My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Liza


__ADS_3

Hmm.. setelah ini aku harus mengambil Materi Minat Pengetahuan Bertahan Hidup. Tapi jika aku pergi, siapa yang akan menjaga Naga kecil ini? Menyerahkannya pada anak-anak asrama memang bukan ide buruk. Tapi apa dia mau ditinggal disana?


Karena itulah, saat ini aku tengah dilanda kebingungan. Satu sisi aku harus pergi untuk mengambil Materi Minatku yang lain, lalu disisi lain aku bingung apa yang harus aku lakukan terhadap Naga kecil ini.


Aku bisa saja meminta Geo atau anak-anak asrama untuk menjaganya, selagi aku mengambil Materi Minatku yang lain. Tapi apa dia mau ditinggal bersama mereka? Maksudku, saat dia terbangun, dia langsung memasang sikap siaga dengan menggeram. Artinya ada kemungkinan mahluk seperti kami yang sudah melukainya.


"Disitu, nyaa~ Ellen ada disitu, nyaa~"


Mendengar namaku dipanggil, aku segera mencari sumber suara tersebut dan menemukan 4 orang gadis datang menghampiri diriku. Mereka tidak lain adalah Anna, Kyla, Blanca dan Edel.


"Oh! Anna, Kyla dan juga Blanca?" tanyaku mengabaikan keberadaan Edel.


"Tunggu! Kenapa kamu mengabaikan ku seperti itu Ellen?" balas Edel bertanya.


"Wah, ternyata ada Edel juga yah? Maafkan aku, aku tidak melihatmu, tehe!" sahutku memukul kepalaku pelan dan menjulurkan lidah sedikit.


"Apa-apaan itu! Apa kamu mau melakukan duel denganku?" balasnya dengan kesal.


"Sudah-sudah, tujuan kita kesini bukan untuk bertengkar, ruu~" ucap Blanca menenangkan Edel.


"Jadi, apa yang kalian lakukan disini?" tanyaku.


"Kami semua khawatir padamu, itulah kenapa kami memutuskan untuk mencari dirimu!" jelas Anna.


"Ah, begitu yah. Kalau kalian bertiga sih aku bisa memakluminya, tapi aku tidak percaya Edel yang mengaku sebagai Rival ku juga mengkhawatirkan diriku," balasku mencoba menjahili Edel.


"Hmph! Aku hanya mengikuti mereka saja, tidak lebih!" balasnya.


Ya ampun, aku tidak mengerti lagi dengan sifat Tsunderenya itu. Tapi aku menghargainya sih.


"Lupakan itu! Bukankah kamu harus pergi untuk mengikuti Materi Minat Pengetahuan Bertahan Hidup?" lanjut Edel bertanya padaku.


"Ah, tentang itu. Aku tengah bingung apa yang harus aku lakukan pada Naga kecil yang ku panggil sebelumnya? Apa kalian punya ide?" tanyaku pada mereka semua.


Mereka berempat memandang satu sama lain, mereka terlihat kebingungan dengan apa yang aku tanyakan tadi.


"Ellen, apa kamu sudah melakukan Ritual Pengikatan padanya?"


"Belum, kenapa kamu menanyakan itu padaku, Anna?"


"Yah, aku hanya ingin tahu saja? Tapi bukankah dia sudah percaya padamu? Kenapa tidak mencoba melakukannya saja?" tanya Anna kembali.


"Apa yang kamu katakan? Tidak mungkin dia langsung percaya padaku begitu cepat bukan?"

__ADS_1


"Ruu~ Itu tidak benar! Jika dia tidak percaya padamu, kenapa dia bersembunyi dibelakang kamu saat kami datang, ruu~"


"Bersembunyi dibelakang?"


Aku menoleh kearah belakang dan melihat Naga kecil tersebut tengah menyembunyikan dirinya di belakangku dengan menggeram kecil. Aku lalu mengangkatnya dan meletakkannya diatas pangkuanku. Kemudian aku mencoba menenangkannya dengan cara mengelus-elus kepalanya dengan lembut. Perlahan, dia pun mulai tenang dan bahkan terlihat menikmatinya.


"Tapi apa tidak masalah melakukannya?" tanyaku yang masih mengelus Naga kecil tersebut.


"Tidak ada salahnya mencoba bukan?" balas Anna menyakinkan diriku.


Apa yang dikatakan oleh Anna memang benar, tidak ada salahnya aku mencoba melakukannya. Jadi aku meletakkan Naga kecil itu dibawah, sembari mempersiapkan hal yang diperlukan.


"Gruu?"


"Tenang saja, ini tidak akan sakit kok!"


Aku tersenyum mencoba menenangkannya, lalu mulai merapal setelah meletakkan tangan kananku di kepalanya.


"Patuhilah perintahku, lakukan kontrak denganku! Contract!!"


