My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Ketahuan


__ADS_3

Sudah 1 menit saat aku berhasil membebaskan mereka. Sekarang yang tersisa adalah Kyla, gadis yang baru diculik dan aku. Aku menyuruh Kyla lebih dulu, karena dia tengah menggendong gadis yang baru diculik. Dia masih pingsan dan belum menunjukkan tanda-tanda akan siuman, jadi Kyla memutuskan untuk menggendongnya.


"Ellen! Kamu juga harus keluar, nyaa~"


"Aku akan menyusulmu, sebaiknya kamu cepat sebelum mereka terbangun nanti!"


Kyla hanya mengangguk dan segera keluar dari sini. Sekarang hanya tinggal aku saja, niatnya aku ingin mengikat mereka dan menyerahkan mereka semua pada orang yang bertanggung jawab. Tapi aku sama sekali tidak menemukan tali di sekitarku. Jadi aku putuskan untuk mengunci mereka dari luar. Sayangnya aku tidak beruntung, seorang pria baru keluar dari ruangan lain dengan perasaan lega.


"Fiuh! Sudah lama sekali aku tidak selega ini! Oy, siapa selanjutnya yang akan man.. di?"


Perkataannya terhenti saat menatapku, dia sama sekali belum bereaksi. Aku perlahan menoleh kebelakang, terlihat wajahnya kali ini sedikit terkejut.


"Ha-hallo, Tuan Penculik. Haha-hahaha."


Aku segera lari keluar dengan cepat, tapi sepertinya tidak semudah yang aku bayangkan.


"Kalian semua bangun! Gadis-gadis itu lepas! Cepat tangkap gadis berambut merah muda itu!!"


Dia berteriak! Membuat semua orang disana segera terbangun. Bahkan ada yang memiliki reflek bagus dan melepaskan sihir padaku.


"Firebolt!!"


"Cih, gawat! Wahai angin, hembuslah! Blow!!"


Aku mengayunkan tangan kananku dan menciptakan angin yang mendorong sihir tersebut, menciptakan ledakan dihadapan mereka. Aku lalu melirik keluar, masih ada beberapa gadis yang belum jauh disini. Jadi aku memutuskan untuk menahan mereka sampai mereka semua pergi menjauh.


"Wahai api, berkobarlah! Fire Wall!!"


Sebuah api berkobar dan menciptakan dinding yang memisahkan aku dan para penculik itu. Kemudian aku mencoba merapal sihir lain, tapi sayang itu digagalkan dengan dorongan sebuah perisai yang menabrak tubuhku. Hal ini membuatku terhempas hingga menghancurkan pintu yang masih setengah terbuka tersebut.


"Gyaa!!"


Aku tersungkur diatas tanah, para penculik tersebut segera datang keluar menghampiriku.


"Tak ku sangka kau berani melepaskan gadis-gadis pesanan itu yah. Selain itu, bagaimana caramu mengetahui lokasi kami?" tanya orang yang sama yang lolos dari Sleep milikku sebelumnya. Mungkin lebih tepatnya aku tidak menyadari kalau masih ada satu orang tersisa.


"Haha, kenapa tidak menanyakan hal itu padanya? Salahnya sendiri karena tidak sadar ada yang mengikutinya," balasku menunjuk orang yang ketahuan menculik seorang gadis didepan mataku.


Pria itu menatap tajam ke orang yang ku tunjuk. Tentunya orang yang ku tunjuk mencari suatu pembelaan, lagipula aku saat itu tengah menggunakan Dark Magic, Illusion. Jika dengan ini mereka akan terpecah, itu akan sangat membantu nantinya. Tapi sepertinya tidak semudah itu.


"Yah, kami akan mendengar penjelasanmu nanti. Untuk sekarang, lebih baik kau menangkap gadis itu untuk dijadikan pengganti!"


"Tapi Key, dia itu seorang anak Bangsawan. Bagaimana jika beliau tidak menginginkannya?"


Mendengar jawaban tersebut, pria bernama Key itu menodong pedangnya dan mengancam.


"Lebih baik kau melakukannya, atau kami akan membunuhmu atas keteledoran yang kau lakukan!"


Pria yang diancam itu berdecak kesal saat melihat anggota yang lainnya menatap dia dengan hawa membunuh.

__ADS_1


"Baiklah, aku mengerti."


Aku sudah cukup pulih dari serangan sebelumnya, jadi saat ini aku sudah berdiri dan bersiap untuk bertarung. Setidaknya sampai bala bantuan datang.


"Apa sudah selesai membuat strateginya, Tuan Penculik?" tanyaku.


"Karena kau, aku berada diposisi ini. Sebelum menyerahkanmu, aku akan menyiksamu lebih dulu!!"


Bagus dia terpancing. Aku segera mengulurkan tangan ke depan dan bersiap merapal, disaat yang sama, aku teringat perkataan Guru Lilith tentang sihir.


Flashback On


"Dengar yah, Ellen. Sihir itu membutuhkan sebuah pemicu untuk bisa menggunakannya, apa kamu tahu maksudnya?" tanya Guru Lilith dengan sebuah api ditangannya yang baru diciptakan.


"Hmm, sebuah rapalan?" jawabku sedikit ragu.


"Salah! Jawabannya adalah bayangan. Dengan membayangkannya saja, kamu sudah bisa menggunakan sihir. Tetapi walau hanya cukup dengan membayangkannya saja bisa membuat kita menggunakan sihir, kita tidak bisa mengatur mereka menjadi apa yang kita inginkan. Disitulah, rapalan dibutuhkan. Contohnya, Wahai api, bentuklah tombak dan hunuslah lawanku! Flare Lance!!"


