My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Hari 3 - Overdrive (Melepaskan Batas)


__ADS_3

Serangan demi serangan, Chloe kerahkan pada Twelve. Tapi Twelve masih dapat bertahan tanpa luka sedikitpun.


"Sudah kuduga, menghadapi pengguna Seraphim akan menjadi lebih mudah dengan Seraphim. Meskipun hanya berbeda 90%, tapi dengan kemampuanku, aku bisa dengan mudah menghadapinya!" pikir Twelve.


"Sial! Kekuatanku saja masih belum cukup kah?" gumam Chloe.


"Tenangkan dirimu, nona! Tidak seperti dirimu saja!" sahut Aiās.


"Tanpa kau beritahu pun, aku masih dalam kondisi tenang lho!" balas Chloe.


"Ada apa? Apa hanya segini saja kekuatan seorang Unbreakable?" ujar Twelve memancing Chloe


"Kau pikir aku akan terpancing oleh perkataanmu itu, huh? Jangan harap! Chaos Art's, Second Form - Apocalypse of Stream!!"


Pedang besar Chloe diselimuti aura ungu pekat, Chloe mengayunkannya dengan cepat tanpa memikirkan berat pedangnya. Twelve masih terus menahannya, sembari menunggu sebuah celah dari lawannya. Dia mundur perlahan-lahan, sampai saat Chloe melakukan kesalahan dengan menebas angin.


Twelve tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan berlari cepat untuk menabrak Chloe dengan perisainya. Hal ini membuat Chloe terhempas ke belakang beberapa meter dan untuk menghentikannya, Chloe menancapkan pedangnya ke tanah untuk memperlambat laju hempasnya.


"Hahaha, apa hanya segini saja? Kau benar-benar mengecewakanku yah! Chloe von Cellestya!!" ejek Twelve.


"Kau tahu? Mungkin saja ibumu saat ini merasa kecewa padamu!" tambah Twelve.


"Diam," lirih Chloe pelan dengan terkejut.


"Tidak, mungkin saja ayahmu juga kecewa pada dirimu!" tambah Twelve lagi.


"Diam," lirih Chloe kembali.


"Aku yakin mereka berdua saat ini berkata "Ah~ Betapa cerobohnya kita, telah melahirkan gadis lemah sepertinya dan menyerahkan Seraphim pada dirinya sambil menatapmu dengan kecewa, DI ALAM BAKA SANA!!!" teriak Twelve.


"Aiās, ini perintah! Lepaskan batasan dan.. KITA HANCURKAN DIA!!!" ungkap Chloe yang sudah tidak bisa membendung amarahnya lagi.


"No-nona! Tenangkan dirimu! Jangan terpancing dengan ucapannya!!" peringat Aiās yang merasakan hawa membunuh besar keluar dari Chloe.


"Tenang? Ah, kau benar. Aku harus tenang, untuk memenggal kepalanya," sahut Chloe.


"Gawat, sepertinya percuma saja memberitahukannya. Dia sudah diliputi oleh kebenciannya," pikir Aiās.


"Aku mengerti! Melepaskan batasan! Waktu yang diberikan.. tiga menit dari sekarang!" ucap Aiās setelah menghela nafasnya panjang.


"Wahai engkau yang merupakan eksistensi lain diluar dunia ini, pinjamkan aku kekuatanmu untuk menghukum lawanku! Bangkitlah dengan penuh, Aiās!"


Berbeda dengan saat menghadapi Elena dalam Duel Resmi, tubuh Chloe memiliki beberapa simbol dengan ukiran unik dengan sayap ungu, tanduk yang memanjang, Zirahnya juga berubah menjadi warna ungu. Namun perlahan, beberapa helai sayapnya mulai mendapatkan corak kuning keemasan. Iris matanya berubah menjadi ungu pekat pada bagian luarnya dan kuning keemasan pada bagian dalamnya.


"Bodoh! Kau terlalu berlebihan dalam memprovokasinya!" ungkap Hyrålë saat mendengar Twelve berdecak kesal.


