
( Waktu menunjukan jam 2 siang )
Hara sedang duduk terkantuk-kantuk di kursi, Aria yang melihat Hara menjahili Hara memegang kaki Hara dengan Kukunya.
" khauwwww" ucap Aria mengagetkan Hara
" uwaawaaaa" Hara berteriak kaget dan menendang meja di depannya
" haha," Aria tertawa melihat Hara yang kaget
" kalau mau tidur, tidur saja Hara " ucap Aria
" t,tidak aku tidak biasa tidur jam segini". Ucap Hara Cemberut
" blug,blug,blug" seseorang berlari masuk ke rumah Aria
" Aria kamu juga pulang?" Teriak orang itu
" Yasmin". Ucap Aria
( Yasmin melihat ke arah Hara )
" apa maksudnya ini Aria?" Tanya Yasmin menarik tangan Aria
" waa,t,tunggu Yasmin" Aria terseret oleh tarikan Yasmin
( Yasmin membawa Aria ke luar )
" jelaskan pada Yasmin, kenapa Hara ada di sini?" Tanya Yasmin
Aria kebingungan mau menjelaskan apa,,,
" a,Ha,Hara ya,, emmm,". Aria menggaruk kepalanya memikirkan sesuatu
" gue enggak boleh bilang kalau Hara dan gue sudah berpacaran, bisa-bisa perang akan terjadi antara Yasmin dan Hara". Gumam Aria
" eummm, H,Hara hanya ingin tahu k,kampung halamanmu Yasmin" ucap Aria tersenyum kepada Yasmin
" kampung halamanku?". Tanya Yasmin heran
" i,iya, Hara bilang dia tidak pernah ngobrol denganmu,, H,Hara hanya ingin lebih dekat denganmu, selama ini dia tidak pernah mempunyai teman perempuan, jadi dia ingin akrab denganmu Yasmin" ucap Aria
( Yasmin berbalik badan dan mengucapkan sesuatu)
" memang benar Yasmin dan Hara tidak pernah bicara, mungkin karena Yasmin tidak suka dengan Hara yang selalu dekat-dekat dengan Aria". Ucap Yasmin melamun
" Yasmin tidak menyangka Hara berpikiran seperti itu kepada Yasmin"
( Yasmin kemudian menatap tajam Aria )
" tapi ingat, jika Aria dan Hara sampai berpacaran, apa lagi sampai bermesraan di depan Yasmin, Yasmin tidak akan memaafkan Aria". Ucap Yasmin
" huhhhhh, sudah ku duga" gumam Aria dengan wajah memelas
Aria menghela napas panjangnya setelah mendengar perkataan yasmin.
" Nanti malam kita kumpul di base camp" ucap Yasmin.
( kemudian Yasmin meninggalkan Aria pergi )
" huhhhh, jangan sampai Hara menempel padaku" ucap Aria masuk ke dalam rumah.
( Ternyata Hara sudah tidur di sofa )
Aria tersenyum dan mendekati Hara yang sedang tidur tersebut.
Aria jongkok di depan Hara yang sedang tidur,,,
" Cantiknya,," ucap Aria menatap wajah Hara
" apa yang membuat Hara tertarik sama gue, Hara adalah orang yang pintar, rajin, dan juga imut" gumam Aria menatap Hara
Aria menggerakkan tangannya seperti mau mengelus kepala Hara.
" jangan berpikir macam-macam". Ucap Syifa dari belakang
" waaa" Aria berteriak kaget dan menoleh kepada Syifa
__ADS_1
" bisakah kamu tidak mengagetkan kakakmu ini?" Ucap Aria memegang dadanya sendiri
" kakak sendiri ngapain jongkok di depan kak Hara dengan tatapan mesum begitu." Ucap Syifa
" i,itu,,, " Aria memalingkan pandangannya.
" sudahlah, bantu aku sini, ada sesuatu yang harus di benarkan". Ucap Syifa meninggalkan Aria
Aria berdiri sambil melihat ke arah Hara yang sedang tidur.
" Dengan tubuh yang kecil itu, sangat cocok Hara tidur di sofa begitu, mungilnya". Ucap Aria sambil tersenyum melihat Hara.
Aria kemudian mengambil kain, kemudian menutupi badan Hara.
Aria memberanikan dirinya untuk mengelus kepala Hara.
( Aria mengingat kejadian pertama kali Aria bertemu dengan Hara, saat itu Hara orang yang sangat jutek dan kelihatannya tidak berperasaan.)
" sepertinya ada sesuatu yang merubah sudut pandang ku tentangmu Hara, dan sekarang aku mengakuinya."
" bahwa aku sangat jatuh cinta padamu".ucap Aria pelan mengelus kepala Hara
Aria pun meninggalkan Hara yang sedang tertidur, dan menuju Syifa yang butuh bantuan Aria.
Ternyata Hara tidak benar-benar tidur, dia membuka matanya sambil menatap Aria yang berjalan keluar rumah.
( Hara melihat Aria dengan tatapan sedih, lalu meneteskan air matanya)
" Aria maafkan aku". Gumam Hara
( Malam Hari )
Aria, Syifa, dan Hara sedang berjalan menemui Yasmin yang berada di base camp mereka.
