My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Perasaan yang di hargai


__ADS_3

" bruakk"


" hahhhh, selesai juga". Aria menghela nafas panjangnya.


" trining". Suara pesan masuk di HP Aria


" aku ingin sesuatu, antar aku. " Pesan dari Hara


" waaaaa, aku harus cepat-cepat, sebelum Hara datang." Aria panik dan berlari ke kamar mandi


" byurr,byurr" Suara Air di kamar mandi Aria


" cuccurucucuuu" senandung Aria menggesek-gesekan Handuknya di kepalanya, dan keluar kamar mandi Hanya menggunakan kolor pendek.


Aria membuka lemari baju miliknya.


" tok,tok,tok"


" Aria apa kamu sudah siap?" Teriak Seseorang dari luar.


Aria yang sedang melorotkan celananya kaget dan langsung menoleh ke belakang.


" seeeekkk" suara pintu, dan orang itu pun masuk.


Aria dan Hara saling bertatapan, Aria yang sedang nungging membuka celananya memantati Hara hanya memakai CD saja.


( Hara melamun kaget )


" Waaa, apa yang kamu lakukan Aria bodoh?".


" hyuuuukkkk"


" dakkk" sepatu melayang ke pan*at Aria


" brukkk" Aria terjatuh menghantam lemari, dan baju-baju Aria pun berjatuhan mengenai Aria.


" k,kenapa kau melempar ku dengan sepatu Hara". Ucap Aria kesakitan menahan tangis.


" kau sendiri kenapa telanjang begitu". Teriak Hara membalikkan badannya membelakangi Aria yang sedang ganti baju.


" i,ini, kamarku, aku bebas melakukannya, dan kenapa juga kau langsung masuk begitu saja!.". Ucap Aria memakai celana


" terserah kau saja Aria, tidak sopan kau telanjang di depan wanita".


" aku akan menunggu di luar". Ucap menutup pintu.


" padahal kamu sendiri yang nyelonong masuk ke kamarku Hara ". Gumam Aria


Aria berjalan mengikuti Hara ke pusat kota, Aria memandangi Hara, tapi Hara tidak terlihat peduli dengan Aria yang ada di belakangnya.


" akhirnya, gue bisa jalan-jalan bareng Hara lagi". Aria menatap Hara girang


Aria berusaha memegang tangan Hara lagi, tetapi Hara terus memasukan tangannya ke dalam jaketnya.


" aaaaaa,, apa Hara tidak mau berpegangan tangan dengan gue?" Gumam Aria panik


Mereka masuk ke sebuah toko baju, dan Hara berputar-putar memilih baju.


" sebenarnya gue benci dengan cara belanja wanita, tapi demi Hara gue akan lakuin semua itu". Gumam Aria mengikuti Hara


Hara mengambil baju dan masuk ke kamar ganti di toko itu.

__ADS_1


Aria menunggu di luar kamar itu, sambil memperhatikan sekitar.


" ssstttt,,ssstttt hey Aria!." seseorang bicara pelan


Aria celingukan mencari orang yang memanggil Aria,,


" hey Aria, di sini lho!" ucap Hara yang kepalanya nongol di kamar ganti


Aria melihat ke arah Hara.


( Hara membuka setengah tirai kamar ganti tersebut )


Dengan wajah merah dan sangat malu Hara meminta pendapat tentang Dalaman yang di beli Hara.


" b,bagaimana menurutmu?" Tanya Hara tersipu malu


" ehh" Aria melotot ke arah Hara


Aria melotot kaget ke arah Hara karena Hara meminta pendapat T*nk T*p yang di kenakan nya.


" waahhh,H,H,Hara s,sangat...." gumam Aria sambil melamun


" hey Aria bagaimana?". Hara berbicara pelan lagi


Aria hanya melamun menatap Hara.


" i,i,itu sa,sangat bagus, d,dan juga besar Hara." Ucap Aria matanya terbelalak


( Aria menutup mulutnya)


" sreeekkkk" Hara menutup gorden tersebut.


" hehhh, apa yang barusan gue katakan, gue menyebutnya besar". Gumam Aria panik


Tidak lama berselang Hara keluar dari kamar ganti tersebut, dan berjalan ke arah kasir toko itu.


Mereka menghabiskan waktu di pusat kota itu, mereka jalan-jalan berdua pergi makan dan melihat-lihat sekitar.


Saat Aria dan Hara berjalan di penginapan yang di tempati Hara, Aria berhenti dan memandangi penginapan tersebut.


" penginapan Hara!" Gumam Aria sambil mengingat Hara yang menyebut Aria Istimewa.


" kenapa kamu melamun Aria?" Tanya Hara heran


" ah,ahaha enggak" Aria tersenyum kepada Hara


( Hara berjalan masuk ke penginapan tersebut )


" ayo Aria!. " ucap Hara berjalan memasuki gerbang itu


Aria sangat kaget ketika Hara mengajak masuk ke kamarnya, Aria memandangi Hara dari belakang.


