
Disebuah tempat, terdapat 4 orang yang duduk didalam sebuah ruangan dengan masing-masing dari mereka memiliki seseorang yang menjadi pengawal mereka. Selain itu, mereka juga seperti tengah menyaksikan sebuah rekaman pertarungan seekor manusia kucing yang tidak lain adalah Kyla.
"Seorang pengguna Sihir Roh yah? Mereka cukup langka bukan?" ucap seorang Pria Vampire dengan kulit pucat, berambut pirang dengan iris mata berwarna merah darah.
"Itu benar! Karena itulah aku meminta kepada kalian sebagai salah satu Empat Dewan Kebijakan Kalzaream Academy, untuk mengajarkan bagaimana cara menggunakan sihir dengan baik!" sahut seorang perempuan yang tak lain adalah Lilith.
"Heh~ Menarik! Jadi kamu ingin salah satu dari kami mengajarkannya cara menggunakan sihir? Kemudian menjadikannya salah satu aset berharga Academy kita? Kamu benar-benar licik yah, Kepala Academy!" balas seorang perempuan Demon Elf dengan rambut ungu pucat dan iris mata berwarna emas.
"Ramiris! Kamu pengguna Sihir Roh juga bukan? Akan lebih baik jika kamu yang pergi dan mengajarkan anak tersebut!" ucap seorang Pria Blood Elf berambut pirang dengan iris mata berwarna biru tua dan menunjuk seorang perempuan yang baru saja membalas perkataan Lilith.
"Hey! Memangnya kamu pikir mudah mengajarkannya tentang Sihir Roh? Setidaknya dia butuh 5 tahun untuk bisa mengendalikannya dan penyempurnaan selama 3 tahun! Aku tidak mau menghabiskan waktu selama itu!" balas Ramiris.
"Gale! Jangan memaksakan sesuatu pada perempuan menyedihkan itu!" ungkap pria Vampire.
"Kevin, apa kamu ingin mencari mati huh?" balas Ramiris mengeluarkan sebuah Api Merah Darah miliknya.
"Hentikan! Apa kamu ingin menghancurkan ruangan ini lagi?" sahut Lilith menghentikan pertikaian mereka.
"Baiklah aku mengerti! Aku hanya perlu mengajari dasarnya saja padanya bukan?" ucap Ramiris mematikan apinya.
Lilith menghela nafas dan memutuskan untuk mengakhiri pertemuan hari ini. Karena khawatir dengan keadaan muridnya yang bernama Ellen, dia memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut dengan Teleport. Membuat ketiga orang lain beserta pengawal mereka hanya menggelengkan kepala saja dengan tingkah Lilith tersebut.
***
Aku terbangun disebuah kamar, ini adalah kamarku di Mansion. Itu artinya aku tertidur disini dan tidak dibawa kembali ke Frest yah? Aku mencoba duduk, tapi tubuhku masih merasakan sakit yang luar biasa. Jadi butuh sedikit lama agar aku bisa duduk.
Selain itu, aku juga bisa melihat Kak Rena dan Kak Sarah tertidur dalam posisi duduk di kanan dan kiri tempat tidurku. Mereka sepertinya sangat mengkhawatirkan aku, entah kenapa aku merasa bersalah saat berpikir kemarin malam adalah hari terakhirku.
Air mataku mulai mengalir dan membuatku menangis dengan tersedu-sedu. Kak Sarah yang mendengar suara isakan tangis ku terbangun.
"Ellen! Kamu sudah.. bangun?" panggilnya.
"Kak Sarah!!!"
Aku segera melompat ke pelukannya dalam keadaan menangis. Kak Sarah yang tak siap dengan itu terjatuh dari kursi bersama denganku. Dia mengerang pelan, tapi aku tidak mempedulikannya. Aku menenggelamkan wajahku ke dada Kak Sarah untuk menyembunyikan wajah lemah ku.
"Maaf! Maafkan aku.. hiks.. karena telah membuat kalian khawatir! Maafkan aku!"
Kak Sarah mengelus rambutku dengan lembut, rasanya sangat nyaman. Dia juga menenangkan diriku dengan naluri keibuannya. Padahal dia masih sekolah, tapi aku harus mengakuinya.
Setelah merasa tenang, Kak Sarah mengangkat ku keatas kasur. Aku juga menyadari kalau Kak Rena sudah bangun. Dia mendekap ku dari belakang dengan penuh kasih sayang.
