My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Permintaan Aria 2


__ADS_3

" maaf Syifa aku harus menyusul Hara dulu". Ucap Aria berlari meninggalkan Syifa yang tertidur


Aria merasa dirinya sangat bodoh, Karena telah membatalkan janjinya dengan Hara, dan sekarang Hara malah ikut sibuk merawat Syifa yang sedang sakit.


" pacar macam apa aku ini, aku tidak bisa membuat Hara senang, dan aku malah merepotkan nya." gumam Aria berlari mengejar Hara


" srkk,srkkk,srkkk". Aria mengejar Hara


" Hara tunggu". Teriak Aria


Hara melihat ke belakang dan menatap Aria dengan tajam.


" bukannya aku sudah bilang, kamu tunggu saja di dalam kamar!." Ucap Hara dengan nada tinggi


Aria menundukkan kepalannya,, dan menjelaskan kepada Hara bahwa dia ingin menemani Hara pergi mencari buah-buahan.


Mereka pergi ke supermarket terdekat, dan membeli buah-buahan itu, Aria mengikuti dari belakang Hara, dan dia sepertinya sedang kebingungan.


" aku tak mengerti dengan sikap Hara, kadang Hara bersikap manja, dan sesekali dia bersikap sangat serius dan menjadi orang yang sangat dewasa!." Gumam Aria memandangi Hara.


Hara tidak menghiraukan Aria yang berjalan mengikutinya, Hara hanya fokus melihat buah-buahan yang ada di hadapannya.


Mereka telah mendapatkan buah-buahan itu, dan berjalan balik ke arah Kamar Aria.


Aria masih melamun di samping Hara, dia masih tidak merasa enak kepada Hara karena telah membatalkan janjinya.


Aria memberanikan diri untuk memegang tangan Hara yang sedang berjalan itu, tapi Hara langsung menyembunyikan tangannya, dan langsung menatap tajam ke arah Aria.


"A,apa Hara marah padaku, apa Hara membenciku?". Gumam Aria yang menangis di lamunannya


Mereka sampai di kamar Aria, dan menyuruh Syifa memakan buah itu.


" wah, enaknya, serasa lidahku kembali Normal". Ucap Syifa yang kegirangan


( Hara tersenyum melihat Syifa )


Aria memandang ke arah Hara yang sedang tersenyum senang melihat Syifa, Aria merasakan Hara yang sangat dewasa setelah membuatkan bubur dan membeli buah-buahan untu Syifa, adiknya Aria.


" ternyata Hara sangat perhatian kepada adikku, di samping dia yang sangat malu ketika sedang berada di rumahku, aku semakin cinta kepadamu Hara". Gumam Aria menatap Hara


Saat Aria sedang melamun dan keasyikan melihat Hara,,,


" plakk" Hara menampar kening Aria


"Ugghh" Aria terpelanting


" k,k,kenapa kamu menatapku mesum Aria bodoh!." Ucap Hara dengan wajah merahnya itu


" ehh,a,aku tidak menatap mesum dirimu Hara". Ucap Aria panik


" sudah jelas-jelas kamu menatapku begitu, seakan-akan kamu ini menginginkan sesuatu dariku.". Teriak Hara menutupi dadanya dengan tangannya


" b,benarkah?" Aria menjadi panik.


Hara akhirnya ngobrol dengan Hara, ini pertama kalinya mereka ngobrol.


Meskipun mereka telah bertemu di rumah Aria, tapi hubungan mereka baru dekat setelah apa yang di lakukan Hara saat Syifa sakit.


Akhirnya Syifa meminum obat dan tidur pulas.


Suasana Aria dan Hara sangat canggung, Aria telah meremehkan Hara, dan juga soal janji yang di batalkan nya.

__ADS_1


( Ruangan Sunyi tidak ada obrolan antara Aria dan Hara)


Aria menunduk, dan menoleh ke arah Hara,, Hara masih menatap Syifa yang sedang tidur.


" Hara ". Ucap Aria pelan


" hmmm". Hara melirik Aria


" M,maafkan aku soal janji itu". Aria tertunduk sedih


" tidak apa-apa, aku juga mempunyai seorang adik, jadi aku sangat mengerti perasaanmu Aria". Ucap Hara dengan wajah datar


" Hara". Aria menatap bangga Hara


" aku beruntung punya pacar dirimu". Ucap Aria mengelap ingusnya keluar, karena menahan ingin menangis.


" Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap beranjak dari tempat duduknya


Aria menatap Hara.


" Hara tunggu". Teriak Aria memegangi tangan Hara


Hara tertahan dengan pegangan dari Aria, dia berdiri membelakangi Aria.