Sebuah tombak api melesat ke boneka kayu dan menghancurkannya.


"Aku mengerti, tapi bagaimana jika kita tanpa sengaja salah rapalan?" tanyaku penasaran.


"Pertanyaan yang bagus! Jika hal itu terjadi, jangan ragu untuk melepaskannya. Es! Tombak! Bekukan!!"


Sebuah tombak es melesat dan menusuk boneka kayu, tapi bukannya hancur, dia malah membeku.


"Normalnya adalah, Wahai es, bekukan dirimu dan jadilah tombak! Ice Javelin!! Tetapi aku malah merubahnya menjadi, Es! Tombak! Bekukan!! Intinya, tidak ada yang namanya sihir yang gagal. Jika kamu salah merapal, itu bukan sihir gagal, tapi sebuah sihir baru. Sampai sini kamu mengerti?"


Aku tersenyum setelah mengingatnya dan mulai merapal, "Api! Tombak! Ledakan!!"


Sebuah tombak api terbentuk, namun tidak terlalu stabil. Hal ini membuat mereka semua tertawa dan mengatakan kalau aku harus belajar lebih banyak lagi tentang sihir.


"Kalau begitu, kenapa tidak kamu coba belah saja ini!!"


Aku melepaskan tombak api tersebut, pria yang melawanku meremehkan tombak api tersebut dan benar-benar ingin membelahnya. Apa dia itu bodoh yah? Tidak, mungkin dia lebih dari itu!


Boom


Sebuah ledakan terjadi ketika dia membelah tombak api yang aku lepaskan. Membuatnya terhempas dan mengerang dengan keras.


"Hahaha! Kamu itu benar-benar Idiot yah? Tidak ku sangka kamu benar-benar membelahnya, hahahaha."


Aku tertawa geli melihat kejadian tadi dan tentunya ini membuat mereka semakin geram terhadapku.


"Bell!"


"Lupakan masalah yang dibuatnya! Bagaimanapun caranya kita harus buat perhitungan terhadapnya!! Serang gadis nakal itu!!"


Uwaah, mereka benar-benar kesal sepertinya. Tapi kalian pastinya tidak akan mengeroyok seorang gadis kecil yang malang ini bukan? Atau iya?

__ADS_1


Dengan cepat aku mengeluarkan sebuah pedang dari Item Box yang merupakan bagian dari Space Magic. Aku juga mengayunkannya dengan kuat dan menciptakan sebuah gelombang angin yang menghempaskan 4 orang di depanku.


"Sonic Wave!!"


Swuush


"Dia bahkan bisa menggunakan pedang?"


"Jangan ragu dan tetap serang!!"


Mereka maju sekali lagi, tapi aku tidak akan berbelas kasih! Aku mengangkat tinggi pedang di tanganku dan mengalirkan Mana sebanyak-banyaknya, kemudian menghantamkannya dengan tanah. Menciptakan gelombang angin vertikal yang membelah tanah.


"Aftershock!!"


Swuush


Beda dengan sebelumnya, kali ini salah satu dari mereka telah siap dengan perisai dan berhasil menahan serangan ku. Aku berdecak pelan mengetahuinya dan mengambil langkah mundur kebelakang untuk menjaga jarak.


"Apa kau berpikir serangan yang sama akan berhasil dua kali?" ucap sang pemegang perisai.


"Kalau pedang tidak bisa, maka sihir--"


"Magic Arrow!!"


Shuu Shuu Shuu


Aku tersentak dan gagal merapal sihir, fokusku beralih untuk membelah panah-panah sihir yang mengarah kepadaku. Tanpa ragu, aku membelah mereka dengan cepat. Disaat yang sama, salah seorang dari mereka memanfaatkan kelengahan ku dan menyerang diriku dari sisi kanan.


"Terima ini, hiyaa!!!"


"Earth Wall!!"


Aku menghentakkan kaki kanan dan membuat sebuah dinding tanah untuk melindungi sisi kananku. Asal kalian tahu yah, sebenarnya aku sudah bisa mengeluarkan sihir tanpa rapalan, meski hanya sihir dibawah level 3. Pria tadi yang tidak mengetahui hal ini tak bisa menghindari benturan dengan dinding yang aku ciptakan. Kemudian dengan ini satu orang lainnya tumbang.


"Wahai tanah, genggam kakinya dan jerumuskan dia kedalam tanah! Earth Hole!!"


Tanah dibawah kaki ku mulai membentuk lubang dan menelan kaki milikku hingga betis. Sial! Jika begini, aku tidak akan bisa bergerak kemanapun! Aku menyentuh tanah dengan tangan kiri dan merapal Dispel.


"Wahai kegelapan, tiadakan sihir! Dispel!!"


Tanah yang menenggelamkan kaki ku retak, jadi aku menggunakan Blow sekalian untuk menerbangkan diriku. Namun tanpa aku sadari, sebuah rantai mengikat kaki kananku dan membuatku kehilangan keseimbangan saat pemilik rantai ini menariknya. Tanpa ragu, dia juga menghantamkan punggungku ke tanah. Membuatku mengerang kesakitan akibat benturan tersebut.


"Aakhh!!"


Setelahnya, kesadaranku mulai menghilang.


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!

__ADS_1



__ADS_2