My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Langkah Menuju Akhir - Duel Resmi IV


__ADS_3

"Ini luar biasa! Duel intens antara Unbreakable dengan Rainbow Wizard sepertinya sudah hampir menuju *******! Siapakah yang akan memenangkan Duel ini?" ungkap komentator.


Liza terus menyerang Chloe tanpa ragu, sedangkan aku sendiri tengah sibuk menyiapkan serangan jarak jauh dengan anak panah ataupun sihir. Bisa dibilang Liza berada digaris depan, lalu aku berada dibelakang untuk memberikan support.


"Berhenti mengganggu Duel kami!!"


"Siapa yang kamu sebut pengganggu huh? Liza ini datang untuk membantu Ellen! Bukan mengganggu!!"


Tidak, tidak! Apa yang dikatakan oleh Chloe itu benar! Kamu itu pengganggu Duel lho, Liza? Aku hanya bisa tertawa hambar mendengar perkataan Liza. Tapi, aku juga merasa senang saat tahu dia mengkhawatirkan diriku.


"Seraphim Art's, Third Form - Feather Rain!!"


"Dragon Breath!!"


Sekali lagi, ribuan bulu menyerbu kami. Liza yang tahu kelemahan mereka adalah api, segera melepaskan hembusan api pada bulu-bulu tersebut hingga hangus terbakar.


"Seraphim Art's, First Form - Chaos Judgement!!"


Chloe membelah Dragon Breath yang menuju kearahnya, dia lalu bersiap melancarkan serangan selanjutnya.


"Menyebalkan! Seraphim Art's, Second Form - Divine Dark Dance!!"


"Aku tidak akan membiarkannya! Boost! Accel! Strengthen!! Maju, Liza!!"


Aku memberikan Support Magic padanya, Liza juga melesat setelah mengembangkan sayap naga miliknya dan menekan tanah cukup kuat. Tinju dan tebasan beradu sama lain dan itu cukup intens, inilah yang dimaksud oleh komentator tadi kah?


Aku juga tidak ingin ketinggalan, aku menarik pedang dan ikut menyerang setelah memberikan beberapa sihir pada tubuhku sendiri. Menghadapi Seraphim yang memiliki kemampuan untuk menghilangkan segala sihir dan Mana untuk sesaat, akan menjadi masalah untukku saat ini. Karenanya aku menggunakan Protection dan Aegis berlapis-lapis sebelum mulai menyerang.


"Callista Sword Style, Fourth Form - Spinning Smash! Link - Dragon Fang!!"


Aku berputar dan menyarangkan serangan dengan menambahkan Dragon Fang dan juga Spinning Smash. Hal ini berhasil membuat Chloe termundur, walau tidak terlalu jauh. Setelah itu, Chloe mulai bersiap menyerang kembali. Namun sepertinya dia mengubah gaya bertarungnya.


"Cellestya Sword Style, Third Form - Aero Slap! Link - Sonic Wave!!"


Sebuah hembusan angin menuju ke arahku, aku pun memanggil Liza untuk menahannya. Liza pun muncul dengan cepat di hadapanku dan menahan serangan itu, walau akhirnya terhempas kearah samping. Walau sudah menggunakan Dragon Kin's, tetap saja membuat Liza terhempas?


Chloe mengangkat pedangnya sejajar dengan pundak, dia sepertinya ingin melancarkan serangan tusukan. Jadi mungkin lebih bagus jika aku menahannya dengan pedang?


"Cellestya Sword Style, Third Form - Stab the Wind! Link - Eagle Thrust!!"


Chloe melesat cepat menuju ke arahku berada, aku segera menarik pedangku dan menggunakan tehnik pedang dengan cara menebas dua kali secara diagonal membentuk simbol silang.


"Callista Sword Style, Second Form - Twin Dragon Blow! Link - Aftershock!!"


Tusukan pedang Chloe dan juga gelombang silang yang aku lepaskan beradu beberapa saat, sebelum akhirnya pedang Chloe berhasil menembusnya dan membuatku sedikit panik. Beruntung, Liza melepaskan pukulan energi pada pedangnya hingga membuat pedang tersebut meleset dari jalur serangannya.


