My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Kehidupan Kedua


__ADS_3

"Status!"


STATUS


NAME: Elena von Callista


RACE: Demon


HEALTH: 150000


MANA: 500000


LEVEL: 1


TITLE: Reincarnator, The Next Demon Lord, Talented Demon Girl.


SKILL: Appraisal Lv 4, Fire Magic Lv 4, Water Magic Lv 4, Earth Magic Lv 3, Wind Magic Lv 3.


"Huft.. padahal levelku masih satu. Tapi Health dan Mana milikku cukup besar bagi anak seumuran 3 tahun!"


Benar, sudah 3 tahun aku bereinkarnasi ke dunia bernama Rahtel ini. Aku terlahir dari keluarga Bangsawan. Ayahku adalah salah satu keluarga Raja Iblis yang saat ini menduduki tahta. Nama ayahku adalah Yorzick von Callista, sedangkan Raja Iblis bernama Kruelga von Callista. Aku memiliki dua saudari perempuan bernama Rena von Callista dan Sarah von Callista. Nama ibu yang melahirkan ku di dunia ini adalah Fiamma von Callista. Sedangkan aku sendiri adalah Elena von Callista, seperti yang ada di statusku. Aku juga sering dipanggil Ellen, entah kenapa aku lebih menyukai mereka memanggilku seperti itu.


"Nona Ellen! Sudah waktunya untuk makan siang! Nyonya dan Tuan besar sudah menanti kehadiran anda!"


"Ah, Vishnal! Terimakasih karena telah memberitahukan ini padaku! Aku akan segera menuju ruang makan," sahutku.


Aku lalu menutup panel di hadapanku dan berjalan menuju ruang makan. Sesampainya disana, aku bisa melihat ayah, ibu dan dua saudariku sudah ada disana tengah menanti kehadiranku.


"Maafkan aku, karena terlambat. Ayahanda, Ibunda, Kakak Rena dan Kakak Sarah!" ucapku merendahkan badan dan mengangkat gaun yang ku kenakan.


"Tidak masalah! Kami memang sedang menanti dirimu, Putriku!" sahut ayah padaku.


"Duduklah, dimana pun yang kamu inginkan, anakku!" tambah ibu menyuruhku untuk duduk dimana pun yang aku mau.


Saat mendengar ucapan ibu, Kak Rena dan Kak Sarah memberikan tatapan dingin satu sama lain. Aku yang tahu maksud mereka hanya bisa menelan ludah. Mereka memperebutkan diriku dan aku yakin hal itu.


Aku pun berjalan dan duduk disebelah Kak Rena, karena makan siang kemarin aku duduk kau disebelah Kak Sarah. Kak Rena memberikan senyum kemenangan, sedangkan Kak Sarah terlihat kesal karenanya. Ayah dan Ibu hanya bisa tertawa pelan dan aku menghela nafas.

__ADS_1


Kami pun memulai acara makan siang bersama, menu kali ini adalah daging Doodlecock sejenis ayam, Mantil Fish, Ramoon sejenis sapi, serta beberapa sayuran yang ada di Demon Realm. Selagi makan, ayah juga menanyakan perkembangan kami semua.


"Jadi Rena, bagaimana dengan sekolahmu?"


"Tidak ada yang menarik," sahut Kak Rena memakan daging Ramoon miliknya.


Kak Rena berusia 21 tahun, dia adalah seorang murid Academy kelas 1 Dekade kedua. Dia dikenal sebagai Frozen Princess karena sifatnya yang dingin dan juga Ice Magic miliknya yang sangat dingin. Namun semua sifatnya akan berubah 180 derajat saat menemukan sesuatu yang imut. Oh, yah. Kak Rena sendiri memiliki rambut berwarna merah muda seperti diriku, hanya saja dia memakai kacamata dan rambutnya dibiarkan terurai dengan sepasang tanduk kecil menjulang keatas dikepalanya.


Sedangkan Kak Sarah memiliki warna rambut yang sama dengan ayah yaitu merah, rambutnya pendek dengan beberapa penjepit rambut dibagian kiri rambutnya. Berbeda dengan Kak Rena yang dingin seperti es, dia memiliki sifat yang ceria dan sedikit kekanak-kanakan saat bersamaku. Dia bisa menggunakan Fire Magic dan Wind Magic, hingga dijuluki sebagai Heat Girl. Kak Sarah dan aku hanya berbeda 9 tahun saja, yaitu 12 tahun. Juga ini adalah tahun pertamanya masuk Academy, jadi ayah menanyakan hari pertamanya di Academy.


"Tenang saja, Ayahanda. Kakak mengajakku berkeliling pada hari pertama, juga teman seangkatan ku semuanya ramah!"


Ayah lalu mengangguk dan berkata, "Yah, itu bagus untukmu. Lalu Vishnal, bagaimana dengan perkembangan Elena?"


Eh? Ayah tidak bertanya padaku, tapi pada Vishnal? Padahal aku sudah cukup bersemangat untuk memberitahukannya. Aku hanya bisa menghela nafas dan melanjutkan makan siangku, kah?


"Tuan besar, kemampuan sihir milik Nona Ellen benar-benar luar biasa! Nona Ellen bahkan sudah bisa menguasai empat sihir elemen, Fire Magic, Water Magic, Earth Magic, Wind Magic. Juga akhir-akhir ini dia sudah bisa menggunakan Appraisal dengan baik!" lapor Vishnal pada Ayah.


