My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Usulan


__ADS_3

Tepat setelah Geo mengakhiri penjelasannya, aku segera mengeluarkan pendapat yang kupikirkan sebelumnya. Mungkin lebih tepatnya adalah rencana yang telah aku pikirkan dan itu disambut baik oleh mereka semua, termasuk Geo yang merupakan Pengawas Asrama.


"Itu ide yang menarik! Kalau semua yang disini setuju, maka aku akan menyetujui ide tersebut sebagai pengawas kalian!" ucap Geo.


"Hmm, kamu membuat taman bunga untuk para perempuan? Itu bagus, ruu~" sahut seorang gadis serigala dengan rambut pendek berwarna perak, mata sayu berwarna merah darah, serta bulu ekornya yang terlihat sangat lembut, membuat siapapun pasti akan mencoba mengelusnya, termasuk aku!


Blanca, kalau tidak salah itu adalah namanya. Dia merupakan Blood Beast, yang merupakan Ras Campuran Vampire dan Werebeast. Berbeda dengan Kyla yang merupakan Demon Beast, Blanca membutuhkan darah segar agar bisa membuatnya bertahan hidup. Dia juga memiliki sifat berkebalikan dengan Kyla. Jika Kyla disebut Matahari, maka Blanca adalah bulan.


Menyusul Blanca, yang lain juga memberikan pendapat mereka. Yaitu mereka semua setuju dengan apa yang telah aku rencanakan.


"Ellen, bukankah akan lebih baik jika kamu menggambarnya? Agar kita bisa mengukur bagian untuk taman, bagian untuk tempat latihan, serta gudang bawah tanah yang kami maksud?" usul Cleon.


"Yah, itu benar sih. Tapi kamu tahu bukan, kalau aku tidak bisa mengukurnya tanpa mengetahui luas Asrama ini? Memang menggunakan Search akan membantu, tapi aku tidak mau menggunakan sihir dulu dan penyebabnya tidak lain adalah gadis yang mengaku-ngaku sebagai Rival di samping dirimu itu!" jelasku.


"Tunggu! Bukankah kita ini Rival? Terlebih lagi kita memiliki seorang guru yang sama, artinya kita ini Rival bukan?"


"Tidak, yang berpikir seperti itu hanya dirimu saja," ucapku memasang ekspresi datar, membuat Edel merasakan sesuatu menusuk dirinya.


Dia lalu memasang ekspresi sedih, membuatku sadar kalau aku sedikit berlebihan menjahilinya dan merasa sedikit bersalah. Aku lalu meminta maaf dengan berkata kalau tadi itu hanyalah bercanda. Edel lalu kembali bersemangat mendengarnya, membuatku hanya bisa menghela nafas.


"Intinya, kamu hanya perlu mengetahui luas Asrama ini bukan? Tenang saja, aku akan memberikan peta ini untuk kalian!" ucap Geo mengeluarkan sebuah peta dari dalam sebuah tas yang telah dirapalkan sihir item box.


Aku lalu mengambilnya dan mengucapkan terimakasih. Kemudian membuka peta tersebut dan mengetahui kalau luas Asrama ini sekitar 750 M², bahkan itu belum termasuk halaman depan dan belakang yang memiliki luas 250 M². Ini bahkan lebih luas dari rumahku di bumi, aku bahkan hampir tersedak nafas sendiri jika tidak segera menenangkan diri.


Aku lalu bertanya, apa aku bisa mencoretnya untuk membagi bagian mana yang ingin dijadikan taman, bagian mana yang dijadikan tempat latihan, serta bagian mana yang akan menjadi pintu untuk gudang bawah tanah. Ternyata itu diperbolehkan, Geo menjelaskan kalau itu adalah salah satu salinan peta Asrama yang dia miliki.


Rencananya, aku akan menggunakan halaman depan sebagai taman dan halaman belakang sebagai tempat latihan, serta pintu gudang bawah tanah. Lalu pada akhir pekan, kami akan memulainya dengan taman lebih dulu.


"Yang akan membeli bunganya adalah aku, Kyla, Anna dan Cleon. Sisanya membereskan halaman depan, jadi saat kami kembali, kita tinggal menanam mereka saja!" jelasku.


Kemudian seorang pria berambut hitam dengan satu tanduk di keningnya, dengan Iris matanya berwarna cokelat, mengangkat tangannya. Dia adalah seorang Half Demon bernama Axel, seorang Ras Campuran Manusia dan Demon. Aku lalu mempersilahkannya untuk bertanya.


"Bukankah lebih baik untuk membawa lebih dari satu laki-laki?"

__ADS_1


"Ah, tentang itu? Sebenarnya aku dan Kyla saja sudah cukup untuk membeli bunga, tapi dengan adanya Cleon dan Anna, mungkin harganya bisa turun sedikit bukan?" ungkap ku.


"Jahat sekali! Menggunakan kami hanya untuk mendapatkan potongan harga!" sahut Anna.


"Hahaha, maaf. Tapi bagaimanapun kita harus menghemat pengeluaran Dypnir!" balasku.