Untuk menghindari serangan berikutnya, aku segera melompat kearah Liza. Sungguh, aku masih tidak percaya dengan kejadian barusan. Seharusnya itu sudah cukup untuk menahannya, tapi siapa sangka dia berhasil menembus serangan yang sebelumnya menghempaskan dirinya.

__ADS_1


Sepertinya aku memang harus menggunakannya untuk melawannya kah? Tapi itu butuh waktu untuk mengaktivasinya. Juga aku harus pergi ke titik yang telah ditentukan untuk menggunakan Sihir Level 10.


"Liza, aku akan menggunakan 'itu' untuk mengakhiri Duel. Jadi, bisa ulur waktu untukku?"


"Baik! Liza akan melakukan yang terbaik untuk mengulur!"


Tepat setelah mengatakannya, Liza segera melesat dan melancarkan pukulan untuk menahan Chloe.


"Sudah aku bilang, jangan mengganggu Duel kami!!"


"Duh! Berisik! Kamu bisa jangan teriak tidak sih? Telinga Liza sakit mendengarnya tahu! Dragonic Fist!!"


Pukulan dan tebasan kembali terjadi antara Chloe dan Liza. Aku juga segera melakukan apa yang harus dilakukan. Jadi aku mulai merapal sihir original milikku, walau butuh waktu yang mungkin agak lama.


"Wahai api yang berasal dari neraka bagian terdalam, wujudkan dirimu di dunia ini dan bakar lawanku hingga menjadi abu! Inferno! Link - Magic Hold!!"


Lingkaran sihir merah yang dilapisi lingkaran sihir ungu cerah muncul diatas tanah, serta lingkaran ungu tersebut perlahan membesar setelah aku meninggalkannya untuk menciptakan sihir lainnya.


"Aku tidak tahu apa yang ingin kau lakukan, tapi apa kau pikir aku akan membiarkanmu berbuat seenaknya!?"


Sebuah energi melesat cepat ke arahku. Sial! Aku saat ini tidak bisa menggunakan sihir lain, lho! Jikapun menggunakannya, sihir yang ingin aku gunakan akan menjadi kacau! Disaat pikiranku dilanda kekacauan, sebuah lubang Warp muncul di hadapanku dan seorang gadis naga keluar dari sana.


"Maaf, Liza!" ucapku.


"Bukan masalah! Ellen hanya perlu melakukan apa yang harus dilakukan saja!" balasnya kembali melesat menuju Chloe dan menahannya.


"Wahai air, engkau adalah unsur yang paling penting di dunia ini, ciptakanlah ombak tinggi dan tenggelamkan lawanku dalam ombak air milikmu! Tidal Wave! Link - Magic Hold!!"


Sebuah lingkaran sihir biru yang dilapisi lingkaran sihir ungu cerah muncul dan perlahan membesar setelah aku tinggalkan menuju titik ketiga. Sampai disana, aku juga segera merapal sihir lagi.


"Wahai bumi yang kami pijak, izinkan aku untuk menghancurkan dirimu agar bisa mengalahkan lawanku, ciptakanlah gundukan besar dan hantamlah lawanku! Stampede! Link - Magic Hold!!"


Sekali lagi, lingkaran sihir coklat dilapisi lingkaran sihir ungu cerah muncul dan perlahan membesar saat aku meninggalkannya.


"Apa ini!? Rainbow Wizard sudah menciptakan tiga sihir level 10! Apa yang sebenarnya dia rencanakan?" ucap komentator yang aku dengar.


Aku tidak memperdulikannya dan bergerak menuju titik terakhir. Chloe yang menyadari sesuatu, sepertinya mencoba untuk melepaskan serangannya pada salah satu dari tiga titik yang aku ciptakan. Tapi itu percuma, karena tepat setelah dia menyerangnya, itu akan langsung terhisap oleh sesuatu yang tidak dia ketahui.


Space Magic, Magic Hold. Ini adalah sihir original yang aku ciptakan untuk menahan sihir yang telah aku rapal. Aku menggunakan mereka sebagai ingredients yang aku butuhkan untuk menciptakan sihir skala besar.


"Wahai angin yang berhembus disekitar kami, cabik-cabik lawanku dengan badai besar milikmu! Hurricane Slash! Link - Magic Hold!!"


