My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Penangkapan yang Gagal


__ADS_3

Saat ini tepuk tangan telah berhenti, semua orang disana memfokuskan pandangan mereka pada pria gemuk yang tengah bertepuk tangan dengan senyum menyeringai diwajahnya.


Aku menatap pria itu dengan heran, kenapa dia sangat santai masuk ke dalam Arena? Jika dilihat dari Bros dan baju yang dia kenakan, aku bisa menduga kalau dia adalah Earl dari keluarga Cellestya.


Aku menoleh kearah Chloe dan terkejut dengan tatapan kebencian yang dikeluarkan olehnya. Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui? Apa yang pria itu inginkan? Kenapa Chloe menatapnya dengan penuh kebencian? Serta berbagai pertanyaan lainnya yang muncul begitu saja di benakku.


"Hohoho, sungguh pertunjukan yang sangat mengecewakan, yah!" ucap pria tersebut.


"Mengecewakan? Anda tidak berhak mengatakannya pada lawan yang telah membuatku kewalahan!" balasku tidak terima.


"Lawan? Benarkah? Aku pikir dia adalah seorang pencuri yang akhirnya menerima karmanya, hohoho!" sahutnya.


Aku terkejut dengan apa yang dia katakan, tapi saat aku melihat kearah Chloe, entah kenapa aku yakin kalau pria itu berbohong.


"Mencuri? Orang seperti dirimu yang telah merenggut kebahagiaan keluargaku dengan membunuh mereka, tak berhak mengatakannya, BAJING*N!!" teriak Chloe penuh kekesalan.


"Nona, jika kamu mengatakannya, rencana kita--"


"Apa maksudmu yah? Aku sama sekali tidak paham! Seraphim tipe Pedang Besar, Aiās adalah senjata milik keluarga Cellestya! Kamu yang menggunakan nama Keluargaku tanpa izin dariku itu, telah mencoreng nama keluarga Cellestya!" balas pria tersebut.


"Apa maksudnya itu?"


"Dia bukan keluarga Cellestya? Tapi kenapa dia bisa menggunakan Seraphim?"


"Aku tidak mengerti apapun! Tolong jelaskan dengan benar!"


"Ya, itu benar!!"


Senyum menyeringai, terlihat kembali diwajahnya. Seolah-olah dia memang sudah menantikan situasi seperti ini. Aku hanya bisa diam dan menanti penjelasan dari kedua belah pihak, setelahnya aku akan bertindak dengan mendukung mereka yang mengatakan kebenaran.


"Semuanya! Dengarkan aku! Gadis yang kalian puji sebagai Unbreakable ini, bukanlah anggota keluarga Cellestya! Dia hanyalah anak yatim yang diangkat oleh Iriana dan juga Zuos! Setelah kematian mereka berdua, saudara Iriana mengangkatnya kembali menjadi putrinya! Kemudian karena sebuah kesalahpahaman, saudara Iriana, Rigrotz von Cellestya mengira aku sebagai pelaku dibalik kematian saudarinya. Membuat dia dengan segera mengamankan Seraphim milik Iriana, Aiās dan menyerahkannya pada gadis yang kini menjadi tuannya!" jelas pria itu.


"Pria ini busuk sejak awal! Sebenarnya sampai mana dia telah merencanakan ini?" gumam Aiās.


Rencana? Berarti yang dia katakan adalah kebohongan? Tapi kenapa dia melakukannya? Apa dia mau mengambil Aiās dari tangan Chloe?


".. begitulah ceritanya! Karena itu, aku, Earl Bolgerd von Cellestya! Dengan ini menyatakan pengambilan alih Seraphim Aiās milik Chloe von Cellestya, dikarenakan dia telah mencurinya!" ungkap pria bernama Bolgerd.


Awalnya semua orang disana hening, tidak ada yang bicara. Namun secara mengejutkan, seseorang mulai berteriak dan menyuruh Chloe mengembalikan Aiās.


