My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Menjadi Pengajar? Tunggu, Kau Serius?


__ADS_3

"Baiklah, aku ingin bertanya pada kalian. Apa yang akan terjadi, jika kalian salah merapal sihir?" tanyaku pada semua murid yang ada di hadapanku.


Seorang gadis mengangkat tangannya dan menjawab pertanyaan, "Mereka akan menjadi sihir yang gagal?"


Aku menggelengkan kepala, tanda kalau jawabannya salah. Beberapa murid lainnya pun juga mulai mengangkat tangannya dan menjawab pertanyaan, tapi semuanya salah.


"Jika kalian salah merapal, jangan ragu dan lepaskan sihir itu. Bukankah dikelas tadi aku sudah memberitahu kalian bagaimana sihir bekerja?" jelasku bertanya pada mereka.


Sihir, seperti namanya, itu adalah sebuah energi magis dengan Mana sebagai sumbernya. Tanpa Mana yang memumpuni, mereka tidak akan bisa menggunakan sihir. Aku lalu mengulurkan tangan ke depan dan mengulangi apa yang aku ajarkan pada mereka sebelumnya.


"Untuk menggunakan sihir, diperlukan imajinasi dari pengguna. Namun karena kebanyakan orang tidak terlalu bisa mengimajinasikannya, membuat mereka harus memakai rapalan sebagai gantinya untuk memperkuat imajinasi mereka. Contohnya, Flare Lance yang merupakan bentuk tombak api. Kalian hanya perlu membayangkan tombak serta api saja sudah cukup untuk mengaktivasinya!"


Sebuah tombak api muncul dan melesat ke area sasaran yang telah disiapkan oleh pihak Academy. Beberapa ada yang berdecak kagum dengan apa yang ku lakukan, itu wajar mengingat aku tidak merapal apapun.


"Lalu untuk rapalan yang sering digunakan adalah, Wahai api, bentuklah tombak api dan hunuslah lawanku! Flare Lance!!"


Sekali lagi, sebuah tombak api melesat ke area sasaran. Tapi kali ini tidak ada yang terlalu kagum dengan hal itu. Aku lalu melakukan hal yang sama sembari menjelaskan kepada mereka.


"Kemudian, apa jadinya jika kita mengubah rapalan tadi seperti ini? Api! Tombak! Ledakan!!"


Sebuah tombak api melesat dan meledak saat mencapai targetnya. Aku lalu bertanya pada mereka dan seorang gadis yang sama mengangkat tangannya sekali lagi.


"Pembimbing menjelaskan kalau rapalan dibutuhkan untuk memperkuat sihir bukan?" tanyanya dan aku mengangguk sebagai jawaban.


"Artinya, sihir yang kita lepaskan akan menyesuaikan dirinya dengan apa yang kita rapal dan imajinasikan!" lanjutnya.


"Benar sekali!"


Tepuk tangan meriah diberikan untuknya, tepat saat aku membalas perkataannya.


"Seperti yang dikatakan oleh Nona Priscilla, sihir yang akan kita lepaskan akan sesuai dengan rapalan dan imajinasi kita. Jadi walau kalian salah merapal, itu bukanlah sihir yang gagal. Jika kurang jelas, anggaplah diri kalian itu adalah Raja, rapalan sebagai perintah dan sihir sebagai Ksatria. Kalian paham bukan?"


Mereka semua berseru "Baik" dan aku menyuruh mereka untuk melakukan apapun yang mereka inginkan. Tapi dengan catatan, saat lonceng berbunyi, mereka harus menghentikan aktivitas yang dilakukan.


"Barack, tolong awasi teman-temanmu yah! Aku harus pergi untuk bersiap mengambil Materi Minatku yang lain!"

__ADS_1


"Saya mengerti! Akan saya lakukan, jadi jangan khawatir, Rainbow Wizard Teacher!!"