Lingkaran sihir hijau dilapisi lingkaran sihir ungu cerah muncul dan perlahan membesar di titik terakhir. Lalu saat yang sama, aku segera melepaskan penahan aktivasi dari keempat sihir tersebut yang menyebabkan mereka membentuk pilar tinggi dengan empat unsur berbeda.


Hal ini membuat mereka beresonansi dan menciptakan lingkaran sihir besar dengan empat lingkaran kecil yang membentuk pilar sebagai titiknya. Kemudian sebagai sentuhan terakhirnya, aku menepuk kedua tanganku dan memberi sinyal pada Liza untuk menjauh.


"Ini adalah akhirnya, Chloe!!"

__ADS_1


"Cih, tidak akan aku biarkan itu terwujud!! Huh? Tubuhku, tidak bisa digerakkan?"


"Empat unsur, api, air, tanah, angin! Empat pilar yang tercipta dari unsur-unsur tersebut! Inferno yang membakar, Tidal Wave yang menenggelamkan, Stampede yang menghantam, serta Hurricane Slash yang mencabik! Bentuklah wujud baru dan kelilingi lawanku dengan itu! Ultimate Magic: Fourth Pillar of Destroyer!!"


Empat pilar tersebut perlahan mulai mengitari area lingkaran sihir raksasa dan mulai semakin cepat hingga mencapai titik tengah dimana Chloe berada.


Boom


Sebuah ledakan besar tercipta, membuat debu bertebaran disekitar sana. Aku juga sebelumnya sempat melihat Chloe menancapkan pedangnya ke tanah dan melindungi dirinya dengan sayap Celestial miliknya. Jadi dapat dipastikan dia selamat dari serangan besar tersebut.


***


"Wow! Dia benar-benar monster! Hanya dalam dua tahun sudah menjadi mengerikan seperti itu?" ungkap Seventeen terkejut dengan perkembangan Elena.


"Heh~ Aku memang mendengar kalau kau pergi menyelamatkan Fourteen dan membantu Nineteen untuk melawan gadis itu. Tapi apa dia memang tidak sekuat itu dua tahun yang lalu?" tanya Thirteen.


"Yah, begitulah. Aku mengawasi pertarungan mereka, jadi aku tahu kekuatannya. Tapi bisa mengembangkan Ultimate Magic dalam dua tahun, dia benar-benar berbakat yah! Aku yakin sihir tadi sudah setingkat dengan Nona Eight bukan?" balas Seventeen.


"Yah, kali ini aku setuju dengan ucapanmu!" sahut Thirteen yang setuju dengan perkataan Seventeen barusan.


"Jadi, apa kita akan menghabisinya?" lanjut Thirteen bertanya.


"Tidak, itu tidak diperlukan! Tujuan kita hanya untuk mengawasi pak tua itu agar dia tidak tertangkap dan berkata yang tidak perlu," jawab Seventeen.


"Lalu, apa yang kalian lakukan disini, Fifteen dan Sixteen?" tanya Seventeen saat menyadari hawa yang familiar baginya.


"Huh? Bukankah sudah jelas kalau kami ini murid disini? Selain itu, jangan panggil kami dengan kode! Panggil dengan nama asli kami!" balas seorang gadis yang dipanggil Fifteen.


"Hahaha, maafkan aku Iris. Apa kau puas sekarang?" balas Seventeen.


"Yah, lupakan. Aku kesini untuk menyampaikan perintah dari Tuan Zero. Dia bilang, habisi Bolgerd jika diperlukan!" sahut Iris.


Thirteen langsung menyeringai dan menatap Seventeen. Seventeen yang mengerti maksud tatapan tersebut hanya bisa menghela nafas saja. Iris dan Celia (Gadis yang menemaninya) pun segera meninggalkan tempat tersebut setelah pamit.


"Aku sampai sekarang masih bingung," ucap Seventeen.


"Oh, yah? Tentang apa itu?" tanya Thirteen yang penasaran.


"Aku bingung, apa yang membuat dada Sixteen bisa sebesar itu? Bukankah bagus jika kita mengetahuinya? Dengan begitu, kau tidak perlu khawatir lagi dengan ukuran dad--"


Squeeze


Sebuah cubitan keras diberikan untuk Seventeen dari Thirteen, membuatnya mengerang kesakitan pelan saat merasakannya.


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!

__ADS_1



__ADS_2