
Ugh.. rasanya sangat sakit! Tapi aku harus bisa bangkit dan mengalahkannya! Tunggu, kenapa aku terobsesi mengalahkannya?
"Tidak ada waktu untuk memikirkannya kah?"
Bamn
Untungnya aku berhasil menghindar dari serangannya tadi! Tepat saat aku sadar, Chloe langsung terjun bebas menuju ke arahku. Selain itu, aku tidak bisa menggunakan teleport kah? Mungkinkah serangannya tadi memiliki efek peniadaan?
Kalau aku memang tidak bisa menggunakan sihir, maka akan aku hadapi dengan ilmu pedang yang aku miliki! Aku segera menghentakkan kaki ke tanah dan melesat kearah Chloe dengan pedang di tanganku.
"Callista Sword Style, First Form - Beginning!!"
Aku mengayunkan pedangku dengan cepat kearah Chloe, tapi semua itu berhasil dihindari tanpa kewalahan sedikitpun. Bahkan tidak ada bulir keringat yang keluar.
Pang
Chloe memegang pedangku dengan satu tangan, dia juga bersiap mengayunkan pedangnya kembali. Tapi tepat pada saat yang sama, aku mendapatkan sinyal terkoneksi dengan satu dari semua tanda yang aku buat sebelumnya bersamaan dengan jatuhnya bola-bola pelangi tersebut. Aku segera melakukan teleport kearah salah satu tempat yang telah ditandai tersebut.
Jadi intinya, aku tidak sembarang melempar bola-bola pelangi itu. Tapi juga meletakkan tanda sihir ruang pada bola-bola tersebut. Jadi saat serangan yang bisa dibilang asal-asalan itu, termasuk dalam rencana ku.
"Kupikir telah menghapus semua tanda menyebalkan itu? Ternyata masih ada satu yang tersisa kah?" keluhnya.
"Maaf saja, tapi kali ini aku tidak akan lengah lagi seperti sebelumnya!" balasku.
"Kalau begitu, mari kita lanjutkan! Seraphim Art's, Second Form - Divine Dark Dance!!"
"Callista Sword Style Seventh Form - Reverse Dance!!"
Kami beradu pedang beberapa kali dan itu mungkin akan terlihat seperti tarian bagi mereka semua yang menonton Duel ini. Suara dentingan pedang dan komentar dari komentator membuatnya menjadi sangat ramai. Tapi aku masih bisa fokus untuk menghadapi Chloe dengan tehnik berpedang yang aku pelajari dari Vishnal dan Ayahku.
Setiap kali aku berhasil melukai Chloe, maka Chloe juga akan berhasil melukaiku juga. Hal ini terus berulang-ulang selama beberapa menit. Karena merasa imbang, aku berpikir untuk menggunakan sihir secara bersamaan agar bisa menambah kerepotannya. Tapi sepertinya itu tidak akan berjalan mudah, karena sisi pedang bagian kirinya akan menghilangkan itu dengan cepat dan aku akan kehilangan tempo.
"Kalau begitu.. Callista Sword Style, Second Form - Twin Dragon Blow! Link - Aftershock!!"
Aku mengayunkan pedang dua kali secara diagonal hingga membentuk silang dan juga ada tambahan dari Aftershock yang membuat Chloe terhempas beberapa meter. Aku juga tidak berhenti sampai disana, dengan segera aku melesat sekali lagi dan bersiap memberikan serangan berikutnya.
__ADS_1
"Callista Sword Style, First Form - Beginning! Link - Dragon Fang!!"
Aku mengayunkan pedang secara vertikal, membuat Chloe yang masih terkejut dengan serangan sebelumnya, harus terhempas sekali lagi dan menabrak dinding Arena cukup keras. Yah, itu wajar karena Dragon Fang merupakan tehnik pedang dari Sword Master level 7.
Ngomong-ngomong, skill dan tehnik adalah dua hal yang berbeda, tapi masih saling berkaitan. Jika skill bisa didapatkan dengan bantuan sistem, maka lain halnya dengan tehnik yang harus dipelajari. Itulah alasannya kenapa aku bisa menggabungkan skill Sword Master, walaupun aku juga mengetahui hal ini dari Vishnal sih.