(Note: Disini Author sempat bingung, mau make kata guru didepan Rainbow Wizard, ga cocok, make kata Sensei dibelakangnya sih cocok, tapi yah ini bukan Novel Jepang. Jadi yah, diputuskan untuk menggunakan kata Teacher aja dibelakang kata Rainbow Wizard XD)


Rainbow Wizard, seperti artinya yaitu Ahli Sihir Pelangi. Aku mendapatkan gelar itu saat berada di deretan Hundred Page. Tepat setelah 1 tahun aku mendapatkan Rank Master pada Ilmu Pengetahuan Sihir dan kami diperbolehkan melakukan Duel Resmi, banyak sekali murid tahun 2 dan diatasnya langsung mengajakku berduel.


Karena merasa tidak enak, aku pun menerimanya. Selain itu ada beberapa yang melontarkan kalimat menyakitkan, jadi aku memutuskan untuk tidak menahan diri saat menghadapi mereka. Alasan kenapa gelar Hundred Page yang kudapatkan namanya adalah Rainbow Wizard adalah, karena aku selalu menggunakan Original Magic milikku yang merupakan perpaduan 4 elemen dan menciptakan sihir pelangi, walau tidak tercantum dalam Statusku.


Bukan hanya aku saja yang mendapatkannya, seluruh S Class yang satu Asramaku juga berhasil masuk ke Hundred Page.


Cleon dengan Flaming Dancer karena selalu menggunakan paduan ilmu pedang dengan sihir apinya, Edel dengan Lady of Aero karena kontrol terhadap sihir anginnya, Bell dengan Great Warmonger karena keahlian kapak besarnya, Lyon dengan Bloody Swordman karena keahlian pedang yang dibuat dari darahnya sendiri, Anna dengan Summoner Princess karena banyaknya Servant yang dia miliki, Kyla dengan Spirit Fighter karena penggabungan ilmu bela diri dan sihir roh miliknya. Ada juga Reus (Xirius) yang memiliki Death Assassin karena serangannya yang selalu mengincar area vital, walaupun tidak ada kasus kematian setiap selesai Duel, nampaknya Reus masih menahan dirinya untuk tidak terlalu melukai bagian vital.


Axel dengan Barbarian Shielder karena selalu menggunakan perisai dan berhasil membuat kewalahan lawannya, Iris dan Cell (Celine) dengan Nightmare Sister's yang selalu menjadi mimpi buruk lawannya dengan sihir mereka, Blanca dengan Freezing Archer karena sihir es miliknya yang selalu melapisi setiap anak panahnya.


Selain mereka, ada satu orang lagi yang sempat membuat kehebohan karena berhasil mengalahkan banyak sekali murid S Class. Dia adalah Chloe von Cellestya, seorang murid A Class yang menggunakan kemampuan berpedang dan selalu berhasil memenangkan Duel Resminya hingga mendapatkan Unbreakable. Bahkan Kyla yang pernah bertarung dengannya pun kalah setelah menerima 5 serangan darinya.


Dia tidak pernah menerima ajakan Duel dari siapapun, melainkan dia yang menentukan siapa yang akan menjadi lawan Duelnya. Kemudian ada beberapa kabar yang ku dengar tentangnya, rumor mengatakan kalau Chloe menggunakan Dark Magic, Mind Wash untuk membuat lawannya tidak bisa berkutik. Tapi saat aku mendengarkan penjelasan dari Kyla, Chloe adalah gadis mengerikan sekaligus menyedihkan. Aku tidak tahu apa maksudnya dengan jelas, tapi aku hanya bisa berharap kalau dia bukanlah salah satu dari anggota World Order.


Bicara tentang organisasi tersebut, sudah 2 tahun semenjak kejadian tersebut. Aku berhasil mendapatkan Rank Advanced dalam 3 minggu dan Rank Master dalam waktu satu tahun. Itulah sebabnya, aku selalu menerima banyak tantangan Duel dari berbagai murid yang tidak menyukaiku dan mengalahkan mereka dalam sekejap.


"Aku mengerti! Aku akan segera kesana!" jelasku.


"Kalau begitu, saya permisi!" pamitnya.


Aku menghela nafas sesaat, masih ada waktu sebelum makan siang tiba. Jadi aku memutuskan untuk menggunakan Teleport ke depan ruangan Kepala Academy. Aku mengetuk pintu dan saat diperbolehkan masuk, aku membukanya tanpa ragu.


