangan dengan Hati kakak, tapi sebagai adikmu aku sangat peduli dengan kakak,"
" walaupun sekarang aku sering melawan mu, tapi rasa sayang dan peduliku kepadamu masih sama kak."
" aku mohon, terbiasa lah jauh dengan Hara."
" aku tidak ingin kakak ku satu-satunya hancur oleh perempuan misterius seperti Hara." tutup Syifa meneteskan Air matanya.
" Syifa.."
Aria menatap haru adiknya yang ternyata benar-benar peduli kepadanya.
Aria tersadar dengan ucapan Syifa, memang benar, Meskipun Aria dan Hara sudah lama berpacaran, tapi hubungannya hanya sebatas menemani Hara di tempat kerjanya, dan mereka jarang pergi kemana-mana seperti halnya hubungan orang lain.
" apa kehidupan Hara hanya untuk kerja saja, dan tidak ada waktu untuk menghabiskan waktu di luar dengan gue?" gumam Aria.
Aria menatap Syifa yang sedang tertunduk sedih itu.
" terimakasih Syifa." ucap Aria melamun menatap Syifa.
" aku telah menyadari sesuatu Syifa." jelas Aria.
***
Pagi Hari di kamar Aria.
Aria sedang tertidur pulas.
Brukkk,brukkkk,brukkk.
Terdengar suara orang yang sedang mengangkut barang di samping kamar Aria.
" cepat angkat koper yang besar itu..." teriak seseorang dari luar.
Aria terbangun dari tidurnya.
" suara apa itu Syifa?" tanya Aria
" tidak tahu." jawab Syifa mengucek matanya.
Ternyata Syifa juga terbangun oleh suara berisik di luar.
Aria berjalan melihat apa yang di lakukan oleh orang-orang itu.
Kepala Aria nongol di sela-sela pintu yang di bukanya, tapi seseorang bersandar di pintu kamar Aria membuat leher Aria terjepit.
" aukkk,aukkk" Mata Aria melotot lehernya terjepit pintu.
Aria meronta-ronta mencoba melepaskan kepalanya di sela-sela pintu itu.
" woyyy, kepala siapa itu?" teriak orang yang membawa barang.
" aukkk,aukkk"
Lidah Aria menjulur karena lehernya masih terjepit,,
" waaaaa"
orang yang menjepit leher Aria loncat karena kaget melihat Aria.
Brukkkk,, Aria terjatuh dan kejang-kejang memegangi lehernya.
Kaki yang mulus dan mungil mendekati kepala Aria yang sedang kejang-kejang itu.
" apa yang terjadi?" tanya cewek yang berjalan dekat kepala Aria.
2 lelaki melihat ke arah kepala Aria yang masih kejang-kejang.
Cewek itu memandang kepala Aria yang kejang-kejang.
" waaaa, dia sekarat." Teriak Cewek itu panik.
Aria terperanjat setelah mendengar teriakan Cewek itu, dan melihat ke arah cewek itu.
__ADS_1
" Hara..."
mata Aria berbinar-binar melihat Hara yang tersenyum manis di depannya.