
"Wah! Ayahanda, apa kita akan berangkat dengan menggunakan kereta kuda ini?" tanyaku dengan antusias.
Bagaimanapun, ini adalah pertama kalinya aku berpergian dengan kereta kuda bersama dengan keluarga baruku. Tentu saja aku sangat antusias!
"Yah, tentu saja. Lagipula kita harus pergi ke Ibukota Herophia. Perjalanannya akan memakan waktu sekitar 8 jam jika berjalan. Tapi dengan menggunakan kereta kuda, perjalanannya hanya akan memakan waktu 4 jam!" jelas Ayah.
"Begitu. Lalu kenapa Kak Sarah masih disini? Bukankah 2 hari lagi dia harus masuk Academy?" tanyaku menunjuk Kak Sarah yang mengenakan seragam Academy miliknya.
"Jahatnya! Padahal aku kan ingin mengajakmu berkeliling ibukota nanti!"
"Ahaha, maafkan aku. Mau peluk?" ucapku menawarkan sebuah pelukan pada Kak Sarah.
Kak Sarah lalu datang dan menerima tawaran pelukanku. Tapi sebenarnya aku hanya ingin membandingkan miliknya dengan milikku saat masih di dunia lamaku.
"Kyaa! Apa yang kamu pegang, Ellen?"
"Dada," jawabku dengan wajah polos.
"Ugh.. kenapa kamu menggunakan wajah itu! Lagipula, punyamu juga pasti akan tumbuh besar juga nanti!"
"Heh? Tapi bagaimana jika tidak tumbuh seperti Kak Rena? Aku tidak mau seperti itu!"
"Maaf saja yah! Jika punyaku tidak tumbuh!"
"Kak Rena! Kakak disini?" ucapku datar setelah terkejut dengan kedatangannya.
Kak Rena yang mendengarnya merasa kesal dan mencubit kedua pipiku dan menariknya.
"Jadi mulut ini yah! Yang mengejekku barusan huh!?"
"Hwentwikwan Kwak! Swakwit! Akwu mwintwa mwawaf!!"
Kak Rena menghentikan perbuatannya, pipiku jadi merah dan terasa sakit karenanya. Aku lalu berlari ke ibu dan mengadu padanya.
"Ibu! Kak Rena jahat!"
"Rena!"
"Kenapa jadi aku yang salah!" kesal Kak Rena.
Melihat kekesalan itu, Kak Sarah menahan tawanya. Menambah kekesalan Kak Rena dan akhirnya memukul kepala kami berdua setelah ibu mengkhianati diriku dengan menyerahkan aku pada Kak Rena.
"Maaf!" ucap aku dan Kak Sarah dengan penyesalan.
"Hentikan candaan kalian dan masuk kedalam kereta sekarang!" perintah ayah.
__ADS_1
Kami pun masuk kedalam kereta dan mulai berangkat. Ngomong-ngomong, ayah adalah seorang Duke dari wilayah Frest. Wilayah ini cukup dekat dengan Ibukota Herophia, walau memakan waktu sekitar 4 jam dengan kereta kuda.
Ayah dan ibu duduk berdampingan dihadapan kami bertiga. Aku duduk ditengah, Kak Rena disamping kiriku dan Kak Sarah berada disamping kananku. Alasan kami pergi ke Ibukota adalah, untuk pembaptisan diriku yang telah berumur 5 tahun.
Walau namanya pembaptisan, aku tidak akan dimandikan dengan air suci atau semacamnya. Setiap anak-anak berumur 5 tahun, diharuskan untuk pergi ke Katedral yang ada di Ibukota atau ditempat yang memiliki Katedral. Kenapa diharuskan? Karena saat anak berumur 5 tahun, mereka akan mendapatkan sistem yang mendukung mereka nantinya. Walau begitu, aku sudah mendapatkan sistem sesaat setelah lahir. Lagipula aku seorang Reicarnator, jadi mungkin itu hal yang wajar. Namun, apa ini semua akan berjalan lancar? Mengingat, aku tidak tahu apakah title Reincarnator ini bisa hilang atau tidak.
Bicara tentang sistem, aku jadi penasaran dengan Status milik kedua kakakku ini. Tapi jika aku bertanya "Bagaimana status yang kakak miliki?" itu akan membuatku seolah seperti sudah memiliki sistem.
"Kak, aku penasaran seperti apa itu status. Apa bisa tunjukkan padaku?"
Yup, dengan begini tidak akan terlalu dicurigai!
"Hmm, baiklah. Aku akan menjelaskannya padamu!" sahut Kak Rena dan mulai menjelaskannya padaku.
"Jika kamu mengatakan "Status!" maka sebuah panel akan muncul di hadapanmu, tapi hanya kamu sendiri saja yang bisa melihatnya. Namun jika kamu mengatakan "Open Status!" maka status milikmu akan bisa dilihat oleh orang lain."
STATUS
NAME: Rena von Callista
RACE: Demon
HEALTH: 289000
LEVEL: 182
TITLE: Talented Wizard, Talented Demon Girl, Frozen Princess, Ice Queen, Hundred Page Kalzaream Academy, First Rank Kalzaream Academy.
SKILL: Appraisal Lv 2, Fire Magic Lv 3, Water Magic Lv 7, Earth Magic Lv 2, Wind Magic Lv 7, Ice Magic Lv 10.
