
" hmmmmm!. " Hara memandang Aria
Plakkk, Hara memegangi tangan Aria.
Aria sangat tegang sekali saat Hara memegang tangan Aria, dia teringat Hara yang menariknya ke atas kasur beberapa waktu yang lalu.
" apa yang akan kamu lakukan sekarang Hara?" Gumam Aria dengan wajah terkejut.
Aria benar-benar tegang, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, Hara yang sedang tiduran itu mencengkram tangan Aria.
" hehehe, kamu kenapa Aria?" Tanya Hara tertawa
" t,tidak apa-apa!." Ucap Aria tersipu malu
" apa kamu tergoda denganku?" Hara tersenyum lebar beranjak dari tidurnya, dan duduk kembali di samping Aria.
" i,i,itu". Ucap Aria gugup
" kamu boleh kok menyentuhnya." Ucap Aria tersenyum lebar kepada Aria
Aria sangat kaget dengan ucapan Hara kepadanya.
" huaaaaa" Aria meloncat menjauhi Hara
" H,H,Hara apa-apaan kamu ini!. "
Aria melepaskan nafas panjangnya sambil menatap kaget Hara.
" hahaha, kamu ini memang bodoh Aria!." Hara tertawa melihat tingkah Aria yang begitu
" d,dan kamu juga kenapa menggodaku seperti itu."
" C,cepat pakai bajumu Hara." Ucap Aria panik
Hara memakai bajunya, tetapi Baju Hara sangat besar hingga menutupi lututnya.
Aria menahan tawanya melihat Hara yang di makan bajunya sendiri.
" apa begini sudah bagus?" Tanya Hara kepada Aria
Aria mengangguk dan tetap menahan tawanya itu.
Hara kembali duduk di sampingnya Aria, dan kembali tiduran.
" hey Aria, apakah kamu tahu, kamu adalah satu-satunya teman lelakiku selain Raiga." Ucap Hara tersenyum kepada Aria
" ehh," Aria kaget dengan pembicaraan Hara
" kamu pasti ingat kan, saat pertamakali kita bertemu.!" Ucap Hara
Aria mengenang pertemuan pertama dengan Hara.
" ya, aku sangat ingat itu". Ucap Aria mengangguk
" Saat itu aku sangat tegang, karena itu adalah pertama kalinya aku bekerja dengan seorang lelaki, dan aku harus beradaptasi dengan lingkungan ku, tapi aku bersyukur bisa mengatasinya, dan akhirnya aku bisa akrab denganmu Aria." Ucap Hara tersenyum lebar kepada Aria
"Begitu yaa, yang membuat Hara sangat tidak sopan kepada gue, ternyata dia tidak tahu cara mempunyai teman". Gumam Aria
Akhirnya Hara menceritakan tentang kehidupan sebelum mengenal Aria, dia sama sekali tidak mempunyai teman, dan hanya ada Azwan dan Raiga di sisinya.
Dan Hara juga menjelaskan pertemuan Aria dan Hara adalah sesuatu yang spesial.
" spesial?" Tanya Aria
Hara menganggukkan kepalanya.
" entah kenapa saat pertama kita bertemu, aku merasakan telah jatuh hati padamu Aria, tapi aku tidak mempunyai keberanian untuk memulai pembicaraan denganmu."
" itulah alasanku sangat gugup bertemu denganmu saat pertamakali." Ucap Hara tersenyum kepada Aria
Hara pun bilang kepada Aria, bahwa hari-hari yang di lalui nya dengan Aria kenangan yang tidak akan pernah Hara lupakan, dari mulai pertama menjadi rekan kerja, lalu menjadi teman akrab.
" dengan begitu, aku bisa menyebut kisah Cintaku ini adalah, Cintaku adalah Temanku Aria." Ucap Hara tersenyum lebar kepada Aria
" Cintaku adalah Temanku?" Tanya Aria heran
" ya, Cintaku adalah Temanku, karena kamu adalah teman pertama sekaligus lelaki yang membuat aku jatuh cinta Aria." Ucap Hara tersenyum senang.
