My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Seseorang yang di kenal Aria.


__ADS_3

"Syuhhhhh,,makanannya lama pisan." ucap Yasmin.


Yasmin menggeliatkan tubuhnya di kursi.


Aria melihat ke arah badan Yasmin yang sedang menggeliat itu.


Yasmin yang menyadari Aria sedang memperhatikan tubuhnya langsung menutupi bagian dada miliknya.


"Apa yang kamu lihat?" tanya Yasmin melotot kepada Aria.


Aria langsung memalingkan pandangannya, dan menggelengkan kepalanya.


Yasmin menidurkan kepalanya di meja, dan merengek kepada Aria.


"Aria lama banget.."


"Yasmin sudah lapar Aria.." ucap Yasmin manja.


Tidak lama pelayan itu datang membawa makanan ke meja Aria dan Yasmin.


"Mbak ini sangat lama." ucap Yasmin cemberut.


Pelayan itu tersenyum mendengar keluhan Yasmin.


"Maaf kak, memang ini hari libur, jadi banyak pelanggan disini." jawab pelayan itu


Aria langsung menutup mulut Yasmin dan meminta maaf kepada pelayan tersebut.


"Ahh, jangan dengarkan dia mbak, kalau dia sedang lapar, dia suka merengek seperti anak kecil." terang Aria.


"Hmmmm,hmmmm" suara Yasmin yang mulutnya di bungkam Aria.


Krekkk, Yasmin mengigit tangan Aria.


"Aw,aw,awwww, lepaskan Yasmin." teriak Aria yang berusaha melepaskan gigitan Yasmin.


Pelayan tersebut tersenyum melihat tingkah Aria dan Yasmin.


"Kalian berdua sangat cocok ya." ucap mbak pelayan itu.


"Ehh cocok.." gumam Aria.


Yasmin menyantap hidangan pesanannya, dia sangat menikmatinya sambil melihat pemandangan lampu yang berkelap-kelip di bawah sana.


Hari sudah mulai gelap, lampu ruangan pun sengaja di buram kan, aura romantis pun datang dari ruangan itu, lampu yang sedikit gelap dan sedikit cahaya merah, dengan kelipan lampu-lampu kecil menghiasi ruangan tersebut.


Aria melihat ruangan itu dengan penuh kagum, dan di dalam benaknya tiba-tiba berucap,,


"Andai gue bisa bawa Hara kemari."


"Hara pasti akan senang." gumam Aria.


Yasmin yang di samping Aria mencolek pipi Aria.


Aria menoleh kepada Yasmin.


"Aria, Yasmin pengen nyobain makanan Aria." ucap Yasmin manja.


"ehhh.." Aria terkejut lalu menyodorkan piringnya ke dekat Yasmin.


Yasmin tetap diam, dan tidak menyentuh makanan Aria.


"Kenapa belum kamu ambil?" tanya Aria.


Yasmin memandang Aria dengan tatapan memohon.


"Suapin." pinta Yasmin manja.


"Hahhh,, " Aria terkejut.


Yasmin tetap menatap Aria dengan mata yang berkaca-kaca.


"Apa t,t,tidak apa-apa, ini sendok bekas ku?" tanya Aria.


Yasmin menggelengkan kepalanya.


"Huhhh, yasudahlah..." ucap Aria.


Aria menghela napas panjangnya, lalu menyuapi Yasmin.

__ADS_1


"Hmmmm, enak." ucap Yasmin sambil tersenyum.


"Tukeran Aria."


"Aku pengen makan yang ini." ucap Yasmin sambil menukarkan makanan mereka.


Aria tidak bisa berbuat apa-apa karena sangat paham dengan karakter Yasmin jika sedang bersama Aria, dan yang Aria bisa lakukan hanyalah pasrah.


" Aria..." panggil Yasmin lagi.


Yasmin menyodorkan makanan ke mulut Aria sambil tersenyum.


"Giliran Yasmin yang menyuapi Aria." ucap Yasmin.


Wajah Aria memerah, dan membuka mulutnya.


Aria memakan makanan yang di sodorkan oleh Yasmin.


Tiba-tiba ada teriakan yang keras di ruangan itu.


"Kamu yang mulai duluan, kamu sering keluar dengan wanita lain."


"Tega sekali kamu mengabaikan ku selama ini."


"Ternyata kamu punya pacar lagi."


Sepasang remaja yang memakai seragam sekolah bertengkar, Aria yang masih menggigit sendok pun melihat ke arah remaja yang sedang bertengkar.


Pelayan yang berada di sana menjadi panik, dan mencoba menenangkan pasangan remaja itu.


"Hey kalian, tenanglah." ucap pelayan itu.


Tetapi pertengkaran pasangan itu semakin menjadi, tempat itu menjadi gaduh.


"Gawat, kalau Nona persiden tau, kita yang bisa di marahi."


"Karena ini tanggung jawab kita yang harus menenangkan mereka."


"Supaya pelanggan lain tidak terganggu."


Pelayan itu tetap mencoba menenangkan pasangan itu.


"HEY KALIAN, INI TEMPAT MAKAN, BUKAN TEMPAT BERTENGKAR." Teriak lantang seorang wanita memakai masker.


