
Aku berdiri diatas sebuah rumah dan menghela nafas sebelum akhirnya menyebarkan Mana ke sekitar Ibukota Herophia.
"Search!!"
Sebuah denah area segera muncul didalam kepalaku, ini adalah denah dari Ibukota Herophia. Benar, ini adalah Skill yang aku dapatkan saat mencoba menyebarkan Mana ke sekitar untuk memetakan Ibukota Herophia. Aku mendapatkan Skill ini dari saran Guru Lilith 3 hari yang lalu, tepat setelah Kyla diculik.
Aku sudah memberitahu hal ini pada Guru Lilith, tapi dia sama sekali belum menemukan petunjuk keberadaan mereka. Kemudian Guru Lilith pun memberiku saran untuk menyebarkan Mana disekitar, saat aku meminta izin untuk membantu mereka. Bersamaan dengan itu jugalah, aku mendapatkan Skill Search ini.
"Sudah kuduga ini mustahil! Mereka benar-benar tidak bisa dilacak sama sekali!" ucapku menghentikan penggunaan Search dan pergi ke tempat yang belum ku gunakan Search.
Search memiliki jangkauan terbatas dalam penggunaannya, walaupun Mana milikku lumayan banyak, tetapi untuk saat ini aku hanya bisa memetakan sekitar radius 12 meter dari tempatku berdiri. Jika ingin radiusnya bertambah, aku harus meningkatkan level Skill Search.
Sebenarnya setiap malam aku juga selalu berkeliaran di gang kosong untuk menjadi umpan. Namun tidak ada yang mencoba menculik diriku dan membawaku ke tempat dimana mereka mengurung anak-anak yang mereka culik.
Ada dua kemungkinan yang bisa aku tebak. Pertama, mereka tidak tertarik denganku dan lebih memilih mereka yang berdarah campuran untuk diculik. Kedua, mereka tidak bisa menculik lagi karena kuota yang mereka incar sudah mencukupi dan bersiap untuk meninggalkan Ibukota.
"Jika kemungkinan keduaku yang benar, itu artinya aku tidak memiliki banyak waktu yang tersisa! Search!!"
Aku berhenti dilokasi berikutnya dan menggunakan Search untuk melacak aksi mereka. Sebenarnya mereka beraksi bukan saat malam hari, tapi disaat siang hari seperti ini yang sedang ramai pun, mereka juga beraksi. Kemungkinan ada yang mempunyai Skill Stealth diantara mereka yang disuruh beraksi, tapi itu tidak terlalu memungkinkan juga. Mengingat, Asosiasi Assassin angkat tangan terhadap kasus ini dengan mengatakan tidak ada anggotanya yang terlibat dalam kasus ini.
Lagipula tugas Assassin itu adalah membunuh target, bukannya menculik gadis-gadis kecil. Itulah yang dikatakan pemimpin mereka pada Guru Lilith dan mereka yang menyelidiki kasus ini.
Merasa tidak menemukan apapun disini, aku memutuskan untuk pindah ke lokasi berikutnya. Hal ini terus aku ulangi, hingga tanpa sadar hari sudah mulai gelap dan perutku pun mulai keroncongan.
"Ugh.. karena terlalu sibuk dengan pelacakan, aku lupa untuk makan siang! Perutku bahkan sudah mulai berdemo, bagaimana ini?" gumamku.
"Ah, kamu disini rupanya!"
Aku segera menoleh kebelakang dan melihat kalau Guru Lilith sudah berada di belakangku dan membawa sebuah Roti Daging ditangannya, dia lalu melemparnya padaku dan duduk di sebelahku.
"Bagaimana kalau istirahat sebentar? Kamu belum makan siang bukan? Makanlah itu," ucapnya.
__ADS_1
"Terimakasih," sahutku dan memakan Roti Daging yang diberikan Guru Lilith.
"Bagaimana, menemukan suatu petunjuk?" tanya Guru Lilith padaku.
Aku hanya menggelengkan kepala sembari menguyah Roti yang diberikannya.
"Begitu yah. Kami sangat berterimakasih saat kamu mengajukan diri untuk membantu kami, tetapi jangan melupakan dirimu saat ini. Walaupun Mana yang kamu miliki berlimpah, tapi Stamina milikmu terbatas bukan? Bagaimanapun kamu saat ini memiliki tubuh gadis berusia 7 tahun, jadi jangan memaksakan diri yah! Jika lelah, beristirahatlah. Mengerti?"
Aku menggelengkan kepala mendengar peryataan Guru. Kemudian berkata, "Terimakasih atas perhatiannya, guru. Tapi bagaimanapun, aku harus berhasil menemukan Kyla. Dia adalah temanku, karena itulah aku harus menyelamatkannya!"