__ADS_1
Aria menatap Hara yang sedang rebahan di sampingnya.
Bruukkk,, Aria membaringkan tubuhnya di samping Hara, kemudian memeluk Hara yang berada di sampingnya.
" A,Aria." Ucap Hara lirih dan wajahnya memerah
" ada apa Hara?" Aria PD dengan pelukannya kepada Hara
" d,disini ada CCTV Aria!." Ucap Hara tersipu malu
Aria melamun.
" waaaaa benarkah?" teriak Aria
Bruukkkk, Aria terjatuh di tepi ranjang itu, karena melompat setelah mendengar perkataan Hara.
" hehehe". Hara tertawa melihat Aria yang terjatuh di tepi ranjang itu.
Aria menatap Hara yang menertawainya, sambil mengusap pan*atnya yang terbentur ke lantai.
" Kamu ini benar-benar bodoh Aria, mana ada cctv di kamarku sendiri". Ucap Hara tertawa dengan wajah yang sangat merah itu.
Sambil beranjak dan menahan sakitnya, Aria merasa mengeluh dengan perlakuan Hara kepadanya.
" kau ini Hara, selalu membuatku panik saja." Ucap Aria cemberut
Hara mendekati Aria, dan bersandar di bahunya.
" karena aku suka sekali melihat wajah Aria yang kepanikan." Hara tersenyum kepada Aria
" huhhhhhh, terserah kamu saja Hara." Ucap Aria tersenyum gembira
Berjam-jam mereka Habiskan di kamar Hara, di isi dengan kedekatan mereka.
Waktu pun sudah hampir malam, dan Aria pun tidak bisa membiarkan Syifa sendirian di kamarnya.
Tapi ada satu hal yang masih mengganjal dan perlu Aria ketahui lagi.
Mereka berpegangan tangan seperti sepasang kekasih yang telah lama mengenal.
Hara melamun tidak memberikan jawaban kepada Aria.
" apa pertanyaan ku itu mengganggumu Hara?" tanya Aria lagi
Hara tetap melamun, dan berdiam diri.
" baiklah aku tidak akan memaksamu menjawabnya, lagipula itu sudah terlewat." Ucap Aria beranjak dari duduknya.
Hara memegangi tangan Aria.
" s,sebenarnya Raiga menyukai Yasmin, dan aku membantu Raiga, untuk menjauhkan mu dari Yasmin, itu adalah rencana kita berdua." Jawab Hara
Aria menundukkan kepalanya sambil berdiri, dan tidak percaya Hara bisa berbuat seperti itu kepada Aria dan Yasmin.
" maafkan aku Aria, aku memaksamu jatuh ke pelukanku." Ucap Hara memeluk Aria dari belakang
" aku yakin kamu marah padaku karena aku telah merenggangkan hubungan kalian, terserah kamu mau memaafkan ku atau tidak, yang penting aku sudah jujur padamu".
" sekali lagi maafkan aku Aria,,,,, Sayang." Ucap Hara yang pelukannya semakin erat.
Aria tidak menyalahkan Hara dan Raiga, karena sekarang Aria terlanjut jatuh Hati kepada Hara,, Aria melepaskan pelukan dari Hara, dan berbalik ke arah Hara sambil mengusap kepala Hara.
" mau apapun yang kamu lakukan, sekarang tidak perlu menyesalinya Hara, aku sudah bahagia di sisimu, baik kamu maupun Yasmin ada tempat tersendiri di Hatiku." Ucap Aria mengelus kepala Hara.
" terimakasih Aria". Hare meloncat dan memeluk Aria dari depan.
Wajah Aria sangat pucat ketika badan Hara nemplok di badannya, Aria merasakan sesak yang amat luar biasa karena di peluk Hara.
Aria hanya dapat melamun dengan tatapan yang kosong.