" tunggu Hara". Aria menatap sedih Hara


( Hara melihat ke arah Aria )


Aria melepaskan genggaman tangannya dari tangan Hara, kemudian Aria duduk lagi di tempatnya, dan Hara pun duduk kembali.


" ada apa Aria?" Tanya Hara menatap Aria


Aria yang masih tertunduk pun, mencoba mengeluarkan uneg-uneg nya kepada Hara.


( Hara hanya menatap Aria )


" maafkan aku karena telah membatalkan janji kita, aku sangat merasa bersalah padamu Hara, apa kamu merasa kecewa?" Tanya Aria


( mendengar Aria berbicara begitu, Hara langsung menghela napas panjangnya)


" huhhhhhh"


" apa yang kamu katakan Aria, sudah aku bilang aku juga mempunyai adik, pasti aku akan mengerti dirimu"


" Soal janji itu aku juga tidak merasa kecewa, kita bisa merayakannya lain kali Aria". Ucap Hara tersenyum lebar kepada Aria


Aria sangat merasa bersyukur karena Hara dapat mengerti perasaannya, dan Aria pindah duduk ke samping Hara.


( Hara tertunduk dengan wajah yang sangat merah, ketika Aria tepat di sampingnya)


" Hara"


Aria memegang tangan Hara, mereka berdua terlihat malu-malu dengan situasi sekarang ini.


" Hara". Ucap Aria lagi


Aria mendekatkan wajahnya ke wajah Hara, Hara berwajah sangat merah dan memejamkan matanya.


" s,sebagai permintaan maaf gue, gue harus berani menc**m Hara". Gumam Aria


" wahhh cantiknya pacarku".wajah Aria sangat dekat dengan wajah Hara

__ADS_1


"Hahhh,hahhh" nafas Aria tidak beraturan


Terasa hangat nafas Hara yang meniup wajah Aria.


" uhuggg,uhuggg,," Syifa batuk


" waaaa" Teriak Aria, dan badan Aria dan Hara saling berjauhan.


" kakk, ambilkan minum". Ucap Syifa melihat ke arah Aria dan Hara


Aria panik dan berlari mengambilkan minum Syifa,,


" a,a,apa Syifa melihatnya?" Gumam Aria berlari mengambilkan Air minum


Aria memberikan minum itu kepada Syifa.


" a,aku pulang dulu." Hara buru-buru dan beranjak dari duduknya


" semoga kamu cepat sembuh Syifa". Ucap Hara meninggalkan Aria dan Syifa


Aria cuma bisa melongo melihat Hara keluar dari kamarnya.


" gue melakukan hal bodoh lagi kepada Hara". Ucap Aria melamun


" kakak" ucap Syifa


" i,iya". Jawab Aria Gugup takut Syifa bertanya yang aneh-aneh


" a,ada apa Syifa?" Tanya Aria lagi


" apa kakak tidak merasa aneh dengan Kak Hara yang sekarang, Kak Hara sekarang terlihat begitu dewasa". Ucap Syifa


" hehehe, a,apa yang kamu katakan Syifa, Hara adalah Hara". Ucap Aria gugup


( Syifa menggelengkan kepalanya )


" tidak kak, Syifa dapat melihatnya, Kak Hara yang di kamar kakak sangat berbeda dengan Kak Hara yang dulu di rumah kita, dan Kak Hara yang ini juga mempunyai sorot mata yang berbeda". Ucap Syifa meyakinkan Aria


Aria juga merasa begitu, tapi Aria bersikeras kepada Syifa bahwa Aria lebih tahu tentang kepribadian Hara yang kadang-kadang serius, dan juga manja.


" gue yakin, Hara adalah Hara, dia adalah pacar gue". Gumam Aria mengepalkan tangannya


" Hara bilang dia yang di rumah kita sedang merasa canggung karena itu pertama kalinya dia mengunjungi rumah temannya, itu yang membuat Hara berbeda dari Hara yang sekarang". Ucap Aria meyakinkan Syifa.


****


( Beberapa Hari kemudian, dan Syifa telah sembuh)


" kak besok kak Yasmin mengajakku pergi". Ucap Syifa merapikan baju


" eh,, pergi kemana?" Tanya Aria


"" Kak Yasmin mengajakku berbelanja, dan aku juga ingin membeli baju." Jawab Syifa


" terserah kamu saja, jangan beli baju yang mahal-mahal yang penting bisa di pakai". Ucap Aria


" biarin saja, toh aku juga membeli baju memakai uang punyaku, bukan punya kakak". Ucap Syifa menjulurkan lidahnya meledek Aria


" haaahh, terserahlah.". Aria melihat ke arah Syifa.


Aria melamun memegangi pipinya.

__ADS_1


" gue kangen sama Hara, sudah lama kita tidak jalan bareng". Gumam Aria melamun memikirkan Hara.


__ADS_2