My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Penerus


__ADS_3

Setelah menerima ajakan Cleon, kami pun memutuskan untuk berdansa. Tangan kiri kami saling merangkul, Cleon merangkul pinggangku, sedangkan aku merangkul bahunya. Tangan kanan kami saling bergenggaman, lalu kami pun mulai bergerak sesuai irama musik.


Terkadang beberapa kali aku menginjak kaki Cleon dan meminta maaf. Juga beberapa kali Cleon mengerang pelan karena tak sengaja ku injak kakinya. Namun, dia masih memaafkan ku dan terus mengajariku cara berdansa dengan baik.


Wajahku sedikit memerah, jantungku juga berdetak lebih cepat dari biasanya. Ini semua karena aku dan Cleon tengah berdansa dan aku juga entah kenapa merasa malu saat didekatnya, padahal kami sering sekali bermain bersama saat masih kecil.


"Wajahmu memerah, apa kamu baik-baik saja?"


"Eh? Ah, aku baik-baik saja kok. Hanya saat ini aku sedang gugup saja!"


"Begitu yah."


Beberapa saat setelahnya, acara dansa pun selesai dan kami segera ke tempat dimana Anna berada.


"Wah, kamu sekarang sudah lebih baik yah Ellen!" puji Anna memberikanku sebuah gelas yang berisi jus buah.


"Tidak juga, semua ini berkat Cleon yang mengajariku langkah-langkahnya! Ah, terimakasih!" balasku dan mengambil gelas yang diberikan Anna.


"Oh iya, tadi Papa mencarimu dan keluargamu! Dia bilang ada hal penting yang harus diberitahu!" ucap Anna padaku.


"Kalau begitu lebih baik aku mencari keluargaku lebih dulu!"


"Itu tidak perlu! Keluargamu sudah ada disana, hanya kamu saja yang tersisa!"


"Lalu kenapa tidak ada yang memberitahu itu padaku?"


"Hmm, saat itu kamu dan Kak Cleon sedang berdansa. Makanya tidak ada yang berniat menganggu kalian!"


Setelah mendengar penjelasan Anna, itu semua kurasa masuk akal. Jadi kami bertiga memutuskan untuk segera ke tempat dimana Raja Iblis Kruelga dan juga keluargaku yang lain berada.


Ditengah perjalanan, kami membicarakan bagaimana dulu kami saling bertemu. Saat itu aku berusia 4 tahun, begitu juga dengan Cleon dan Anna. Keluarga mereka datang untuk mengunjungi keluarga kami, kebetulan saat itu aku tengah berlatih dengan sihir api. Jadi aku tidak tahu kalau ada keluarga Raja Iblis datang mengunjungi kami.


Aku bertemu dengan seorang anak perempuan yang tengah menangis dan memanggil Ayah dan Ibunya. Tadinya aku berpikir dia adalah anak pelayan yang tersesat, tapi saat aku melihat bajunya yang seperti Bangsawan, aku pun memutuskan untuk mengajaknya bermain di taman.


Tidak lama setelahnya, seorang anak laki-laki datang dan memperkenalkan dirinya. Dia adalah Cleon, ia tengah mencari adiknya bernama Anastasya. Ternyata anak perempuan yang bermain bersamaku adalah Anastasya dan akhirnya kami pun memutuskan untuk berkenalan dan menjadi teman.


Tanpa kami sadari, kami telah berada didepan pintu dimana Keluarga Callista berkumpul. Tanpa ragu, kami bertiga membuka pintu dan saat berada didalam, aku bisa merasakan ketegangan yang luar biasa disini.


"Ellen, kemarilah nak!" perintah ibuku.


"Baik, Ibunda!" sahutku dan duduk diantara Ibu dan Kak Sarah.


"Baiklah, karena semuanya sudah berada disini. Langsung saja kita ke intinya. Zigurd!"

__ADS_1


Paman Kruelga memanggil seorang pria tua yang tidak asing bagiku, dia adalah Kepala Pendeta yang membantu menyembunyikan dua Title merepotkan bagiku.


"Sesuai perintah anda, Raja Iblis!"


Kepala Pendeta yang bernama Zigurd tersebut segera mengeluarkan sebuah tablet dan mengatur sesuatu disana. Kemudian dia lalu memintaku untuk menunjukkan Status yang aku miliki. Namun sebelum itu, Paman Kruelga mengatakan pada semua yang berada disini untuk tidak mengatakan apapun setelah keluar dari tempat ini.


Apa yang sebenarnya terjadi yah? Aku sedikit bingung dengan perkataan paman tadi. Namun setelah beberapa saat, aku teringat kalau data status yang ku punya sudah dikirim ke Raja Iblis, yang ternyata adalah Paman Kruelga.


Aku menghela nafas sebelum mengatakan, "Open Status!"


STATUS


NAME: Elena von Callista


RACE: Demon


HEALTH: 450000


MANA: 1500000


LEVEL: 1


TITLE: Reincarnator, The Next Demon Lord, Talented Demon Girl.


Aku menutup mata dan menghela nafas ketika mengetahui ekspresi wajah keluargaku dan beberapa orang yang berada disana kecuali Zigurd dan Paman Kruelga yang tidak terkejut. Ayah menanyakan apa maksud semua ini pada Paman Kruelga.


"Saudaraku, apa maksud semua ini?"


"Ini adalah Status Elena sebenarnya yang disembunyikan dari publik. Elena sebenarnya adalah seorang Reincarnator dan juga penerus Raja Iblis berikutnya!"


Semua orang disana merasa seperti tertampar dengan kenyataan yang ada. Aku hanya bisa menunduk dengan rasa bersalah karena menyembunyikan hal ini.


"Elena, apa kamu bisa menjelaskan semua ini sendiri? Atau ingin aku yang menjelaskannya?"