"Berisik! Biarkan aku masuk dalam bentuk Celestial milikku kali ini! Kau mengizinkannya bukan?" sahut Twelve.


"Walaupun kau memasuki bentuk itu, kesempatanmu bertahan hidup dibawah satu persen, kau tahu? Meskipun begitu, apa kau tetap ingin memakainya?" jelas Hyrålë.


"Heh! Kau pikir siapa aku huh? Aku adalah satu dari 10 orang yang dipercaya oleh Tuan Zero! Aku juga dipercaya oleh Tuan Five untuk menggunakan Seraphim buatan ini! Jangan pikir aku mudah dikalahkan olehnya, perisai sialan!!" balas Twelve.


"Kalau begitu, ucapkan itu!" perintah Hyrålë.

__ADS_1


"Wahai engkau yang merupakan eksistensi lain diluar dunia ini, pinjamkan aku kekuatanmu untuk menghancurkan lawanku! Bangkitlah, Hyrålë!" ucap Twelve.


Perisainya sedikit membesar dan ada pola baru disekitarnya, tubuh Twelve menjadi sedikit besar, jubah yang dia kenakan tidak robek sama sekali, malahan jubahnya menyesuaikan dengan ukuran tubuhnya.


"Akan ku buat kau menyesal karena sudah menghina kedua orang tuaku!" peringat Chloe.


"Hahahaha! Lakukan dan akan aku kembalikan semua serangan yang kau berikan padaku!!" balas Twelve.


Chloe pun dengan segera menghilang dari sana dan mengayunkan pedang besarnya. Sedangkan Twelve menyiapkan perisainya untuk menahan serangan Chloe. Dentuman kedua Seraphim tersebut menciptakan ledakan besar.


Boom


Disisi lain, Yuu dan Axel tengah berlari menuju ke tempat yang telah direncanakan. Pada saat yang sama, suara ledakan terdengar hingga ketempat mereka berdua.


"Sial! Sepertinya Chloe benar-benar tidak menahan diri!" ujar Axel.


"Kalau begitu, bukankah kita harus mempercepat pergerakan kita? Aku juga sedikit khawatir pada Xirius saat ini," sahut Yuu.


"Aku ingin melakukannya, tapi kapak besar ini menghambat ku untuk berlari!" balas Axel.


"Kalau begitu, kenapa kau tidak menggunakan sihir ruang item box untuk menyimpannya?" tanya Yuu.


"Kalau aku bisa menggunakannya, aku tidak akan kerepotan seperti ini! Juga yang ada malah akan membuat keributan di Academy!" jawab Axel.


"Hahaha, benar juga yah!" sahut Yuu tertawa.


"Kau sendiri, kenapa tidak memasukkan tombak dan perisai milikmu kedalam Item Box?" balik Axel bertanya.


"Entah kenapa, terkadang aku iri dengan hubungan kalian berdua. Tidak seperti kami, walau sudah beberapakali kencan, tidak ada kemajuan sama sekali," ujar Axel.


"Ya ampun! Jika kau mau curhat, aku akan mendengarkannya. Tapi setidaknya, pilihlah tempat yang bagus!" keluh Yuu.


"Hmm? Gawat! Axel menghindar dari sana!!" lanjut Yuu mendorong Axel cukup kuat dengan sihir angin, hingga membuatnya juga ikut terdorong berkat itu.


Bamn


Seseorang baru saja terhempas melewati mereka hingga membentur salah satu pohon. Yuu dan Axel segera terkejut, saat tahu siapa orang yang baru saja terhempas tersebut.


"Chloe!?"


***


Beberapa saat lalu, Chloe selama satu menit mengayunkan Aiās tanpa henti. Berbanding terbalik dengan lawannya, Twelve hanya diam ditempatnya dengan menahan serangan Chloe menggunakan Hyrålë.


