
"Kyla! Cleon! Aku akan mendukung kalian! Kita akan menahan mereka sampai bantuan datang!"
Aku mengeluarkan sebuah busur dan juga beberapa anak panah dari Dimensional Box.
"Okay!/Nyaa~" sahut mereka bersamaan.
"Menarik! Kalau begitu, cobalah untuk menghiburku dengan baik yah!"
Fourteen lalu mengayunkan pedangnya kearah Kyla, sedangkan Nineteen juga bergerak kearah Cleon dan bersiap menyerangnya. Aku memberikan Boost pada Kyla, lalu membidik Nineteen dengan cepat dan melesatkan anak panah tersebut kearahnya.
"Power Shot!!"
"Magic Lance Art's, First Form - Dancing of Lance!!"
Nineteen mengayun-ayunkan tombaknya, dia terlihat seperti menari saat melakukannya. Anak panah yang ku lesatkan pun berhasil dia tangkis, bersamaan dengan itu juga dia melancarkan serangan kearah Cleon.
"Callista Sword Style, Seventh Form - Reverse Dance!!"
Cleon melakukan hal yang sama dengan Nineteen, dia menari menggunakan pedang miliknya. Namun bedanya, tarian Cleon seperti membalikkan serangan Nineteen dan itu benar-benar merepotkan dirinya.
Aku lalu mengalihkan pandangan ke Kyla yang tengah menghadapi Fourteen. Tidak seperti Cleon yang menguasai alur pertarungan, Kyla dipaksa bertahan oleh Fourteen. Bahkan dengan Boost yang kuberikan untuknya pun masih belum cukup untuk memberikan serangan pada Fourteen.
Kyla memang kuat, terlebih lagi dia pengguna Sihir Roh. Tapi tetap saja dia kalah dalam hal pengalaman. Sama seperti 5 tahun yang lalu saat aku menghadapi Key dan rekan-rekannya. Aku berpikir kalau aku unggul karena skill dan status yang kumiliki, namun akhirnya aku berhasil kalah dikarenakan kurangnya pengalaman.
Aku memutuskan untuk memberikan bantuan pada Kyla, karena aku yakin Cleon bisa menahannya selama beberapa saat selagi aku memberikan bantuan pada Kyla. Aku lalu membuat sebuah tombak api dan siap dilepaskan kapan saja. Kemudian aku berteriak memanggil Kyla untuk memberinya kode agar menghindar. Kyla yang memahaminya segera mencoba melepaskan diri dari Fourteen.
"Spirit Martial Art's, First Form - Oddo's Spike!!"
Kyla meninju Fourteen selepas menahan ayunan pedang besar Fourteen. Berikutnya, Kyla segera melakukan rolling kearah kiri dan aku pun segera melepaskan tombak api tersebut.
"Terlalu naif jika kalian berpikir bisa melukaiku dengan sihir!!"
Fourteen segera menyeimbangkan dirinya dan mengangkat tinggi-tinggi pedang besarnya. Dia mengayunkan pedang besar tersebut demi membelah tombak api yang aku luncurkan. Cleon memanggil namaku, Kyla juga memberikan kode padaku. Jadi aku memetik jari dan melakukan pertukaran tempat dengan Cleon.
Belum berhenti disana, aku memetik jari sekali lagi. Namun yang berbeda kali ini adalah, posisi Cleon dan Kyla digantikan oleh tombak api yang dibelah oleh Fourteen dan mereka juga dalam kondisi melakukan serangan padanya.
"Callista Sword Style, Third Form - Splitting the Sky!!"
__ADS_1
"Spirit Martial Art's, Third Form - Spirits Strike!!"
Cleon mengayunkan pedangnya secara horizontal, sedangkan Kyla melepaskan sebuah tendangan dengan kaki kiri bagian luarnya. Fourteen menancapkan pedang besarnya dengan cepat dihadapan Cleon, lalu bersiap menahan tendangan yang diberikan oleh Kyla. Refleksnya benar-benar cepat, bahkan kami bertiga pun dibuat terkejut olehnya.
Pada saat yang sama, sebuah tombak mengarah kepadaku. Aku menangkisnya dengan busur dan mengangkatnya keatas, sembari berdecak kesal saat merasakan perih pada bagian pipi karena terkena ujung tombak tersebut. Aku segera mengeluarkan sebuah pedang dari Dimensional Box dan melepaskan gelombang kejut padanya.
"Sonic Wave!!"
Nineteen sedikit terlambat dan terkena serangan ku. Mungkin dia terkejut saat tahu kalau aku bisa menggunakan pedang, karena saat kami bertarung sebelumnya, aku melesatkan sebuah anak panah padanya. Jadi dia berpikir kalau aku adalah seorang pemanah dan bukan pengguna pedang.