"Lama tidak bertemu, Elena!" sapa seorang gadis yang mengenakan sebuah jas, di atas mejanya terdapat papan nama dengan jabatan yang dia miliki dan ada satu orang lagi disana yang ditunjuk sebagai sekretarisnya.


"Lama tidak bertemu juga, Principal! Apa ada yang bisa saya bantu?" sahutku.


"Yah, itu benar! Elena, aku sudah melihat kemampuan mengajarmu tadi. Siapa sangka kamu sangat baik dalam melakukannya!" pujinya.


"Terimakasih atas pujiannya! Tapi saya tidak terlalu hebat seperti itu! Saya hanya melaksanakan tugas yang diberikan Asosiasi Penyihir saja!" balasku merendah.


"Tidak perlu merendah! Baiklah, aku akan langsung ke intinya saja kali ini! Elena, bagaimana kalau kamu menjadi pengajar selama satu bulan?" ungkapnya.

__ADS_1


Saat mendengarnya, aku sedikit terkejut dan menatap tajam kearahnya.


"Maaf, Guru Lilith. Mungkinkah ini ada sangkut-pautnya dengan penyelidikan itu?" tanyaku mengubah cara bicara.


"Entahlah, aku tidak mengerti apa yang kamu katakan!" balasnya melirik ke sekretarisnya, seolah memberi kode untuk pergi ke luar.


Sekretaris yang memahami kode tersebut, langsung pergi ke luar meninggalkan kami berdua. Guru Lilith menghela nafas sebelum menjelaskan semuanya padaku.


"Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku ingin kamu menjadi pengajar selama satu bulan. Alasannya, akhir-akhir ini penyelidikan yang para Dewan Kebijakan lakukan tidak mengalami kemajuan sama sekali. Karena itulah aku menunjuk dirimu sebagai pengajar magang selama satu bulan untuk mengawasi gerak-gerik mereka. Bukan maksudku tidak mempercayai bawahanku, tapi ada seseorang yang berhasil menyelinap tanpa aku sadari dan kami butuh bantuanmu!" jelas Guru Lilith.


Aku menghela nafas sebelum bertanya, "Bukankah Guru mengatakan padaku kalau diantara murid ada mata-mata?"


"Ah, soal itu jangan khawatir! Aku bisa mengawasi semua muridku sendiri," balasnya.


Guru lalu mengambil sebuah kartu dan menunjukkannya padaku.


"Kartu Identitas, alasan sebenarnya kenapa kami meminta kalian mengumpulkannya adalah untuk memberikan sihir pelacak di dalamnya. Jadi aku bisa mengawasi kemana para muridku pergi dengan jelas! Beruntung, kami sudah menyelesaikan semuanya kemarin dan hari ini kalian sudah bisa mengambilnya!"


"Pantas saja punyaku tidak ada disana! Ternyata ada padamu!"


Aku mengambil Kartu Identitas itu darinya.


"Fufufu, kamu panik yah? Maaf telah membuatmu sedikit panik. Tapi tenang saja, aku menyimpan Kartu milikmu bukan tanpa alasan. Hanya kartu milikmu saja yang tidak kuberikan sihir pelacak. Karena aku sangat percaya dengan muridku yang satu ini!" jelasnya, setelah menyerahkan kartu milikku.


"Kalau Edel mendengar hal ini, dia pasti akan mengajakku berduel lagi tahu! Jadi apa yang akan Guru lakukan pada mata-mata itu?"


"Aku akan memaafkan mereka setelah memberikan hukuman. Tapi untuk orang yang memanfaatkan mereka, aku tidak akan memaafkannya dan langsung eksekusi ditempat!"


Setelah mendengarnya, aku merasa lega sekaligus merinding. Aku lega karena dia akan memaafkan muridnya, disisi lain aku merasa merinding saat tahu kalau mereka yang memanfaatkan muridnya akan dieksekusi ditempat.


Guru lalu menanyakan keputusanku untuk menjadi pengajar. Aku menghela nafas sebelum akhirnya menerima ajakannya dan mulai saat itu, aku resmi menjadi pengajar di Ilmu Pengetahuan Sihir selama satu bulan.


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!

__ADS_1



__ADS_2