My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Kekacauan Akhir Pekan


__ADS_3

Aku dan Cleon saat ini tengah menuju toko bunga pertama yang harus kami datangi. Saat hampir sampai disana, seorang wanita tua tengah menyirami bunga-bunga didepan halaman rumahnya. Dia adalah pemilik toko bunga pertama yang akan kami datangi.


"Nenek! Aku datang lagi lho!" panggilku.


"Oh, Nona Ellen dan juga Pangeran! Sebuah kehormatan bisa menyambut anda, Pangeran!" sahut pemilik toko tersebut.


"Tidak perlu formal! Aku datang kesini hanya menemani Ellen saja!" balas Cleon.


"Ngomong-ngomong, Nek! Bagaimana dengan pesanan yang aku minta kemarin?"


"Hmm, soal itu telah aku siapkan. Tunggu sebentar yah, biarkan aku mengambilnya lebih dulu!"


Pemilik toko bunga itu segera masuk kedalam untuk mengambil pesanan ku kemarin. Tepat setelah aku menyelesaikan Materi Minat Ilmu Beladiri, aku langsung menggunakan teleport dan memesan bunga-bunga untuk ditanam di halaman depan yang akan menjadi taman. Salah satu toko yang aku kunjungi adalah toko yang berada di hadapanku saat ini.


Kalau tidak salah ada 8 toko yang aku kunjungi, karena itulah kami membagi menjadi dua kelompok. Selain itu, aku juga tidak perlu khawatir dengan kelompok Kyla dan Anna. Karena belakangan ini, Kyla bisa menggunakan sihir ruang. Walau baru bisa menggunakan Dimensional Box saja. Berbeda dengan Item Box, Dimensional Box ini bisa dimasukkan berbagai benda tanpa batas apapun. Sedangkan Item Box memiliki batas paling banyak adalah 100 Item.


Beberapa saat kemudian, pemilik toko tersebut datang kembali bersama dengan beberapa bunga pesanan ku. Dia mendorong sebuah gerobak kecil dengan bunga-bunga tersebut didalamnya. Aku lalu berterimakasih dan memberikannya beberapa Dypnir sebagai bonus karena telah memberikanku bunga-bunga yang indah.


Awalnya dia menolak, tapi setelah aku paksa akhirnya dia pun menerimanya. Karena urusanku sudah selesai disini, kami pun melanjutkan ke toko berikutnya dan terus melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Tanpa sadar, kami sudah selesai mengambil semua pesanan bunga. Jadi aku dan Cleon memutuskan untuk kembali ke tempat pertemuan dengan Kyla dan Anna.


***


Saat ini terdapat dua orang yang mengenakan topeng sama dengan simbol angka romawi yang berbeda berdiri disebuah atap rumah. Salah satunya seorang pria dengan Topeng simbol angka romawi XIV dan XIX yang merupakan seorang wanita. Mereka juga mengenakan jubah yang sama berwarna hitam polos, yang membuat mereka berbeda adalah, sang pria membawa pedang besar, sedangkan sang wanita membawa sebuah tombak.


"Hey, Fourteen. Bagaimana menurutmu tentang tugas yang Tuan Zero berikan pada kita?"


"Maksudmu membuat kekacauan di Taman ini? Aku sendiri tidak terlalu mengerti apa yang Tuan Zero pikirkan. Tapi dia mengatakan kalau ini akan bagus sebagai pergerakan awal World Order dan Under Number seperti kita ini, hanya bisa menuruti perintahnya saja!"


Nineteen menghela nafas mendengar penjelasan dari Fourteen tadi. Dia benar-benar tidak menyukai menghancurkan taman yang indah dihadapannya. Bagaimanapun juga dia masihlah seorang wanita yang menyukai hal-hal indah. Tapi karena ini adalah perintah dari tuannya, dia tidak punya pilihan lain selain melakukannya. Baginya Zero adalah seorang penyelamat nyawanya dan dia sudah bersumpah untuk melayani Zero sampai akhir hayatnya.


"Aku benci merusak keindahan ini, tapi demi Tuan Zero, akan aku lakukan!"

__ADS_1


"Baiklah, kita mulai sekarang, Nineteen?"


"Yah, lebih cepat lebih baik!"


Bersamaan dengan itu, mereka pun segera melompat dan turun di tengah Taman Kota. Karena hal ini, sebuah hembusan angin dan gempa kecil tercipta, membuat beberapa orang disana menjadi panik. Tapi tidak dengan 4 orang yang ada dihadapan mereka saat ini.


***


"Akhirnya tugas kita selesai!" ucapku menghela nafas lega saat bertemu dengan Kyla dan Anna yang juga telah menyelesaikan tugas mengambil pesanan mereka.


