
"Sally! Kamu terlihat senang sekali, ruu~" panggil seorang gadis Demon Beast.
"Ah! Blanca? Itu semua karena ini pertama kalinya aku mendapatkan hadiah dari seorang teman," jawabku sembari memegang sebuah liontin pemberian dari Ellen beberapa jam yang lalu sebelum dia pergi.
"Ruu~ Bukankah itu sangat bagus untukmu?" balas Blanca.
Aku hanya mengangguk pelan untuk menjawabnya. Sejak lama, aku sangat ingin merasakan bagaimana memiliki teman. Tentu saja ini sangat membuatku bahagia. Mama, akhirnya aku memiliki mereka yang bisa ku sebut sebagai teman. Kumohon, teruslah perhatikan aku dari sana, Mama.
Flashback On
"Mama! Mama!" panggil diriku yang masih berusia 5 tahun.
"Sally? Ada apa sayang?" tanya seorang wanita Elf yang tidak lain adalah Mama.
"Mama tahu? Aku akhirnya bisa menggunakan sihir alam lho!" ucapku dengan bangga.
Mama tersenyum dan mengusap kepalaku dengan lembut, tentu saja ini adalah hal yang membahagiakan bagiku. Mama adalah seorang Bangsawan Elf yang melakukan pernikahan politik dengan Papa yang merupakan Bangsawan Demon. Mereka melakukan hal tersebut, demi kelangsungan hidup kedua Keluarga Bangsawan yang selalu ingin menghancurkan satu sama lain.
Tapi semua itu hanya bertahan sementara, karena saat usiaku mencapai umur 7 tahun, Mama meninggal oleh sebuah penyakit misterius. Setelah saat itu, tidak ada yang memperdulikan diriku, termasuk Papa. Dia malah asyik dengan dua istri barunya dan tidak pernah peduli sedikitpun padaku lagi. Meskipun aku selalu disakiti oleh kedua anak tirinya sendiri.
"Gyaa!"
"Hahahaha! Mahluk berdarah campuran seperti dirimu itu tidak pantas bersanding nama dengan kami! Keluarga Zerus!" ledek mereka.
"Ta-tapi kan, aku.. adalah saudari kalian.. hiks," sahutku menangis.
"Huh? Apa yang kamu katakan? Ayah saja sebenarnya jijik padamu yang berdarah campuran, tahu tidak!" balas salah satu dari mereka menendang kepalaku.
Tidak berhenti disana, saudaraku yang lain juga mulai menendang perutku dengan kencang. Sakit sekali.. rasanya.. aku lebih memilih untuk mati sekarang.
"Apa yang kamu lakukan? Apa kamu mencoba bunuh diri?" tanya seorang gadis Demon.
"Siapa?" sahutku bertanya.
"Namaku? Aku adalah.."
Aku tidak terlalu mendengarnya dengan jelas. Tapi aku sangat berterimakasih padanya. Kenapa? Itu karena dia meninggalkan sebuah surat dan juga sebuah kantung berisi Dypnir dalam jumlah banyak. Karena hal itulah, aku memutuskan untuk memulai hidup mandiri.
Pertamanya sangat menakutkan sih, tapi setelah 5 tahun sendirian, aku sudah terbiasa. Aku juga memutuskan untuk mendaftarkan diri sebagai seorang murid di Floura Academy dan karena mereka tidak memberikan biaya pendaftaran, aku bisa tenang karena hal tersebut.
Aku membentuk party dengan beberapa orang, tapi mereka hanya memanfaatkan aku untuk menjadi tameng saja. Namun aku tidak mempermasalahkannya, bagaimanapun juga aku butuh Dypnir untuk bisa bertahan hidup. Kemudian aku melihat sebuah pengumuman tentang acara yang akan datang dan tertarik untuk ikut serta.
__ADS_1
Tapi siapa sangka, mereka semua sudah memiliki party tersendiri. Bahkan meskipun masih ada sisa satu orang lagi, mereka akan menolak ku dengan mengatakan kalau aku adalah gadis yang lemah dan kemampuan support milikku tidak dibutuhkan.
"Fuueee, bagaimana ini?" sahutku dengan bingung.
"Kamu! Gadis Demon Elf yang tengah bingung disana!" panggil seorang gadis Demon.
"Eh? A-aku?" sahutku saat menyadari dia menunjuk diriku.
"Mau bergabung dengan party kami?" ajak gadis Demon tersebut.
Semua pandangan menuju kearah kami, tidak. Mungkin lebih tepatnya kearah aku yang masih dalam kondisi terkejut.
"Kenapa? Apa kalian bermasalah jika aku mengajaknya, huh?" tanya gadis Demon itu dengan kesal.
Mendengar perkataannya, mereka semua langsung mengalihkan pandangan kearah lain.
"A-anu.. apa kamu tidak masalah mengajakku?" tanyaku.
"Kamu mau menolaknya? Itu tidak masalah sih. Tapi sebagai gantinya, aku, rekan-rekanku dan dirimu tidak akan bisa mengikuti acara ini. Itu juga berarti kalau kita tidak akan mendapatkan nilai untuk menaikkan Rank yang kita punya saat ini. Yah, jika itu tidak masalah bagimu, aku tidak masalah. Lagipula aku bisa naik ke Rank B kapan saja!" jelasnya dengan sedikit sombong.