" Aria, hey, Aria,,,".
" wahhhh Aria kau pingsan sambil berdiri." Ucap Hara panik
Ternyata Aria masih lemah saat sedang bersama Hara, dia masih saja gugup dan hilang kendali saat Hara mesra kepada Aria.
****
__ADS_1
Aria berjalan dengan wajah seperti mayat hidup dan sangat lemas.
" Hara memeluk gue, waaaa, senangnya." Gumam Aria yang berjalan dengan tatapan Kosong
Aria sampai di kamarnya, Tapi, pintunya sudah terbuka, dan tidak di kunci, ternyata Syifa sudah ada di dalam kamarnya.
" Syifa". Ucap Aria kaget
" b,bagaimana kamu bisa...."
" maaf Syifa, telah membuatmu menunggu lama" Yasmin datang membawa kantong kresek
" Aria kamu dari mana?,,, Yasmin dan Syifa nyariin kamu lho!". Ucap Yasmin menghampiri Syifa
Aria melamun bagaimana mencari alasan yang tepat.
" a,a,aku baru saja melihat-lihat lemari untuk baju Syifa, tapi aku tidak menemukannya." Ucap Aria tertunduk
" benarkah?" Yasmin menatap curiga Aria
" i,i,iya." Aria mengalihkan pandangannya
" syukurlah, Yasmin kira Aria bertemu Hara!." Ucap Yasmin memandang Aria lagi
Aria hanya bisa tertunduk lesu.
" kalau Aria benar bertemu Hara, Aria tidak dapat jatah Makan malam". Ucap Yasmin tersenyum lebar kepada Aria
" hahhh, jahatnya". Teriak Aria
( Yasmin pun tersenyum senang melihat wajah Aria yang kesusahan )
Akhirnya mereka bertiga makan malam di kamar Aria, mereka melepaskan lelah mereka dengan becanda.
Aria menatap Yasmin yang sedang ngobrol dengan Syifa.
" kenapa Yasmin sangat peduli sama gue dan Syifa?"
" dan kenapa Yasmin sangat tidak suka sama Hara?"
" Aahhhhhh, gue bingung sekali!." Gumam Aria merebahkan badannya di kasur.
Yasmin pun pulang ke kostan nya, sekarang tinggal Syifa dan Aria yang tengah membereskan kamar mereka.
Syifa melamun dan melihat ke arah Aria yang sedang membereskan kasurnya.
" kenapa kakak membohongi kak Yasmin, padahal kakak tadi bertemu dengan kak Hara kan?" Tanya Syifa menatap Aria
Aria terkejut dengan pertanyaan dari Syifa.
" ap,apa yang kamu katakan Syifa?" Tanya Aria kembali.
( Syifa merebahkan badannya di kasur )
" saat aku sedang berbelanja dengan Kak Yasmi, aku melihat Kakak dan Kak Hara sedang berjalan masuk ke penginapan di pusat kota." Jelas Syifa
Aria melotot kaget mendengar jawaban dari Syifa.
" ap,apa, Yasmin melihatnya juga?" Tanya Aria melotot panik
( Syifa menggelengkan kepalanya )
" aku melindungi kakak dan kak Hara, membawa kak Yasmin ke arah yang berlawanan, kalau Kak Yasmin tahu, keadaanya bisa gawat." Ucap Syifa memejamkan matanya
" huhhhhh,,, Syukurlah.". Gumam Aria bernafas sangat lega
" t,tapi kenapa kamu melindungi Aku dan Hara?" Tanya Aria lagi
( Tidak ada jawaban dari Syifa)
"Zzzzzz,,zzzzz". Ternyata Syifa sudah tidur
Aria menepuk keningnya sendiri, heran dengan kelakuan adiknya yang tiba-tiba tidur.
" gue di abaikan."
" Tapi Terimakasih Syifa." Gumam Aria Aria tersenyum memandangi Adiknya yang sedang tidur itu.
__ADS_1