My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Menemani sang adik


__ADS_3

" Hahh, antar kalian renang?" Aria melotot kaget


" apa kakak enggak mau?,,, Yasudah Aku akan meminta teman kerjaku yang menemani aku dan Kak Yasmin, lagian temanku juga lagi senggang." Ujar Syifa


Mau, tidak mau Aria harus menemani adiknya dan Yasmin pergi ke kolam renang.


" setelah Hari minggu kemarin bersama Hara, sekarang 2 wanita ini mengajak gue keluar lagi". Gumam Aria Merebahkan dirinya


Dengan kedatangan Syifa yang tinggal bersama Aria, sekarang waktu libur Aria banyak terbuang karena keinginan sang adik yang ingin mengenal kota tersebut.


Aria dan Syifa berangkat karena Yasmin telah menunggu.


" Yo, Kalian datang juga." Ucap Yasmin tersenyum gembira


Syifa berlari menghampiri Yasmin, dan mereka ngobrol di ikuti oleh Aria di belakangnya.


" serasa kembali ke masa dulu, tapi ini versi dewasanya." Gumam Aria tersenyum melihat mereka berdua.


***


" byurrr" Syifa menceburkan dirinya ke kolam


" jangan ke area yang dalam". Teriak Aria kepada Syifa


Yasmin yang tidak bisa berenang, cuma bisa merayap di pinggiran kolam, Aria hanya melamun karena sedang memperhatikan Syifa.


" hey". Ucap seseorang menusuk pipi Aria yang sedang melamun.


" waa,aaaaaa,, " Aria kaget dan terjatuh ke kolam.


Byurrr, Aria nyemplung karena seseorang mengagetkan Aria.


Orang tersebut adalah Mbak Ania, dia juga ada di kolam tempat Aria renang.


" chuhhhh"


Aria membuang Air di mulutnya.


Ania tertawa melihat Aria yang sedang nyemplung itu.


" seperti biasanya, kamu suka melamun Aria." Ucap Ania


Aria menatap heran Ania kenapa bisa di tempat yang sama dengan Aria.


Aria naik ke darat kemudian menghangatkan tubuhnya.


" kamu seperti pengasuh saja, Aria! " ucap Ania tersenyum ke arah Aria


" yaa, begitulah mbak." Jawab Aria


" tidak terasa yaa, sudah hampir 8 bulan aku pindah kerja, dan kita sudah lama tidak bertemu!." Ucap Ania


Aria mengingat terakhir kali mereka bertemu, dan itu terjadi saat mereka di gunung kampung halaman Aria.


" terus, bagaimana hubungan kamu dengan Hara, apa baik-baik saja?" Tanya Ania lagi


" hubungan?" Tanya Aria kaget


" apa mbak Ania tahu tentang hubungan gue dengan Hara?" Gumam Aria panik


( Ania menganggukkan kepalanya, dan melihat ke arah kolam renang )


" ya, hubungan kalian sebagai rekan kerja, saat melihat sikapmu kepada Hara saat di restoran dulu, kamu seperti tidak menyukai Hara sedikitpun." Ucap Ania


Aria menundukkan kepalanya, dan melamun kan Hara.


" memang benar, gue dulu tidak suka sama Hara, tapi setelah mendengar penjelasan dari Hara tentang dia tidak bisa berteman dengan orang lain, dan semua hal yang gue lalui dengan Hara sampai saat ini, sudah di pastikan sekarang Hara adalah wanita pertama yang ada di pikiran gue." Gumam Aria melamun


Aria melamun terhanyut oleh pertanyaan yang di lontarkan oleh Ania.


" apa kalian baik-baik saja?" Tanya Ania mengagetkan Aria


Aria yang sedang melamun terkejut,,,


" ah, ya, ya kita baik-baik saja, kita juga sekarang cukup akrab, dia suka membantuku." Ucap Aria

__ADS_1


" dan tentunya, Gue juga sangat menyayangi Hara." Gumam Aria lagi


" syukurlah, memang Hara sangat misterius, tapi aku bersyukur kamu mampu akrab dengan teman kerja barumu Aria.


Aria dan Ania ngobrol panjang lebar mengisi waktu mereka yang sudah lama tidak bertemu, dan juga Aria masih menyembunyikan hubungannya dengan Hara.


" hoyyy Aria!" Yasmin melambaikan tangan menyuruh Aria menghampirinya


" aku ke sana dulu mbak." Ucap Aria berjalan menghampiri Yasmin


( Ania mengangguk dan tersenyum )


" ada apa Yasmin?" Tanya Aria


Yasmin menunjuk ke arah Syifa yang sedang bersantai di atas Ban karet.


" Yasmin ingin ke sana Aria!." Ucap Yasmin


" kamu kan bisa memanggil Syifa, kenapa kamu malah memanggilku?" Tanya Aria menepuk keningnya sendiri


" Syifa menjahili Yasmin, dia tahu Yasmin tidak bisa berenang, dan dia sengaja diam di tengah kolam yang dalam." Ucap Yasmin sedih


Aria menarik nafas panjangnya, dan turun ke kolam untuk membantu Yasmin.


