My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Penculikan


__ADS_3

Aku muncul diatas lingkaran sihir berwarna ungu. Saat ini aku berada di dalam Kastil, tujuanku adalah memberikan semua Pafrait ini pada semua yang ada disini.


"Nona Ellen, anda sudah kembali?" tanya seseorang yang tidak lain adalah Vishnal.


"Ah! Vishnal! Kebetulan sekali! Bisakah kamu mengumpulkan semua orang ke Ruang Makan? Jangan lupakan pelayan dan tukang kebun juga yah!" pintaku.


"Kalau boleh tahu, untuk alasan apa?" tanyanya lagi.


"Hmm, kamu akan tahu nanti! Aku akan menunggu kalian di Ruang Makan yah!" ucapku menggunakan Teleport untuk pergi ke Ruang Makan dengan cepat.


"Baiklah, karena sudah sampai sini. Waktunya untuk mengeluarkannya!!"


Aku menyentuh meja makan, perlahan beberapa lingkaran sihir berwarna ungu muncul dan mengeluarkan sebuah Pafrait yang telah ku beli sebelumnya.


"Yup, dengan begini sudah selesai!"


"Wah! Apa ini! Kelihatannya lezat!" ucap Kak Sarah memasuki ruangan.


"Wah, apa kamu membeli semua ini?" tanya ibu.


"Hmm, seperti yang Sarah katakan tadi, kelihatannya cukup lezat?" sahut ayah.


"Apa kamu mengumpulkan kami hanya untuk ini, Ellen?" tanya Kak Rena penasaran.


Kemudian, satu-persatu pun mulai datang dan masuk ke Ruang Makan. Mereka juga menunjukkan wajah yang sama dengan Kak Sarah.


"Baiklah, karena semua sudah ada disini. Akan aku jelaskan, ini adalah Pafrait! Aku membelinya disebuah kedai bernama MyKy Cafe. Benar-benar sangat enak lho! Juga ini sangat manis, bisa dibilang ini sangat cocok untuk para gadis yang suka manis-manis. Tetapi ini juga bisa dimakan oleh pria kok! Jadi jangan khawatir, ayahanda!" jelasku dengan senyuman pada ayah saat melihatnya ragu-ragu.


Mereka semua menyendok Pafrait tersebut dan memakannya. Aku yakin sensasi dingin yang menyebabkan Brain Freeze, membuat mereka menggigil sejenak. Tapi hanya Kak Rena saja yang tak merasakannya.


"Brrr! Ini dingin dan manis secara bersamaan!!" ucap Kak Sarah.


"Benarkah? Aku hanya merasakan manisnya saja!" sahut Kak Rena.


"Seperti yang diduga dari Kak Rena, dingin itu pun tak bisa mengalahkannya!" balasku.


"Wah, ini benar-benar rasa yang luar biasa!" ucap ibu dengan memegang pipi kanannya.


Aku hanya tersenyum saja dan menanyakan rasanya pada Ayah dan Vishnal.


"Ini.. luar biasa!"


"Nona Ellen, apa saya bisa meminta resepnya? Saya berniat membuat ini untukmu sebagai makan siang!"


"Eh? Vishnal, itu bukan makan siang lho, lebih tepat disebut dengan cemilan! Aku sudah menanyakan resepnya, tapi mungkin harganya tidak murah," balasku pada Vishnal.


"Nona Ellen, jika diperbolehkan, saya juga ingin resepnya!" pinta seorang pelayan wanita. Dia adalah Latifa, Kepala Pelayan di Kastil ini.


"Ah, Latifa yah! Tentu, tapi aku harus menunggu kepastian mereka lebih dulu," sahutku.

__ADS_1


Vishnal dan Latifa pun mengangguk mengerti.


"Hey, Sarah. Bukankah ini mirip dengan Pafrait buatan temanmu?"


"Huh? Maksudnya Myla? Sepertinya begitu, lagipula Ellen mengatakan dia membelinya di MyKy Cafe bukan?"


"Kenapa kamu malah tidak yakin?"


Aku yang mendengar percakapan Kak Rena dan Kak Sarah segera melihat sebuah harapan.


"Kak Sarah kenal dengan Kakaknya Kyla yang bernama Myla itu?"


"Yah begitulah. Lagipula dia teman seangkatan ku, walau berbeda kelas sih."


"Apa kakak bisa mempertemukan ku dengannya?" tanyaku penuh harap.


"Hmm, aku tidak bisa janji sih. Dia hanya ada di cafe pada akhir pekan! Karena sibuk dengan kelas tambahannya," jawab Kak Sarah.


