
Ini sudah hari kedua setelah acaranya dimulai. Kami sangat sibuk untuk melakukan beberapa hal, seperti membangun barikade dengan sihir tanah didalam gua dan mengawasi daerah sekitar gua. Dengan bantuan Hawk Eye milik Blanca, serta Detect milikku dan Chloe, kami bisa mengawasi daerah sekitar dengan baik.
Tapi ada satu hal yang mengganjal pikiranku. Suara teriakan yang terdengar semalam oleh kami, itu terdengar seperti suara seseorang yang akan dibunuh. Semalam, beberapa dari peserta mencoba mengeceknya termasuk aku. Tapi kami tidak menemukan apapun sama sekali.
"Beruntungnya, kami membuat kesepakatan untuk menjaga jarak dan tidak mengganggu sampai masalah ini diselesaikan oleh pengawas," jelasku.
"Tapi meskipun begitu, kenapa tidak ada pengumuman sama sekali?" tanya Chloe.
"Entahlah, itu juga yang ingin aku ketahui!" jawabku.
Ngomong-ngomong, kami mendapatkan fakta baru tentang Time Magic milik Sally. Future Sight miliknya bisa digunakan terus-menerus tanpa harus waktu kehidupannya berkurang, itulah yang Sally jelaskan pada kami.
"Ellen! Chloe! Sally! Ini gawat!" panggil Blanca dengan panik.
"Ada apa Blanca? Apa terjadi sesuatu?" tanyaku.
"Tentang itu, ada banyak sekali monster yang tengah menuju kearah sini!" jawab Blanca.
Aku segera menggunakan Detect dan ini benar-benar membuatku sangat terkejut. Jumlahnya sangat banyak! Seratus? Tidak, mungkin lebih dari seribu!
"Apa-apaan dengan jumlah mereka! Ini benar-benar tidak masuk akal!" ucap Chloe terkejut, sepertinya dia menggunakan Detect sepertiku.
"Iya, kamu benar! Tapi kita harus mengalahkan mereka secepatnya!" balasku.
"Kalau begitu, aku dan Chloe akan pergi untuk menghabisi mereka. Liza, Blanca dan Sally akan tetap disini untuk berjaga-jaga!" lanjutku memberi arahan.
"Baiklah, aku setuju dengan itu!" sahut Chloe.
"Ellen! Apa Liza boleh menjaga didepan gua? Karena jika Liza harus bertarung didalam, mungkin itu akan sedikit berbahaya," pinta Liza.
"Tidak masalah, itu malah lebih baik!" balasku.
Aku, Chloe dan Liza segera berlari keluar. Tapi hanya aku dan Chloe saja yang terus melanjutkan perjalanan ke hadapan para monster tersebut. Sesampainya disana, kami berdua langsung bersiap untuk bertarung.
__ADS_1
"Walau begitu, melihatnya secara langsung benar-benar sesuatu yah!" gumamku.
"Kau benar! Juga, sepertinya bukan hanya kita saja yang menghadapi situasi seperti ini. Tapi beberapa party lain juga tengah bertarung dengan mereka," sahut Chloe.
"Jangan menahan dirimu, okay?" ucapku mengeluarkan sebuah busur dan bersiap membidik.
"Haha, tentu saja. Aku tidak berniat untuk menahan diri, meskipun mereka hanya kroco," balas Chloe.
"Wahai engkau yang merupakan eksistensi lain diluar dunia ini, pinjamkan aku kekuatanmu untuk menghukum lawanku! Bangkitlah, Aiās!" lanjutnya memasuki Celestial Form.
"Membangkitkan aku hanya untuk menghabisi mereka? Nona, sepertinya kau sedikit berlebihan," gumam Aiās.
"Aku rasa bukan masalah, meskipun mereka lemah, tapi jumlahnya cukup banyak. Jadi aku rasa ini bukanlah masalah, kan?" balas Chloe.
"Ya ampun, aku mengerti! Mari selesaikan ini dengan cepat!" ucap Aiās pasrah.
"Tanpa kau suruh pun! Akan aku lakukan! Seraphim Art's, Second Form - Divine Dark Dance!!"
Chloe langsung melesat kearah kumpulan monster dan mengayunkan pedang besarnya seperti sebuah tarian. Dengan sinar pedangnya yang berubah warna dari kuning dan ungu, itu membuatnya nampak indah.
