My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Prologue


__ADS_3

"Ah!! Aku benar-benar bosan!!"


Aku mencoba merilekskan diri dengan sebagian badan, tangan dan wajahku diletakkan diatas meja.


"Kalau begitu, apa anda mau beristirahat sebentar. MiLady, Ellen?"


"Istirahat itu memang penting sih. Tapi aku ingin melakukan hal lain!!" ucapku pada seorang butler yang tengah bersamaku.


"Ah!"


"Tidak boleh! MiLady."


"Cih, padahal aku belum mengatakan apapun!"


Aku hanya bisa menghela nafas dengan tumpukan kertas dokumen yang harus diurus. Sebelumnya, izinkan aku memperkenalkan diri yah! Namaku adalah Elena von Callista, aku adalah seorang Demon Lord. Yah, walaupun lebih tepatnya seorang True Demon Lord sih. Kenapa aku mengatakan hal tersebut? Yah, aku juga terkejut sih. Lagipula itu kudapatkan dari Status yang ku miliki.


STATUS


NAME: Elena von Callista


RACE: True Demon Lord


HEALTH: Immesurable


MANA: Immesurable


LEVEL: Immesurable


TITLE: Reincarnator, Talented Demon Girl, The Meanest Girl, The Creator, Human Slayer, World Enemy, God Enemy, Lord of Demon Realms, Lord of Seven Deadly Sins, Life and Death Controllers.


SKILL: Appraisal Lv 10, Detect Lv 10, Fire Magic Lv 10, Water Magic Lv 10, Earth Magic Lv 10, Wind Magic Lv 10, Light Magic Lv 10, Dark Magic Lv 10, Ice Magic Lv 10, Sword Master Lv 10, Strengthening Lv 10, Space Magic Lv 10, Forbidden Magic Lv 10, Archery Lv 10, Support Magic Lv 10, Summon Magic Lv 10, Creation Magic Lv 10, Prideful King Lucifer, Wrathful King Satanael, Greedy King Mammon, Gluttonous King Beelzebuth, Envious King Leviathan, Lustful King Asmodeus, Slothful King Belphegor.


Sungguh, mengerikan bukan status milikku? Health, Mana dan Level milikku tak terukur setelah aku berubah menjadi True Demon Lord. Sebenarnya aku memiliki banyak sekali Title, tapi aku memutuskan untuk menghapus beberapa title yang menurutku tidak terlalu berguna. Yah, walaupun aku masih menyimpan Title Human Slayer yang menurutku tidak berguna. Tapi aku ingin menyimpannya karena aku memiliki dendam terhadap mahluk menyedihkan yang disebut Manusia.


Semua itu terjadi saat aku masih berada di Bumi, tempat dimana aku masih menjadi manusia yang bernama Karen Widya. Seorang gadis yang menyedihkan. Awalnya aku terkejut saat mengetahui bereinkarnasi menjadi calon raja iblis. Tapi lama-kelamaan setelah mengetahui betapa menyedihkannya manusia, akhirnya aku memutuskan untuk membuang hati manusia ku dan menerima takdir sebagai raja iblis.


"Sudah 500 tahun, tapi tubuhku masih seperti anak usia 14 tahun. Dadaku juga tidak berkembang sama sekali, menyedihkan," gumamku meraba dadaku yang rata.


"Fufufu, kalau begitu, apa anda mau menerima bantuan ku, Master?" tanya Asmodeus di dalam pikiranku.

__ADS_1


"Tidak perlu!" tolakku.


Oh, yah. Untuk menjadi Raja Iblis Sejati, aku diharuskan untuk menyerap 7 Dosa Besar dan menjadikan mereka sebagai kekuatanku. Itulah sebabnya mereka bisa berkomunikasi denganku walau lewat pikiran.


"Milady, apa anda tidak perlu teh ku?" tanya Vishnal terkejut, seorang Butler yang melayaniku.


"Ah, tidak! Bukan begitu, aku sedang bicara dengan Asmodeus. Jadi aku bukannya memarahi dirimu!" jelasku.


"Begitu yah," ucapnya lega.


Vishnal sudah melayaniku sejak kecil, bisa dibilang dia sedikit mirip dengan sekretaris bagiku. Karena itulah, aku tidak mau membuatnya sedih. Jika aku melakukannya dia pasti akan bersembunyi dan itu akan merepotkan ku! Ah, asal kalian tahu yah, Vishnal itu seorang pria. Walaupun wajah dan rambutnya mirip seperti wanita, tapi dia adalah seorang pria.


"Hey, Vishnal. Apa benar aku tidak boleh kesana?"


"Tidak boleh! MiLady harus mengerjakan semua dokumen ini bukan?"


"Yah, memang sih. Tapi, aku sedikit khawatir dengan pasukan kita. Manusia menyedihkan itu sudah mengeluarkan kartu as mereka bukan?"


"Saya mengerti maksud anda, MiLady. Tapi bagaimanapun, mereka memanggilnya untuk menghabisi nyawa anda bukan?"


Apa yang dikatakan oleh Vishnal tidak salah sih. Jika kalian bingung apa yang kami bicarakan, biar aku jelaskan pada kalian. Dunia ini disebut dengan Rahtel dan dunia ini memiliki banyak sekali alam atau bisa disebut dengan benua. Setiap alam dihuni oleh suatu Ras, yaitu Human, Elf, Dwarf, Fairy, Werebeast, Mermaid, Siren, Orc, Goblin, Troll, Vampire, Demon, Succubus, Machina, Angel, Dragon, serta God. Sebenarnya masih ada yang lain, tapi sisanya adalah darah campuran. Human memiliki alamnya sendiri, yang disebut sebagai Human Realm. Elf, Dwarf Dan Fairy berada di alam yang bernama Spirit Realm. Werebeast, Mermaid dan Siren berada di Beast Realm. Orc, Goblin serta Troll berada di Monster Realm. Vampire, Demon dan Succubus berada di Demon Realm. Machina, Angel dan God berada di Heaven Realm. Sedangkan Dragon berada di Dragon Realm.


