My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Malam di Asrama


__ADS_3

Makan malam pun tiba, saat ini dihadapan kami ada satu porsi makanan aneh yang mungkin akan membuat siapapun dapat merasakan kematian. Benar, makanan itu adalah buatan Edel yang dikhususkan untuk Axel. Dia tidak menyangka kalau Edel akan seburuk ini dalam hal memasak.


"Anu.. Nona Edelweiss, apa ini makanan?" tanya Axel menatap masakan Edel dengan buruk.


"Itu benar! Aku harap kamu menyukai masakan yang telah aku buat!" balas Edel dengan senyuman.


Aku menghela nafas dan membawa beberapa masakan dari dapur. Berbeda dengan buatan Edel, aku dan Kyla meletakkan beberapa masakan ke meja makan yang disambut oleh teman-teman Asrama ku yang lain. Axel juga mencoba untuk meraih beberapa makanan buatan ku, dengan segera mendapatkan pukulan tangan dariku.


"Jangan mencoba untuk melakukannya! Kamu seharusnya menerima apa yang kamu tanam bukan? Jadi jangan melarikan diri dan terimalah nasibmu! Juga, jika kamu berbohong dengan mengatakan enak, aku akan memberikan makanan yang ada di dapur yang sudah aku sisakan untukmu. Tapi sebelum itu, cobalah untuk menghabiskannya!" bisikku.


Axel hanya menghela nafas dan pasrah dengan apa yang akan terjadi berikutnya. Dia lalu menyendok satu kali dan mencoba untuk memakan masakan Edel, tangannya bergetar karena takut dengan masakan Edel tersebut. Dia lalu memasukkannya kedalam mulut dan mulai mengunyahnya.


"Ba-bagaimana?" tanya Edel dengan sedikit gugup.


"I-ini sangat e-nak!" jawab Axel dengan wajah yang berbanding terbalik dengan yang ia katakan.


Aku lalu menyatukan kedua tangan seolah berdoa agar dia diberi sedikit keringanan untuk memakan racun tersebut. Baru 5 suap, Axel langsung berlari ke Toilet dan memuntahkan semuanya, bahkan beberapa dari kami memberikan tatapan kasihan padanya.


"Kalian juga mau?" tawar Edel pada beberapa orang.


Dengan segera mereka menghabiskan makanan mereka begitu cepat, bahkan Blanca yang terlihat lesu pun melakukan hal yang sama.


***


(Note: Author disini hanya menulis naskah saja, jika kalian terbayang beberapa adegan, salahkan diri sendiri yah :v)


Byuur


"Ah! Mandi setelah makan ternyata sangat nikmat yah!" ucap Viviana.


"Kamu benar, ruu~ Tapi yang paling mengejutkan adalah Axel yang menghabiskan makanan Edel, ruu~" sahut Blanca.


Apa yang dikatakan oleh Blanca adalah sebuah kebenaran, Axel menghabiskan makanan yang dibuat oleh Edel setelah keluar dari Toilet. Tepat setelah Axel pergi ke Toilet, Cleon menyusulnya kedalam. Entah apa yang dilakukan oleh Cleon, tapi dia berhasil membuat Axel menghabiskan makanan Edel dengan lahap.


Jadi tepat setelah para gadis pergi masuk ke pemandian, aku menyuruh Axel untuk pergi ke dapur untuk memakan makanan yang telah aku siapkan khusus untuknya. Tapi dia menolak karena kekenyangan, jadi aku memutuskan untuk menyimpannya ke dalam Item Box dan pergi menyusul ke pemandian para gadis lainnya.


Kemudian saat ini, aku tengah menggosok punggung Kyla, sedangkan punggungku digosok oleh Anna. Setelah selesai, aku bangun dan pergi ke bak besar yang berisi air panas dan setelahnya, Kyla menggosok punggung Anna. Selesai dari itu, mereka langsung menyusul ke dalam bak pemandian.


"Huft.. dengan ini kamu sudah tahu bukan? Kalau kemampuan memasak milikmu itu masih beracun, Edel?" tanyaku pada Edel.

__ADS_1


"Ugh.. aku tahu itu! Tapi, kenapa dia masih tetap memakannya kalau sudah tahu rasanya?" balasnya.


"Fufufu, itu sudah jelas bukan? Itu karena kekuatan cinta!!" sahut Anna.


"Ci-cin-ta?"


Wajah Edel perlahan memerah, aku yang melihat itu segera memukul pelan kepala Anna, membuatnya mengerang pelan.


"Kamu yang mengusulkan itu tidak berhak mengatakan itu!" ucapku.


Anna lalu meminta maaf sembari memegang kepalanya yang ku pukul tadi. Sedangkan Kyla secara diam-diam menyerang Anna dengan memegang dada milik Anna. Hal ini membuatnya terkejut, sedangkan aku yang melihatnya juga secara tak sadar ikut menyerangnya.


