My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Sebelum perjanjian 2


__ADS_3

" sialan."


Aria memukul tiang yang berada di dekatnya, dan pikirannya bertanya-tanya apa yang terjadi dengan sikap Hara, Aria benar-benar tidak mengerti.


Aria berjalan masuk ke kamarnya, dan melihat Syifa yang sudah tertidur pulas.


Brukkk, Aria melemparkan dirinya sendiri ke atas kasur miliknya.


" ini sudah keterlaluan Hara." gumam Aria terlihat sangat sedih.


*


Pagi Hari di kamar Aria.


" Kak, Aku pergi keluar dulu..." ucap Syifa


Aria hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Aria terus melamun sambil menatap langit-langit kamarnya, dia terlihat tidak bergairah.


Brukkkk,brukkkk,brukkkk, Aria memukul-mukul kasurnya.


" si*l, si*l, si*l."


" semuanya jadi kacau." gerutu Aria.


Aria ternyata belum tidur dan pikirannya sedang berkecamuk karena Hara.


Tok,tok,tok...


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Aria.


Aria terperanjat berjalan membuka pintu kamarnya itu.


Seeekkk, Aria membuka pintu kamarnya.


Aria melotot kaget ketika melihat seseorang yang berdiri membelakanginya.


" Hara..." panggil Aria kaget.


Ternyata Hara datang ke kamar Aria, pagi hari saat Aria belum selesai memikirkan Hara, Hara sudah ada di depan pintu Aria.


" K,Kenapa kamu kesini?" tanya Aria.


Hara menatap kesal Aria.


" bukannya hari ini kamu ngajak aku keluar?"


" Apa kamu sudah lupa Aria?" tanya balik Hara.


Aria hanya tertegun melihat Hara di depannya.


" kenapa kamu melamun..."


" Ayo cepat, waktuku tidak banyak." tegas Hara.


" Aku menunggu di kamarku." ucap Hara masuk ke kamarnya.


" ehhh..."


Aria masih melamun tidak mengerti apa yang terjadi dengan Hara.


Hara yang kemarin sore sangat aneh tiba-tiba datang dan mengajak Aria.


Aria berjalan bingung dengan keadaan Hara.


" ahh, sial, gue belum tidur..."


" rasanya gue ingin rebahan saja..." gumam Aria.


Aria merebahkan dan tidak memperdulikan Hara yang mengajaknya keluar.


" Padahal ini adalah hari ulang tahun gue." gumam Aria


ingatannya mulai pudar, dan dia mulai tidak bisa menahan kantuknya.


**


" kak,kakak bangun"


Terdengar suara Syifa yang membangunkan Aria.


" Kak, bangun..." Syifa menggoyang-goyangkan tubuh Aria.


" hmmmmm" Aria menggeliatkan tubuhnya.


" ada apa Syifa?" tanya Aria.


Syifa menunjukkan tangannya ke dekat kepala Aria.

__ADS_1


" itu kado dari siapa?" tanya Syifa.


Aria membuka lebar matanya, di samping Aria ada 2 bungkus kado.


Aria kebingungan tiba-tiba ada kado di tempat tidur Aria.


Aria melihat sebuah kertas yang menyelip di kado tersebut.


" Untuk Aria." tulisan di kertas itu.


" dari siapa ya?" Aria keheranan.


Aria dan Syifa saling bertatap heran, dan Syifa menyuruh membuka kado tersebut.


Aria membuka kado itu sesuai perintah Adiknya, ternyata di dalam kado itu juga terdapat tulisan.


" Spesial untuk pacarku, dari Hara."


Ternyata Hara yang menaruh kado itu do samping Aria.


" Hahh, kado ini dari Hara." teriak Aria.


Aria membuka hadiah tersebut, sebuah jam tangan mewah di berikan oleh Hara kepada Aria.


" wahh, ini bukan jam sembarangan."


" butuh waktu 7 bulan aku bekerja, baru aku bisa membelinya." ucap Syifa terkejut melihat isi kado itu.


" benarkah?" Aria melotot kaget mendengar pembicaraan Adiknya itu.


Syifa tidak menyangka Hara memberi kado untuk Aria jam tangan mewah yang mahal.


" Aku harus bertemu Hara." Aria beranjak dari kasurnya.


Syifa menatap kakaknya kaget.


" tunggu dulu kak..." tahan Syifa.


Tapi Aria tidak memperdulikan Syifa dan berjalan tergesa-gesa ke kamar Hara.


Aria berada di depan kamar Hara.


Tok,tok,tok..


" Hara..." panggil Aria pelan.


Tidak ada jawaban dari Hara.


" Hara tidak ada di kamarnya." gumam Aria mengeluh.


Aria balik ke kamarnya sendiri, dan bilang kepada Syifa kalau Hara tidak ada.


Syifa menatap Kakaknya itu dengan tatapan jijik.


"K,Kenapa kamu memandangku begitu Syifa?" tanya Aria.