Menyadari bahayanya bukan hanya Chloe saja, mereka mulai memutuskan untuk menyerangku. Tapi itu percuma, karena setiap kali ada yang mendekat, aku dengan sigap menggunakan Fire Wall untuk membakar mereka. Jadi mereka mengabaikanku dan mulai pergi kearah gua dimana Blanca, Liza dan Sally berada.
Karena aku percaya pada mereka, aku membiarkannya dan hanya fokus mengatasi monster yang ingin menyerang Chloe dari belakang. Namun karena melihat Chloe sudah mulai kewalahan, aku mengganti busur dengan pedang dan berlari kearahnya.
"Chloe! Mari bertukar!!" teriakku.
"Aku mengerti!" sahutnya mengepakkan sayapnya dan terbang beberapa meter.
"Seraphim Art's, Third Form - Feather Rain!!"
Ribuan bulu mulai menghujani semua yang berada dibawahnya kecuali aku. Aku sendiri terus berlari dan bersiap menggunakan keahlian pedang keluargaku.
"Callista Sword Style, Sixth Form - Dancing in the Moonlight! Link - Sonic Wave!!"
__ADS_1
Aku mengayunkan pedang dengan tambahan dorongan energi yang membuat mereka menjadi sulit mendekat. Belum berhenti disana, aku melakukan putaran searah jarum jam dan menciptakan tebasan energi melingkar yang menyebabkan banyak dari mereka mati.
Chloe berteriak memanggil namaku, aku yang mendengar itu dengan segera melompat setinggi mungkin. Setelah melihatnya, Chloe melaju cepat ke tanah tanpa sayapnya dan menghantamkan Aiās dengan cukup kuat ke atas tanah, menyebabkan beberapa dari monster disekitar terkulai lemas dan tidak bisa bangun.
Belum berakhir, aku menyiapkan sihir dalam jumlah banyak dan melepaskannya. Beruntung karena area ini cukup luas tanpa pohon, aku bisa tenang tanpa harus merusak hutan ini dan kami pun bisa mempertahankan jumlah poin yang kami miliki. Chloe segera melindungi dirinya dengan kedua sayapnya, selagi serangan sihirku terus menghabisi para monster yang ada.
***
Disisi lain, bagian depan mulut gua. Liza berdiri melihat banyak sekali monster yang datang menuju kearahnya.
"Mereka datang~ Mereka datang~ Ini membuat Liza bersemangat!" ucap Liza.
"Liza! Jangan memaksakan dirimu! Jika kamu kewalahan, aku akan datang dan membantumu!" peringat Blanca.
"Fufufu~ Jangan khawatir, Blanca! Liza bisa menghabisi makhluk-makhluk lemah ini dengan mudah! Jadi Blanca dan Sally tetaplah disana, selagi Liza membantai mereka~" sahutnya.
Liza tanpa buang waktu, memasuki bentuk setengah naga miliknya dan mulai menghabisi mereka satu-persatu monster dengan mudahnya tanpa hambatan sama sekali. Meski sudah dijelaskan untuk tidak turun tangan membantu, Blanca tetap membantu Liza dari belakang menggunakan anak panahnya. Dia membidik monster yang ingin menyerang Liza dari belakang.
"Duh~ Bukankah Liza sudah memberitahunya?" gumam Liza kesal.
"Summon! Blanc! Tolong lindungi aku, Blanc!" pinta Blanca setelah memanggil Blanc keluar.
Blanc melolong senang dan mulai melindungi tuannya dari beberapa serangan sihir para monster yang menuju kearah tuannya dengan Ice Wall. Menyadari Blanca sangat merepotkan, beberapa monster mulai menargetkannya dan mengabaikan Liza. Liza yang diabaikan tersebut kesal dan terbang keatas mereka.
"Duh~ Jangan mengabaikan orang yang menghadapi kalian lebih dulu! Dragon Breath!!"
Hembusan naga itu membumi hanguskan mereka semua menjadi debu. Liza berhasil menahan diri untuk tidak membakar hutan karena peringatan Ellen sebelumnya. Blanc yang mengetahui para monster mulai panik, mulai membuat ratusan tombak es dan melepaskannya pada mereka.
Blanca yang melihatnya segera membidik mereka yang masih bisa bertahan dan dalam selang waktu sepuluh menit, mereka sudah selesai menghabisi para monster tersebut.
***
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!
__ADS_1
Urusan Author dah selesai, sekarang waktunya up seperti biasa~