" ayo." Aria menjulurkan tangannya kepada Yasmin.


Plekk, Aria yang sudah menjulurkan tangannya, tapi Yasmin malah nemplok ke punggung Aria, Aria melotot kaget ketika badan Yasmin nempel di punggungnya.


" Y,Yasmin apa yang kamu lakukan?" Gumam Aria yang berjalan menggendong Yasmin


" Yasmin kenapa kamu malah naik ke punggungku?" Tanya Aria


" mau bagaimana lagi, ini cara yang paling aman untuk pergi ke sana, kalau Yasmin memegang tangan Aria, Yasmin akan tenggelam." Ucap Yasmin


" hah, terserah kamu saja Yasmin." Ucap Aria pasrah


Saat di tengah-tengah perjalanan, Aria merasakan sesuatu yang hangat di punggung Aria.


" Aria jangan bilang siapa-siapa!." Ucap Yasmin wajahnya memerah


Tiba-tiba sesuatu yang panas mengenai punggung Aria,,;


" ehh apa ini, begitu panas, padahal airnya sangat dingin." Gumam Aria


Wajah Aria memerah, dan Aria melihat wajah Yasmin yang sedang di gendongnya.


" Y,Yasmin, apa kamu?"


" Diam Aria." Ucap Yasmin dengan wajah malu


Aria sangat kaget, ketika tahu yang terasa panas di punggungnya adalah Air ken**ng Yasmin.


Sontak Aria langsung berteriak....


" waaaa, kamu benar-benar mengenci....."


" sudah Yasmin bilang, Diam Aria." Tutup Yasmin menjambak rambut Aria.


" h,hentikan Yasmin, bahaya." Teriak Aria panik


Ternyata Yasmin ken**ng saat di gendong Aria.


****


Akhirnya mereka selesai juga, dan sekarang mereka sedang bersantai.


" kalian sangat akrab ya" ucap Ania kepada mereka bertiga


" ya, kami memang sudah berteman sejak kecil." Ucap Syifa


" aku iri pada kalian!." Ucap Ania tersenyum


Mereka keluar dari area kolam renang tersebut, dan mengelilingi pusat kota untuk mencari makan, mereka menghabiskan waktu seharian bersama.


" aku pulang duluan ya!." Ucap Ania melambaikan tangannya.

__ADS_1


Aria, Yasmin, dan Syifa berjalan menuju kamar Aria, setelah seharian menghabiskan waktu bersama.


" wahh, lelahnya, aku bisa tidur nyenyak nanti malam." Ucap Syifa merebahkan diri di kasurnya


" kamu yang terlalu aktif Syifa, ingat umur Syifa." Ucap Aria meledek Aria


Syifa menetap kesal kakaknya itu.


Mereka menghabiskan makan dan mengobrol bersama.


Hingga waktu sudah menunjukkan 20.00 dan Yasmin pun pulang.


" aku pulang dulu, aku lupa mau membereskan pakaianku." Ucap Yasmin tersenyum sambil menutup pintu.


***


Hahhhh, Aria melepaskan nafas panjangnya dan merebahkan dirinya di kasur.


" trkkk,trkkk" Aria mengecek Ponselnya.


beberapa pesan dan panggilan terlihat dari layar ponsel Aria.


" Hara." Aria melotot Kaget


Aria sama sekali tidak mengecek Ponselnya tadi siang.


" Aria kamu dimana?"


"Aria aku di depan kamar kamu."


"Aku mau ketemu sama kamu!."


" ada hal yang harus aku bicarakan!."


" Kamu tidak ada di kamar ya?"


" aku pulang Aria."


Aria memegangi kepalanya sedikit menyesal.


" bisa-bisanya gue melupakan Hara.". Gumam Aria


" apa Hara marah sama gue?,, apa Hara terasa terabaikan?".


Malam itu Aria galau, takut Hara kecewa karena Aria tidak membalas pesan darinya, dan tidak ada jawaban.


Kemudian Aria membalas pesan dari Hara yang baru di bukanya.


Aria sedang mengetik....


" Maaf Hara, hari ini aku sibuk nganter Syifa beli baju, jadi tidak ada waktu untuk mengecek Ponselku". Balasan dari Aria


" klik" Aria membalas pesan Hara.


" Hahhh, Maaf Hara." Gumam Aria memejamkan matanya.


Srkkkk,srkkkk Aria berjalan dan membuka pintu kantor.


Hara sudah ada di ruangan.


" pagi Beeb." Goda Aria kepada Hara


Tapi Hara tidak menghiraukan dan hanya fokus sama Ponselnya.


" hah, apa Hara marah, d,dia tidak menjawab ucapan dari gue". Gumam Aria panik dan wajahnya memucat


Aria mencoba menyapa Hara kembali.


" Pagi sayang." Ucap Aria lagi.


Hara hanya menghela nafasnya, kemudian pergi meninggalkan Aria yang mencoba merayunya.


Aria merasa terpukul dengan Hara yang tidak menghiraukannya, kepala Aria mengecil, dan wajahnya sangat pucat.


" waaaa Hara benar-benar marah padaku." Teriak Aria menangis dalam lamunannya...

__ADS_1


__ADS_2