
"Baik! Karena sudah waktunya makan siang dan kalian juga sudah melakukan perkenalan. Kita akhiri pertemuan hari ini, nanti akan datang seseorang yang akan membawa kalian menuju Asrama. Jadi selagi menunggu, cobalah untuk menyelesaikan makan siang atau melakukan perkenalan lebih lanjut pada teman-teman kalian!" ucap Guru Selena pada kami.
"Baik!!"
Para murid serempak menjawabnya dan mulai mencoba lebih dekat satu sama lain, beberapa mungkin sudah ada yang saling mengenal sih, jadi tidak bisa dibilang perkenalan lebih lanjut.
Contohnya dua orang pria yang duduk bersama dengan Cleon saat ini. Salah satu dari mereka sepertinya Ras Vampire, dapat terlihat dari rambut putih salju dan mata merah darah miliknya. Sedangkan yang lainnya merupakan seorang Demon dengan rambut dan iris berwarna biru es, memiliki tanduk yang lumayan besar.
"Wah, siapa sangka kau benar-benar mendapatkan Rank 1, Cleon!" ucap pria Demon kalau tidak salah namanya itu Belruss von Xeropius.
"Yah, itu adalah hal yang mudah bagiku!" jawab Cleon dengan bangga.
"Hahaha, jangan terlalu bangga! Karena aku yang akan mendapatkan Rank 1 berikutnya!!" balas pria Vampire, dia adalah Lyon von Chrome.
"Lyon, sebelum kau melakukannya. Kamu harus bisa melewati diriku lebih dulu! Kemudian, cobalah untuk mengalahkan dua murid Kepala Academy!" sahut Belruss.
Seperti yang dikatakan oleh Belruss, Guru Lilith memiliki murid lain yang merupakan anaknya dengan Paman Kruelga. Dia terkadang membawanya untuk ikut berlatih bersama denganku. Kemudian saat mengetahui kemampuanku jauh diatasnya, dia dengan secara sepihak mengakui ku sebagai Rival. Itu benar-benar merepotkan tahu!
"Ugh.. aku lupa dia ada di S Class," gumamku mencoba menyelonjorkan kedua tanganku diatas meja.
"Nyaa~ Ellen sakit perut?" tanya Kyla yang tengah asik memakan makan siangnya.
"Tidak, bukan itu Kyla. Hanya saja--"
"Ellen!! Akhirnya kita bertemu lagi! Hohoho," panggil seorang gadis Demon berambut pirang yang hanya mengikat bagian kanan rambutnya, sedangkan sisanya diikat kepang pada bagian ujung rambutnya, iris matanya berwarna biru.
Dia juga menggenggam sebuah kipas tangan yang menutup mulutnya saat tertawa. Kemudian bagian yang membuatku iri adalah dada miliknya. Walau tidak terlalu besar, namun tetap membuatku iri.
__ADS_1
"Maaf, sepertinya kamu salah orang! Jadi silahkan cari kembali orang yang kamu cari!" balasku memakan sebuah Roti Daging yang baru aku keluarkan dari Item Box.
"Oh, begitu rupanya. Maafkan aku, kalau begitu aku pergi mencarinya lebih dulu!" sahutnya pergi meninggalkanku.
Namun dia berhenti dan berteriak, "Tunggu, bukan seperti itu!! Kenapa aku malah termakan perkataanmu sih!?"
"Jangan tanya aku!" balasku, memotong Roti Daging menjadi dua dan menawarkannya pada gadis tersebut.
"Kamu mau Roti Daging?"
"Ah, terimakasih!"
Gadis tersebut mengambil Roti Daging yang ku tawarkan tadi, lalu sadar kalau dirinya telah aku alihkan dari hal yang ingin dia lakukan, membuatku berdecak kesal karenanya.
"Hey!! Tunggu sebentar!! Kenapa kamu malah menawarkan ini padaku, huh? Tujuanku datang kesini adalah duel! Bukan untuk memakan Roti ini! Aahn~ Oh, enak!"
Bohong! Yup, aku sengaja berbohong untuk ajakan duel darinya. Sebenarnya saat mereka sudah mendapatkan Kartu Identitas, mereka sudah bisa dengan bebas menggunakan fasilitas yang ada di Academy. Edel (Note: Ellen memanggil Edelweiss dengan sebutan Edel) sempat ingin menyerah untuk mengajakku berduel. Namun Kyla malah menjelaskan aturan duel, membuat Edel kembali bersemangat. Dengan penuh kekesalan, aku menarik kedua pipinya hingga merah.