"Ellen, kami berdua tidak marah kok! Justru kami sangat bangga, karena kamu memperdulikan orang lain daripada dirimu! Tetapi, jangan melawan orang yang tidak bisa kamu kalahkan! Jika kamu tiada, kami berdua pasti akan sedih!" ucap Kak Rena.
Maaf, hanya kata-kata itu saja yang bisa keluar dari mulutku. Kak Sarah juga memelukku dari depan, membuatku merasakan perasaan hangat dan nyaman. Kemudian kami putuskan untuk menghabiskan waktu hari ini di Mansion bersama-sama. Tadinya aku ingin pergi menemui Kyla, untuk bertanya keadaan. Tapi Vishnal, Kak Rena, Kak Sarah, bahkan Guru Lilith yang baru datang, langsung melarangnya dan memarahiku.
"Untuk saat ini, kondisi tubuhmu belum pulih! Jadi beristirahatlah hingga luka dan tenaga milikmu pulih, mengerti!?" ucap Guru Lilith beserta anggukan Vishnal, Kak Rena dan Kak Sarah.
__ADS_1
Aku hanya bisa menuruti perintah mereka, bagaimana juga tubuhku masih belum pulih. Karena itulah, untuk kali ini aku akan menuruti mereka dan beristirahat penuh untuk seharian ini.
Pada siang harinya, Ayah dan Ibu datang mengunjungi Mansion. Mereka datang karena khawatir padaku, bahkan Ayah sampai memelukku dengan menangis tersedu-sedu. Ibu mencubit kedua pipiku sebagai hukuman karena mengkhawatirkan dirinya.
Lalu keesokan harinya, Cleon dan Anna datang ke Mansion untuk menjengukku. Kebetulan sekali aku ingin mengunjungi Kyla. Jadi aku memutuskan untuk mengajak mereka sekaligus mengenalkan mereka pada Kyla.
Tapi sesampainya disana, aku melihat Kyla tengah dilatih oleh seorang perempuan Demon Elf dengan rambut ungu pucat dan iris mata berwarna emas. Sepertinya dia adalah Ramiris, teman Guru Lilith yang diceritakan olehnya, sebagai guru Kyla untuk membuatnya mempelajari Sihir Roh, serta mengendalikannya.
Kyla dan Ramiris yang menyadari keberadaan kami, langsung menghentikan latihan dan memutuskan untuk beristirahat. Aku memanggil namanya dan melambaikan tangan kananku. Kyla lalu meminta kami untuk duduk disalah satu meja, sementara dirinya masuk kedalam dan membuat beberapa camilan.
"Eh? Kalian berdua sudah mengenal Kyla?" ucapku terkejut mendengar fakta yang disampaikan oleh Anna.
"Itu benar! Kemarin kami berdua datang kesini untuk mengucapkan rasa terimakasih padanya. Kyla telah menyelamatkan dirimu bukan, Ellen?" balas Cleon.
"Lagipula kami juga sudah berteman semenjak itu, kan Kyla?" ucap Anna.
"Nyaa~ Teman Ellen adalah teman Kyla juga!" balas Kyla.
Ah! Sudah kuduga dia sangat imut dengan akhiran "Nyaa~" dan bukan diawal!
"Kyla! Untuk hari ini kita akhiri saja dulu! Bersenang-senanglah dengan mereka!"
"Baik Guru! nyaa~"
Setelah mengatakan itu, Ramiris pun pergi meninggalkan kami. Kemudian setelah memakan camilan, kami pun memutuskan untuk bermain bersama. Awalnya Cleon sempat menolak, tapi aku terus memaksanya. Bagaimanapun, bermain dengan lebih banyak orang jauh lebih seru!
Hari ini berakhir, tapi kami memutuskan untuk datang ketempat Kyla setiap akhir pekan. Lalu menghabiskan hari itu bersama-sama. Ini terus kami ulangi, hingga tanpa sadar kalau umur kami sudah menginjak 12 tahun dan akan melaksanakan Ujian Masuk Kalzaream Academy besok. Lalu saat ini, aku sedang melakukan Ujian Akhir dari Guru Lilith dengan menghadapinya.
"Aqua Wall!!"