( Hara memegangi baju Aria dari belakang )
" k,kita mau kemana Aria?" Tanya Hara
" aku tidak mengerti kenapa kamu membawa ku ke hutan ini." Tanya Hara lagi
( Hara tetap ketakutan dan memperhatikan pepohonan di sekitar )
" benar, bagaimana pun Hara adalah gadis kota, dia pasti merasa asing di tempat seperti ini". Gumam Aria memandangi Hara
" apa kamu takut Hara?" Tanya Aria
"T,tidak". Jawab Hara sambil memeluk tangan Aria
" waaaa,H,Hara nempel sekali". Gumam Aria
" em,empuknya" gumam Aria wajahnya memerah karena tangannya di peluk Hara
( Syifa yang melihat Hara memeluk tangan Aria tidak mau kalah)
" Kak aku takut". Ucap Syifa memeluk tangan Aria yang satu nya.
Aria merasa heran Syifa pun bertingkah sama seperti Hara.
" waaa,S,Syifa apa yang kamu lakukan." tanya Aria panik
( Syifa hanya menatap ke arah depan tidak menghiraukan pertanyaan Aria )
Akhirnya mereka sampai di base camp tersebut, dan di sana sudah ada Yasmin dan Radi.
( Yasmin menatap Mereka bertiga dengan heran )
" ada apa dengan kalian?" Tanya Yasmin melihat Hara dan Yasmin memeluk tangan Aria
Aria dengan wajah pucat nya duduk di kursi, sambil melamun kan sesuatu.
" hey Aria apa yang terjadi denganmu, kenapa wajahmu pucat sekali?" Tanya Yasmin panik
Aria tetap melamun dengan tatapan Kosong.
" Aria, apa yang terjadi?" Tanya Yasmin lagi menggoyang-goyangkan tubuh Aria
Sambil menatap dengan tatapan kosong, Aria akhirnya berbicara,,,
__ADS_1
" m,m,mereka empuk sekali".
Ucap Aria tersenyum mesum sambil mengelus-elus tangannya bekas pelukan Hara dan Syifa.
" apa yang kamu maksud empuk itu Aria bodoh!." Ucap Yasmin memukul kepala Aria
" aaaaaa" Aria berteriak terjengkang ke belakang
Radi yang ada di sana memegang keningnya sendiri.
" memang kau ini bodoh Aria." Ucap Radi melihat Aria yang terjatuh.
Setelah mereka berkumpul di tempat itu, Aria mengenang masa kecilnya bersama Yasmin dan Syifa yang sering main ke base camp itu, tiba-tiba terdengar suara perut Hara yang lapar.
" kruukkk,kruukkk" suara perut Hara
( semuanya melihat ke arah Hara, Hara hanya tertunduk malu ).
Yasmin tersenyum sinis kepada Hara.
" ternyata disini ada yang sedang kelaparan". Ucap Yasmin
( Hara hanya tertunduk malu dengan wajah memerah)
" aku akan memasak, sudah aku siapkan bahan-bahannya " ucap Yasmin mengambil sesuatu di dalam lemari
" memasak" gumam Aria
Yasmin mengeluarkan kresek di dalam lemari itu
" tadaaa, aku akan memasak sesuatu". Ucap Yasmin mengeluarkan mie kuah di dalam kantong kresek itu.
" mie kuah" gumam Aria terkejut
( Radi memegang keningnya melihat kelakuan Yasmin)
( Hara sangat terkejut, dan melotot ke arah Yasmin )
( Syifa berusaha menahan tawanya untuk menghargai Yasmin)
" lho kenapa kalian terdiam begitu?" Ucap Yasmin heran
" siapapun bisa memasak mie kuah Yasmin, apa yang kamu lakukan". Ucap Aria sambil memelas
" hohoho, apa yang kamu katakan Aria, Yasmin akan memasak dengan bumbu Yasmin sendiri,, yaitu mie jeletot Yasmin". Ucap Yasmin PD dengan perkataannya
" terserah kamu saja Yasmin". Ucap Aria
Yasmin akhirnya mempersiapkan bumbu-bumbu nya, lalu Aria menghampiri Yasmin.
" biar aku bantu Yasmin". Ucap Aria
" tidak perlu Aria, kamu cukup duduk santai saja, tunggu masakannya selesai". Ucap Yasmin
Aria melihat Hara yang murung karena lapar.
" tidak aku akab tetap membantumu Yasmin". Ucap Aria
Saat Aria dan Yasmin mempersiapkan bahan makanan itu, tiba-tiba Hara muncul di samping Aria.
" Aria". Ucap Hara dengan wajah merah
" waaaa, Hara" teriak Aria kaget
" a,ada apa?" Tanya Aria
" a,aku akan membantu kalian". Ucap Hara
" m,membantu" ucap Aria
( Aria teringat Hara yang memasukan Gula ke dalam panci Soto)
" waaa, tidak,tidak,tidak, Hara tidak bisa memasak" gumam Aria menggelengkan kepalanya
" k,kamu tidak usah membantu Hara, biar aku dan Yasmin yang...."
" tidak aku akan tetap membantumu". Ucap Hara menatap tajam mata Aria
__ADS_1