"Kyaa!! Apa yang kalian lakukan!!"


"Hukuman, nyaa~"


"Kyaa!! Hentikan, Kyla! Kamu juga Ellen!!"


"Hmm, ternyata benar-benar bertambah besar yah?"


Wajah Anna memerah seperti tomat, kemudian aku mendapatkan sebuah pukulan di kepala pelan dari Edel, begitu juga dengan Kyla.


"Itu benar! Melakukan hal mesum seperti itu disini, tidak diperbolehkan!!" sahut Iris memainkan dada milik adiknya sendiri dengan wajah polos.


"Gyaa! Kakak, hentikan! Gyaa!!" balas Celine dengan wajah memerah.


"Kamu tidak berhak mengatakan hal itu!" ucapku.


***


Setelah mengobrol beberapa lama dengan para gadis, aku memutuskan untuk keluar dari pemandian dan mengenakan piyama yang sudah ku letakkan di salah satu keranjang. Tentunya aku mengenakan ****** ***** milikku lebih dulu, baru mengenakan piyama. Aku tidak mengenakan atasan karena tidak membutuhkannya, lagipula dadaku tidak terlalu besar sampai harus membutuhkannya.


Piyama yang aku kenakan memiliki dua lapisan, lapisan pertama adalah kain transparan, kedua adalah kain utama berwarna merah muda. Tidak lama setelah aku mengenakannya, Kyla datang dan mulai memakai piyama miliknya berupa gaun polos berwarna putih salju.


"Kyla, kamu tahu? Tadi siang kamu sangat membantu diriku lho?" ucapku.


"Benarkah, nyaa~ Kyla jadi malu, nyaa~" balasnya.


"Yah, sangat membantu sampai aku akan menghukum dirimu!" sahutku mengeluarkan sebuah brush berwarna merah muda pada bagian atasnya.

__ADS_1


Kyla yang melihat itu, menatapku dengan rasa takut. Tapi aku tidak memperdulikannya dan perlahan mencoba meraih dirinya. Alasan kenapa aku menghukumnya dengan alat brush adalah karena Kyla tidak suka di brush, kecuali kakaknya sendiri. Kyla lalu berlari keluar dengan cepat sembari berteriak.


"Nyaa~ Apapun kecuali brush, nyaa~"


"Jangan lari kamu!!"


Aku lalu mengejarnya, kami berdua keluar dari pemandian. Saat berada disana, Kyla mencoba terus menjauh dariku, dia bahkan berdiri dibelakang sofa dan mencoba menghindari diriku. Saat aku kearah kanan, Kyla bergerak kearah berlawanan, begitupun sebaliknya.


"Berhenti melarikan diri dan biarkan aku menghukum dirimu!!" ucapku tersenyum menyeringai.


"Tidak, nyaa~ Kyla mengaku salah, nyaa~ Jadi jangan hukum Kyla dengan brush, nyaa~" balasnya.


"Ellen, Kyla, ada apa? Apa yang kalian lakukan?"


Suara pria yang familiar terdengar, Kyla lalu meneriakkan namanya dan berlari kearahnya disaat aku menoleh kearah belakang.


"Cleon! Tolong Kyla, nyaa~"


"Jangan melindungi dia, Cleon! Bagaimanapun, aku harus memberikannya hukuman! Karena dirinya, siang tadi aku tidak bisa makan siang! Kamu tahu sendiri bukan? Jadi serahkan dia padaku!!" ucapku memberi peringatan pada Cleon yang melindungi Kyla.


"Yang kamu pegang itu.. brush?"


"Itu benar! Ah! Cleon, jika kamu menyerahkannya, akan aku biarkan kamu melakukan hal ini padanya! Kamu tertarik bukan?"


Aku mencoba bernegosiasi padanya dengan mengatakan hal tersebut. Kyla mencoba memohon untuk tidak mendengarkannya. Bagaimanapun, sepertinya Cleon memiliki rasa pada Kyla, begitupun sebaliknya. Alasan Cleon meminta kencan sebagai permintaan padaku juga memiliki hubungannya dengan ini.


"Maafkan aku, Kyla."


"Nyaa~"


Cleon berbalik dan menangkap Kyla dan menyerahkannya padaku. Aku pun menangkap salah satu tangannya, tapi dia mencoba memberontak.


"Tidak, nyaa~ Cleon jahat! Nyaa~ Pengkhianat, nyaa~" ucapnya.


Lalu aku pun melakukan apa yang aku inginkan pada Kyla dan mulai menyikat rambutnya, sedangkan Cleon aku serahkan untuk menyikat bagian ekor miliknya. Beberapa kali Kyla sempat berontak sebelum Cleon memegang ekornya dan saat Cleon memegang ekor miliknya, dia pun berteriak "nyaa~" dengan kencang.


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!

__ADS_1



__ADS_2