Paman Kruelga menanyakan hal tersebut padaku, sedangkan pandangan semua orang saat ini tengah tertuju pada satu orang, yaitu aku. Aku menghela nafas dan mulai menjelaskan diriku yang sebenarnya pada mereka.


"Aku, namaku yang sebenarnya adalah Karen Widya. Aku adalah seorang manusia di kehidupan sebelumnya. Aku bereinkarnasi ke tubuh gadis kecil bernama Elena von Callista. Benar, aku adalah anak kalian berdua, ayah, ibu!"


"Sejak kapan kamu mengingat kehidupanmu sebelumnya, anakku?" tanya Ibu.


"Saat aku terlahir dan masih menjadi bayi. Disaat itu juga, aku mendapatkan Title The Next Demon Lord. Maaf karena telah merahasiakan semua ini!"


Air mataku terjatuh, mereka yang berada disana tidak ada yang berkata apapun. Mereka menanti penjelasanku, itulah sebabnya aku akan menjelaskan semuanya pada mereka. Akan kukatakan, yang sejujurnya. Bukan sebagai Karen Widya, tetapi sebagai anak dari Yorzick dan Fiamma. Elena von Callista!

__ADS_1


"Aku sebenarnya, takut! Ketika aku menjelaskan semua ini pada kalian dan tahu kalau aku dulunya seorang manusia. Aku takut kalian tidak akan berbicara lagi padaku! Aku.. hiks.. aku tidak mau kehilangan keluarga yang telah menyayangi aku sejak kecil, merawatku hingga sekarang ini. Aku takut kalau Ibunda akan membuang ku saat mengetahui aku bukanlah benar-benar anakmu! Aku.. aku--"


Ibu segera memelukku, air matanya mengalir dan membasahi wajahnya. Dia memelukku sangat erat, ini membuatku merasa hangat.


"Tidak peduli siapa dirimu, tidak peduli kamu adalah manusia bernama Karen Widya. Ellen adalah anakku dan aku yakin kamu adalah anakku! Karena akulah yang melahirkan dirimu ke dunia ini dan bukan orang lain!" jelas Ibu.


"Itu benar Ellen, saat ini kamu bukan lagi Karen Widya! Kamu adalah adikku, Elena. Bukan orang lain!" tambah Kak Sarah yang juga memeluk diriku.


Kak Rena tidak mengatakan apapun, dia hanya mendekat dan memelukku. Hal ini membuatku menangis sejadi-jadinya. Ayah, Cleon, Anna, Bibi Vera (Note: Istri Kruelga), serta semua orang disana hanya bisa tersenyum melihat kejadian ini.


***


Setelah sedikit tenang, Paman Kruelga mulai memberitahu diriku atas tujuan apa dia memanggilku kemari.


"Elena, mungkin kamu sudah menduga ini. Tapi akan ku tanyakan langsung pada dirimu. Maukah kamu, meneruskan apa yang telah diberikan oleh para Demon Lord yang lain untuk menjaga Demon Realm?"


Aku terdiam sebentar, memikirkan jawaban yang tepat. Karena salah sedikit saja, kemungkinan aku akan langsung dieksekusi. Jadi aku harus bisa mencari jawaban yang tepat. Jika memang takdirku adalah menjadi seorang Raja Iblis, maka aku akan menerimanya.


"Aku.. masih bingung. Aku dulunya seorang Manusia dan terlahir kembali menjadi Demon. Aku juga sering membaca buku sejarah, para Manusia dan Demon saling berselisih satu sama lain. Bahkan perselisihan itu tidak menunjukkan tanda-tanda berhentinya perselisihan tersebut. Apa akan baik-baik saja, menyerahkan semuanya padaku yang merupakan mantan manusia ini? Itulah yang ada di pikiranku saat ini," jelasku.


"Di duniamu sebelumnya, hanya ada manusia saja bukan? Tidak ada sihir maupun berbagai macam Ras disana bukan?"


"Tidak, ada berbagai Ras sebenarnya. Tapi mereka masihlah manusia dan bukan Ras lain seperti Elf dan semacamnya. Duniaku yang sebelumnya juga selalu melakukan perperangan demi mendapatkan apa yang mereka inginkan. Bahkan mereka rela membunuh saudara atau keluarga demi mencapai tujuan mereka."


"Mereka tidak ada bedanya kah, entah itu di Rahtel, ataupun Bumi. Semua yang mereka lakukan katanya demi kedamaian. Tetapi sebenarnya, merekalah alasan kenapa tidak adanya perdamaian di dunia ini," jelas Paman Kruelga dengan nada kecewa.


"Aku tanya sekali lagi padamu, Elena. Bukan sebagai Karen Widya yang merupakan manusia, tetapi Elena von Callista yang memiliki gelar Raja Iblis selanjutnya. Maukah kamu meneruskan tekad pendahulu kita dan menciptakan kedamaian abadi bagi seluruh Ras yang ada?" lanjut Paman Kruelga bertanya padaku lagi.


Aku memantapkan tekadku dan berkata, "Aku siap! Tapi tidak sekarang, aku masih ingin memastikan semuanya dengan mata kepalaku sendiri. Apakah mereka bisa berubah atau tidak? Aku ingin melihatnya, masa depan yang ingin aku ciptakan nantinya."


"Begitu rupanya, kamu ingin menjadi petualang?" tanya Paman Kruelga, aku hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Baiklah, tapi aku ingin kamu masuk ke Kalzaream Academy dan lulus disana! Setelah itu kamu bebas untuk mendaftar menjadi petualang. Kamu setuju?"


"Aku setuju!"


Dengan ini, aku resmi menjadi penerus Raja Iblis yang selanjutnya.


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!


__ADS_1


__ADS_2