Mereka semua menghentikan aktivitas dengan wajah terkejut, aku yang melihatnya hanya memiringkan kepala dan menguyah makanan yang ada didalam mulutku. Apa segitu anehnya saat mengetahui anak kalian bisa menguasai 4 elemen sihir diusianya saat ini? Aku membuka mulutku dan memakan Mantil Fish di hadapanku. Rasa segar dari Mantil Fish dengan asam dari Fremon atau buah yang mirip lemon, namun jauh lebih kecil dari lemon di duniaku sebelumnya.


"Vishnal, apa yang kamu katakan itu benar?" tanya Ibu.


"Itu benar sekali, nyonya besar!" jawab Vishnal yang membuat semua orang makin terkejut, bahkan para pelayan ikut terkejut mendengarnya.


"Ellen, setelah ini maukah kamu menunjukkannya pada kami?" tanya Kak Rena penasaran.


"Curang! Padahal aku duluan yang ingin menanyakannya!" sahut Kak Sarah kesal pada Kak Rena.


Aku pun hanya mengangguk pelan untuk menjawab pertanyaan Kak Rena. Sedangkan Kak Sarah terlihat menggembungkan pipinya dengan kesal.


***


Saat ini kami semua berada ditempat dimana aku berlatih sihir. Biasanya aku berlatih disini ditemani dengan Vishnal, tapi kali ini tujuanku bukan berlatih. Melainkan menunjukkan kemampuan sihir pada anggota keluargaku.


Aku mengulurkan tangan kananku dan mulai merapal, "Wahai api, bentuklah tombak dan hunuslah lawanku! Flare Lance!!"


Sebuah lingkaran sihir berwarna merah muncul di depanku dan mulai membentuk sebuah tombak api, lalu melesat kearah target berupa boneka kayu. Boneka kayu tersebut langsung terbakar dan hancur menjadi abu saat terkena Flare Lance.

__ADS_1


Aku kemudian melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, tapi dengan rapalan yang berbeda, "Wahai air, bentuklah bola dan ledakkan lawanku! Aqua Ball!!"


Sebuah lingkaran sihir kecil berwarna biru muncul ditangan kananku dan mengumpulkan air di udara. Aku lalu melemparnya kearah boneka kayu dan menciptakan ledakan air. Ini masih belum selesai, sisa dua sihir lagi yang harus aku perlihatkan. Jadi aku mulai merapal untuk ketiga kalinya.


"Wahai tanah, hujanilah lawanku dengan puluhan batu! Stone Bullet!!"


Sebuah lingkaran sihir berukuran besar berwarna coklat muncul di atas tanah dan memunculkan puluhan batu kecil yang aku luncurkan ke boneka kayu.


"Wahai angin, tajamkanlah dirimu dan potonglah lawanku! Wind Cutter!!"


Lingkaran sihir berwarna hijau muncul di hadapanku, aku lalu mengayunkan tangan kanan dari kiri ke kanan dan menciptakan sebuah angin yang memotong boneka kayu. Setelah selesai menunjukkan kemampuan sihir, aku segera berbalik dan melihat ayah membuka mulutnya lebar-lebar seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Ayahanda, jika ayahanda membuka mulut selebar itu, serangga bisa saja masuk!" ucapku pada ayah.


Dia pun tersadar dan berkata, "Ah, maaf. Aku hanya terkejut saja saat melihat sihir milikmu tadi. Kamu bahkan bisa menggunakan sihir level 3 dengan mudah tanpa lelah sedikitpun. Kalian juga berpikir hal yang sama bukan, Sayang, Rena, Sarah?"


Mereka yang dipanggil hanya mengangguk cepat. Yah, itu wajar untuk mereka terkejut sih. Bagaimanapun sihir yang ku gunakan tadi berlevel 3 jika dilihat dari kerusakannya. Tapi belum lama setelahnya, Kak Rena dan Kak Sarah mulai berdebat.


"Kamu hebat Ellen! Kamu bahkan lebih berbakat dari Sarah!"


"Tunggu, apa maksudmu itu! Bukankah Ellen juga jauh lebih berbakat darimu Kakak!"


"Tentu saja, lagipula dia ini adalah adikku!"


Kak Rena memelukku, membuat Kak Sarah kesal dan mencoba merebut diriku dari Kak Rena.


"Tunggu! Asal kamu tahu yah! Ellen itu juga adikku!!"


Aku yang kesal diperlakukan seperti boneka, langsung meraih mereka berdua dan memeluk mereka.


"Dengan begini, aku adalah adik kalian berdua bukan?" tanyaku dengan wajah puas.


Kak Rena dan Kak Sarah saling menatap satu sama lain, sebelum akhirnya mereka tertawa bersama. Aku yang tahu itu tersenyum dan akhirnya memutuskan untuk tertawa bersama mereka.


Awalnya aku memang terkejut saat tahu bereinkarnasi menjadi sosok yang ku benci didalam novel yang pernah ku baca. Namun jika keluarganya hangat seperti ini, aku tentunya akan sangat menikmatinya. Aku juga harus mencari tahu alasan kenapa aku bisa bereinkarnasi menjadi calon raja iblis. Tapi untuk saat ini, aku ingin menikmati kehidupan keduaku yang baru, bersama dengan keluarga baruku. Kira-kira keluargaku disana saat ini sedang apa yah?


***

__ADS_1


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!



__ADS_2