"Hey, Vishnal. Boleh aku pergi? Tapi aku akan mengerjakan semua ini besok? Bagaimana juga, mengumpulkan informasi itu penting bukan?"


"Huft.. baiklah! Kali ini saya mengalah! Anda boleh pergi dengan syarat, besok semua dokumen ini harus selesai!"


Aku bersorak gembira mendengarnya, jadi dengan cepat aku membuka jendela.


"Tunggu MiLady, kenapa lewat jendela?" tanya Vishnal.


"Ah, itu.. kamu tahu bukan? Jika Ibunda melihatku pergi lewat depan, aku mungkin akan diceramahi olehnya. Karena itulah, aku pergi dulu yah!"


Tanpa ragu aku pun segera melompat, membuat Vishnal berteriak memanggilku. Namun aku mengabaikannya dan segera mengendalikan angin disekitar diriku, serta memanipulasinya agar membuatku laju terbang.


Untuk sampai disana, aku tidak membutuhkan waktu lama. Setelah berada di patas camp para Demon, aku melihat banyak sekali yang terluka dan membuatku secara tidak sadar menggunakan Area Heal pada mereka. Jika kalian berpikir mereka akan tiada, maka kalian salah. Support Magic berbeda dengan Light Magic yang merupakan kelemahan Ras Demon, Vampire dan Succubus. Support Magic memiliki sihir penyembuhan dan beberapa sihir pendukung lainnya. Walau ada beberapa sihir yang bisa melakukan penyembuhan seperti Water Magic dan Light Magic. Support Magic juga bisa digunakan pada diri sendiri, namun efesiensinya akan berkurang setengah.


"Hey, Lucifer. Bisa kamu gunakan Telepathy dan menyambungkannya pada seluruh divisi?"


"Seluruh divisi mustahil bagiku, Master! Tetapi jika hanya pemimpinnya saja, aku rasa itu bukan masalah, bagiku."

__ADS_1


"Begitu juga tidak masalah," ucapku pada Lucifer.


Dia melakukan kerjanya cukup cepat, baru beberapa saat aku memberikannya tugas tersebut, dia sudah menyelesaikannya dengan mudah dan menyambungkannya pada semua pemimpin divisi.


Setelahnya aku segera menyuruh kepada para pemimpin divisi untuk menarik mundur pasukan mereka. Awalnya ada beberapa dari mereka yang menolak. Namun setelah ku ucapkan ini adalah perintah, mereka pun segera menarik semua pasukan untuk mundur.


Manusia bersorak senang saat melihat hal ini, aku pun tertawa saat melihat ada beberapa dari mereka yang memutuskan untuk mengejar pasukan Demon. Tanpa pikir panjang, aku pun segera melesat turun ke bawah, menyebabkan tanah sekitar hancur dan menciptakan hembusan angin yang kuat, hingga mendorong semua orang yang berada disekitar sana.


"Hey, Beelzebuth. Apa kamu lapar?"


"Master, mungkinkah anda menyuruhku untuk memakan manusia-manusia bodoh ini? Sayang sekali, aku harus menolaknya," sahut Beelzebuth dan membuatku merasa sedikit kecewa.


"Ya sudahlah, jika Beelzebuth tidak ingin memakan mereka. Aku musnahkan saja boleh kan?"


Aku menggunakan Fire Magic di tangan kananku. Setiap kali api tersebut berubah warna, dia akan semakin besar dan panas. Dimulai dari jingga, biru, hitam dan yang terakhir putih.


Para manusia di hadapanku mulai merasakan panasnya, aku segera menyebar api putih dari kanan ke kiri, sebelum melepaskannya menjadi gelombang besar. Beberapa dari mereka ada yang mencoba melarikan diri ke belakang, dimana camp mereka berada. Tentunya aku tidak akan membiarkan mereka kabur, jadi aku menghentakkan kaki kananku, menciptakan dinding tanah setinggi 5 Meter yang menutup jalan mereka untuk kembali menuju pasukan dibelakang mereka maupun kembali ke camp.


"Bye~ White Flame Wave!!"


Aku melambaikan tangan sebagai bentuk perpisahan dan melepaskan api putih tersebut kearah mereka. Tentu saja, itu langsung membuat mereka musnah dalam sekejap. Api putih adalah tingkat teratas dan terakhir dari Fire Magic, bisa dibilang api ini panasnya setara dengan matahari. Jadi bisa dipastikan mereka semua musnah tak tersisa ditelan api putih tersebut.


Namun tanpa kusadari, ternyata ada beberapa yang selamat setelah aku menghilangkan api putih tersebut. Seorang manusia berambut hitam dengan wajah familiar bagiku, dia membawa pedang panjang dengan satu tangan. Dapat terlihat sebuah Barrier yang melindungi dirinya dan orang yang berada dibelakangnya.


"Begitu yah, jadi manusia itu benar-benar dirimu, Haikal," gumamku.


Ini adalah reuni bagiku, tapi tidak baginya. Aku benar-benar senang bisa melihatnya lagi. Kali ini, aku tidak akan meninggalkan dirimu lagi seperti sebelumnya.


"Apa kau Raja Iblis yang mengancam manusia!?"


Aku memejamkan mataku saat mendengar pertanyaannya. Kemudian menjawabnya dengan angkuh.


"Yah, aku adalah True Demon Lord, Elena von Callista. Senang bertemu dengan dirimu, Tuan Pahlawan, Haikal!"


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!


__ADS_1


__ADS_2