"Dasar pencuri! Kembalikan apa yang telah kau curi dari keluarga Cellestya!!"


"Itu benar!"

__ADS_1


"Dasar tidak tahu malu!"


"Aku menyesal telah mendukung seorang pencuri seperti dirimu!"


Gawat, semua orang disini sudah mulai mendukung pria itu. Walau dengan wewenang ku sebagai anak seorang Marquis sekali pun, agak sulit untuk membalikkan fakta tanpa bukti. Apa yang sebaiknya aku lakukan?


"Ellen, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Liza melalui telepati.


"Untuk saat ini, akan lebih baik kita tetap didekat Chloe!" balasku melalui telepati.


"Liza mengerti!"sahutnya melalui telepati.


Bolgerd berjalan mendekati kami, dia berjalan cukup santai hingga membuat kami semua bingung.


"Sebaiknya kamu jangan melawan, jika ingin pamanmu itu selamat!" bisiknya pelan pada Chloe, walaupun kami dapat mendengarnya.


Pandangan kami tertuju kearah pintu masuk selatan, dapat terlihat seorang pria paruh baya yang tengah disandra oleh dua orang yang mengenakan tudung. Hanya kami saja yang bisa melihatnya dengan jelas, karena aku yakin mereka yang berada di bangku penonton tidak dapat melihat mereka dengan jelas. Sial! Mereka mengambil tempat yang strategis untuk menyandra. Kemana para penjaga Arena pergi?


Namun saat kami dilanda kepanikan, dua buah siluet misterius muncul dibelakang penyandera tersebut dan memukul mereka hingga pingsan. Ketika mereka membuka tudung yang menutupi kepala mereka, kami dapat melihat Spirit Warlock, Ramiris dan Blood Knight, Kevin mengacungkan jempol mereka.


Tak lama setelahnya, belasan Ksatria Kerajaan datang dan masuk kedalam Arena. Mereka dipimpin oleh dua orang yang aku kenal, yaitu Bloody Wizard, Gale dan Lotus Witch, Lilith. Bukan hanya itu saja, mereka bahkan sampai mengenakan peralatan tempur milik mereka masing-masing. Para penonton dibuat bingung dengan kemunculan Ksatria Kerajaan yang langsung menangkap Bolgerd dan bukannya Chloe.


"Bolgerd von Cellestya! Kau ditahan atas pelaku pembunuhan Iriana von Cellestya dan Rigrotz von Cellestya, penggelapan uang, penganiayaan, serta memiliki hubungan dengan Organisasi ******* World Order!" ungkap Guru Gale.


"Apa? Aku tidak melakukan semua itu! I-itu semua bohong!" ucap Bolgerd memberikan pembelaan.


"Namun, kami telah mengumpulkan semua bukti yang bisa membenarkannya!" balas Guru Lilith menjentikkan jarinya.


Para Ksatria lainnya segera menarik beberapa orang yang telah mereka tangkap, masuk kedalam Arena. Bahkan beberapa dari mereka ada yang terlihat babak belur, mungkin mereka menggali informasi dengan kekerasan.


"Mereka telah memberitahukan semuanya, jadi percuma saja membela diri!" lanjut Guru Lilith.


Tidak lama setelahnya, Guru Kevin dan Guru Ramiris serta Paman Chloe yang sempat disandra datang menghampiri kami. Paman Chloe yang khawatir dengan keponakannya segera berlari menghampirinya, Chloe menunjukkan wajah lega sekaligus malu saat Pamannya datang memeluknya. Aku yang melihat itu hanya bisa tersenyum.


"Guru Kevin, terimakasih karena telah menepati janjimu! Si.. sa.. nya.. aku.. serah.. kan.. pada.. mu.."


Chloe jatuh pingsan, tapi Guru Kevin dengan sigap merangkulnya. Yah, itu wajar mengingat pertarungan kami yang cukup sengit. Ngomong-ngomong, Chloe juga telah kembali ke wujud sebenarnya sebagai Demon.