"Tidak masalah! Aku akan meminta izin pada Guru Lilith nanti," balasku.


"Kalau begitu, besok aku akan ke Academy dan menanyakan hal ini padanya. Tetapi, jangan terlalu berharap dulu yah!"


"Yey! Terimakasih Kak Sarah!!"


Aku langsung memeluk Kak Sarah, hal ini membuat Kak Rena menjadi sedikit iri.


"Hmm, Kak Rena mau peluk?" tanyaku dan Kak Rena pun mendatangiku, serta langsung memelukku tanpa ragu.


***


"Oh, Guru Lilith! Guru akhirnya pulang!"


"Begitulah. Kami menyelidiki kasus itu sampai malam, tapi tidak juga menemukan petunjuk. Aargh! Menyebalkan!!"


Sepertinya guru benar-benar kesal karena penyelidikan hari ini tidak menemukan petunjuk apapun.


"Nona Lilith, lebih baik anda makan malam terlebih dulu. Nona Muda sudah menunggu anda lama sekali," ucap Neir.


"Tunggu, Neir!!" sahutku dengan wajah memerah.


"Hmm~ begitu yah," ucap Guru Lilith.


"Bu-bukan seperti itu! Aku hanya ingin bersantai sebelum makan malam saja!!"


"Fufufu, manis sekali dirimu saat malu."


"Duh, guru!!"


Dia pun tertawa setelah menggodaku. Akhirnya kami pun memutuskan untuk makan malam dan mengobrol sebentar. Sembari mengobrol, aku pun mengeluarkan 2 buah Pafrait dan meminta Guru Lilith untuk mencobanya.

__ADS_1


"Apa ini!! Sangat dingin dan manis sekali!!"


"Eh? Guru tidak menyukainya?"


"Tidak! Tapi aku sangat menyukainya! Hmm!!"


Guru memakan sesendok lagi dan merasakan sensasi Brain Freeze, serta memegang pipi kanannya.


"Manis sekali!"


Wajah Guru Lilith kembali normal dan berkata, "Jadi kamu ingin meminta izin untuk tidak latihan akhir pekan ini? Karena ingin bertemu dengan Myla, kakaknya Kyla?"


"Ya! Bolehkan?" tanyaku memastikan.


"Hmm, baiklah! Kebetulan, sampai kasus ini selesai, aku mungkin akan jarang melatih kamu nantinya. Jadi aku akan mengizinkannya!" jawab Guru Lilith.


"Terimakasih Guru!!"


Aku pun kemudian menghabiskan Pafrait milkku dan kemudian tidur setelah melakukan beberapa obrolan. Rencananya besok, aku ingin bermain dengan Kyla. Jadi aku harap, hari ini segera berakhir.


Itulah yang aku pikirkan kemarin malam, tapi sayangnya semua itu tidaklah mudah. Cafe di hadapanku ini memberikan tanda Closed yang tergantung di pintu depannya. Samar-samar, aku mendengar suara tangisan perempuan. Karena penasaran, aku pun memutuskan untuk masuk. Lagipula pintunya sama sekali tidak terkunci.


"Oh, Nona Ellen yah? Maaf sekali, jika kamu ingin memakan Pafrait, kami tidak bisa membuatnya saat ini. Sekali lagi maaf," ucap Ayah Kyla.


"Tidak paman! Tujuanku kesini bukan itu. Ngomong-ngomong, dimana Kyla? Aku tidak melihatnya sama sekali?" tanyaku.


Ayah Kyla diam saja saat aku bertanya seperti itu. Dia terlihat sangat terpukul, tapi aku tidak tahu apa masalahnya.


"Kyla, dia diculik. Semalam, dia bersamaku. Tapi aku tidak bisa berkutik, karena ia menggunakan Kyla sebagai perisai."


Seorang manusia kucing dengan rambut merah, iris mata berwarna putih salju, serta memiliki telinga dan ekor kucing turun dari lantai dua.


"Diculik!! Tapi kenapa?"


"Aku sendiri tidak tahu, tapi aku juga telah memberitahukan hal ini pada para penyelidik. Jadi kita hanya bisa menunggu," ucapnya.


"Anu.. maaf sedikit terlambat. Tapi apa kamu Kakaknya Kyla?" tanyaku memastikan.


"Yah, namaku adalah Myla. Salam kenal yah, Ellen!"


Dia tahu namaku? Tapi bagaimana?


"Ah, kalau kamu penasaran bagaimana caraku mengetahui dirimu. Itu karena Sarah menceritakan banyak hal tentangmu. Terlebih, aura milikmu sedikit mirip dengannya."


"Begitu rupanya," balasku.


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!

__ADS_1



__ADS_2