"Ellen, kamu tahu tidak? Aku dan Kyla sedikit kesulitan untuk mengambil pesanan yang ada di toko terakhir! Kami bahkan harus mengeluarkan Dypnir sedikit lebih banyak dari yang seharusnya, karena dia tidak percaya dengan kami!" keluh Anna.


"Eh? Benarkah? Kalau begitu aku akan pergi kesana untuk melakukan komplain!" sahutku dan mencoba pergi ketempat yang dimaksud oleh Anna.


Namun sebelum itu, Kyla menghentikan ku dan menjelaskan kalau itu tidak diperlukan. Karena ada kemungkinan kalau mereka mengambil pesanan tersebut tanpa mengembalikan Dypnir yang telah diberikan. Penjelasan Kyla cukup masuk akal sih, karena itulah aku memutuskan untuk memberikan Dypnirku yang tersisa pada mereka sebagai ganti rugi. Mereka sempat menolaknya, jadi aku paksa mereka untuk menerimanya.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita segera kemba--"


Boom! Wuush!


"Heh~ Apa kalian berniat melawan kami? Anak-anak muda?" tanya seseorang yang mengenakan topeng dengan menggenggam sebuah pedang besar yang ia letakkan dipundaknya.


"Siapa kalian? Kenapa kalian membuat panik para warga dengan melakukan hal tersebut?" balas Cleon bertanya.


"Kami? Apa kau pikir dirimu pantas untuk mengetahui siapa diri kami ini? Jika ingin mengetahuinya, maju dan coba menghiburku!" balasnya langsung menyerang kami dengan pedang besarnya.


Aku tidak diam saja, dengan segera ku rapalkan Protection untuk melindungi kami dari serangan fisik. Dia terkejut melihat hal tersebut, Kyla tidak menyia-nyiakan kesempatan dan melancarkan sebuah pukulan dengan Oddo yang lumayan besar. Tapi sayang orang tersebut segera melompat mundur, jadi Kyla berdecak kesal karena gagal menyerangnya.


"Pengguna Sihir Roh dan Sihir Pendukung kah? Siapa sangka bisa menemukan kemampuan seperti kalian disini," gumamnya.


"Fourteen, kamu terlalu ceroboh!"

__ADS_1


"Hahaha, maafkan kecerobohan ku tadi! Sekarang, aku tidak masalah untuk memberitahukan diri kami pada kalian semua," ucapnya menancapkan pedang besarnya ke tanah.


"Namaku adalah Fourteen, tentu saja ini adalah code name dan bukan nama asliku! Sedangkan wanita di sebelahku ini adalah Nineteen, dia adalah pengguna tombak sihir yang cukup hebat! Kami berasal dari organisasi yang sama, yaitu World Order!" jelas Fourteen pada kami.


World Order, aku baru mendengarnya. Apa sebenarnya tujuan mereka melakukan semua ini?


"Jadi, bisa beritahu kami apa tujuan kalian?" tanyaku.


"Tujuan kami adalah membuat kekacauan di dunia ini dan mengambil alih Demon Realm! Lalu kami akan mulai menaklukkan Alam lain disaat yang sama!" balas Nineteen.


Mereka lalu mengambil kuda-kuda menyerang, membuat kami pun menjadi waspada.


"Anna, lakukan evakuasi terhadap orang-orang sekitar! Beritahukan hal ini pada Paman Kruelga! Kami bertiga akan menahan mereka semampu kami!" ucapku meminta tolong pada Anna.


Dia hanya mengangguk pelan dan mulai melakukan evakuasi dengan cepat. Tapi Fourteen tidak membiarkannya dan melancarkan sebuah serangan kearah Anna. Untungnya aku menggunakan Protection pada Anna, setidaknya dia bisa selamat dan melakukan tugasnya. Kyla yang melihat hal tersebut segera melancarkan sebuah tendangan padanya dan lagi-lagi dihindari oleh Fourteen.


"Kyla! Cleon! Aku akan mendukung kalian! Kita akan menahan mereka sampai bantuan datang!"


Aku mengeluarkan sebuah busur dan juga beberapa anak panah dari Dimensional Box.


"Okay!/Nyaa~" sahut mereka bersamaan.


"Menarik! Kalau begitu, cobalah untuk menghiburku dengan baik yah!"


Fourteen lalu mengayunkan pedangnya kearah Kyla, sedangkan Nineteen juga bergerak kearah Cleon dan bersiap menyerangnya. Aku memberikan Boost pada Kyla, lalu membidik Nineteen dengan cepat dan melesatkan anak panah tersebut kearahnya.


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!


__ADS_1


Art baru dari Lepong yang merupakan Illustrator Author!



__ADS_2