Sebenarnya ada satu alasan lain kenapa aku mengajak Cleon. Aku ingin segera melunasi utang janji yang kami lakukan saat berlomba mendapatkan Rank 1 dan aku akhirnya kalah. Permintaan Cleon padaku hanya satu pada waktu itu, dia juga sudah memberitahukannya padaku saat kami membuat janji tersebut. Dia memintaku untuk melakukan kencan dengannya, aku agak terkejut dengan itu.


Setelahnya kami semua saling memperdalam hubungan dengan saling berbicara satu sama lain. Bahkan ada yang mencoba melawak, namun sayangnya itu sama sekali tidak lucu. Tapi dari semua orang, hanya ada satu orang yang tertawa lepas karena lawakannya itu.


Dia adalah Viviana von Auluriss, seorang Succubus berambut abu-abu dengan salah satu helai rambutnya berwarna ungu. Iris matanya berwarna ungu, dengan tanduk, sepasang sayap, serta ekor khas Succubus.


Sedangkan seseorang yang melawak tadi adalah Yuu, pria Blood Elf dengan rambut pirang serta Iris mata berwarna merah, dia juga memiliki telinga runcing seorang Elf. Blood Elf sendiri merupakan Ras Campuran Vampire dengan Elf.


Tanpa kami semua sadari, ternyata sudah hampir masuk waktu makan malam. Aku meminta Kyla untuk membantu menyiapkan makan malam. Lyon bertanya kenapa kami harus melakukannya, tapi dengan segera diingatkan oleh Axel kalau para Pelayan itu hanya ada selama 1 tahun, lalu meninggalkan kami nantinya. Jadi setidaknya kita harus memiliki keinginan untuk memasak.


"Kalau begitu, aku juga akan memasak!"


"Jangan!!/nyaa~" ucap aku, Kyla, Anna dan Cleon secara serempak, saat mendengar perkataan Edel.


"I-yah.. sebenarnya menyiapkan makan malam itu sudah cukup aku dan Kyla saja. Selain itu, ada alasan lain kenapa aku mengajak Kyla. Aku sedikit lupa dengan beberapa resep, jadi aku memutuskan untuk mengajaknya," jelasku.


Kyla mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat, sedangkan mereka yang tidak tahu apa masalahnya hanya terbengong saja.


Hingga Axel angkat bicara, "Kenapa kalian melarangnya? Bukankah bagus jika gadis Bangsawan seperti Nona Edelweiss belajar memasak?"


"Lihat! Bahkan Axel pun membolehkan ku untuk melakukannya?"


Argh!! Bagaimanapun caranya kita tidak boleh membiarkan Edel memasak!! Aku menatap kearah Cleon, tapi dia malah pergi ke rak buku. Aku menatap Kyla, dia malah menatapku balik. Lalu saat aku menatap Anna, dia malah memberikan solusi yang berbahaya!


"Kalau begitu, kenapa kamu tidak mencoba memasak untuk Tuan Axel, Edel?" usul Anna.


"Hmph! Kalau dia tidak masalah, aku akan memasakkannya!" ucap Edel meninggalkan ruangan dan pergi menuju dapur.

__ADS_1


Aku, Kyla dan Cleon menatap Anna dengan tidak percaya. Aku bisa melihat raut wajahnya yang merasa bersalah, seolah meminta maaf kepada kami bertiga.


Jadi aku mendekat dan berbisik padanya, "Tunggu, Anna! Apa kamu mau membunuhnya?"


"Apa boleh buat! Aku tidak punya pilihan lain! Lagipula Axel tertarik dengan masakannya!"


"Tertarik sih tertarik. Tapi bagaimana kalau dia langsung meregang nyawanya! Kamu tahu sendiri masakannya bagaimana bukan?"


"Kalau begitu, apa kakak mau memakan masakannya?"


"Ugh.. kalau itu terimakasih! Dengan senang hati aku menolaknya!"


"Kyla merasa kasihan padanya, nyaa~"


Kami berempat saling berbisik pada Anna, lalu menatap kearah Axel dengan rasa kasihan.


"Kalian ini, ada apa sih? Kenapa menatapku dengan rasa kasihan seperti itu?" tanyanya.


Cleon lalu memegang pundaknya dan berkata untuk tenang dan menerima nasib dirinya. Aku lalu menjelaskan pada mereka semua, kalau Edel sama sekali tidak bisa memasak. Sekalinya memasak, dia pasti akan membuat makanan yang aneh dan mengerikan yang dapat membuat siapapun memakannya akan merasakan rasanya kematian.


"Karena itulah aku mencoba menjauhkannya dari dapur!"


"Tunggu.. itu artinya, aku menggali kuburan ku sendiri?" tanya Axel memastikan.


Aku, Kyla, Anna dan Cleon segera menganggukkan kepala dua kali. Membuatnya segera mendapatkan rasa simpati dari semua orang disini.


Lyon berjalan mendekatinya dan memegang pundaknya yang lain, kemudian berkata, "Selamat tinggal kawan! Waktu yang kita habiskan bersama, sangat menyenangkan!"


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!


Crazy Up 5 Chapter :v

__ADS_1



__ADS_2