"Dia..." gumam Aria melotot melihat Wanita yang berdiri tegak tersebut.


Para pelayan menjadi panik, karena Nona presiden datang sangat cepat.


Tapi pasangan itu lagi-lagi tidak menghiraukan teriakan wanita itu.


"Hey Kalian." Teriak wanita itu lagi.


Wanita yang sangat mungil itu menghampiri kedua remaja yang sedang bertengkar.


Remaja lelaki itu melihat ke arah wanita tersebut, dan terlihat menantangnya.


Aria yang memperhatikan remaja lelaki itu, Aria langsung beranjak meninggalkan Yasmin dan sedikit berlari ke arah wanita dan remaja tersebut.


"Hey Aria, mau kemana?" teriak Yasmin.


Aria bergegas berlari menghampiri mereka, dan tidak memperdulikan panggilan dari Yasmin.


"Gawat,gawat,gawat..."


"Kelihatannya, remaja itu mau memukul wanita itu dengan kursi." gumam Aria yang berlari.


Ternyata firasat Aria benar, remaja lelaki itu benar-benar mengangkat kursi besi untuk memukul wanita tersebut.


"Awas bahayaaaa..." teriak Aria.


"Waaaaaaaaaa" semua orang histeris ketika lelaki itu menghempaskan kursinya.


Aria melompat dan melindungi wanita itu dari pukulan remaja itu.


Dakkkk, Kursi itu mengenai kepala Aria yang melompat untuk melindungi wanita itu.


Aria dan wanita itu terjatuh, Aria menindih badan wanita tersebut.


"Ughhhhhhh" teriak wanita yang tertindih Aria.

__ADS_1


Aria merangkul wanita tersebut, dan menatap matanya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Aria sambil tersenyum.


Wanita yang di lindungi aria menatap mata Aria.


"Aria..." ucap wanita itu.


Wanita itu terlihat sangat ketakutan, dan mencoba menahan tangisnya karena pukulan remaja itu,, Mata wanita itu semakin lembab.


Clakkk,clakk,, dara menetes di kepala Aria, semua orang yang di ruangan itu sangat panik, hingga keamanan datang untuk menahan remaja tersebut.


Aria yang darahnya mengalir masih menindih wanita tersebut.


Sambil tetap merangkul wanita itu, Aria masih bisa tersenyum dengan luka yang di dapatnya dari pukulan kursi besi itu.


"Syukurlah kamu tidak apa-apa.."


" Hara.." ucap Aria yang badannya semakin melemas.


Sambil membuka maskernya, wanita itu pun tidak kuasa menahan air matanya, dan memegang pipi Aria.


Ternyata wanita yang di kenal dengan sebutan Nona presiden itu adalah Hara.


"Apa yang kamu lakukan Aria." ucap Hara.


Tubuh Aria ambruk seketika, darah yang keluar dari kepalanya semakin banyak, dan melumuri wajahnya.


"Aria...." teriak Yasmin berlari menghampiri Aria.


Yasmin mendekati Aria dan Hara yang sedang terjatuh, dan berhenti ketika melihat wanita yang di lindung Aria.


"Hara." ucap Yasmin yang menutup mulutnya sendiri.


Yasmin melotot kaget ketika wanita yang di lindung Aria adalah Hara.


"Apa yang kalian lakukan..."


"Cepat lakukan sesuatu.."Teriak Yasmin panik.


Yasmin memegang badan Aria dan menjauhkannya dari tubuh Hara.


"Aria, Aria,Aria,,"


"Dia pingsan..." Teriak Yasmin lagi.


Yasmin memukul-mukul pipi Aria, tapi Aria sudah tidak sadarkan diri.


"Cepat bantu dia..."


"Panggil ambulan.." ucap pelayan yang kepanikan.


Hara yang sudah tidak tertindih Aria duduk di samping Aria yang sedang di rangkul Yasmin, Hara melamun melihat tubuh Aria yang bergoyang-goyang lemas di pelukan Yasmin.


Orang-orang di ruangan itu membantu membopong Aria yang pingsan, dan para pelayan pun membantu Hara sambil mengecek badan Hara memastikan tidak terluka.


Hara menjadi panik, dan berlari dengan Air mata yang berjatuhan.


"Cepat, bawa dia keluar." Teriak Hara yang mencoba memanggil bantuan rumah sakit.


Wiuuuuuuwiuuuwiuuuu,, Ambulan pun datang, dan Aria segera di masukan ke dalam mobil Ambulan itu.


"Cepat,Cepat,Cepat..." teriak Yasmin yang sangat panik.


Hara hanya bisa melihat Aria yang di masukan ke dalam mobil ambulan itu.


"Aria..." ucap Hara pelan sambil menangis.


"Nona tidak apa-apa?"


"Apa ada yang terluka?"


Para pelayan mengerumuni Hara.


Hara menenangkan pelayan tersebut, dan menegaskan bahwa Hara baik-baik saja.


Hara bergegas mengikuti mobil ambulan yang membawa Aria.


Sementara itu di dalam mobil Ambulan terlihat wajah Aria yang semakin memucat.

__ADS_1


Yasmin memegang erat tangan Aria, dan air matanya mengalir membasahi pipinya.


"Aria kamu sangat bodoh.." ucap Yasmin.


__ADS_2