"Yah, sekarang beristirahatlah. Aku yakin kamu cukup kelelahan! Ellen, aku titip mereka berdua padamu!" ucap Guru Kevin meminta padaku.


"Eh? Aku?" sahutku.


Guru Kevin tersenyum, aku hanya bisa menghela nafas dan meminta Liza untuk membawa Chloe dan Pamannya untuk pergi ke tempat yang aman. Setelah itu, aku mulai mendekat Bangsawan tersebut dan berniat untuk mendengarkan kebenarannya.

__ADS_1


"Sekarang, beritahu kami siapa mereka sebenarnya dan apa tujuan mereka!?" tanya Guru Lilith.


"Wah~ Wah~ Itu akan merepotkan kami kau tahu?" sahut suara pria yang mengenakan topeng dengan simbol angka romawi XVII yang membawa sebuah palu dan kapak yang menyatu.


"Oh! Seventeen dan Thirteen! Kalian datang untuk menyelamatkan diriku? Sekarang cepat selamatkan a--"


Jleb


Sebuah anak panah menancap tepat dileher Bolgerd, pelakunya adalah seorang gadis yang mengenakan topeng dengan simbol angka romawi XIII dan menggunakan sebuah busur. Anak panah yang menancap tersebut seketika menghilang dan membuat Bolgerd tidak bisa bicara sama sekali.


"Huh? Siapa yang datang untuk menyelamatkanmu, Pak Tua Bab* Gemuk yang ME-NYE-DIH-KAN!! Hahaha," balas Thirteen.


Sial! Kenapa mereka harus muncul sekarang sih? Manaku tersisa sedikit dan aku juga tidak bisa menggunakan Ultimate Magic! Apa ini sebuah kebetulan? Atau mungkin sudah direncanakan?


"Bagaimana cara kalian masuk kesini? Lalu apa tujuan kalian!?" tanyaku.


"Pria tua menyedihkan disanalah yang mengundang kami datang kemari, jadi salahkan saja dia yah!" jawab Seventeen.


"Selain itu, tujuan kami hanya satu. Menghabisi nyawanya, itu saja!" lanjutnya.


Seventeen mengangkat tinggi-tinggi senjatanya, membuat semua Ksatria dan kami yang berada di Arena segera memasang kuda-kuda.


"Sebaiknya kalian lepaskan pria itu, jika tidak ingin ikut remuk bersamanya!" peringat Seventeen.


Bersamaan dengan peringatan tersebut, Seventeen mengayunkan senjatanya kebawah dan mengarahkannya pada Bolgerd. Dua Ksatria yang menahan Bolgerd panik dan segera melepaskan Bolgerd, lalu menjauh untuk menghindari hantaman tersebut. Semua orang yang ada disana terlambat bereaksi, bahkan Guru Ramiris dan Guru Kevin yang terkenal dengan reflek mereka, hanya bisa membatu ditempat.


Bamn


Tubuh Bolgerd segera hancur tak bersisa bersamaan dan meninggalkan bercak darah yang menyebar mengenai semua orang disana. Para penonton yang melihatnya, segera mengeluarkan isi perut mereka. Sedangkan Seventeen dan Thirteen tertawa puas tanpa rasa bersalah dengan bercak darah di pakaian dan topeng mereka.


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!


Besok libur dulu! Ga ada Mood buat up soalnya! Para Reader cuman baca doang dan ga ngasih Like sama sekali, makanya Author mending Istirahat dulu selama 1 Minggu dengan membaca manga, nonton anime yang udah di batch buat dapet mood balik. Padahal Reader harian suka diatas 20-an, tapi yang like 1/2 orang doang, hadeh...


Nih buktinya:



Udah gitu doang sih, bye~ Sampai ketemu Minggu depan!!


__ADS_1


__ADS_2