"Bisa menggunakan busur, sihir, bahkan pedang. Kamu benar-benar pribadi yang mengejutkan yah, Elena von Callista!!" ucap Nineteen saat tahu siapa diriku.
"Wah, siapa sangka kamu bisa mengenaliku. Aku senang sih, tapi aku tidak menyukai namaku disebut oleh sampah seperti dirimu! Yah, lagipula aku akan menahanmu sambil menanti bantuan tiba!"
"Heh~ Kepercayaan dirimu tinggi juga yah! Silahkan saja jika kamu memang bisa melakukannya!"
Setelah mengatakannya, Nineteen lalu menyiapkan serangan berikutnya. Aku juga memasukkan busur serta anak panah kedalam Dimensional Box dan fokus dengan pedang di tangan kananku.
***
"Hahahaha, siapa sangka kalian bisa membuatku sedikit panik! Luar biasa! Tapi jangan berpikir kalau berikutnya akan berhasil lho!"
"Kyla, mulai saat ini jangan terlalu mengharapkan bantuan dari Ellen!" ungkap Cleon.
"Apa maksud kamu, nyaa~" tanya Kyla.
"Lihatlah kebelakang mu! Ellen saat ini tengah menghadapi salah satu dari mereka! Jadi kita harus memikirkannya bersama, cara untuk mengalahkan pria ini!" jelas Cleon.
"Kyla mengerti, nyaa~ Jadi apa rencananya?"
Cleon menghela nafas sesaat dan maju sedikit kedepan, Kyla bisa melihat betapa besar dan kuatnya punggung Cleon. Fourteen lalu mencabut pedangnya dan menaruhnya dipundak.
"Sudah selesai rapat strateginya?" tanya Fourteen.
"Aku akan mengulur waktu, kau persiapkanlah serangan itu!" perintah Cleon dan menerjang Fourteen tanpa pikir panjang.
Kyla segera tersadarkan dari lamunan sesaatnya, dia lalu mulai mengumpulkan Oddo miliknya pada satu titik.
__ADS_1
***
Beberapa saat setelah Zero memberikan tugas pada Fourteen dan Nineteen. Ditempat dimana mereka yang mengenakan topeng berada, mereka saat ini tengah melakukan diskusi tentang apa yang dilakukan oleh Zero.
Zero menjelaskan pada mereka semua kalau yang dia lakukan hanyalah memberitahu pada semua yang ada di Demon Realm, kalau ini akan menjadi awal pergerakan dari organisasi bernama World Order untuk menguasai semua alam.
"Yah, kalau itu yang Zero katakan, aku akan setuju dengan perbuatanmu!" ucap Two yang pertama kali menyetujui perbuatan Zero.
Tak lama setelahnya, semua orang disana pun mulai beranggapan sama dengan Two.
"Terimakasih atas pengertiannya! Kalau begitu dengan ini sudah diputuskan! Kalau kejadian ini akan menjadi awal pergerakan kita sebelum rencana utama kita dimulai!" ucap Zero.
Kemudian di waktu yang sama saat kekacauan dimulai, para Dewan Kebijakan Kalzaream tengah berkumpul dan membahas tentang kejadian yang tengah terjadi saat ini. Bukan hanya mereka saja, tapi 4 Academy lainnya pun melakukan hal yang sama.
Alasan kenapa mereka tidak bergerak adalah, karena saat ini para Ksatria Kerajaan tengah mengambil tindakan. Selain itu, mereka semua juga tahu kalau Elena, Kyla, Cleon dan Anastasya tengah berada disana untuk menahan pengacau tersebut. Awalnya Ramiris mengamuk dan mencoba untuk menyelamatkan muridnya tersebut. Tapi Lilith berhasil menenangkannya.
"Bukan hanya muridmu saja yang bertindak, Ellen juga mengambil tindakan bersama mereka. Selain itu keputusan untuk menyerahkan evakuasi pada Tuan Putri sudah tepat," jelas Lilith.
"Lalu kapan kita akan bergerak! Aku sudah tidak sabar untuk menghancurkan mereka yang telah menyakiti muridku!"
"Ramiris! Tenangkan dirimu sebentar! Saat ini kita harus fokus dengan apa yang ada dihadapan kita!" ucap Gale yang menenangkannya kali ini.
Ramiris berdecak kesal dan duduk lalu bicara, "Mencari pengkhianat kah? Tapi aku yakin kalian tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu bukan?"
Pandangan keempatnya menjadi tajam, tapi mereka tidak saling menuduh dan mencoba untuk percaya pada yang lainnya.
"Itu artinya, pengkhianat tersebut berada di para guru dan juga murid kah?" tebak Kevin.
"Kemungkinannya besar! Tapi sayangnya kita tidak bisa mengambil keputusan saat ini, karena masih belum ada bukti kuat untuk itu!" balas Lilith.
***
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!
Art baru dari Lepong yang merupakan Illustrator Author!
__ADS_1