Kali ini, aku tidak akan membiarkannya memulihkan diri! Jadi aku menyiapkan ratusan tombak pelangi dan bersiap melepaskannya. Tapi disaat aku melepaskannya, bulu-bulu berwarna ungu mengelilingi Chloe dan melindunginya dari serangan tersebut. Setelah tidak ada lagi hujan tombak pelangi, bulu-bulu tersebut menyebar disekitar Chloe.
"Seraphim Art's, Third Form."
"Gawat!"
"Lambat! Feather Rain!!"
Bulu-bulu tersebut segera menyerbu ke arahku, jadi aku pun segera menciptakan dinding yang mengelilingiku dengan semua unsur sihir yang aku miliki sehingga terlihat transparan agar aku bisa mengetahui kondisi diluar.
"Percuma saja! Aku bisa mengendalikan semua bulu-bulu tersebut!!" peringatnya.
Aku juga tahu itu! Kamu juga tidak perlu memberitahunya padaku!
"Sial, untuk saat ini aku hanya bisa bertahan saja!" gumamku.
Aku lalu menenangkan diri dan memikirkan cara untuk bisa keluar dari situasi ini. Namun disaat aku melakukannya, sebuah suara memanggil namaku terdengar di pikiranku. Itu adalah suara Liza!
"Ellen! Ellen! Jawab Liza! Liza mohon!!"
"Liza? Ada apa? Kamu tidak lihat saat ini aku tengah sibuk?"
"Liza tahu itu! Hey, Ellen! Biarkan Liza membantu Ellen! Liza mohon!!"
"Tidak! Itu tidak diperlukan! Bukankah aku sudah memberitahukannya padamu?"
"Begitu.. yah. Hey, Ellen. Apa arti Liza untukmu?"
"Huh? Itu sudah jelas bukan? Kita ini adalah teman! Juga, kamu tidak akan bisa mengubah pendirianku dengan perkataan seperti itu!"
__ADS_1
Sebenarnya, alasanku untuk tidak membiarkannya ikut bertarung adalah, aku tidak mau dia terluka. Bagaimanapun juga, lawannya adalah Chloe dan dia juga seorang Celestial! Sudah jelas kalau aku melarangnya bukan?
"Kamu tahu, Ellen? Liza sangat senang mendengarnya, Liza juga tidak kuat seperti Ellen. Tetapi bagaimanapun juga, Liza adalah seorang Servant dan Ellen adalah Master. Karena itulah, jika Master dalam bahaya. Liza akan membantumu!!" ungkap Liza dengan lantang, dia bahkan menyuarakannya cukup keras dan berjalan santai mendekat.
"Tapi kamu tahu bukan? Ini hanyalah sebuah Duel!" balasku.
"Apa salah, jika seorang Servant ingin melihat Masternya menang?" sahutnya.
Aku bisa melihat wajah khawatir dari semua orang yang aku kenal. Bahkan Kak Rena dan Kak Sarah yang datang pun terlihat khawatir denganku.
"Begitu kah? Sepertinya di dunia ini aku, memiliki banyak sekali orang yang ingin aku bahagiakan yah!" ucapku dengan memejamkan mata dan menghela nafas.
"Sekarang, aku tidak akan ragu lagi. Datanglah! Liza!!" panggilku, membuat sebuah lingkaran sihir muncul diatas dinding pelangi yang aku buat.
"Baik!" sahut Liza yang lalu muncul dari lingkaran sihir tersebut dan memunculkan sayap naga miliknya.
"Bakar semua bulu-bulu ini!" perintahku.
"Dragon Breath!!"
Sebuah api membakar bulu-bulu tersebut tanpa tersisa sama sekali. Aku segera melepaskan dinding yang aku buat sebelumnya dan mengambil sebuah busur, setelah menyarungkan pedang kembali.
"Oh~ Itu adalah Familiar yang dimiliki oleh Rainbow Wizard! White Dragon yang cukup langka! Liza!! Akankah dia bisa mengembalikan keadaannya sekarang?" ungkap komentator
"Jangan mengganggu!!" teriak Chloe.
"Yang mengganggu itu adalah dirimu!!" sahut Liza melesat cepat kearah Chloe dan melancarkan sebuah pukulan padanya.
Aku lalu melepaskan anak panah yang telah dilapisi oleh Mana yang ditambah dengan Power Shot. Liza segera terbang keatas, sehingga serangan tersebut menuju Chloe dan tepat mengenai zirah bagian dada miliknya. Liza lalu kembali ke dekatku dan mendaratkan kakinya diatas tanah.
***
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!
__ADS_1