My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Serangan Pengalih


__ADS_3

"Sekarang, bisa kita mulai pertarungan kita berdua. Spirit Warlock, Ramiris?" tanya Seventeen yang tengah menunggu Ramiris menyelesaikan sesuatu.


"Haha, kau akan menyesal jika tidak menghentikan ku lho!" jawab Ramiris.


"Sebenarnya aku tidak masalah, selama kau bisa menggunakan kekuatan penuh milikmu dan menghiburku, itu sudah cukup!" sahut Seventeen.


"Kalau begitu, aku berterimakasih padamu. Namun jangan harap untuk bisa lolos dariku hidup-hidup! Unite: Spirit Armor, First Phase - Fiery Dracula!!"


Sebuah armor spirit berwarna merah membara yang terlihat seperti jubah, serta sepasang gauntlet pada kedua tangan Ramiris muncul. Seventeen yang melihat itu, sekarang mulai bersiap melancarkan serangan. Begitupun dengan Ramiris, bahkan dia sudah tidak berada ditempatnya lagi, tepat setelah persiapannya selesai.


"Diane Fiery Style, First Form - Fiery Burst!!"


"Halberd Art's Hammer Style, Swing of Destroy!!"


Tendangan Ramiris dan ayunan palu Seventeen saling bertemu, membuat sebuah angin besar berhembus kencang. Ramiris berdecak dan menendang palu Seventeen kebawah dengan kakinya yang lain. Ini membuat Ramiris berada di udara dengan posisi siap melancarkan serangan berikutnya.


"Diane Fiery Style, Second Form - Fiery Thousand! Link - Spirit Shock!!"


Ramiris memukul-mukul udara dan menciptakan ribuan pukulan energi yang diarahkan ke lawannya. Seventeen yang melihat itu dengan sigap memutar senjatanya untuk menahan ribuan pukulan energi tersebut.


"Hahaha, ada apa? Tidak seperti dirimu saja, Spirit Warlock! Aku mendengar kalau kau adalah pengguna roh terkuat disini, tapi ternyata cukup mengecewakan yah!" ucap Seventeen mencoba memancing kemarahan Ramiris.


"Berisik! Fiery Burst!!" balas Ramiris mengangkat tinggi kaki kanannya sebelum turun dan menghantam pegangan Halberd milik Seventeen dengan kaki bagian belakangnya.


Belum berakhir disana, Ramiris menggunakan kakinya yang lain untuk menendang wajah dibalik topeng Seventeen tersebut dengan keras. Seventeen pun terpaksa terdorong mundur saat menerima tendangan tersebut, bahkan topengnya sedikit retak.


"Sampai bisa membuat retak topeng buatan Tuan Zero, sungguh kekuatan yang luar biasa," gumam Seventeen.


"Aku akui, kau cukup kuat. Tapi dari sekarang, aku akan sedikit serius padamu!" lanjutnya.


Seventeen lalu mengeratkan genggamannya dan bersiap melancarkan serangan. Tanpa ragu dia juga mengeluarkan sesuatu yang sedikit Familiar bagi Ramiris.


"Energi ini, Oddo!? Bagaimana mungkin? Tidak, aku pasti salah! Tapi, aku mengenali Oddo ini," gumam Ramiris.


"Aku mulai!! Halberd Art's Hammer Style, Third Form - Triple Smash! Link - Oddo's Spike!!"


Seventeen melesat dan mengayunkan palunya, membuat Ramiris terhempas. Dia mengulanginya dua kali lagi, satu membuat Ramiris melayang dan satu lagi membuatnya terjatuh ke tanah cukup keras. Namun itu belum berakhir, Seventeen yang masih di udara, mengumpulkan semua Oddo miliknya ke bagian palu dari senjatanya dan mencoba menghantam Ramiris.

__ADS_1


Tidak mau menjadi tak tersisa seperti Bolgerd sebelumnya pada dirinya, Ramiris dengan segera bangkit dan melakukan rolling ke depan. Seventeen jatuh dan menghantamkan palunya dengan kuat ke tanah, menyebabkan tanah disekitarnya hancur.


***


"Apa hanya ini saja yang kau miliki? Aku bisa menerima semua kekuatan yang kau punya jika mau, hahahaha!" ucap Fourteen.


"Kuh, dia benar-benar kuat sesuai dengan informasi dari Murid Elena! Tapi, bagaimana kalau ini!!" keluh Gale menghentikan serangan dan fokus pada rapalan miliknya.


"Deruan angin darah, hantamlah lawanku, dengan badai darah milikmu! Bloody Tornado!!"


Sebuah badai merah darah muncul keluar dan menuju kearah Fourteen. Namun bukannya takut, Fourteen tersenyum dan mengangkat tinggi-tinggi pedang besarnya sebelum diayunkan untuk menahan hantaman badai merah darah milik Gale.