" Hara sangat tenang." Gumam Aria mengikuti Hara


Hara membuka kunci pintu, dan mempersilahkan Aria masuk, dan Hara membuatkan minum untuk Aria.


" kenapa kau pelanga pelongo begitu Aria?" Tanya Hara


" ahh enggak." Ucap Aria tersenyum malu


" tunggu sebentar, aku ada perlu di kamarku dulu." Ucap Hara berjalan ke suatu ruangan.

__ADS_1


Mendengar Hara akan memasuki kamarnya, Aria terperangah tak menyangka ada kamar lain di ruangan ini,, Hara masuk ke sebuah ruangan.


" clekk" Hara mengunci ruangan tersebut.


Aria melihat heran ruangan yang sangat mewah itu,,


" gila ini benar-benar mewah!" Gumam Aria


Aria berpikir kenapa Hara memilih Aria sebagai pacarnya, dan tidak memilih Raiga yang notabenenya adalah lelaki yang kaya, dan mampu memberikan Hara kehidupan yang serba mewah, dan tentunya benar-benar di luar jangkauan Aria.


Aria termenung menunggu Hara yang sudah 15 menit belum keluar juga, Aria menyandarkan dirinya di sofa sambil melihat ke langit-langit ruangan itu.


Clekkk,,, Kunci kamar Hara di buka, dan Hara keluar hanya memakai celana pendek dan T*nk T*p saja.


Aria yang melihat Hara matanya melotot kaget dengan apa yang di kenakan Hara, Aria memandangi Hara heran.


" b,bela*an dadanya jelas, dan juga..."


Mata Aria terbelalak melihatnya, dan Aria kaget melihat Hara yang memakai liontin Cincin kado dari Aria yang gagal.


Hara duduk di kasur yang ada di ruangan itu.


" kenapa kamu menatapku begitu Aria?" Tanya Hara dengan wajah yang merah.


Aria memalingkan pandangannya dari Hara ke sudut yang lain, karena takut Hara menyebutnya mes*m dan tidak sopan.


" k,kamu memakai kalung itu Hara?". Tanya Aria tersipu malu


Hara memegangi dan melihat Liontin Cincin tersebut, dan melirik ke arah Aria.


" ini adalah Hadiah dari Aria, meskipun tulisannya gagal dan terbalik sekalipun, Aku akan tetap menghargai dan tentunya Aku sangat senang dengan pemberianmu ini Aria,, ini adalah kado pertama dari Pacarku." Hara tersenyum senang kepada Aria.


Dengan wajah yang merah merona Hara terus memandangi Liontin Cincin tersebut, Aria yang melihat Hara menghargai pemberiannya itupun ikut merasa senang, dan Air mata haru Aria berlinang di mata Aria.


" kamu memang terbaik Hara, aku semakin mencintaimu." Hidung Aria kembung kempes menahan Air Matanya supaya tidak jatuh.


Entah kenapa perasaan Aria kepada Hara sekarang telah terikat menjadi perasaan kasih sayang sebagai pacar, Aria yang awalnya menganggap Hara sebagai teman kerja, dan membenci Hara karena kesombongan Hara pada awal mereka berjumpa, sekarang perasaan Aria sangat berubah 180°,, dan kini dirinya telah luluh oleh Hara.


" Aria" Hara memanggil Aria


Hara melambaikan tangannya mengajak Aria duduk ke dekat Hara di kasurnya.


Aria berjalan gugup ke samping Hara, dan dia menundukkan pandangannya karena tidak ingin melihat Hara yang berpakaian begitu, dan tentunya Aria juga tidak mau di anggap tidak sopan oleh Hara.


" A,ada apa Hara?". Tanya Aria wajahnya memerah


Hara hanya menggelengkan kepalanya.


" aku hanya ingin dekat dengan mu saja Aria."


Hara menidurkan dirinya sendiri di samping Aria.


Meskipun Aria merasa nyaman bersama Hara,, Aria sendiri sangat merasa risih dengan Hara hari ini, Hara yang memarahi Aria saat Aria telanjang di kamarnya Aria, justru Hara sendiri yang berpakaian terbuka sekarang.


Aria tidak berani menatap Hara yang sedang tiduran itu.


" Hara, a,apa kamu tidak malu berpakaian begitu di depan lelaki?". Ucap Aria yang melihat ke arah lain dengan wajah malunya.


" hmmmmm!. " Hara memandang Aria


Plakkk, Hara memegangi tangan Aria.

__ADS_1


Aria sangat tegang sekali saat Hara memegang tangan Aria, dia teringat Hara yang menariknya ke kasur beberapa waktu yang lalu.


" apa yang akan kamu lakukan sekarang Hara?" Gumam Aria dengan wajah terkejut.


__ADS_2