Wah, sesuai dugaan status Kak Rena cukup mengerikan! Selain itu dia juga masuk dalam Hundred Page dan berada diposisi pertama!
"Hmm, Kak Rena boleh aku bertanya?"
"Tentu, tentang apa?"
"Apa title bisa disembunyikan? Aku penasaran!"
Kak Rena tersenyum, tapi pada saat ingin menjelaskan, Kak Sarah mencuri penjelasannya.
"Ada beberapa title yang bisa disembunyikan dan ada juga yang tidak! Frozen Princess milik Kak Rena tidak bisa disembunyikan, karena itu adalah title yang dia dapatkan dari orang lain. Sedangkan Ice Queen, dia mendapatkannya saat berhasil mencapai level 10 sihir es. Lalu title juga bisa dibuang jika memang sudah tidak diperlukan lagi," jelas Kak Sarah dan menunjukkan senyum kemenangan diwajahnya.
Heh, begitu kah. Apa Title Reincarnator bisa disembunyikan? Aku jadi penasaran, tapi aku tidak bisa melakukannya saat ini. Mana mungkin aku melihat status saat bersama keluargaku. Tapi apa itu akan tetap bersembunyi walaupun nanti aku akan dibaptis? Lalu kami memutuskan untuk mencari topik lain selain Status. Tanpa sadar aku ternyata tertidur dipangkuan Kak Rena.
"Ellen, bangun! Kita sudah sampai!"
__ADS_1
"Oh, sudah sampai? Hoaam, aku mengantuk sekali, kak! Bisa tolong gendong?" pintaku manja pada Kak Rena.
"Ya ampun! Apa boleh buat! Sarah, kamu mau menggendongnya kan?"
"Tentu saja! Lagipula aku tidak akan membiarkan kakak menggendong Ellen!" ucap Kak Sarah mulai menggendongku di punggungnya.
Kami sementara akan tinggal di Mansion ayah yang ada di Ibukota, karena itulah kami berangkat lebih awal. Kalau tidak salah sekitar jam 6 pagi, jadi kami sampai di Mansion sekitar 10 pagi. Masih ada sekitar 2 jam untukku beristirahat, bagaimanapun juga tubuhku ini masih anak-anak dan anak-anak memerlukan tidur siang yang cukup untuk pertumbuhan mereka!
Acara pembabtisan akan dilaksanakan besok dan saat malamnya akan diadakan pesta di Aula Kerajaan untuk mempererat hubungan antar Bangsawan. Tentunya akan ada banyak Pangeran dan Putri Bangsawan yang akan datang, aku juga tidak ingin mengecewakan ayah dan ibu nantinya. Oh yah, Kak Rena dan Kak Sarah akan membawaku berkeliling nanti sore, jadi aku akan menanti acara kelilingnya.
***
"Wah! Indahnya!" kagum ku pada pemandangan Ibukota Herophia, tempatku berada saat ini.
"Tentu saja! Lagipula saat ini kita tengah berada di Taman Kota Herophia!" sahut Kak Sarah dengan bangga.
Aku benar-benar terkejut dengan pemandangan ini. Sungguh jauh dari apa yang kubayangkan selama ini! Kupikir tempat para Demon itu cukup kumuh dan memiliki kesan mengerikan. Tapi nyatanya benar-benar berbanding terbalik dari apa yang kubayangkan! Tidak ku sangka ada Demon yang memiliki hobi berkebun.
Yah, walaupun kastil kami juga memiliki taman. Tapi taman kota ini sungguh indah! Aku bisa melihat beberapa keluarga tengah tertawa bersama, juga beberapa kedai makanan berjejer disekitar taman. Ah! Aku juga melihat beberapa orang yang tengah memancing di danau!
Sungguh, membuatku mengingat kejadian dimana aku dan keluargaku pergi ke taman yang memiliki danau dan memancing sekaligus piknik disana. Tanpa sadar, ternyata aku menangis dan membuat kedua kakakku khawatir.
"E-Ellen? Kamu baik-baik saja? Apa ada sesuatu yang membuatmu menangis?" tanya Kak Sarah khawatir.
"Ah! Tidak apa-apa, kok! Aku juga bingung kenapa aku menangis. Haha," jawabku mengusap air mata.
"Karena masih ada waktu, mau mencoba beberapa makanan disini?" tanya Kak Rena.
"Serius kak!?"
"Yah! Kalau itu bisa membuat kamu ceria, kenapa tidak? Aku tidak suka saat melihat wajahmu sedih seperti tadi. Jadi, jangan menangis lagi yah!" lanjut Kak Rena.
Sepertinya dia mencoba untuk menghiburku. Bagaimanapun, saat ini aku bukan lagi Karen Widya. Tetapi aku adalah Elena von Callista! Namun setidaknya, aku ingin menyimpan hati manusia yang ku punya, sebagai kenang-kenangan terakhirku sebagai manusia bernama Karen Widya.
"Hanya Ellen saja yang dapat? Adikmu yang ini tidak?" tanya Kak Sarah dengan wajah imutnya.
"Kamu bawa uang sendiri bukan? Gunakan saja itu!" balas Kak Rena.
Kak Sarah mengeluh, membuatku tertawa melihat tingkahnya. Kak Rena sempat menghela nafas, sebelum akhirnya tersenyum dan membawaku ke salah satu kedai makanan.
***
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!
__ADS_1