"Hahaha, apa hanya segini saja kemampuan yang dimiliki seorang Blood Wizard? Sungguh mengecewakan yah!" ungkap Fourteen.


Gale berdecak saat mendengar ungkapan Fourteen. Tapi dia sadar kalau itu adalah cara untuk memancing kemarahannya, jadi Gale memutuskan untuk tetap tenang dan memikirkan cara lain.


"Woah, seperti yang diharapkan dari Blood Wizard! Masih bisa tenang setelah mendengar perkataanku tadi," gumam Fourteen.


"Tapi mari kita lihat, sampai berapa lama kau bisa bersikap tenang seperti itu!" lanjutnya mendorong kuat pedangnya hingga membelah badai merah darah tersebut.


Boom


Debu bertebaran disekitar mereka, Fourteen memutuskan untuk melompat keluar dari sana dalam keadaan luka pada bahu bagian kiri miliknya. Dia mencoba menganalisa apa yang terjadi sebenarnya, kemudian dia teringat oleh sesuatu yang dia lupakan tentang lawan dihadapannya saat ini.


"Begitu yah, selain bisa menggunakan darah sebagai bagian dari sihirnya hingga mendapatkan gelar Blood Wizard. Kau memiliki satu keahlian yang membuat semua lawan yang menyerangmu akan terkena serangannya sendiri dan itu adalah, Counter Magic!" ungkap Fourteen.


***


Pada saat yang sama, tepatnya di Ruang Harta Academy. Seorang pria menggunakan kesempatan ini untuk masuk kesana, tentunya dia juga membawa seseorang bertopeng yang menggunakan pedang ganda. Orang bertopeng tersebut memiliki simbol XVIII pada topengnya dan dia baru saja selesai membereskan para Ksatria yang datang.


"Tuan Seven! Apa anda belum selesai dengan yang anda cari?" tanya orang bertopeng.


"Saya sudah bosan bermain dengan para Ksatria bodoh ini!" lanjutnya.


"Maafkan aku, Eighteen. Tapi bertahanlah sedikit lagi, karena aku juga sebentar lagi akan menyelesaikan semuanya!" jawab Seven.


"Huft.. baiklah, sepertinya saya harus mengurus mereka lagi sekarang," keluh Eighteen saat mendengar langkah ramai yang menuju kearah mereka.

__ADS_1


"Itu dia penyusupnya!"


"Jangan biarkan dia lolos!!"


"Ya ampun, kalian benar-benar tidak belajar dari kesalahan yah! Cellestya Dual Sword Style, Fourth Form - Wielding the Sky!!"


Eighteen dengan cepat menyerang dan membunuh para Ksatria tersebut dalam satu serangan, membuat Ksatria yang lain menjadi sedikit ragu untuk menyerang.


"Ada apa? Bukankah kalian ingin menangkap saya?" tanya Eighteen.


"Kuh, jangan takut! Siapkan formasi bertahan! Kita akan menahannya selama mungkin!!"


"Baik!!"


"Hahaha, kalau begitu, jangan mati yah!"


Tepat setelah mengatakannya, Eighteen maju dan menghabisi Ksatria yang tersisa satu-persatu. Para Ksatria harus dipuji, mereka sama sekali tidak takut walau tidak punya kesempatan untuk menang. Mereka mencoba terus bertahan selama yang mereka bisa hingga bantuan tiba. Sedangkan lawan mereka, Eighteen terlihat bersenang-senang dalam membunuh lawannya.


"Hahahaha~ Ayo! Ayo! Ada apa? Dimana semangat kalian yang ingin menangkap saya, huh?" tanya Eighteen yang terus mengayunkan kedua pedangnya pada para Ksatria dihadapannya.


"Wah~ Wah~ Bukankah ini lebih terlihat seperti pembantaian daripada penangkapan?" gumam Seven yang baru saja keluar dari Ruang Harta Academy.


Seven lalu mengulurkan tangan kanannya ke depan dan mengatakan "Gravitation" yang membuat semua orang disana kecuali Eighteen dan dirinya sendiri berat tubuhnya bertambah hingga tidak bisa bangun sama sekali. Bahkan beberapa dari mereka ada yang kehilangan kesadaran.


"Oh, jadi sudah selesai yah? Apa anda mendapatkannya, Tuan Seven?" tanya Eighteen saat melihat pelaku dari kejadian itu adalah Seven.


"Ah, kita sudah mendapatkannya! Eighteen, beritahu pada mereka untuk mundur! Sudah cukup untuk serangan pengalihannya," jawab Seven.


"Baik-baik, akan saya beritahukan ini pada mereka disana!" balas Eighteen dengan secepat kilat pergi dari sana.


"Baiklah, karena urusanku sudah selesai disini. Mungkin sebaiknya aku segera menyerahkan benda ini pada Zero!" gumamnya pergi meninggalkan tempat tersebut.


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!


__ADS_1


__ADS_2