"Fuueee, kalau begitu aku akan melakukannya!" balasku.
"Bagus! Ayo kita pergi kesana dan saling memperkenalkan diri!" ajaknya menarik tanganku.
Aku pun akhirnya diperkenalkan pada dua rekannya yang lain. Mereka bernama Chloe yang seorang Demon dan Blanca yang seorang Demon Beast. Lalu nama Demon yang mengajakku sebelumnya adalah Elena, dia memintaku untuk memanggilnya Ellen.
Para guru pun menyuruh semua Party Leader untuk berbaris agar bisa mengambil Item yang akan digunakan dalam acara ini. Jadi Ellen pergi, karena dia merupakan Party Leader. Setelah beberapa saat, seorang pria Vampire dan tiga orang lainnya mendatangi kami.
"Yo, Sally! Sepertinya kau menemukan majikan baru yah?" panggil pria Vampire tersebut bernama Raymond.
"Raymond, kah? Apa yang kau inginkan datang kesini?" tanya Chloe.
"Tidak ada, hanya ingin memberitahu informasi yang akan berguna bagi kalian. Gadis yang bersama kalian itu beban! Tidak bisa menggunakan sihir serangan sama sekali!" jelas Raymond.
Aku menundukkan kepalaku untuk menahan tangis. Itu karena semua yang dikatakannya adalah kebenaran. Aku tidak bisa menggunakan sihir serangan, karena aku tidak mau menyerang siapapun.
"Apa kau mencari masalah? Memangnya kenapa kalau dia tidak bisa menggunakan sihir serangan hah?" tanya Chloe.
"Maksudku adalah, lebih baik kau mengeluarkan gadis itu sebelum--"
"Apa yang kalian lakukan padanya, huh!?" tanya seseorang, saat aku melihatnya, dia adalah Ellen.
__ADS_1
Mereka pun melakukan sedikit debat, hingga akhirnya Raymond dan rekan-rekannya pergi dari sana. Air mataku mengalir, jadi begini rasanya memiliki seorang teman? Chloe mencubit Ellen dan menyuruhnya meminta maaf karena membuatku menangis. Tapi aku menjelaskan pada mereka kalau ini tangis bahagia. Bagaimana juga, ini pertama kalinya aku dibela oleh seorang yang disebut teman.
Kami melakukan rapat sejenak, aku juga menjelaskan tentang Time Magic yang aku miliki pada mereka. Sihir ini aku dapatkan setelah bertemu dengan seorang yang mengaku Dewa Waktu didalam mimpi 4 tahun yang lalu.
Acara pun dimulai dan berbagai masalah pun muncul. Tapi kami selalu bisa mengatasi semuanya. Hingga semalam, Ellen dan yang lain datang bersama dengan para guru yang terlihat kelelahan. Karena aku tidak ingin mengganggu, aku pun memutuskan untuk pergi. Tapi Ellen memanggilku dan mengajakku pergi ke depan.
"Ini pertama kalinya kita bisa mengobrol santai yah!" ujar Ellen.
Aku hanya mengangguk pelan untuk membalasnya.
"Malam ini pun, bintang-bintang terlihat sangat indah yah!" ucapnya melihat ke atas langit berbintang.
"Hey, Ellen. Ada yang membuat aku penasaran sampai sekarang," ungkap ku.
"Kenapa kamu selalu baik kepadaku?" lanjutku bertanya dengan serius.
Ellen menghela nafasnya sebelum tertawa. Aku bertanya apa yang lucu, tapi dia menjawab, "Ya ampun aku pikir kamu ada masalah. Ternyata hanya itu?"
"Jawabannya mudah! Itu karena, kamu adalah temanku, bukan?" lanjutnya dengan tersenyum.
Sungguh bodohnya diriku. Aku selalu penasaran alasannya mengapa dia selalu baik kepadaku. Padahal jawabannya, sudah aku ketahui sejak awal.
"Ah, benar! Memang tidak seberapa, tapi aku ingin kamu menerimanya!" ucap Ellen memberikan sebuah kotak padaku.
Aku pun membukanya, sebuah liontin berwarna biru muda dengan rantai perak berada di dalamnya. Air mataku mengalir tanpa aku sadari, aku sangat senang karena ini pertama kalinya aku mendapatkan hadiah dari teman.
"Apa mungkin kamu tidak menyukainya? Kalau iya aku akan--"
"Terimakasih, akan aku simpan ini dengan baik!" ucapku memotong perkataan Ellen sebelum dia salah paham.
Flashback Off
"Begitu rupanya, ruu~ Aku juga menerima hadiah pertemanan darinya, ruu~" ujar Blanca setelah mendengar cerita bagaimana aku mendapatkan liontin ini.
"Benarkah? Apa itu?" tanyaku penasaran.
"Gelang ini," jawabnya menunjukkan gelang yang dipakai di tangan kirinya.
Setelahnya, kami mengobrol banyak hal. Walaupun kebanyakan kami membicarakan tentang Ellen sih. Semakin aku mengetahui tentangnya, aku jadi semakin penasaran dengannya.
***
__ADS_1
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!