My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Ini Pafrait? Tunggu, Kau Serius?


__ADS_3

"Wahai angin, berhembus lah! Blow!!"


Sebuah lingkaran sihir berwarna hijau muncul dihadapan ku dan menghembuskan angin kencang, mendorong Bangsawan-Bangsawan ingusan tersebut terhempas menabrak dinding.


"Sihir? Siapa yang berani melakukannya pada Tuan Verrel von Zerus ini, huh!?"


"Aku!!"


Mereka menatapku dengan penuh amarah, tapi aku sama sekali tidak takut dengan mereka. Bagaimanapun, aku benar-benar tidak menyukai yang namanya diskriminasi.


"Grrr, berani sekali kau! Memangnya kau tidak tahu siapa yang kau serang huh?" tanya salah satu dari mereka.


"Dia adalah anak dari Marquis keluarga Zerus! Verrel von Zerus! Berikan hormatmu padanya, dasar gadis rendahan!"


Aku menundukkan kepalaku, mereka benar-benar mengingatkanku pada masa lalu.


"Hentikan itu, Tuan Zyle. Kamu malah membuatnya takut, lihatlah!"


"Haha, anda benar Tuan Verrel! Tetapi jika dilihat lebih teliti, dia cukup manis juga! Bolehkah aku mengacak-acak dirinya?"


"Yah, lakukan saja sesukamu! Lagipula urusanku adalah dengan gadis ini!"


Aku menghela nafas dan mengangkat tangan kiriku, membuat api muncul dihadapan Verrel untuk melindungi gadis yang mereka rundung tadi.


"Kalian Bangsawan bukan? Tugas Bangsawan itu adalah melindungi mereka yang lemah bukan? Tapi kenapa kalian malah menyiksa gadis lemah seperti dirinya? Juga, aku bukan gadis rendahan!"


Aku menatap tajam pada mereka saat mengatakan bagian terakhir tersebut. Mereka sedikit takut karena intimidasi yang aku berikan.


"Cih! Ja-jangan takut! Dia hanyalah seorang gadis! Serang dia!!"


"Wahai tanah, tahanlah lawanku! Rock Prison!!"


Tanah dibawah ku meninggi dan mencoba menahanku disana. Tapi aku tidak tinggal diam, lalu merapal Teleport ke sisi kanan mereka. Tapi sepertinya mereka tidak menduganya dan merapal sihir lain kearah kurungan batu di tempatku berdiri sebelumnya.


"Wahai api, bakarlah! Burn Fire!! Hahaha, dengan ini kau akan terpanggang hidup-hidup! Hahaha."


"Kalian memanggang apa?" tanyaku dengan wajah polos.


Mereka terkejut saat melihatku sudah berada disamping gadis kucing, atau rubah? Entahlah, tapi yang jelas aku memanfaatkan kelengahan mereka untuk mendekat dan tanpa ragu menggunakan Blow sekali lagi untuk mendorong mundur mereka semua.


Aku mengibaskan rambut kananku yang diikat. Kemudian memperkenalkan diri, "Hey, kalian tadi menanyakan siapa diriku bukan? Aku dari keluarga Callista, anak dari Duke Yorzick von Callista. Elena von Callista!"

__ADS_1


"Keluarga Callista? Keluarganya Yang Mulia Kruelga?"


"Selain itu anak seorang Duke?"


Aku lalu mengeluarkan sebuah pedang dari Dimensional Box dan mengarahkannya pada mereka yang masih terkejut mendengar namaku.


"Baiklah, bagaimana kalau kita mendengarkan perkataan terakhir kalian sebelum aku eksekusi?" tanyaku dengan senyuman menyeringai.


Mereka ketakutan dan segera meminta maaf dengan bersujud. Umumnya gelar Bangsawan ada tujuh tingkatan, yaitu Chevalier yang diberikan pada Ksatria Kehormatan, Baron, Viscount yang memiliki hak membangun kota kecil, Earl yang memiliki hak membangun kota besar, Marquis/Margroove yang memiliki hak membangun wilayah kecil, Duke yang memiliki hak membangun wilayah besa, serta yang terakhir adalah King/Emperor/Conqueror/Dominator/Lord yang memiliki hak membangun alam.(Note: King untuk Human Realm, Emperor untuk Spirit Realm, Conqueror untuk Beast Realm, Dominator untuk Heaven Realm, Lord untuk Monster Realm dan Demon Realm.)


"Yah, aku akan mengampuni kalian kali ini! Tetapi, yang berikutnya tidak ada maaf lagi!"


Mereka lalu pergi dengan rasa takut dan menjatuhkan beberapa Dypnir yang mereka rebut dari gadis kucing yang aku selamatkan. Dia lalu mengucapkan terimakasih dengan akhiran "Nyaa~" membuatku yakin kalau dia benar-benar gadis kucing. Kemudian dia mengajakku ke sebuah cafe, yang merupakan milik keluarganya.


***


Saat ini, di hadapanku ada sebuah gelas kaca besar dengan isian berupa Sirup, Es Krim, Wafel, serta beberapa buah segar yang jadi topingnya. Benar, saat ini dihadapan ku adalah sebuah makanan Duniaku yang sudah cukup lama tidak ku makan, sebuah Pafrait!!


"Wah~ i-ini benar untukku?" tanyaku dengan mata berbinar.


"Benar sekali, nyaa~ Bagaimana juga, Ellen telah menyelamatkan nyawa Kyla dari mereka, nyaa~"


Imutnya!! Ah, aku semakin ingin mengelusnya!!


Aku menyendok Pafrait tersebut dan memakannya. Rasa manis dan dinginnya benar-benar sama sepertiku dulu memakannya! Brain Freeze! Aku bisa merasakannya, membuat kepalaku berdenyut dan tubuhku bergetar karena dinginnya Es Krim tersebut! Tapi yang lebih penting dari semua itu adalah...