Ribuan bola api melesat kearah Guru Lilith yang tengah memegang tongkat sihir. Lalu untuk mengatasi serangan itu, Guru Lilith menghentakkan tongkatnya ke tanah untuk menciptakan sebuah dinding yang terbuat dari air.
"Jangan menahan diri, Ellen! Kerahkan semua yang sudah kamu pelajari dariku!!" perintah Guru padaku.
"Baik!!" sahutku sembari berlari mencari celah.
Aku sudah memikirkan beberapa rencana untuk menghadapi Guru Lilith. Tapi aku tidak terlalu yakin ini akan berhasil. Jadi aku akan bertaruh pada kemampuan yang aku miliki saat ini. Kalah atau menang, itu urusan lain!
"Tingkatkan kekuatan! Boost!! Tingkatkan kecepatan! Accel!!"
Aku menggunakan dua Magic Support sekaligus dan mengayunkan pedang ditangan kearah Guru. Tapi sebuah pelindung muncul dan membuatku harus menarik mundur diriku. Itu adalah Magic Support Protection. Belum selesai, aku mengayunkan pedang secara horizontal dan vertikal.
"Sonic Wave!! Aftershock!!"
Retakan tercipta pada Protection yang melindungi Guru. Aku yang melihat kesempatan itu segera berlari dengan cepat. Tapi Guru tidak akan membiarkanku mendekat semudah itu, dia menggunakan Flare Lance terus-menerus padaku. Jadi aku menyelimuti pedang dengan Mana milikku dan mulai memotong tombak-tombak api tersebut.
"Cutting Magic!!"
__ADS_1
"Bagus! Lanjutkan seperti itu! Lotus Flare!!"
Sebuah bunga teratai berapi dengan ukuran raksasa muncul dan mengarah kepadaku. Itu adalah sihir original milik Guru, artinya dia benar-benar sudah mulai serius. Aku menghentikan langkah dan memasukkan pedang kedalam Item Box. Namun sebagai gantinya, aku mengeluarkan busur dan sebuah anak panah. Lalu menyelimutinya dengan Mana milikku dan mulai membidik inti dari Lotus Flare milik Guru.
"Power Shot!!"
Anak panah ku lepaskan dan menghancurkan Lotus Flare milik Guru. Kemudian menabrak pelindung Guru yang sudah retak tersebut, lalu menghancurkannya. Pada saat yang sama, aku segera bertukar tempat dengan anak panah tersebut dan mengarahkan pedang ke leher Guru. Tentunya, tidak sampai mengenainya.
"Aku menang, Guru!" ucapku dengan nafas tersengal-sengal.
Aku lalu menarik pedang yang ku acungkan pada Guru dan memasukkannya kembali ke Item Box. Guru lalu memberikan selamat atas kelulusanku dalam Ujian Akhir yang diberikan olehnya.
"Ah benar! Coba buka status milikmu dan perlihatkan padaku, Ellen!"
"Baik! Open Status!!"
STATUS
NAME: Elena von Callista
RACE: Demon
HEALTH: 7500000
MANA: 10000000
LEVEL: 1
TITLE: Reincarnator, The Next Demon Lord, Talented Demon Girl, Genius Girl, Lotus Witch Apprentice.
SKILL: Appraisal Lv 10, Search Lv 10, Fire Magic Lv 10, Water Magic Lv 10, Earth Magic Lv 10, Wind Magic Lv 10, Dark Magic Lv 10, Space Magic Lv 10, Sword Master Lv 10, Archery Lv 10.
Seperti biasa, statusku jadi makin mengerikan. Kekalahan ku melawan Key waktu insiden 5 tahun yang lalu pasti karena kurangnya pengalaman ku.
"Huh? Lotus Witch Apprentice? Guru, ini kan.."
"Benar! Mulai saat ini kamu sudah menjadi murid resmi ku! Walaupun hanya bertahan sampai kelulusan kamu nanti sih. Jika kamu ada masalah tentang Academy, kamu bisa datang ke ruangan ku dengan menggunakan Title tersebut nantinya!" jelas Guru Lilith.
Dengan begini, aku akan semakin bersemangat untuk melakukan Ujian Masuk Kalzaream Academy besok!
Arc Zero - Prologue, Status Finish
Arc One - Kalzaream Academy, Status Begin
***
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!
__ADS_1
Btw, besok ga up dulu! Up lagi lusa!! Nantikan yah!