Syifa menyuruh Aria ngaca, dan tidak memandang Aria.


Aria pun ngaca memakai cermin kecil.


Terlihat belek besar yang nyempil di mata Aria.


" waaaa Syifa, kenapa kamu tidak memberitahuku?" teriak Aria.


" untung aku tidak bertemu Hara." ucap Aria memegang dadanya.


Syifa hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kakaknya yang terlihat bodoh.


**


Waktu sudah sore dan Aria sudah bersih-bersih mandi.


"Huaahhh segarnya." ucap Aria.


Syifa menatap ke arah Aria.


" tidak biasanya kakak tidur jam segitu." terang Syifa.


" aku semalam begadang liat bola." jawab Aria.


Aria tidak bisa menjelaskan kepada Syifa alasan dia begadang, bagaimanapun kalau Aria menyebutkan dia tidak bisa tidur karena Hara, Syifa pasti semakin tidak suka dengan Hara.


" mana kado darimu?" Aria mengalihkan pembicaraan dengan Syifa.


Syifa menatap sinis Aria.


" kakak saja tidak pernah ngasih kado kepadaku, kenapa kakak mengharapkan kado dariku?"


Huhhhh, Aria menarik nafasnya mendengar ucapan adiknya yang blak-blakan itu.

__ADS_1


Aria bersiap-siap untuk keluar.


" aku harus mencari Hara."


" nomornya tidak aktif." gumam Aria.


Aria berjalan meninggalkan Syifa.


" aku pergi dulu Syifa." ucap Aria.


Syifa melihat ke arah Aria seolah tidak peduli dengan kakaknya itu.


" kalau pulang beli makan malam buatku." ucap Syifa.


" beli saja sendiri." canda Aria.


" tega." teriak Syifa melemparkan botol yang ada di dekatnya.


Aria berlari keluar menghindari lemparan Syifa.


Aria berjalan ke pusat kota untuk menyegarkan pikirannya sekaligus mencari Hara yang tidak bisa di hubungi.


" memang hari libur selalu ramai." gumam Aria.


Aria berjalan ke taman yang ada di pinggiran pusat kota, Aria melihat-lihat di sekelilingnya banyak sekali pasangan yang sedang berduaan.


" huhhh, ngenes nya nasib gue." keluh Aria.


Aria duduk berjam-jam di taman itu hingga malam tiba.


Tiba-tiba mata Aria tertuju kepada wanita yang sedang berjalan bersama pria dari kejauhan.


" eh,, tidak mungkin.." Aria melotot melihat orang tersebut.


Aria berjalan mengikuti orang tersebut, Aria seolah-olah menjadi penguntit.


" apa yang kamu lakukan Syifa,,,"


Ternyata orang yang di lihat oleh Aria adalah Syifa yang sedang jalan bareng dengan Pria.


" gue harus mengikutinya, agar tidak ada hal-hal yang berbahaya terjadi kepada Adikku." gumam Aria.


Aria terus mengikuti Syifa yang sedang jalan-jalan bersama pria itu.


Sudah 2 jam berlalu, Aria masih mengikuti Syifa,,


" Syukurlah tidak ada tanda-tanda mereka akan melakukan hal-hal sembrono."


" Syifa masih kecil, gue harus ekstra menjaganya." gumam Aria.


Saat Aria sedang sembunyi di pohon kecil, tiba-tiba seseorang menari telinganya.


" aw,aw,aw, sakit." ucap Aria memegang tangan orang itu.


" apa yang kamu lakukan di pohon itu Aria bodoh." ucap orang itu.


Aria melihat kepada orang tersebut.


" Hara..." Aria melotot kaget.


" waaaaaa, kenapa kamu disini Hara?" teriak Aria.


Hara keheranan melihat tingkah Aria.


" apa yang kamu lakukan disini Aria?" tanya Hara kembali.


Aria menutup mulut Hara dengan tangannya, dan mencoba ngumpet kembali.


Aria menarik tangan Hara ke dekatnya.


" suuutttt, diam Hara, aku sedang mengikuti Syifa." jelas Aria.


Hara dan Aria akhirnya ngumpet berdua, badan Hara sangat nempel kepada Aria.


" w,w,wanginya..." gumam Aria.


Hidung Aria kembung kempes mencium wangi Hara, wajah Hara sangat dekat dengan Aria, dan Hara sedang fokus melihat Syifa.


" Hey Aria...." Hara menatap wajah Aria.


Seketika obrolan Hara terhenti,, ternyata wajah mereka sangat dekat sekali, dan Aria hanya mampu melotot memandang mata Hara yang terlihat kegugupan.


Napas Hara terasa meniup wajah Aria, pipinya memerah, dan terlihat sangat gugup.


" waaaa, t,t,tidak, tidak, Hara sangat manis."


" w,w,wajahnya begitu imut."


" bagaimana ini?"

__ADS_1


" gue tidak bisa bernafas." gumam Aria yang masih melotot menatap mata Hara.


__ADS_2