"Manisnya!" ucapku menaruh tangan kiri di pipi dengan wajah bahagia.


"Hehe, itu sudah pasti, nyaa~"


Oh yah, nama gadis kucing yang ku selamatkan adalah Kyla. Dia merupakan Ras Darah Campuran bernama Demon Beast, hasil perkawinan silang dari Demon dan juga Werebeast. Ibunya dulu merupakan seorang budak yang dibeli oleh ayahnya, tetapi mereka berdua jatuh cinta dan akhirnya memutuskan untuk menjadi sepasang suami istri. Hingga akhirnya dikaruniai dua anak, salah satunya adalah Kyla.


Kyla sendiri memiliki rambut pendek berwarna putih salju dengan beberapa helai berwarna merah, dia memiliki telinga dan ekor kucing. Mata miliknya berlainan warna, yang kanan berwarna merah, kalau yang kiri berwarna putih salju.


"Ngomong-ngomong, siapa yang membuat hidangan ini? Aku sangat ingin bertemu dengannya!"


"Kalau itu, Ayah Kyla yang membuatnya, nyaa~ Dengan menggunakan bahan-bahan yang dicatat oleh Kakak Kyla tentunya, nyaa~"


"Itu berarti kakakmu yang membuat menu ini pertama kali begitu?"


"Seperti itulah, nyaa~"

__ADS_1


"Kalau begitu, Kyla! Bisa aku bertemu dengan kakakmu?"


"Mohon maaf, Nona pelanggan. Tapi saat ini anda tidak bisa bertemu dengannya!"


Seorang pria dengan tanduk di kepalanya datang dan menghampiri kami, sepertinya dia adalah ayahnya Kyla.


"Ayah! Nyaa~"


Walau memanggil ayahnya, dia tetap menambahkan kata "Nyaa~"? Imutnya!!


"Hmm, kalau boleh tahu apa alasannya?"


Aku bertanya pada ayah Kyla. Kemudian aku mendapatkan beberapa informasi menarik.


Kakak Kyla bernama Myla, dia saat ini sekolah di Kalzaream Academy, sepertinya dia mengambil kelas tambahan. Kalian tahu, hari ini adalah libur semester lho? Tapi yah, apa boleh buat. Aku hanya bisa menunggu saat dia berada di rumah.


Juga dari penjelasan ayahnya, Myla mengalami demam tinggi saat umurnya menginjak 5 tahun. Lebih dari itu adalah privasi, jadi aku harus menghormatinya. Tapi ada satu hal yang bisa aku tebak, ingatannya kembali saat dia mengalami demam tinggi. Artinya dia sama seperti diriku, Reincarnator. Namun ini masihlah tebakan saja.


Selain itu, aku kagum dengan mereka. Mereka ingin menyekolahkan kedua anaknya di Kalzaream Academy. Biaya pendaftarannya itu sangat mahal bagi mereka yang berdarah campuran atau lebih tepatnya mereka yang bukan Bangsawan, yaitu sekitar 2500 Dypnir dengan biaya tahunannya sekitar 500 Dypnir.


Dypnir adalah mata uang yang diciptakan oleh True God of Treasure, Dypnir. Lalu semua Ras yang ada di Dunia Rahtel ini menyetujui hal tersebut. Jadi masing-masing Realm akan mendapatkan sebuah Brankas yang memiliki Dypnir tak terbatas. Kemudian Dypnir mengatakan untuk memberikan 500 Dypnir untuk mereka yang mendaftar di Dypnir Bank jika sudah mencapai umur yang disesuaikan sesuai Ras mereka. Untuk Ras Manusia sendiri harus mendaftar saat umur mereka 15 tahun, itu adalah umur Dewasa di dunia ini dan mereka sudah diperbolehkan bekerja untuk mencari Dypnir. Sedangkan Ras berumur panjang, mereka diperbolehkan mendaftar saat umur mereka 100 tahun.


Ngomong-ngomong, Dypnir sendiri adalah Dewa yang berada disisi Netral dan dia memandang semua Ras sama rata. Aku jadi ingin sekali bertemu dengannya jika ada kesempatan! Oh, yah. Jika kalian mau tahu, 1 Dypnir ini setara dengan Rp. 10.000,00-, saat aku menggunakan Appraisal. Artinya biaya masuk Academy sekitar Rp. 25.000.000,00-, sedangkan biaya tahunannya Rp. 5.000.000,00-. Benar-benar mahal bukan?


"Paman, berapa harga Pafrait ini?"


Aku penasaran berapa harganya, jadi aku putuskan untuk bertanya. Selain itu aku juga yakin, mereka pasti akan menyukainya.


"Kamu tidak perlu membayarnya, nyaa~ Ini adalah rasa terimakasih Kyla, nyaa~" sahut Kyla.


"Aku tahu, aku hanya bertanya berapa kalian menjualnya pada orang lain?" balasku.


"Sekitar 4 Dypnir untuk ukuran biasa, 5 Dypnir untuk dengan topping, serta 10 Dypnir untuk ukuran besar!" jawab ayah Kyla.


Kalau begitu, aku akan belikan untuk semua orang di Mansion dan juga Kastil kah? Yang berada di Mansion jumlahnya 24 orang, Kastil dengan ayah, ibu, Kak Rena, Kak Sarah dan aku totalnya 25. Hmm, aku mungkin harus membelikan untuk Guru Lilith juga. Jadi totalnya sekitar 250 Dypnir kah?


"Paman, aku pesan 50 Pafrait seperti ini yah! Untuk dibawa pulang!"


Hehe, aku penasaran reaksi mereka semua seperti apa saat memakannya.


***

__ADS_1


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!



__ADS_2