Sebuah rantai muncul dan mulai mengikat Naga kecil tersebut juga tanganku. Selama hal tersebut, dia sama sekali tidak memberontak. Tak lama kemudian Ritual Pengikatan pun selesai dan selanjutnya, aku hanya perlu memikirkan sebuah nama untuknya.


"Hmm, baiklah! Mulai sekarang namamu adalah Liza! Mohon bantuannya yah!" ucapku.


"Baik, Master!"


Aku terkejut saat mendengar suara yang muncul di kepalaku secara tiba-tiba tadi. Anna yang melihat reaksiku tadi hanya tertawa pelan dan menjelaskan apa yang terjadi. Dari apa yang dikatakan olehnya, hal itu adalah wajar bagi seorang Master untuk memahami perkataan Servantnya. Aku hanya bisa kagum dengan hal itu, lalu tak lama sebuah notifikasi muncul dihadapan ku.


[Title "Dragon Tamer" telah didapat!]


Aku hanya bisa menghela nafas saat melihat notifikasi dan mendengar suara dari sistem tersebut. Aku lalu menatap kearah Liza yang saat ini memutuskan untuk memakan daging yang tersisa dan meminum susu yang aku sediakan.


Aku dan yang lain tersenyum melihatnya. Merasa urusan mereka sudah selesai, mereka memutuskan untuk kembali ke Asrama. Kecuali Blanca yang mengajakku untuk pergi ke tempat Materi Minat Pengetahuan Bertahan Hidup bersama. Aku mengiyakannya, tapi sebelum itu aku harus menunggu Liza menghabiskan makanannya.


***


"Huft.. aku pikir kita akan belajar bertahan hidup di alam bebas!" gumamku menghela nafas.


"Aku juga sedikit kecewa, ruu~" sahut Blanca yang setuju denganku.


"Master~ Liza lapar!!"


"Eh? Bukankah kamu sudah makan tadi siang?"

__ADS_1


"Itu kan tadi siang! Sekarang yah sekarang~"


Aku menghela nafas saat mendengar perkataan Liza. Yah, sekarang aku dan Liza bisa berkomunikasi satu sama lain. Itu karena aku dan Liza adalah seorang Master dan Servant. Tapi aku tidak menyangka kalau seorang Servant dengan beraninya meminta jatah makanan kepada Masternya. Sedangkan Blanca yang mendengarnya hanya bisa tertawa.


"Nanti saja yah! Saat kita sampai di Asrama, aku akan memberikan 5 daging untukmu!"


"Yeay! Terimakasih Master!"


Liza terbang mengitari ku dengan bahagia. Dia mulai bisa terbang lagi saat kami dijalan pulang menuju Asrama. Aku juga agak terkejut sebelumnya sih, tapi hanya sebentar. Sebenarnya aku bisa saja memasukkannya kedalam Pet Realm, tapi entah bagaimana dia bisa keluar tanpa kesulitan. Jadi aku putuskan untuk membiarkannya saja.


Oh, yah saat aku dan Blanca berada ditempat Materi Minat Pengetahuan Bertahan Hidup. Kami hanya diberikan dasar-dasar serta peraturan bertahan hidup diluar atau alam bebas. Kemudian kami diharuskan membunuh monster berlevel rendah untuk bisa lulus. Berkat itu Levelku dan Liza naik dengan pesat. Bahkan aku mendapatkan sebuah Title baru lainnya.


STATUS


NAME: Elena von Callista


RACE: Demon


HEALTH: 25000000


MANA: 30000000


LEVEL: 12


TITLE: Reincarnator, The Next Demon Lord, Talented Demon Girl, Genius Girl, Lotus Witch Apprentice, Dragon Tamer, Boggie Hunter.


SKILL: Appraisal Lv 10, Search Lv 10, Fire Magic Lv 10, Water Magic Lv 10, Earth Magic Lv 10, Wind Magic Lv 10, Dark Magic Lv 10, Space Magic Lv 10, Sword Master Lv 10, Archery Lv 10.


"Yah, setidaknya kita bisa naik level dengan cepat karenanya," ucapku.


"Kamu benar, ruu~ Aku bahkan naik hingga level 6. Bagaimana denganmu Ellen?"


"Kalau aku, mungkin karena membunuh mereka sedikit lebih banyak, membuatku naik hingga level 12."


"Hebat! Itu dua kali lebih banyak dariku, ruu~"


"Hahaha, tidak juga. Bahkan tadi ada yang naik hingga level 15 bukan? Aku rasa dia lebih hebat dariku. Siapa namanya tadi? Aku lupa!"


"Hmm, kalau tidak salah namanya itu Chloe von Cellestya, ruu~"


Setelah beberapa obrolan, kami mempercepat langkah menuju Asrama. Bagaimanapun, aku harus membuat makan malam untuk lainnya!


***

__ADS_1


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!



__ADS_2