Guru Lilith menghela nafas mendengar balasanku. Dia lalu bertanya padaku, apa yang akan aku lakukan berikutnya. Aku berkata, kalau aku akan tetap pada rencana seperti sebelumnya, yaitu menjadikan diriku sendiri sebagai umpan.
***
Malam pun tiba, aku memutuskan untuk berjalan ditempat-tempat sepi sesuai rencana. Tapi kali ini, Guru Lilith tidak akan mengawasi ku. Dia memiliki rapat dengan anggota lainnya, jadi aku harus lebih berhati-hati lagi.
"Walau begitu, mereka sama sekali tidak menunjukkan diri yah!" gumamku.
"Bingo!" ucapku saat mendapatkan petunjuk para pelaku.
Sebenarnya aku ingin sekali menghajarnya, tapi jika seperti itu aku tidak akan bisa menemukan lokasi persembunyian mereka. Aku merasa kasihan dengan gadis itu, tapi apa boleh buat.
"Dugaanku ternyata benar! Mereka hanya mengincar gadis berdarah campuran saja!" gumamku saat melihat gadis yang dia incar.
Baru saja aku bergumam, dengan cepat dia sudah menutup mulut gadis tersebut dan membuatnya pingsan. Dia lalu menggendong gadis itu dan pergi berlari dengan cepat. Tentunya aku tidak ingin kehilangan jejak dan mengikutinya dari belakang.
Aku mengejarnya dari jarak aman, yaitu 10 meter. Tentunya aku menggunakan Search agar tidak kehilangan jejaknya, beberapa kali dia menengok kearah belakang untuk memastikan dia tidak diikuti. Untungnya aku menggunakan Illusion pada diriku sendiri dan membuatku seolah tidak berada di belakangnya.
Tak berapa lama, dia pergi menuju sebuah gudang yang tak terpakai dan masuk kedalam sana. Aku yang melihatnya secara diam-diam mendekati gudang tersebut dan melihat lewat jendela dalam keadaan masih menggunakan Illusion.
Aku melihat banyak sekali gadis-gadis yang menangis dan menunjukkan wajah sedihnya. Tapi aku sama sekali tidak bisa mendengar apapun, mungkinkah mereka menggunakan sihir yang menyembunyikan suara?
__ADS_1
"Kalau begitu. Wahai Kegelapan, tiadakan lah sihir! Dispel!!"
Aku menggunakan Dispel ke kedua telingaku dan akhirnya bisa mendengar suara tangisan mereka dengan baik.
"Hey! Aku mendapatkan gadis baru!" ucap seseorang yang masuk ke ruangan tersebut dengan membawa seorang gadis kecil.
"Oh, kerja bagus! Taruh saja dia bersama dengan yang lain!" balas salah satu dari dua orang yang sebelumnya berada disana.
"Okay!"
Gadis tadi segera bergabung dengan gadis-gadis yang dikurung di penjara kecil. Bagaimana juga, aku harus memastikan jumlah musuh terlebih dahulu. Namun sebelum itu, aku harus membuat mereka tertidur.
"Wahai Kegelapan, tidurkan lawanku dengan lelap! Sleep!!"
Satu-persatu dari mereka mulai mengantuk dan tertidur. Gadis-gadis yang berada disana bingung dengan apa yang terjadi. Aku lalu mengetuk pelan jendela dan menaruh jari telunjuk dibibir untuk menyuruh mereka diam.
Mereka yang melihatku pun menatap penuh harapan, termasuk Kyla. Aku tersenyum penuh arti dan segera pergi ke jendela lain untuk memeriksa musuh yang tersisa. Terdapat 4 orang disana, yang tengah memakan makanan mereka. Tanpa ragu aku menggunakan Sleep dan berhasil membuat mereka tertidur.
Aku menggunakan Dispel pada pintu untuk memastikan tidak ada alarm yang akan membuat para penculik itu bangun. Secara perlahan, aku membuka pintu dan memastikan tidak ada yang terbangun dari tidur mereka. Aku lalu masuk kedalam ruangan dimana gadis-gadis tersebut dikurung, mereka yang melihatku merasa senang tidak terkecuali Kyla.
"Ellen! Kamu datang untuk menyelamatkan Kyla? Nyaa~"
"Sssttt! Diamlah, atau mereka mungkin akan bangun nantinya!" peringat ku.
Aku kemudian memeriksa keadaan mereka semua, serta memastikan tidak ada alat apapun yang mungkin akan dapat melacak mereka nantinya. Setelah memastikan semuanya aman, aku segera menggunakan Dispel dan membuka penjara tersebut. Aku menyuruh mereka semua keluar satu-persatu dengan hati-hati, sedangkan aku sendiri akan memastikan tidak ada salah satu dari mereka yang terbangun.
***
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!
__ADS_1