"Swakwit, Nywaa~ Swakwit, swakwit, nywaa~" ucap Kyla mengerang.
Terimakasih atas penjelasannya, Kyla! Saat di Asrama nanti, aku akan menghukum dirimu!
***
Saat ini kami tengah berada di Arena Pertarungan, lebih tepatnya adalah aku dan juga Edel. Aku melakukan sedikit peregangan sebelum melakukan duel ini. Tanpa kami berdua sadari, ternyata sudah ada banyak orang yang ingin menonton duel kami. Bicara tentang duel, Kalzaream Academy memiliki dua jenis duel. Pertama adalah Duel Resmi dan yang kedua adalah Duel Custom.
Duel Resmi adalah sebuah duel yang hanya memiliki peraturan sederhana saja dan akan masuk ke dalam Record of Duel yang berada di Kartu Identitas mereka. Peraturan sederhana dimaksud adalah mereka yang menyerah ataupun kehilangan kesadaran, mereka akan dianggap kalah.
__ADS_1
Sedangkan untuk Duel Custom bisa dibilang Duel Tidak Resmi yang tidak akan masuk ke dalam Record of Duel para murid. Maksud dari kata Custom sendiri adalah, para murid bebas menambahkan beberapa peraturan tambahan dan yang melanggar salah satu peraturan tersebut, akan dianggap kalah.
Selain itu ada yang unik dari Duel Kalzaream Academy ini. Mereka yang ingin berduel, harus berdiri berhadapan di atas Arena dan menyebutkan Title yang diberikan oleh guru pribadi mereka masing-masing, jika memilikinya. Lalu kedua Kartu Identitas mereka akan bersinar dan sebuah suara yang menjadi wasit akan terdengar untuk memberikan sinyal kalau duel akan dimulai ataupun berakhir.
Duel yang akan kami berdua lakukan adalah Duel Custom dan peraturan tambahannya adalah, masing-masing dari kami tidak diperbolehkan menggunakan Sihir diatas level 3, tidak boleh menggunakan sihir yang bersifat pemulihan, pendukung, ataupun pertahanan kecuali Aegis, tidak boleh menggunakan sihir ruang, tidak boleh menggunakan sihir pemanggilan, tidak boleh menggunakan ilmu beladiri, tidak boleh bergerak, memasang Aegis sebanyak lima kali dengan batasan 200 Mana per Aegis, melakukan serangan secara bergantian dimulai dari pihak yang ditantang, serta jika semua Aegis yang dikerahkan hancur maka akan dianggap kalah.
Alasan kenapa kami tidak menggunakan Duel Resmi adalah karena sebuah larangan dari pihak Academy. Mereka melarang Duel Resmi bagi para murid baru selama 1 tahun. Setelah genap 1 tahun, mereka baru diperbolehkan melakukan Duel Resmi untuk merebut posisi Hundred Page. Lalu gelar para Hundred Page sebelumnya akan tetap ada, walaupun mereka tidak berada di Hundred Page. Dengan catatan kalau mereka sudah mencapai Hundred Page sebelumnya.
"Baiklah, bagaimana kalau kita mulai saja?" tanya Edel padaku.
"Kamu benar! Tidak baik membuat mereka menunggu lama!" balasku.
Kami berdua lalu mengulurkan tangan dan menunjukkan Kartu Identitas, lalu mulai bersiap duel kami.
"Aku! Lotus Witch Apprentice, Edelweiss von Azkham! Dengan ini menantang Elena von Callista dalam Duel Custom!" ucapnya.
"Aku! Lotus Witch Apprentice, Elena von Callista! Menerima tantangan Duel Custom dari Edelweiss von Azkham!" sahutku.
Kedua Kartu Identitas kami mulai bersinar, menandakan kalau Duel ini akan dimulai.
"Duel Custom! Lotus Witch Apprentice, Edelweiss von Azkham vs Lotus Witch Apprentice, Elena von Callista! Akan segera dimulai! 3.. 2.. 1.. Start of the Duel!!"
Terdengar suara yang entah berasal dari mana, bersamaan dengan itu, kedua Kartu Identitas kami menghilang. Tapi kami tidak panik, karena nanti akan kembali setelah Duel selesai. Kami juga mulai memasang lima buah Aegis dan memulai Duel.
***
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!
__ADS_1