"Gawat, walau aku sudah menggunakan tehnik Overdrive yang aku pelajari dua minggu yang lalu. Tapi dia masih bisa bertahan! Jika seperti ini terus, aku tidak yakin bisa mengalahkannya dalam 1 menit yang tersisa!" pikir Chloe.


"Hahaha! Ada apa? Hanya segitu saja?" tanya Twelve.


"Cih, kalau sudah begini, apa boleh buat! Akan aku gunakan itu!" gumam Chloe dalam hati.


Chloe lalu melompat mundur dan mengumpulkan banyak sekali Mana pada Aiās. Dia mengangkat tinggi-tinggi Aiās sebelum mengayunkannya cukup kuat.


"Seraphim Art's, Fourth Form - Seraphim Punishment!!"

__ADS_1


Twelve menyeringai, seolah telah menanti saat ini. Dia mengangkat Hyrålë dan menghantamkannya pada Aiās.


"Malice Shield Style, Second Form - Malice Absorption!!"


Energi yang keluar dari Aiās terserap kedalam Hyrålë. Twelve lalu mengayunkan Hyrålë dengan kuat untuk mengembalikan serangan yang diserapnya.


"Terimakasih atas serangannya, sekarang terima balik! Malice Shield Style, Third Form - Malice Counter!!"


Merasakan bahaya, Chloe segera melindungi dirinya dengan Aiās serta kedua sayapnya. Ledakan energi menabraknya dari dekat hingga membuatnya terhempas jauh menabrak sebuah pohon.


"Chloe!?" panggil dua buah suara.


"Kau baik-baik saja?" tanya pengguna kapak, yang tidak lain adalah Axel.


Chloe membuka sayapnya, tubuhnya bergetar hebat karena efek samping penggunaan Overdrive sebelumnya.


"Maaf, untuk sekarang aku tidak bisa bergerak!" sahut Chloe.


"Kau.. menggunakan Overdrive? Bukankah masih terlalu awal untuk menggunakannya?" tanya Yuu.


"Aku sedikit terbawa suasana tadi. Juga, kenapa kau masih disini? Pergilah! Aku yakin Xirius membutuhkanmu!" jawab Chloe.


Yuu segera teringat tugasnya, dia segera pamit dan mengambil jalan lain untuk menuju ke tempat Xirius berada.


"Chloe, kau bisa bergerak?" tanya Axel memastikan.


"Maafkan aku, tapi selama 6 menit kedepan, bisa lindungi aku?" balasnya.


"Aku mengerti! Serahkan kepadaku," sahut Axel.


"Wah~ Wah~ Setelah ini kau menyuruh seseorang untuk membantumu? Kedua orang tuamu pasti sedang menangis saat ini," ledek Twelve.


Ledekan tersebut membuat Chloe sedikit kesal, tapi dia tidak boleh membiarkan rahasianya terbongkar. Jadi dia harus tetap tenang.


"Chloe, sepertinya aku mengerti kenapa kau merasa kesal dengannya. Orang ini, harus dibuat babak belur agar tidak menghina orang tua yang telah tiada!" ungkap Axel.


"Axel, jangan terlalu terpancing! Aku akan membantumu dari sini dengan bulu-bulu yang aku miliki," jelas Chloe.


"Aku mengerti! Ku serahkan punggungku padamu, rekan!" balas Axel.


"Rekan, kah? Tidak buruk juga," gumam Chloe.


"Apa kau mengatakan sesuatu?" tanya Axel.


"Bukan apa-apa! Ayo maju, rekan!" sahut Chloe mengerahkan beberapa bulu sayapnya untuk menyerang sekali lagi.


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!


Hadeh, baru aja libur seminggu karena ada banyak kerjaan sebelumnya. Eh, seminggu kemudian dapat musibah. Jempol author yang kiri luka dan ini menghambat kecepatan mengetik author. Jadi ada kemungkinan kalau up cuman 2 atau 3 kali doang minggu ini. Mohon pengertiannya yah readers! Walau kebanyakan adalah silent reader yang habis baca langsung kabur tanpa ngasih like ataupun komen sih XD


__ADS_1


__ADS_2